Heart Eater

Heart Eater
Tidak Sampai


__ADS_3

Bab - 10. Tidak Sampai


Dibagian lain wilayah area barat kota Marabuh.


Kelompok tim perawatan yang menuju area barat kota Marabuh sudah tersebar di seluruh area barat tersebut. Dibagian kelompok yang bersama dengan komandan Sinta terlihat terhenti di sekitar area barat kota itu. Sinta terkejut melihat sosok makhluk besar dan tinggi sedang menghadang jalan di depannya.


"Tidak mungkin! Aku telah membuat kesalahan besar. Aku tidak tahu kalau area barat sudah di ambil alih oleh tipe baru ini. Segera hubungi semua kelompok pasukan perawatan yang tersebar untuk segera mundur jika melihat makhluk tipe baru tersebut." Teriak Sinta dengan cemas.


"Siap!!!" Sahut beberapa kelompok bergegas pergi mencari kelompok-kelompok yang telah tersebar untuk memberikan perintah mundur dari Sinta.


Sinta yang dihadang oleh dua Chinaku tipe 4 tersebut terlihat sangat mencemaskan keadaan semua anggota pasukan perawatan yang telah tersebar ke area barat kota tersebut.


Beberapa para komandan dan capten tim lainnya yang menuju area barat kota itu juga dihadangkan oleh tipe 4 tersebut. Tipe 4 tersebut membuat para komandan tidak bisa mendekat lebih jauh ke dalam area barat kota itu, dikarenakan tidak bisa bertindak gegabah, sebab masih belum mengetahui lebih banyak tentang kemampuan dari tipe 4 tersebut.


..


..


Dikediaman Datuak.


Raji terlihat sangat terdesak dihujani terus-terusan oleh serangan Datuak kepada dirinya. Terlihat Raji menerima beberapa luka sayatan di bagian lengan dan kakinya.


"Sial! Aku benar-benar tidak bisa melihat serangan dan keberadaan si tua bangka ini dimana pun." Ucap kesal Raji dalam hati.


Raji melayangkan sebuah pukulan keras ketanah tepat di bawah posisi ia berdiri, dan tiba-tiba gelombang api kejut muncul setelah Raji menghantam tanah tersebut dengan tinjunya. Datuak yang seperantak terkejut dan lalu menghindari serangan tersebut membuat ia memiliki jangkauan yang jauh dari posisi Raji. Dengan posisi yang cukup jauh tersebut Raji kembali dapat melihat keberadaan Datuak.


"Haha! Akhirnya aku bisa melihat dan merasakan tekanan EL darimu lagi tua bangka!" Teriaknya geram.


"Hah. Percuma saja! Aku akan mendekati dirimu dan membuat teknik itu aktif kembali." Sahut Datuak.

__ADS_1


"Oh begitukah! Aku tidak akan terkena teknik itu untuk kedua kalinya. Sebelum kau Mendekati jarak dari jangkauan teknik itu, aku akan lebih dulu mencabut nyawamu tua bangka!"


Raji memegang dadanya dengan tangan kanan dan merapal sebuah mantra terlarang tingkat SSS.


"Posisi itu! Raji kau, kau berniat melakukan itu sampai sejauh ini. Raji!!!" Teriak Datuak dengan sangat marah dan melesat dengan cepat menuju kearah Raji.


..


..


Area barat kota yang masih utuh.


Chinaku tipe 4 itu terus perlahan berjalan mendekati mereka bertiga, Vira dan kelompoknya terlihat tidak bisa bergerak sedikitpun dan kaku tak berbuat apa-apa. Salah satu anggota kelompoknya mencoba menyerang dengan teknik serangan yang telah dipelajarinya selama di pelatihan, namun serangan tersebut tidak begitu berpengaruh apa-apa terhadap tipe 4 itu. EL yang mereka gunakan telah hampir menipis dan serangan yang dilancarkan itu tidak cukup kuat melukai Chinaku tersebut.


Serangan EL angin terus menerus di keluarkan menghujani tubuh Chinaku tipe 4 tersebut. Serangan tersebut jangankan untuk melukainya, menggores tubuh makhluk itu sedikitpun tidak bisa. Dibantu oleh teman satunya lagi, mereka berdua terus menerus melancarkan serangannya sampai EL mereka terkuras habis.


"Tidak!! Ja-jangan mendekat-" Ucapnya terbata-bata.


Chinaku tersebut melayangkan tangannya yang besar itu dengan cepat kearah muka gadis itu, sehingga membuat kepala gadis itu lepas dari badannya. Chinaku tersebut melempar kepala digenggaman tangannya itu kearah Vira. Percikan darah segar keluar membasahi pipi salah satu orang yang berdiri disebelah gadis yang telah putus kepalanya itu, ia kemudian tersipu lemas duduk melihat rekannya tewas didepan matanya.


