Heart Breaker

Heart Breaker
-Musuh-


__ADS_3

Sepulang sekolah Rallia dan July nampak beriringan pulang. Awalnya Rallia pikir tak ada satu pun dari mereka yang ingin berteman dengannya karena ia bersepeda atau semacamnya, nyatanya ia menemukan July yang kemungkinan akan selalu ada saat dia susah dan senang.


"Hei... Cantik...". Teriak seseorang dari belakang. Rallia dan July pun menolah ke belakang untuk memastikan asal suara itu.


"Astaga.. itu Dean..". Rallia dan July pun langsung berlari keluar pagar dan hendak menaiki sepedanya, namun...


"Hei... hei ... Rallia...". Teriak seseorang yang nampak Rallia sangat kenal. Rallia pun melihatnya, yah itu Denny yang tampak melambaikan tangan dan meneriaki tangannya. Dengan cepat Rallia menarik July meninggalkan sepedanya dan memasuki mobil Denny serta mengabaikan kepemilikan mobil tersebut.


"What...?? dia masuk sama temannya... aku di tinggal??? ". Kata Denny terheran-heran kebingungan melihat mereka. Akhirnya Denny pun memilih untuk masuk ke dalam mobil daripada kebingungan seperti itu.


"Uhuk... kamu kenapa sih Rallia lari-lari kayak ke setenan gitu?". Tanya Denny


"Astaga... ta...tadi itu aku dikejar sama Genderowo berupa tuyul setingkah jelangkung". Kata Rallia.


"hahaha....Kamu ini ada-ada aja... nih minum dulu". Kata Denny sambil menyodorkan air mineral ke Rallia.


"Makasih.. O yh ini temanku July di hari pertama sekolah dia juga yang tolongin aku di kantin tadi dari si setan". Kata Rallia.


"Loh... Astaga... July... kamu kenapa... hallo... July.....". Teriak Rallia menyadarkan lamunan July.


"A...aku.. ada di...mobil... hehehe mo...mobilnya bagus...ma...mahal..


Brukk...


July pun pingsan tak sadarkan diri.


"Rallia kamu dapat teman kenapa yang begini astaga... ngerepotin tau....". Kata Denny


"Sudah-sudah kamu bawakan dia ke kost ku aja, aku mau turun ambil sepeda". Kata Rallia


"Sudah soal sepeda nanti aku yang urus, kamu pulang aja dulu bawa teman-mu". Tegas Denny.


Denny pun melajukan mobil menuju tempat tinggal Rallia dan membopong teman-nya Rallia masuk ke dalam.


"Berat amat nih manusia.. ya sudah ku tinggal yah soalnya masih ada urusan, untuk sepeda kalian nanti ada orang-ku yang antar kesini". Kata Denny


"Ok Bos". Kata Rallia


....................


Dean POV


"Hei... Cantik...". Teriak Dean

__ADS_1


Rallia dan July nampak menoleh ke arahnya sebentar, namun setelah itu mereka malah berlari kencang ke arah luar pagar sekolah.


"Lari aja... bentar lagi ketangkap kok". Senyum jahilnya Dean nampak terukir dan siap mengejar mereka. Namun, sesaat mendekati pagar sekolah ia malah berhenti berlari dan mengamati dalam diam.


"Sepertinya aku mengenal mobil itu" Kata Dean


"Tidak salah lagi itu mobilnya, ini akan semakin seru dan jauh lebih menyenangkan hahahah". Tawa Dean semakin kencang karena ide-idenya yang mulai berjalan.


............


Author POV


"Ukh... kepala pusing.. tadi aku mimpi jadi tuan putri masuk ke mobil yang sangat bagus". Rintih July memegang kepalanya.


"July... kamu udah bangun? sini ku bantu". Kata Rallia.


"Loh... Rallia kamu ngapain di rumahku?". Tanya July yang mulai bangun, namun matanya masih sedikit terpejam


"Haha... July-July... makanya kalau tidur itu jangan sembarangan, coba liat ini dimana hemm...". Kata Rallia.


"Loh... a...aku dimana?". Tanya July yang mulai membuka mata lebar-lebar dan melihat sekeliling.


"Sutt ....Kita.. di culik..". Bisik Rallia.


