Heart Breaker

Heart Breaker
-Pengganggu-


__ADS_3

Malam yang saat indah untuk Rallia memanjakan dirinya dan beristirahat sekejap. Apalagi besok adalah hari weekend, waktu yang paling dinantikan untuk tidur lebih lama.



Kring... Kring...


"Hallo...?". Tanya Rallia kesal pada orang diseberang sana yang mengganggunya bersantai.


"Ini siapa?". Tambahnya.


"Apakah kamu masih ingat suaraku?". Tanya orang yang ada di seberang sana.


Deg .. "itu seperti suara Raka". Kata Rallia dalam hati.


Hening seketika membuat udara menjadi canggung seketika menghempas ke sekitar Rallia.


"Ku dengar sekarang kamu sudah mulai kembali bersekolah yh?". Tanya Raka.


"I..iya...". Kata Rallia gugup.


"Kamu dapat nomer ku dari siapa?". Tanya Rallia.


"Kalau mau tau, besok kita ketemu". Jawab Raka tiba-tiba.


"A...apa? Ketemu?". Tanya Rallia heran.


"Iya.. besok kita ketemu, ya sudah sampai ketemu besok jam 8 pagi, bye". Kata Raka


"Ta...tapi....


Tut...tut ...


Belum sempat Rallia membantah Raka sudah mematikan teleponnya terlebih dahulu.


"Arghhh... Lama ga bertemu bukannya baik-baik malah ganggu hidup gue huhuhu....".


"Aargghh... Bunda... Hari weekend ku hilang begitu aja". Rengek Rallia.


............


Raka POV


"Telfon ga? Hubungi ga? argggh telfon....


Raka terlihat sibuk mondar-mandir memikirkan untuk menelpon Rallia atau tidak iya bimbangtakut Rallia tak akan mengangkatnya lagi seperti dahulu.


"Telfon aja lah". Raka pun langsung mengambil handphone nya yang tergeletak di atas meja.


Tut..tut...


"Hallo...". Kata Rallia di seberang sana


Deg... Perasaan rindupun semakin menggebu setelah mendengar suara Rallia dari seberang sana. Demi mencairkan suasana Raka pun mulai berbincang-bincang pada Rallia. Jujur iya sangat amat merindukannya, namun gengsi untuk di ungkapkan dan memilih langsung mengajak Rallia bertemu demi melepas rindunya.


"Astaga.. aku baru saja mengajaknya bertemu.. oh Tuhan besok aku harus pakai apa dan mengajaknya kemana?". Heboh Raka setelah selesai menelepon Rallia.

__ADS_1


"Federik... Federik". Teriak Raka.


"Iya tuan". Kata Federik yang baru saja datang.


"Aku.. meminta saran mu. Tadi baru saja aku menghubunginya, dan iya mengangkatnya aku pun berbicara dan emm... Yah aku melakukan kesalahan". Kata Raka.


"Kesalahan apa Tuan?". Tanya Federik heran.


"Aku mengajaknya bertemu besok, tapi aku sendiri tidak tau harus mengajaknya kemana?". Jelas Raka


Federik yang menyadari itupun langsung tersenyum di dalam hati.


"Bukankah Nona Rallia baru saja memasuki sekolah yang baru tahun ajar baru, seharusnya tuan muda mendekatinya mengajaknya ke suatu tempat yang berhubungan akan sekolah dan memberikan apa yang diperlukannya". Kata Federik.


"Tapi aku tak yakin ia menyukainya". Kata Raka.


"Nona Rallia seorang yang sederhana apapun itu pasti ia menyukainya". Kata Federik.


"Biar ku beri saran pada Tuan, lebih baik jika membawanya ke.....


..............


Author POV


Kring... Kring...


"Argghh siapa lagi sih... Bisa ga sih ga usah ganggu dulu". Teriak Rallia.


"Hallo.... Nomor yang anda tuju sedang berada diluar planet tolong hubungi nanti". Kata Rallia kesal.


"Hahahah... Makanya cepat kembali ke bumi ngapain disitu hah?". Tanya Denny.


"Iii... Aku tuh lagi kesal ga bisa rasain weekend gara-gara di ganggu orang gila". Kata Rallia.


"Emangnya siapa?". Tanya Denny


"Adalah pokoknya, pokoknya ganggu banget". Kata Rallia.


"Ya sudahlah kalau begitu besok aku main ke rumahmu yah bawain cemilan biar kamu ga kesal lagi". Kata Denny


"Ya sudah tapi sore-sore aja yah". Kata Rallia


"Ok ..". Setuju Denny yang hanya bisa menyetujui perkataan Rallia, daripada menambah kekesalannya saja.


