
Bab - 15. Tujuan Baru, Menjadi Pembasmi Siluman.
Seperti biasanya, area Timur selalu dipadati oleh para pengunjung dan pedagang di suatu tempat yang bernama pasar terbuka di area Timur kota Marabuh itu.
Disalah satu tempat di area Timur tersebut, tepatnya di sebuah restoran yang bertuliskan simbol hati dan makanan dipintu masuk.
Restoran tersebut yakni selalu dipenuhi atau dikunjungi oleh pasangan kekasih yang sedang asmara.
Didalam ruangan restoran itu, terlihat Egi sedang melahap semua makanan yang tersedia di atas meja dengan nafsu makan yang luar biasa. Egi tidak sendirian, ia ditemani oleh seorang gadis cantik yang duduk didepannya yang tidak lain adalah komandan Sinta.
Nafsu makan Egi melunjak keluar setelah melihat beberapa hidangan mewah itu. Sinta sangat geli dan sedikit mengeluarkan tertawa kecilnya melihat tingkah lucunya Egi saat melahap makanan itu.
Para lelaki berwibawa, tenar, dan kaya yang berada di dalam restoran itu, begitu terkejut dan terpukul melihat Egi berduaan dengan komandan Sinta di dalam restoran yang bergaya untuk pasangan kekasih tersebut.
Banyak para lelaki di dalam restoran itu menatap Egi penuh sirik lantaran tidak suka melihat sang dewi mereka berduaan dengan lelaki kampungan itu.
Egi tidak terlalu tahu-menahu tentang restoran itu, yang ada didalam pikiranya hanyalah makanan mewah di hadapannya.
Sambil memandangi Egi yang sedang makan, Sinta tiba-tiba menatap serius ke arah matanya Egi dan bertanya mengenai apa yang akan Egi lakukan kedepannya.
Egi tidak mempunyai tempat untuk kembali maupun siapa-siapa lagi. Egi sempat berpikiran untuk pergi berkelana ke berbagai tempat, tentu saja di luar sana penuh dengan berbagai macam bahaya yang kapan saja bisa menghampirinya.
Karena menyadari betapa masih lembeknya dirinya itu. Ia memutuskan untuk tinggal di kota ini dan berlatih untuk menjadi lebih kuat.
Tidak berpikir terlalu lama, Egi langsung mengatakan semua yang ada didalam hatinya, bahwa ia ingin menjadi lebih kuat untuk menghentikan makhluk yang bernama chinaku itu.
Egi tidak lagi ingin melihat orang-orang banyak terbunuh akibat kekejaman makhluk pemakan manusia itu. Karena itu, ia kemudian memutuskan untuk menjadi salah satu dari pasukan khusus di kota Marabuh ini.
Mendengar ucapan Egi itu, Sinta menanggapi keinginan Egi tersebut dengan hati yang sangat senang. Sinta sangat senang sekali mendengar Egi ingin bergabung dengan para pasukan khusus.
Tetapi, untuk bergabung dengan pasukan khusus tidaklah mudah. Egi harus menjalani 4 tahap test untuk menunjukkan kelayakannya, dan salah satu dari keempat test tersebut akan membuat dirinya dalam bahaya.
Sinta kemudian mengatakan perihal tersebut kepada Egi sekali lagi, apakah dirinya benar-benar ingin melakukan hal tersebut, keinginan untuk menjadi bagian dari kelompok pasukan khusus.
Egi menanggapinya dengan bersungguh-sungguh dan terlihat sangat yakin sekali dengan keputusannya itu.
Sinta tidak bisa menunjukkan bayangan dari test itu pada Egi, karena test tersebut selalu berbeda setiap tahunnya. Sinta hanya bisa memberitahukan mengenai kapan test perekrutan tersebut akan dimulai.
Egi akan mengikuti test tersebut setelah 3 bulan lagi.
__ADS_1
Jika Egi berhasil masuk kedalam salah satu kelompok pasukan khusus tersebut, ia akan memiliki sebuah tempat tinggal dan bisa mengikuti pelatihan untuk membuat dirinya menjadi lebih kuat.
..
Egi pun ada suatu perihal yang membuat dirinya tidak mengerti selama ini, Egi kemudian mempertanyakan perihal tersebut kepada Sinta berharap mengetahui kebenarannya.
Egi bertanya mengenai makhluk bernama chinaku yang menyerang desa-desa dan kota ini. Sebenarnya makhluk apa mereka tersebut.
Sinta pun memberikan semua jawaban mengenai makhluk bernama chinaku tersebut dan menjelaskan bentuk, sifat, kekuatan, dan kekejaman yang telah mereka lakukan.
Makhluk chinaku tersebut adalah sosok siluman yang berwujud berbagai macam jenis hewan yang membabi-buta menghancurkan berbagai tempat dan umat manusia.
Rupa dari bentuk wajah mereka sangat buas namun, tubuh mereka seperti manusia. Tidak, tubuh mereka bahkan lebih keras, kuat, kekar, dan berotot di bandingkan dengan manusia.
Sekali kibasan tangan chinaku itu bisa memotong manusia seukuran pria dewasa menjadi dua bagian.
Dulu orang-orang mulai menemukan cara untuk mengalahkan makhluk keji tersebut dengan kekuatan yang diciptakan oleh para pendahulu yang mereka namai dengan sebutan EL (tenaga dalam) sampai sekarang ini.
