
Bab - 7. Bencana Yang Mendekat
Kediaman Datuak Rajo Parpatih XXVII. Datuak kembali menegaskan kepada orang-orang yang ada di dalam ruangan tersebut bahwa pergerakan makhluk itu tidak dapat diprediksi saat ini. Datuak juga memerintahkan beberapa orang untuk memberikan siaga darurat kepada orang-orang di dalam kota untuk tetap berada di dalam rumah masing-masing. Situasi yang dirasakan oleh Datuak Parpatih pada hari itu tidak begitu mengenakan. Dia merasakan suatu marabahaya akan segera mendekati kota Marabuh.
"Dengar semuanya! Makhluk itu sudah mulai mengincar Kota ini. Orang-orang yang memiliki warna didalam tubuhnya akan menjadi target utama mereka. Jadi, kalian semua yang ada disini juga akan menjadi target mereka." Sahut Datuak Parpatih.
"Jadi pada akhirnya mereka akan menyerbu kesini juga ya, haha menarik." Ucap Rikki.
"Huh! Makhluk menjijikkan itu berani sekali menyentuh kota ini. Sungguh hanya tindakan yang bodoh, lebih baik mereka tetap bersembunyi di sarangnya menunggu kematian." Ucap Amba.
"Jadi tidak lama lagi kita akan berperang dengan mereka untuk mempertahankan kota ini." Balas Sinta.
"Berperang?" Ucap Egi
"Iya, kota ini akan diserang. Dan kita semua dari pasukan khusus akan mempertahankan kota ini dari serangan tersebut." Jawab Vira memberi tahu Egi.
Kota Marabuh aka segera dilahap oleh api kehancuran saat serangan tersebut datang, semua orang-orang berdiam diri di dalam rumah masing-masing berharap serangan tersebut cepat berlalu. Seluruh pasukan khusus dikerahkan dan bersiap untuk antisipasi dari serangan tersebut.
"Jadi para anggota sapulluah yang ada di dalam kota saat ini hanya 7 orang saja ya." Ucap Datuak.
"Kami yang ada disini sudah lebih dari cukup untuk mengatasi hal tersebut Datuak. Kita tidak perlu menambah bantuan lainnya." Balas Rikki.
"Hm, saat ini kita masih belum mengetahui kekuatan seperti apa yang telah mereka miliki." Sahut Datuak.
"Aku juga berpendapat begitu Datuak, saat aku dan Gio menuju desa Jolok kami dihadapkan dengan sosok mereka yang terlihat aneh. Bentuk tubuh itu sangat aneh, dia seperti berevolusi. Tapi, hanya satu dari mereka tidak semuanya." Sahut Ben.
"Apa karena jantung-jantung yang telah mereka makan." Ucap Utam Barrow.
"Itu mungkin saja." Jawab singkat Sinta.
"Kapan serangan tersebut akan datang tuanku." Ucap Amba.
"Dari informasi yang di berikan tim pengintai, gerombolan itu berjumlah 100 tipe 3 dan 900 tipe 2, dan mereka akan sampai besok malam." Jawab Datuak sedikit geram.
Chinaku memiliki tingkatan yang berbeda menurut keterampilan dan kemampuan serangannya. Baru-baru ini muncul tipe 4, tipe tersebut memiliki kemampuan seperti manusia, yaitu menggunakan kemampuan EL. Teknik yang hanya bisa digunakan oleh manusia.
"Hanya tipe 2 dan 3. Apa tidak ada mengenai sesuatu tentang tipe baru dalam gerombolan tersebut, Datuak?" Tanya Ben.
"Kemungkinan tipe 4 ada diantara gerombolan itu!"
"Jadi besok malam kita akan bersiap untuk perang ya. Haha." Ucap Rikki meninggalkan ruangan tersebut.
"Kalau begitu aku akan bersiap bersama timku tuanku. Permisi." Sahut Amba juga meninggalkan tempat itu.
Semuanya juga serentak beranjak setelah mendengar informasi tersebut. Semua komandan bersiap bersama pasukan tim mereka untuk mempertahankan kota tersebut.
__ADS_1
Egi yang tidak tahu harus berbuat bagaimana karena dia merasa tidak dapat membantu terlalu banyak atas serangan tersebut. Vira merangkul tangan Egi dan menawarkannya untuk membantu digaris belakang bersama dirinya. Egi yang mendengar tawaran itu langsung menerimanya, dia merasa harus membalas kebaikan kota ini yang membuatnya memiliki tempat tinggal baru di kota itu dan ingin melindungi tempat tersebut.
Dibagian Timur Kota.
"Capten Erdin, apa kita akan bergabung dengan garis depan?" Ucap Nando.
"Tidak, kita akan tetap menjaga wilayah kota bagian ini, seperti yang komandan katakan." Jawab Erdin.
"Tapi mereka akan kekurangan kekuatan di garis depan!" Balas Nando untuk menyakinkan Erdin.
