Heart Eater

Heart Eater
Putri Penguasa Rerao


__ADS_3

Bab - 21. Putri Penguasa Rerao.


Malam harinya.


Saat matahari telah menghilang dari pandangannya dan warna langit telah bertukar menjadi gelap, Egi baru bisa mencapai puncak gunung rerao pada malam hari.


Terbaring lemas menghadap langit dengan nafas yang suda ngos-ngosan, Egi beristirahat damai dalam tidurnya.


"Hoi.. Egi! Kenapa kau malas-malasan, cepat bawakan makanan kemari. Apa kau tidak mendengarkanku, cepat bergerak!"


Mendengar teriakkan galena terus-terusan membuat Egi kesal karena tidak bisa istirahat walau hanya sejenak.


Egi dengan kondisi tubuh yang sangat letih kembali menuruni gunung rerao untuk membawa bahan pangan untuk makan malam.


Egi harus pergi ke kota untuk membeli bahan tersebut. Jadi, mau tidak mau Egi harus menuruni gunung rerao yang gelap gulita dengan kondisi tubuh yang sangat lelah.


Beberapa kali Egi terpental dan berguling-guling menghantam pepohonan dan beberapa kali juga Egi masuk kedalam sarang beruang kayu merah. Beruntungnya sipemilik sarang tidak ada ditempat.


Setiap hari Egi selalu melakukan latihan serta kegiatan seperti itu karena ulah Galena.


Walau di gunung rerao banyak hewan yang bersahabat, namun beberapa ada hewan yang mengukur atau menilai siapapun di gunung rerao berdasarkan kekuatan.


Contohnya beruang kayu merah, **** rimbang, kadal bangar, ayam gancang, harimau eloelevolt dan beberapa jenis lainnya.


Beruang kayu merah adalah yang paling kuat diantara para bintang penghuni gunung rerao.


Beruang kayu merah sangat kuat, beruang kayu merah yang berukuran 2 meter saja kekuatan kedua tangannya mampu mengoyak batang pohon besar menjadi dua bagian dengan mudah.


Beruang kayu merah bisa tumbuh besar hingga berukuran 5 meter.


Saat beruang kayu merah sudah tumbuh mencapai ukuran sebesar itu, sebutan mereka bertukar menjadi red jumbo.


Beruang kayu merah adalah ancaman terbesar bagi para penduduk kota rerao cupak.


Karena beruang itu selalu berada jauh dari pemukiman manusia dan hanya menetap di gunung rerao. Warga jadi mengurangi kekhawatiran terhadap ancaman yang satu itu. Yang perlu dilakukan agar tidak mendapat ancaman dari beruang ganas itu adalah tidak mencoba mendekat ke gunung rerao.


250 meter posisi Egi sekarang dari kaki gunung ke kota Rerao Cupak.


"Sialan si jenggot runcing itu (maksudnya si galena), tidak pernah memberiku kesempatan untuk istirahat. Kalau aku terus mengikuti perkataannya, bisa-bisa aku benaran akan mati sebelum masuk kedalam pasukan khusus."


Egi terlihat sangat kesal sekali terhadap galena beberapa hari ini, dan juga hasil perkembangan latihan Egi belum terlihat ada kemajuan.


Dari biasanya ia sampai puncak gunung rerao hingga malam, sekarang malah berakhir tengah malam. Kadang hingga subuh.


Beberapa menit kemudian akhirnya Egi sampai di pos jaga pintu masuk kedalam kota rerao cupak.


Di pos jaga itu ada beberapa orang pasukan khusus.


Para penjaga yang mengenakan pakaian pasukan khusus kota Marabuh itu berjaga siang dan malam di pos pintu masuk tersebut.


[Tamu wajib lapor] sebuah tulisan pada kain yang terpampang didepan pintu masuk itu, menunjukkan kepada siapapun yang bukan dari kota ini harus melapor dulu kepada para penjaga sebelum masuk kedalam kota.

__ADS_1


Para pasukan khusus yang berjaga di pos itu jumlahnya ada lima orang, sepertinya dua diantaranya bertingkat B dan selebihnya dibawah itu.


Terlihat beberapa orang dari mereka menghampiri Egi.


"Permisi.. aku kemari seperti biasanya, aku datang membawakan pesanan tuan Babol." Ucap Egi.


"Oh, pesuruh tuan Babol. Baiklah, biarkan dia masuk."


"Terimakasih.."


Tuan Babol adalah seorang saudagar kaya raya yang tinggal di kota ini. Ia selalu membeli produk atau barang apapun yang Egi bawa dari gunung rerao ke kota rerao cupak.


Tentu barang itu adalah berbagai macam jenis tanaman obat, rempah-rempah, dan berbagai sesuatu yang hanya ada di gunung rerao.


Galena selalu menitipkan barang-barang tersebut kepada Egi untuk dijual di kota Rerao Cupak.


"Siapa orang tadi itu? Dia terlihat asing."