Tapi beberapa dakade ini, makhluk itu telah melampaui apa yang dipikirkan oleh manusia. Mereka menjadi semakin kuat tidak tahu bagaimana caranya. Mereka juga bisa berpikir layaknya manusia dan juga menggunakan kemampuan yang sama dengan kami (para manusia).ย
Setelah diselidiki, akhirnya kami mengetahui asal dari kekuatan tersebut. Karena mereka mendapatkan kekuatan tersebut berkat memakan sesuatu yang tidak lain adalah daging para manusia.
Chinaku itu selalu berburu dalam berkelompok.
Mereka dulu berjumlah puluhan kali lipat dari manusia. Namun, tidak menyerah akan melihat hari esok, sang pendiri menemukan cara untuk mengalahkan makhluk chinaku tersebut.
Sang pendiri mengumpulkan semua orang-orang dan mengajarkan cara untuk mengendalikan aliran EL dalam tubuh manusia. Orang-orang yang telah berhasil mengendalikan aliran EL dalam tubuhnya, menjadikan kekuatan tersebut sebagai senjata untuk mengalahkan makhluk chinaku itu.
Kemudian di masa itu terbentuklah sekelompok unit pasukan khusus untuk melawan dan mencoba memusnahkan ancaman manusia tersebut.
Para makhluk siluman itu akhirnya dapat di kalahkan oleh sang pendiri bersama para pasukan khusus saat itu, dan memukul mundur seluruh gerombolan tersebut dari wilayah selatan ini.
Lagi-lagi makhluk siluman tersebut menemukan kekuatan baru dalam waktu singkat untuk mengatasinya. Hingga mereka mencoba untuk menyerang wilayah ini kembali.
Serangan tersebut tidak hanya tertuju ke kota ini saja, dalam jauhnya jarak yang mereka tempuh untuk ke kota Marabuh ini, desa-desa kecil di wilayah selatan ini juga pasti telah banyak di porak-porandakan hingga rata dengan tanah oleh siluman itu.
Lalu nasib para penduduknya mereka makan hidup-hidup."seperti orang-orang yang ada di desamu."
Datuak mengetahui akan ancaman yang datang tersebut dan kemudian mengutus orang-orang kuat ke sana untuk menolong desa-desa kecil di wilayah selatan ini.
__ADS_1
Beberapa desa berhasil diselamatkan dan beberapa tidak. Namun, masih adapun desa-desa yang masih belum dijamah oleh siluman tersebut dan masih tetap menjalani kehidupannya dengan damai.
..
Setelah mendengar tuturan informasi yang diberikan Sinta mengenai makhluk chinaku tersebut, Egi kemudian beranjak dari tempat duduknya dan mengucapkan terima kasih karena telah mentraktirnya beberapa makanan.
"Pedang itu.." ucap Sinta melirik kearah sebuah pedang di genggaman Egi.
"Ahh.. pedang ini, pedang ini miliknya Vira." Sahut Egi.
"Kamu tahu Egi, saat kamu pingsan selama ini, kamu selalu.. memegang erat pedang itu, dan tidak pernah melepaskannya hingga kamu terbangun." Ucap Sinta sambil mengeluarkan senyum kecilnya.
"Haha.. benarkah, aku juga tidak tahu bagaimana pedang ini bisa sampai ke tanganku. Aku masih belum ingat kejadian sebelum aku pingsan saat itu."
"Apa dia benar-benar tidak ingat apapun, disaat aku menemukannya, chinaku tipe 4 telah terkapar mati di dekatnya. Aku pikir anak ini telah mengalahkan chinaku tersebut. Apa aku terlalu cepat mengambil kesimpulan ya." Ucap Sinta dalam dirinya.
"Aku akan mengembalikan pedang ini." Ucap Egi.
"Kamu bisa menyimpan pedang itu Egi." Sahut Sinta.
"Tapi pedang ini adalah miliknya Vira, aku harus mengembalikannya kepadamu Komandan Sinta."
"Aku tidak keberatan pedang itu kamu yang menyimpannya. Vira pun pasti senang jika orang yang menjaga pedangnya adalah kamu Egi." Sahut Sinta.
"Benarkah.. terimakasih. Aku akan merawat pedang ini sebaik-baiknya."
Sinta kemudian mengeluarkan senyumnya, Seketika itu Egi mengucapkan pamit untuk pergi ke suatu tempat pada Komandan Sinta.
..
Tempat yang akan dituju oleh Egi adalah area pemakaman di luar kota. Egi berniat menemui Vira untuk mengatakan apa tujuan Egi selanjutnya dan kemudian mengucapkan salam perpisahan.
Setelah mengutarakan semua isi hatinya didepan batu nisan Vira, Egi kemudian membulatkan tekadnya untuk menjadi seorang pembasmi siluman hebat di dunia ini.
Itu artinya ia berniat untuk melampaui semua orang-orang kuat dalam kota Marabuh ini. Sepertinya itu akan menjadi hal yang sangat sulit bagi dirinya.
Bersambungโฆ.
Note Author : jika ada semacam masukan atau kritikan, tolong di sampaikan ya ๐
__ADS_1
Jangan lupa pencet tombol Like ๐ dan vote ๐ ya agar author lebih bersemangat ๐ sampai jumpa ๐