Heart Eater

Heart Eater
Mereka Yang Memiliki Kekuatan Iblis


__ADS_3

Bab - 17. Mereka Yang Memiliki Kekuatan Iblis.


Jauh dari wilayah Selatan terdapat sebuah gunung berapi yang tidak aktif. Di gunung tersebut penuh dengan aliran EL berwarna hitam kental. Itu bukan aliran EL yang sesungguhnya, tapi jiwa manusia yang telah dirubah menjadi EL.


Seluas 100 kilometer, aliran EL itu menyelimuti seluruh tempat tersebut. Kini tempat itu menjadi sarang atau wilayah bangsa siluman.


Para manusia tidak diperbolehkan untuk mendekati wilayah itu. Jika ada seorang manusia yang berani menginjakkan kaki di tanah itu, tubuh mereka akan mengering seperti kotoran dan hancur. Seketika itu ia akan menjadi sumber EL hitam itu.


Wilayah tersebut dinamakan Ubili.


Wilayah yang tidak terjamah oleh manusia itu memiliki banyak raja. Setiap siluman yang menghuni wilayah tersebut masing-masing mempunyai sang raja (pemimpin kaum).


Walau memiliki banyak raja dari setiap kaum, mereka memiliki satu raja yang sebenarnya. Raja dari segala raja yang mereka takuti, ialah sang penguasa wilayah ubili tersebut. Raja chinaku, Ozy.


Didalam gua, bagian terdalam gunung di wilayah tersebut, terdapat sebuah singgasana.


Di singgasana itu, duduk sesosok makhluk bertubuh dan berukuran seperti manusia dewasa.


Ia adalah sang raja (penguasa) yang ditakuti oleh para kaum siluman di wilayah ubili. Wujudnya tidak seperti para chinaku tipe manapun. Ozy terlihat seperti manusia, tapi bukan berarti dia manusia.


Dihadapan Ozy, berdiri Raji yang sedang bertekuk lutut memberikan hormat pada sang raja.


Raji pun langsung memberikan berita menarik kepada Ozy. Raji yang telah Ozy utus untuk mencuri sebuah pusaka keramat dari kota Marabuh, telah kembali ke hadapannya dengan membawa pusaka tersebut.


Ozy sangat senang sekali melihat Raji kembali membawa pusaka itu. Sudah terlihat jelas dari tawanya yang lantang dan menggema di wilayah ubili.


"Dengan ini semuanya sudah terkumpul. Hahaha! Lakukan ritual kelahiran sekarang juga!" Ucap Ozy menunjukkan senyum liciknya.


Raji kemudian membuat delapan simbol aneh di atas permukaan tanah.


Simbol-simbol itu bergambar seperti, Bintang jatuh, Tetesan air hujan, Pohon beringin, Harimau, Satu mata, Bulan, Angka 0, dan yang terakhir Sesosok mayat.


Masing-masing dari simbol aneh yang telah tergambar itu, diletakkan benda-benda pusaka yang sudah dikumpulkan dari berbagai tempat.


Seketika itu chinaku tipe 4 datang sambil membawa seorang manusia kehadapan Raji.


Manusia itu berkelamin seorang laki-laki. Ia adalah salah satu dari anggota pasukan khusus namun, terlihat sangat asing.


Dia bukan dari pasukan khusus kota Marabuh, sudah terlihat dari pakaian yang dikenakan oleh orang tersebut.

__ADS_1


Pakaian yang dikenakan olehnya itu memiliki corak warna putih terang. Berarti laki-laki itu adalah bagian dari pasukan khusus dari wilayah Utara.


Laki-laki itu akan dijadikan sebagai tumbal untuk ritual tersebut. Dia memiliki aliran EL putih yang sangat pekat, dan itu sangat cocok baginya untuk menjadi tumbal.


"Lepaskan aku! Beraninya kalian membodohi diriku. Aku, tuan Waliudin yang terhormat ini tidak akan mengampunimu! Cepat lepaskan aku atau aku akan menggiring kau beserta keluargamu ketempat eksekusi." Ucap tuan Waliudin sangat murka.


Tuan Waliudin tidak tahu kalau dirinya akan menjadi tumbal untuk ritual tersebut. Ia terus-terusan mengoceh tentang statusnya sebagai orang yang paling penting.


Sebenarnya tuan Waliudin kini berada jauh dari wilayah Utara tempat ia tinggal. Walau dirinya bisa keluar dari dalam gua itu, tubuhnya tetap akan mati seperti kotoran binatang yang kering.


"Oi.. raji. Apa sibusuk ini sungguh memiliki aliran EL yang terpilih itu pada tubuhnya." Ucap Ozy yang menatap tuan Waliudin seperti kotoran hewan dari atas tempat duduknya.


"Benar sekali rajaku, dia adalah orangnya. Sungguh sangat menjijikkan kalau orang tersebut adalah dia. Garis darah keturunan yang mewarisi EL itu sekarang kini adalah orang ini." Sahut Raji.


"Apa yang kalian berdua lakukan!? Kalian adalah manusia bukan. Kenapa-" ucap tuan Waliudin.


"Diam! Dasar kotoran ****. Manusia!? Manusia mana yang kau bicarakan. Disini manusia cuma engkau seorang." Ucap Raji marah dan membentak tuan Waliudin.