"Laki-laki barusan. Oh, dia seorang pesuruh. Dia datang dari arah gunung rerao dan sekali dua hari datang kemari membawa barang pesanan."


"Apa! Gunung rerao? Apa aku tidak salah dengar. Gunung rerao adalah tempat keramat, dan bukankah disana banyak binatang yang berbahaya."


"Tanpa kau beritahu aku sudah tahu."


"Lalu kenapa orang itu terlihat tidak kenapa-kenapa."


"Ahh.. berisik sekali. Palingan cuma jalan memutar, mana mungkin orang itu habis dari gunung keramat Rerao. Dilihat dari segi manapun, orang itu sangat lemah. Bahkan seekor anak kijang pun dapat dengan mudah menghajarnya."


"Hahaha.."


..


Pusat kota Rerao Cupak.


Dari balik sebuah pintu rumah yang perlahan terbuka, keluar seorang yang berjalan mengendap-endap dari sana. Ia melirik kiri dan kanan seperti memantau kondisi sekitar.


Logatnya seperti orang yang mencurigakan, ia mengenakan jubah hitam untuk menutupi seluruh tubuh dan wajahnya. Orang itu berjalan perlahan lalu sembunyi, dan sekali-kali berlari.


Ia sangat tergesa-gesa hendak menuju kesuatu tempat.


Beberapa detik ia kembali bersembunyi dibalik gang rumah, lalu memantau kondisi jalan.


Seketika ia sudah memastikan sekelilingnya tidak terlihat siapapun, ia langsung mengambil langkah untuk berlari kencang lagi.


Tidak jauh dari tempat gang tadi, ia tiba-tiba diteriaki oleh seseorang.


"Putri..! Dia disana, putri Yolan ditemukan!" Teriak seorang laki-laki membawa sebilah tombak yang memakai selempang kain berwarna merah putih dibahu menyerong didada.


Seseorang yang mengenakan kain selempang itu adalah pengawal di kediaman tuan besar kota Rerao Cupak.


Ia berteriak memanggil teman-temannya setelah melihat putri tunggal tuan besar Rerao Cupak berlari didepannya.

__ADS_1


Karena telah ketahuan, putri Yolan pun berlari sekuat tenaga dengan rawut wajah yang cemas.


Berharap bisa menjauh dari kejaran para pengawal itu, putri Yolan melepas sepatu indahnya agar ia bisa berlari lebih cepat.


Alhasil putri Yolan bisa menambah jarak dengan para pengawal yang mengejarnya, walau hanya berjarak 1 belokan darinya.Β 


Berselang beberapa detik saat putri Yolan berlari dari kejaran para pengawal itu, putri Yolan tidak sengaja menabrak Egi yang tengah keluar dari dalam rumah di tepi jalan raya pusat kota Rerao Cupak.


Bruk..!!


Keduanya pun jatuh serentak. Bahan-bahan yang sudah dikemas rapi oleh Egi kedalam sebuah kantong, seketika itu berhamburan keluar.


Egi sekilas merasakan dirinya seperti habis ditambrak oleh seekor panda, kasar tapi lembut.


"Aahh..! Ah, aduh."


"Kau tidak apa-apa." Ucap Egi mengulurkan tangannya.


"Putri Yolan!" Teriak suara para pengawal yang terdengar nyaring.


Mendengar teriakkan tersebut, Egi berinisiatif kepada orang yang menabraknya itu kalau ia sepertinya sedang dikejar dan kesusahan.


"Larinya kencang sekali, kemana putri Yolan pergi?"


"Ayo periksa kearah sana."


Beberapa menit kemudian suara para penjaga yang mengejar itupun tidak terdengar lagi, berarti mereka sudah pergi jauh.


Putri Yolan berhasil menghindar dari kejaran para pasukan penjaga itu berkat Egi yang membantunya bersembunyi diatas atap rumah disekitar tempat itu.


"Sepertinya sudah aman." Ucap Egi sambil melirik kebawah.


"Kau, maksudku. Terimakasih telah membantuku bersembunyi dari para penjaga itu. Namaku Yolan Holoprasusono, putri tuan besar kota Rerao Cupak."


"Putri?"


"Yah, aku adalah seorang putri. Sebagai imbalan terimakasih, aku akan memberikan hadiah kepadamu nanti."


"Putri. Putri itu apa?"


"Heh.?"


Dipersimpangan 3 jalan di pusat kota, putri Yolan bertemu dengan seorang anak laki-laki yang tidak mempunyai tempat tinggal dan status apapun.


Bersambung….


Note Author : jangan lupa meletakkan beberapa komentar dan pencet tombol Like πŸ‘ dan vote πŸ’“ yah 😁


Sehat selalu buat para reader lalu author2 tamvan dan imut yang telah mampir 🀩😁


Kalau sudah mampir, titip aja pesan di kolom komentar ntar pasti mampir balik deh. πŸ˜‹

__ADS_1


Sampai jumpa πŸ‘‹


__ADS_2