Heart Breaker

Heart Breaker
- Kebahagiaan di Balik Kesedihan-


__ADS_3

"Bunda.... hu.. hu.. hu..". Tangis Rallia pun pecah setelah melihat Bunda nya terbaring kaku di atas kasur.


Hati Raka remuk saat melihat Rallia menangis, dengan sigap tanpa rasa ragu Raka pun memeluk Rallia


"Rallia ku wanita yang kuat, jangan cengeng seperti ini dong. Tapi kau boleh menangis semaumu tapi jangan lama-lama nanti ingus mu menempel semua di baju ku". Tutur Raka menenangkan Rallia


Sesaat kemudian Rallia memeluk Raka dengan erat, betapa terkejutnya Raka saat Rallia membalas pelukan nya dan Raka pun tanpa sungkan memeluk Rallia lebih erat dan memberikan rasa nyaman.


"hu...hu...mengapa bunda seperti itu, kapan bunda akan sembuh". Tangis Rallia dalam pelukan Raka


"Sudah-sudah lebih baik kita mendoakan bunda mu daripada menangis nanti itu juga tak akan membangunkan nya". Kata Raka


Rallia pun mencerna perkataan Raka yah... ucapan Raka ada benarnya juga, Rallia pun menjadi agak tenang.


Srejk.. Srejk ...


Ingus Rallia keluar dan tanpa sadar ia mengelap itu ke bajunya Raka.

__ADS_1


Terbalik dengan Raka, ia melihat apa yang dilakukan Rallia. Respon ia melepas pelukannya dengan Rallia.


"Astaga... Rallia.. benarkan kataku.. ingus mu beneran menempel di baju ini... cantik kok jorok sih". Sebal Raka yang mencoba mengelap bajunya dengan tisu basah


"Ha..ha..ha.. bagus sekali warna bajumu... sungguh aku tak sengaja melakukan nya, tapi sepertinya itu memang cocok untuk jadi lap ingus ku ha..ha..ha..". Tangis Rallia nampak terhenti dan menjadi tawa renyah yang masih sedikit sesegukan akibat tangis


Raka yang melihat itu tak jadi memarahinya, yah.. tawa Rallia lebih berharga di bandingkan bajunya, sesaat kemudian pikiran menjahili Rallia tiba di benak nya.


"Kamu...".


Tiba-tiba Raka menarik Rallia ke dalam ruangan tunggu pribadi, secara gitu VVIP gitu ada ruangan sendiri


Rallia yang ketakutan melihat ekspresi Raka jadi mau tak mau mengikuti apa perintahnya.


Rallia pun langsung membuka kancing bajunya, seketika kemudian Rallia menjadi speechless seketika melihat badan Raka yang sangat menggoda...


"e.... anu.. aaaa ka...kamu aja yang ganti sendiri". Rallia langsung berlari keluar dari ruangan itu.

__ADS_1


Brakk....


Rallia segera menutup pintunya setelah berlari.


"Astaga... body-nya... aaa... Rallia stop... jangan pikirkan apa-apa itu.. itu ga mungkin dia punya body seperti itu iiiiiii..... stop stop tenang". Runtuk Rallia dalam hati sambil memegang dadanya


"Hahahaha.... Hahahah....". Berbeda dengan posisi Raka di dalam ruangan itu, siapa yang itu iya malah tertawa terbahak-bahak di dalam sana setelah sukses mengerjai Rallia.


"Rallia...Rallia... kenapa kamu menggemaskan sekali..." Raka pun menggeleng-gelengkan kepalanya sambil becermin mengganti pakaiannya.


Setelah semua sudah rapi Raka langsung keluar melihat keadaan Rallia. Raka berdiri bersandar di ambang pintu memperhatikan sikap Rallia yang nampak peduli dan sangat sayang pada Bunda nya, padahal itu bukan Bunda kandungnya sendiri. "Aku beruntung bisa kenal dengannya". Gumam Raka dalam hati


Terlihat Rallia yang telaten mengelap wajah sang Bunda dengan air hangat, Raka bertekad meninggalkan mereka berdua dan memilih pergi ke kantor karena banyak pekerjaan yang tertunda.


"Hallo Bi Des... bawakan makanan yang enak dan bergizi untuk Rallia ke rumah sakit. Jika ada apa-apa langsung hubungi aku saja." Kata Raka pada telepon genggamnya


"Baik Tuan.." Terdengar suara Bi Des dari seberang sana

__ADS_1


Raka pun langsung mematikan telepon nya dan langsung mengemudikan mobil Ferrari kesayangan nya.


__ADS_2