"Tidak..tidak-tidak. Tidak!!!! Jangan bunuh aku!! Vira!!! Tolong a-aa-aku!" Sahutnya penuh dengan jeritan ketakutan melirik Vira tepat dibelakangnya.


Chinaku tersebut kemudian menendang dengan keras tubuh gadis yang tengah duduk lemas itu, sehingga tubuhnya terhempas kencang menghantam bangunan disekitar area tersebut. Chinaku tersebut kemudian berjalan mendekati Vira.


Vira yang melihatnya tidak bisa berbuat apa-apa untuk menolong rekannya itu. Vira tidak bisa berhenti mengeluarkan air mata melihat kekejaman tampa ampun itu, Vira merasakan diseluruh kujur tubuhnya penuh dengan gemetar. Ia tidak bisa menggerakkan sedikitpun jarinya karena ketakutannya yang memenuhi seluruh tubuhnya. Untuk beranjak sedikitpun dari tempat itu tidak mungkin bisa ia lakukan. Chinaku tersebut dengan mengerang kenikmatan menuju ke arahnya.


Chinaku tersebut memegangi lehernya Vira dan mengangkatnya ke atas. Seketika itu Vira merasakan sakit yang luar biasa saat lehernya digenggam dengan erat, sehingga membuat ia sulit untuk bernafas. Tanpa begitu lama, Chinaku tersebut langsung mengakhiri hidup Vira dengan menusukkan lengan besarnya itu kearah jantung Vira.


Darah segar keluar dan menciprat membasahi tanah. Lengan besar yang berwarna pucat dan berkulit seperti hewan telah menancap kedalam tubuhnya Vira menembus sampai kebelakang punggungnya. Vira seketika itu mengeluarkan banyak darah dari mulutnya, ia mengatakan satu kata untuk terakhir kalinya sebelum suaranya mulai terasa berat dan terbata-bata. Satu kata yang Vira sebutkan itu adalah nama Egi.

__ADS_1


Chinaku tersebut kemudian mengeluarkan jantung Vira dan memakannya. Vira seketika itu tidak mengeluarkan suara lagi dari mulutnya dan menghembuskan nafas terakhirnya.


..


..


Area bagian Barat Kota, kediaman Datuak.


"Hentikan itu Raji!!" Datuak melesat dengan cepat sambil melayangkan tebasan beruntun dari dua belati aneh di genggamannya itu kearah Raji.


Ketika Datuak melesat dengan cepat kearah Raji, Raji sudah lebih dulu selesai merapal sebuah mantra terlarang yang setingkat dengan Datuak (seorang pemimpin kota). Disekitar area tempat Raji berdiri muncul api kecil mengelilingi tubuh Raji.


Datuak yang tak sempat melayangkan tebasannya untuk menghentikan teknik terlarang yang Raji rapal, berakhir tertahan oleh api yang mengelilingi tubuh Raji tersebut dan lalu terhempas beberapa meter dari Raji. Datuak kemudian kembali berdiri dan mencoba sebuah teknik hebat dengan dua belati yang dia genggam tersebut. Dua buah belati itu dilemparkan Datuak kearah Raji dan menyebut mantra dua kata, 'Sema/Siben'. Tiba-tiba dua belati yang mengarah ke arah Raji setelah dilemparkan Datuak tersebut berubah menjadi dua ekor harimau kembar yang sangat buas.


Dua ekor harimau kembar tersebut mencoba menerkam dan memangsa Raji, namun kekuatan dari kedua harimau kembar tersebut tidak mampu menghancurkan api yang mengelilingi tubuh Raji itu.


Pada akhirnya dua belati aneh tersebut terbakar oleh api disekeliling Raji itu, dan dua harimau kembar tersebut menghilang seketika itu juga.


..


Ditempat pos darurat yang telah dibuat oleh kelompok Vira.


Tidak berapa lama selang waktu berjalan, Egi akhirnya tiba di tempat pos darurat yang dibuat oleh kelompoknya. Terlihat Egi menggendong seorang anak kecil di pangkuannya itu menghapiri pos tersebut.


Egi yang tiba di pos tersebut sangat kaget dan terkejut, Egi merasakan disekujur tubuhnya penuh dengan perasaan takut dan khawatir yang berulang-ulang kali setiap detiknya. Melihat sesuatu yang ada di depan matanya itu, juga membuat pikiran Egi kosong. Mulutnya tidak jelas ingin mengatakan sepatah katapun, ia meletakkan anak kecil dipangkuannya itu perlahan diatas tanah.


Egi berjalan dengan kaki gemetar menuju kearah mayat yang terlihat seperti seseorang yang ia kenal. Bibir Egi terlihat sangat gemetar ingin memanggil satu nama, tapi karena reaksi Egi seperti orang yang kehilangan akalnya itu, ia tidak begitu terlalu lurus menyebutkannya.


Bersambung….

__ADS_1


__ADS_2