"Apa kau berniat melawan perintah komandan! Nando Atariga Safaris!" Sahut Erdin melirik tajam mata Nando.
"Tidak Capten!" Jawabnya singkat.
Nando masih merasa gelisah tidak bisa melihat dari dekat ke garis depan. Dia sepertinya masih berniat ingin pergi ke garis depan.
Semua pasukan khusus terbaik telah ditetapkan berjaga di depan gerbang masuk menuju dalam kota. Mereka semua yang berada di garis depan tersebut dipimpin oleh tim komandan Rikki dan Utam Barrow.
….
Sementara itu di tengah hutan bagian Barat kota.
Terdengar suara lantang dari langkah kaki berat gerombolan chinaku memasuki kawasan hutan wilayah selatan. Mereka semua serentak berjalan menuju arah kota Marabuh. Dari langkah cepat kaki itu berjalan, bisa di perkirakan gerombolan itu akan sampai besok malam.
"Grrrrr..! Rajaku, kita menangkap beberapa tikus yang sedang bersembunyi di sekitar sini." Ucap salah satu chinaku kepada makhluk yang berbadan besar yang sedang berjalan didepannya.
..
"Cepat jalan!!" Ucap salah satu makhluk itu menarik beberapa orang yang sudah diikat dengan tali.
"Grrrr!! Hmp hmp. Manusia! Baunya seperti manusia, dia manusia! Hahaha." Ucapnya sambil tertawa setelah mencium bau orang-orang yang terikat itu.
"Grrrr.., apa yang kau lakukan disini? Manusia." Ucap chinaku berbadan besar itu.
"Aku tidak akan mengatakan apapun padamu dasar makhluk yang menjijikkan." Sahut pria yang jadi tawanan tersebut.
"Grrrrr!!"
Chinaku besar itu langsung menusuk tubuh pria tersebut dengan tangannya dan mengeluarkan jantung pria itu dari dalam tubuhnya lalu melemparkannya ke arah kerumunan chinaku itu. Serentak kerumunan itu menjadi berebutan mengambil jantung yang dilemparkan ke arah mereka tersebut. Suara ketakutan mulai menyelimuti sekeliling orang-orang yang tertangkap tersebut setelah melihat kekejaman didepan mata mereka itu.
Jantung yang dilemparkan tadi dimakan oleh salah satu chinaku yang mengambilnya, beberapa detik kemudian ia berubah bentuk menjadi besar seperti Chinaku yang memerintah gerombolan tersebut. Setelah perubahan itu sekarang dia disebut tipe 3.
..
"Apa yang kau lakukan disini? Grrrr!" Ucapnya kembali bertanya kepada orang yang di tawanan tersebut.
__ADS_1
"Ha..! Aaa…!" Teriaknya kesakitan.
Srekkk.. (suara merobek)
Dada pria itu dirobek oleh chinaku besar itu seperti merobek kertas dan mengeluarkan jantung pria tersebut lalu melemparnya lagi kearah kerumunan makhluk itu.
"Apa yang kau lakukan disini? Grrrr!" Dia melanjutkan pertanyaan tersebut itu lagi kepada satu orang terakhir tawanan itu.
Satu tawanan tersebut sangat penuh dengan jeritan ketakutan akan kematian yang akan sebentar lagi menjemputnya. Tawanan terakhir itu seorang gadis yang masih muda. Dia sudah kehilangan kendali atas rasa takut yang dia rasakan dan membuka bicara tentang apa yang dia dan teman-temannya lakukan disekitar sana.
..
..
"A-aku sudah memberi ta-tahukan semuanya, jadi to-tolong biarkan a-aku pergi." Sahut gadis itu gemetaran.
Gadis itu lalu dilepaskan oleh chinaku besar itu, ia memegangi tangan gadis tersebut lalu melempar gadis itu kearah tengah-tengah kerumunan chinaku itu. Gerombolan itu secara bersamaan langsung menyambar dan merobek-robek tubuh halus gadis tersebut.
..
..
"Rajaku, apa yang terjadi?"
"Roarrr..!! Mereka adalah pasukan dari tempat tujuan yang akan kita tuju. Grrr." Sahutnya geram.
"Jadi mereka semua telah mengetahui penyerangan yang akan kita lakukan Rajaku."
"Itu lebih bagus! Grrr, jika mereka mengetahui kedatangan kita maka kita tidak perlu lagi repot-repot mencari manusia yang spesial kedalam tempat itu. Groaaaa!!" Sahutnya sambil mengeluarkan raungan keras.
Bersambung….
Note author : terimakasih sudah mampir 😊 jangan lupa like 👍 dan vote 💓 ye.
Arrigatou 😙
Nama : Vira Rosalina
jenis kelamin : Perempuan
Peringkat : C
Salah satu anggota dari tim pasukan perawatan.
__ADS_1
Gadis yang tidak menyukai sesuatu yang merepotkan.