
Tak terasa sudah 7 hari berlalu. Rallia menjalani hari nya dengan sangat sibuk menekuni tumpukan berkas dan membalas candaan Denny hingga tiba saatnya Rallia memasuki awal ajaran baru di sekolah yg baru. Sedangkan Raka? yaps setelah ia memasuki Pavilium Utama ia tidak diperbolehkan keluar oleh Ibunya selama seminggu dan ini juga menjadi hari-hari yang di tunggunya untuk bebas.
Rallia POV
"Bunda.. bunda yakin mau masukin aku sekolah di situ?". Tanya Rallia meyakinkan Bundanya, karena sekolahnya yang baru tak kalah bagus dan bersaing dengan dengan sekolahnya yang lama secara ketat.
"Iya.. yakin sayang.. ini demi masa depan kamu, walau tidak kuliah atau melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi dengan bersekolah di sana dan mendapatkan nilai terbaik... Bunda yakin kamu akan mendapatkan kerja yang layak". Kata Bunda menatap Rallia menaruh secercah harapan di masa yang akan datang.
"Baik.. Bunda, Rallia pamit dulu yah. Rallia buru-buru soalnya kan mau urus administrasi sama ambil seragam dulu Bunda". Kata Rallia
"Yh.. hati-hati, ini bekal kamu, jangan lupa dimakan.!". Kata Bunda sambil memberikan tas bekal Rallia.
"Siap Komandan". Kata Rallia penuh semangat.
Rallia pun memilih pergi ke sekolah menggunakan sepedanya dan mendengarkan lagu favoritnya.
**Achimen moningkol pilsudeon naega
Oneureun beonjjeok beonjjeok nuni tteojineunga
[Hoshi] Deiteu narira geureonji
Eoje kkumdo joheun kkum kkwotji
[Wonwoo] Sae sinbareul singo
[MinGyu] Hyeongwanmuneul yeolgo nagamyeon**
Sesampainya di sekolah banyak siswa yang melirik Rallia terutama kaum lelaki, banyak yang bertanya siapa kah dia.
Brukk...
Sangking asiknya Rallia dengan dunianya sendiri, ia pun menubruk seseorang.
"Sini aku bantu". Kata Orang itu
"Makasih, o yh ruang administrasi dimana yah?". Tanya Rallia.
"Tuh disana, kamu lurus aja. Baru kamu kamu belok kiri, ada tulisan Adm". Kata Orang itu.
"Ok.. makasih". Kata Rallia.
Rallia pun langsung berjalan dan memasuki ruang Adm.
__ADS_1
Tok..Tok...
"Ya.. masuk". Ucap orang di balik ruangan itu.
"Pagi Bu.. Saya Rallia murid baru mau memberikan formulir administrasi sama mau ambil seragam". Kata Rallia sopan.
"O yh kamu Rallia yah, tunggu bentar yah Ibu mau cek dulu sama ambilkan seragam kamu". Kata Ibu Adm.
"Ok.. formulir dan berkas kamu Ibu terima, dan ini seragam kamu. Kamu langsung saja ganti ke ruang ganti, setelah itu kembali lagi biar saya tunjukkan kelas mu". Suruh Ibu itu setelah memberikan seragam Rallia.
"Baik bu". Rallia pun langsung pergi membawa seragamnya.
"Lumayan juga nih seragam, kirim Denny dulu ah biar dia tau kalau aku sudah masuk sekolah". Kata Rallia. Setelah itu Rallia pun langsung kembali ke ruang Adm.
"Permisi.. Ibu saya sudah selesai". Kata Rallia.
"Baik.. ikutin saya". Perintah Ibu Adm.
Sesampainya di kelas......
"Pagi anak-anak" Sapa Ibu Adm.
"Pagi Bu...". Balas murid-murid.
"Rallia kamu duduk di samping July". Tambahnya
"Baik, terima kasih bu". Kata Rallia.
Ibu Adm pun pergi meninggalkan kelas dan Rallia pun pergi ke tempat duduk yang sudah di tunjukkan tadi.