"Baiklah, aku akan memberitahumu sebelum kau pergi dari dunia ini. Aku mengucapkan terimakasih karena kau telah bersedia menjadi tumbal ritual ini. Sebagai bukti ucapan terimakasih, namamu akan selalu aku ingat. Jadi bersyukurlah. Aku bukan seorang manusia, berkat para kaummu (memakannya hidup-hidup) tubuhku dipenuhi oleh kekuatan yang dahsyat. Tapi itu belum cukup! Jadi aku menginginkan seluruh manusia di negara ini." Ujar Ozy penuh ambisi.


"Jangan bercanda, lepaskan aku. Aku akan memberikan semuanya, kau ingin uang, aku memiliki segudang harta. Aku akan memberikan semuanya kepadamu. Tahta, atau wanita. Wanita di tempatku sangat cantik-cantik yang pasti akan memuaskanmu. Jadi cepat lepaskan aku."


"Masih belum mengerti juga ya. Cih, dasar kotoran **** ini." Sahut Raji bengis.


"Hentikan ini!! Lepaskan aku!" Tubuh Waliudin meronta-ronta.


Hidup dan mati telah menjadi bagian dari keinginannya, cermin hati terbakar oleh tetesan arang. Dewa turun menatap kegelapan semoga yang tak terikat menjadi lebih tinggi darinya, semoga yang tak ada menjadi lebih rendah darinya, segalanya dari langit dan segalanya dari tanah. Tempatmu bukan tempatku, tempatku adalah tempatmu. Untuk mengusir untuk menyingkir, hancur dengan semua kekuatan surga dan bumi.


Cahaya terang bulan dan ribuan bintang-bintang yang terbentang di langit malam mendadak hilang. Langit malam tanpa satupun bintang dan bulan berlangsung sekejap mata.


Sekejap itu juga semua kembali normal, ribuan bintang yang menghiasi langit malam terlihat lagi. Tapi tidak dengan bulan, bulan seketika itu terlihat aneh.


Diwaktu yang bersamaan, seluruh orang-orang dari setiap wilayah memandang kearah bulan yang tampak aneh itu.


Bulan tidak memancarkan cahaya terang biasanya lagi. Saat itu bulan tersebut tidak tampak seperti sebuah bulan, tapi tampak seperti satu bola mata raksasa yang menatap tajam ke seluruh wilayah negara ini.


Semua orang heran dan terpana saat memandangi bulan itu. Tidak ada yang tahu apa yang sudah terjadi.


Beberapa menit kemudian bola mata raksasa tersebut perlahan menghilang, dan bulan yang asli kembali muncul pada saat itu.

__ADS_1


Diwilayah non manusia, Ubili.


Dihadapan Ozy telah lahir delapan bawahannya yang terlihat sangat menakutkan dan kuat.


Berdiri dibalik bayangan kegelapan, wajah-wajah dari delapan bawahannya yang baru lahir itu memancarkan tekanan kekuatan yang meluap-luap.


Tubuh tuan Waliudin sudah lenyap, yang tinggal cuma pakaiannya dan bercak darah disekitar tempat itu.


Delapan bawahannya Ozy muncul disetiap masing-masing simbol tersebut. Tidak tahu apa maksud dari simbol-simbol itu, mungkin saja mengartikan bahwa perilaku dari setiap mereka yang berbeda-beda.


Seketika itu di singgasana tersebut, datang pimpinan chinaku yang memimpin rombongan tipe 4 saat menyerang kota Marabuh beberapa waktu lalu.


Pemimpin tersebut bernama Kasa. Dia akhirnya berhasil kabur dari para pasukan khusus yang mengepungnya saat didalam kota Marabuh.


Kasa datang ke singgasana menuntut Raji yang telah meninggalkan dirinya dan membiarkan ratusan pasukan yang dipimpin oleh Kasa musnah saat penyerangan.


Raji tidak mengklaim bahwa tindakan yang dilakukan olehnya terdapat sebuah kesalahan.


Sang raja pun tidak menerima tuntutan tersebut. Bahkan Ozy sangat marah pada Kasa karena yang kembali ke wilayah Ubili cuma dirinya.


Seorang gadis dari balik kegelapan membuka bicara dengan nada lembut mengenai Kasa.Β 


Gadis itu membincangkan bagaimana ia menghukum Kasa karena gagal memenuhi keinginan Ozy.


Ketika gadis itu mulai ambil bicara, suasana menjadi mencekam. Gadis tersebut mengatakan bagaimana cara ia menggigit Kasa untuk menghukumnya.


Gadis tersebut mengatakan bagaimana ia menggigit tangan Kasa, maka tangannya tersebut seketika langsung putus, menggigit kakinya maka kakinya putus, perutnya, telinganya, matanya, badannya, lehernya, kepalanya.


"Sudah, jangan bicara lagi."


"Ehh.. Kasa tadi dimana?"


"Dia telah hancur. Itulah jadinya jika kau tidak menutup mulutmu."


"Hahaha.. maafkan aku."


Bersambung….


Note Author : sebenarnya chapter baru untuk up sudah banyak tersedia dan ada didalam notebook, tapi masih belum dikoreksi jadi, tidak bisa di up sesegera mungkin πŸ˜‹

__ADS_1


Halo sobat-sobat pembaca setia, jika ada semacam masukan atau kritikan dan saran, jangan lupa untuk meletakkannya di dalam kolom komentar yah 😁 satu komentar bisa meningkatkan kualitas penulis.πŸ˜…


Dan juga jangan lupa pencet tombol Like πŸ‘ dan vote πŸ’“ yah. Sampai jumpa πŸ‘‹


__ADS_2