Di sisi lain, Rallia terlanjur kesal mematikan televisinya dan memilih untuk tidur lebih cepat padahal sudah banyak film yang disunsunnya untuk begadang malam ini, terlebih lagi ia harus mengatur jam alarmnya agar besok tak kesiangan.


Tok...tok...


Baru saja ia ingin memejamkan matanya tiba-tiba ada lagi gangguan yang memaksanya harus terbangun dan membuka matanya kembali.


"Arghhhh... Siapa sih ganggu banget". Teriak Rallia dengan diiringi hentakan kaki ketika ia turun dari kasurnya.


Kriet...


"Arghhh Bunda, Rallia siapa? Lagian Bunda kenapa sih ga bawa kunci cadangannya kan Rallia jadinya ga perlu bukain pintu". Kata Rallia sambil bergelayut manja di lengan Bundanya.

__ADS_1


"Ini yah... Bukannya senang Bundanya pulang malah ngomelin Bundanya". Bunda pun menoyor jidat Rallia.


"Hehe maaf, o yah Bunda kok baru pulang?". Tanya Rallia.


"Bunda tadi banyak kerjaan yang numpuk, terpaksa malam ini harus diselesaikan daripada besok Bunda harus turun kerja dan lembur kan sayang tuh weekendnya Bunda pakai kerja mulu". Kata Bunda.


"O yah ngomong-ngomong weekend, tumben kamu malam ini tidur cepat banget biasa juga begadang baru ngebangkong". Tambah Bunda


"Iya... Besok Rallia ada janji ketemu sama teman lama pagi-pagi". Jelas Rallia.


"Cewek atau cowok?". Selidik Bunda.


"Eh..emm.... O yh Bunda, Rallia laper tadi cuman nyemil tuh". Kata Rallia ngeles sambil menunjuk tumpukan bungkusan yang tadi ia makan.


"Makanya belajara masak, kamu ini gadis kok ga bisa-bisa sih masak". Omel Bunda.


"Ya sudah Bunda masakan Mi Telor kesukaan kamu aja yah". Tambah Bunda.


"Yipi... Makasih Bunda". Kata Rallia


Cup...


Sangking senangnya Rallia langsung melompat ke sofa untuk menunggu masakan Bundanya, tak lama kemudian ia pun memilih-milih salah satu film yang sudah di urutkan nya tadi dan menyalakan TV nya.


"Tara... Mi telor sudah siap...". Teriak Bunda sambil membawa nampan yang berisikan 2 buah mangkok mi telor yang dimasaknya tadi.


Rallia yang melihat itu pun langsung tak sabar memakannya, akhirnya Rallia pun langsung mengambil mangkoknya dari nampan yang sedang di bawa Bunda.


"Eee... Masih panas Rallia pelan-pelan nanti tumpah". Kata Bunda.


"Gak apa Bunda, namanya juga lapar". Kata Rallia.


"Kamu ini". Kata Bunda sambil menggeleng heran melihat anak gadisnya.


Rallia dan Bunda pun menyantap bersama mie telor yang sudah dimasak tadi sambil menonton film pilihan Rallia.


"Hu... Cenapa sih itu laki-laki campan cuman bisa sakitin doang". Isak Rallia mendalami cerita sambil mengunyah.


"Kamu jangan nangis juga dong Rallia, itukan cuman film kalau kamu nangis yang ada nanti Mie nya jadi asin". Ejek Bunda.


"Gak papa kali bun, namanya menghayati". Bantah Rallia


Syrek....


"Ih... Anak gadis jorok banget makan sambil ingusan, sana ah buang ingusnya di kamar mandi". Suruh Bunda.


"Ga ah nanti ketinggalan cerita". Kata Rallia


"Jorok tapi". Kata Bunda.


"Sesekali Bunda hehe". Kata Rallia


Rallia dan Bunda pun kembali menonton film hingga larut malam dan lupa akan semua aktifitas. Bunda pun tersadar akan Rallia yang sudah memasuki dunia mimpi, akhirnya membuatnya tergerak mematikan TVnya dan meluruskan tubuh Rallia di sofa serta mengambilkan selimut untuk Rallia.


Cup...

__ADS_1


"Mimpi indah anak Bunda". Kata Bunda.


"Maafkan Bunda belum bisa membahagiakan pun sepenuhnya". Tambah Bunda


__ADS_2