"Hai.. Aku Rallia...". Kata Rallia
"Hai.. Aku July, O yh Rallia... temanin aku ke kantin yuk". Senyum July.
"Tapi ini masih pagi dan pelajaran pasti audah mau dimulai". Kata Rallia
"Wih... ketahuan nih kayaknya kamu anak baik-baik. Udah ah ayok hari ni jam kelas kosong soalnya setiap awal ajaran tahun baru kita selalu ada event class kayak kelas olahraga atau penunjukan bakat gitu selama 3 hari". Tutur July
"Gak juga sih.. y sudahlah iya aja aku ikut". Kata Rallia.
July dan Rallia pun cepat sekali akrab dan berbincang-bincang sepanjang lorong menuju ke kantin. July yang senang akan Rallia pun ia mulai mengenalkan masalah sekolah nya hingga anak-anak yang terhits sampai cupu sepertinya bahkan menceritakan diri mereka masing-masing.
__ADS_1
"Kamu pesan apa Rallia?". Tanya July.
"Aku mau milkshake vanila aja deh satu". Kata Rallia
"Kamu yakin ga makan?". Tanya July.
"Aku bawa bekal tadi Bunda kasih aku, nanti ku makan dekat siang aja biar hemat". Kata Rallia.
"Ya sudah.. ok". Kata July
July pun memesan apa yang di pinta July dan untuk dirinya sementara itu Rallia pun menunggu di kursi makan sendirian sambil memainkan telepon nya, tapi tiba-tiba ada orang yang datang mengganggunya.
"Hai.. cantik..". Kata salah satu dari mereka. Namun, Rallia tetap cuek dan tak ingin meladeninya.
"Wi... jutek banget sih". Kata salah satu dari mereka.
"Nanti cantiknya hilang loh, tapi gak papa kok yang penting manisnya ada". Colek salah satu dari mereka ke pipi Rallia.
"Kalian itu siapa sih.? Bisa ga sih ngehargain orang.?". Emosi Rallia pun mulai naik gara-gara mereka mulai berani menyentunya.
July yang mendengar bentakan Rallia pun langsung menoleh dan mendatangi Rallia.
"Woi... kalian ber empat itu yah bisa ga sih gak usah sok ganteng kegenitan kalau ada yang cantik sedikit". Bentak July.
"Hei.. cupu ngapain kamu dekat-dekat dia? kamu itu ga level sama bidadari kalau kamu kayak kaya badut seperti itu". Ejek mereka.
Syur....
July yang tak sabar dan jengkel dengan mereka pun langsung menyiramnya dengan milkshake pesanan Rallia yang barusan aja jadi dan di pesan.
"Kamu...
"Dean.. sudah banyak anak-ank yang liat ke kamu, kamu sudah jorok banget sekarang". Potong salah satu dari mereka
"Hawas yah lo cupu, liat aja nanti. Dan untuk kamu sayang... jangan berani dekat-dekat sama yang lainnya". Ancamnya pada July dan Rallia, mereka pun langsung pergi karena malu.
"Iii dasar makhluk-makhluk turunan sapi ya begitu sudah, Rallia kayaknya kamu harus hati-hati tuh sama mereka, mereka pasti akan cari kesempatan buat dapetin kamu". Kata July
"Iya iya sudah ah. Itu urusan belakang, yang jelas tadi kamu siram pake milkshake ku...". Kata Rallia.
"O yh.. astaga aku lupa.. maaf Rallia maaf aku ga tau itu milksahke mu tadi aku kelepasan buat nyiram, oke oke... ku ganti sabar yh". Kata July
"aastaga ... kayaknya Bunda benar-benar salah masukin aku ke sekolah ini deh". Kata Rallia dalam hati.
__ADS_1
"Nah... sudah jadi milkshake nya.. ayo di minum". Ajak July.
Rallia dan July pun langsung menceritakan tentang Dean dan teman-teman nya sambil menikmati pesanan mereka hingga tawa mereka pecah saat July menceritakan tentang Dean yang pernah mencret di celana saat pentas seni musim panas tahun lalu.