July pun menarik-narik knop pintu dan mendobrak-dobrak pintu itu namun tidak ada hasilnya yang ada malah ia kelelahan dan terduduk sungkur di depan pintu.


"Hahahahaha... kamu lucu July... lucu....". Ketawa Rallia.


"Apanya yang lucu? kamu ngapain ketawa... kita itu di culik Rallia... astaga... jangan begitu". Heran July terhadap tawanya Rallia


"Oooo... jangan bilang kamu ngerjain aku yah... ayo ngaku!!!". Tambahnya.


"hahahah iya... aku ngerjain kamu... hahaha kamu itu di tempat tinggal aku hahahaha". Ketawa Rallia makin nyaring setelah melihat ekspresi kesal July setelah tahu bahwa ia dikerjain Rallia.


Jleb...


"hahaha..... Mamam tuh ketawa sama tisu-tisunya.. enak kan enak??? masih mau???". Kesal July makin menjadi melihat tawa Rallia.


"Iii... July... kok tisu sih... ga enak tau.. mending pancake aja hahaha". Kata Rallia.


"Masih aja bisa ketawa, o yh.. sepeda ku gimana aku mau pulang nih". Kata July.


"Ada dibawah... ayok ku antar". Kata Rallia.

__ADS_1


Rallia pun mengantar July ke bawah mengambil sepeda sampai July sudah pergi tak terlihat lagi.


.........


Denny POV


Tok...tok...tok..


"Ya.. masuk..". Kata Denny


Brak...


"Apa... maksudmu?". Tanya Denny dingin


"Buka aja sendiri isi amplop tercinta dari ku". Kata orang itu. Denny pun membuka amplop itu perlahan-lahan namun tentunya dengan rasa penasaran dan bertanya-tanya apa lagi yang dilakukan orang itu. Setelah melihat isinya...


"Apa maksud mu dengan foto-foto ini?". Tanya Denny.


"Ada apa? kau menyukai gadis lugu tak berdosa itu?". Tanya balik orang itu.


"Jangan sesekali kamu menyentuhnya, sudah berapa orang yang ku suka kau sentuh dengan tangan kotormu". Emosi Denny mulai bangkit


"hahah... jangan..?? tidak ada kata jangan di kamus ku, kamu bisa dengan mudah berkata jangan dan memarahiku sebisamu tapi tidak dengan yang ini". Kata Orang itu.


"Oke.. apa maumu tapi asal jangan dia, dia terlalu berharga untuk kau hancurkan". Kata Denny


"Berharga?? berharga apanya hah?? apa kau pernah menganggapnya Ibu ku lebih berharga apa lagu setelah berkali-kali di hancurkan oleh keluarga mu, ayahmu tanpa belas kasihan hah??". Teriak Orang itu.


"Itu hanya kesalahpahaman lagian pula itu urusan Ayahku bukan Aku, apa hak mu selalu mencampurkan apa yang telah dilakukan Ayah dengan yang kulakukan hah??". Bantah Denny


"Tentu saja banyak sangat banyak... apalagi sekarang kamu yang menjalankan segala bisnis keluarga mu, jelasnya semua yang dilakukan ayahmu pun akan turun ke tangan mu hahaha ingat itu". Kata Orang itu


"Kamu... beraninya kamu.. ku peringatkan kalau sampai dia merasakan penderitaan akan ku buat kamu akan merasakan nya berkali-kali lipat". Ancam Denny


"U... Takut.... hahhaha ancamanmu cuman jadi lalat yang hinggap tau nggak hahha ga mempan". Tawa Orang itu.


"Tenang saja aku tak akan langsung menghancurkannya, tapi akan ku buat iya menyadari betapa pentingnya hidup dan indahnya bermain api cinta lalu akan ku hempas byummm bor...hahahaha" Tawa Orang itu makin menggila.


"Keluar dari sini dan atau ku panggil satpam!!". Teriak Denny kesal dan tak tahan menghadapi orang itu, meladeninya hanya membuang waktu akankah lebih baik jika Denny mulai memikirkan caranya melindungi gadis itu.


"Baik aku akan keluar bye sobat". Kata Orang itu.


"Keluar!!!...". Teriak Denny sekali lagi

__ADS_1


Brakk...


__ADS_2