Heart Eater

Heart Eater
Pujaan Hati


__ADS_3

Bab - 22. Pujaan Hati.


"Putri. Putri itu apa?" Ucap Egi.


"Kamu.. kamu tidak tahu siapa aku?"


"Aku kesini untuk mengantarkan tanaman obat dari gunung. Aku tidak tahu siapa kamu."


Putri Yolan beranggapan dalam dirinya kalau Egi adalah seorang pesuruh di kota Rerao Cupak (anak kecil atau remaja yang diperkerjakan dibawah perintah orang dewasa dengan upah makan sesuap nasi, anak-anak ini biasanya selalu terlihat dipinggiran kota rerao cupak dimana kawasan itu adalah tempat paling kotor diantara semua kawasan di kota Rerao Cupak. Bisa dibilang kawasan itu adalah tempat pembuangan).


Kota rerao cupak memiliki 6 kawasan yang tercantum dalam konsep sebuah peta kota yang dibuat. Pertama Kawasan senin, kawasan selasa, kawasan rabu, kawasan kamis, jum'at, dan sabtu.


Sebenarnya ada tujuh. Namun yang dikonsepkan hanya enam, karena tempat itu tidak layak untuk dimasukkan.


Kawasan itu bernama Minggu.


Kawasan minggu adalah tempat pembuangan yang ditinggali oleh orang-orang yang telah kehilangan semuanya. Seperti kehilangan rumah, dililit hutang, yatim-piatu, musnahnya harta


benda yang berharga dan sebagainya.


Orang-orang dewasa yang masih memiliki kehidupan yang mujur di kota ini selalu memperkerjakan para anak-anak dari kawasan itu sebagai pesuruh.


Ada pekerjaan yang ringan, berat, bahkan perkejaan yang berbahaya seperti mempertaruhkan nyawa. Tentu ada yang mati, hingga kini pun masih ada yang kehilangan nyawanya.


Demi makan, hal seperti itu tidak masalah bagi mereka. Hingga saat ini pekerjaan sebagai pesuruh sudah dianggap legal bagi para penduduk kota rerao.


Tetapi Yolan sedikit tidak yakin kalau laki-laki ini adalah seorang pesuruh. Jika laki-laki ini seorang pesuruh, tentu ia akan mengenali siapa dirinya. Tapi nyatanya tidak.


Bahkan laki-laki ini bertanya apa itu putri, apakah ia benar-benar tidak tahu apapun.


Pertanyaan demi pertanyaan terus muncul dalam benak putri Yolan dan membuat ia sedikit bingung dengan Egi.


"Kamu, siapa namamu?"


"Namaku Egi Azzaki." Balas Egi.


"Egi, aku adalah seorang putri."


"Aku tahu, kaukan sudah mengatakannya tadi. Lalu putri itu apa? Apa kau orang yang hebat."


"Aku tidak hebat. Yah.. bisa dibilang putri juga adalah seorang yang hebat, tapi tidak hebat."


"Hah? Aku tidak mengerti."


"Aduhh..! Bagaimana cara menjelaskannya. Pokoknya putri adalah orang yang hebat dan dihormati oleh orang-orang."


Mendengar ucapan itu Egi pun langsung terkejut dan kagum setelah Yolan mengatakan bahwa seorang putri sangat dihormati oleh banyak orang.


Seketika itu Egi beranggapan bahwa putri ini mungkin lebih kuat darinya hingga membuat banyak orang menyegani yang namanya putri, namun arti sebenarnya tidak seperti yang dipikirkannya.


"Jika kau seorang putri, kenapa kau lari dari orang-orang berpakaian aneh itu? Kau kan sangat hebat."


"Ceritanya mungkin panjang dan rumit, sekarang cepat bantu aku turun."

__ADS_1


"Apa tidak bisa turun sendiri."


"Mana mungkin aku bisa!"


"Heh..!?"


"Apa putri benar-benar orang yang hebat? Turun dari ketinggian satu rumah ini saja tidak bisa." Batin Egi berpikir bahwa mungkin saja wanita ini menipunya.


Egi pun tiba-tiba merangkul pinggang Yolan. Seketika itu, ekspresi wajah Yolan sedikit memerah karenanya.


Dalam sekejap mereka berhasil turun ke bawah.


"Baiklah, sekali lagi aku mengucapkan terimakasih. Dari sini aku bakal pergi sendirian."


"Tidak masalah, aku juga harus kembali. Semua yang aku perlukan disini sudah selesai."


"Kalau begitu sampai jumpa." Ucap Yolan mengatakan salam perpisahan namun tidak selamanya.


Yolan kemudian lari dan beberapa detik menghilang dari pandangan Egi.


"Apa dia baik-baik saja ya sendirian begitu. Ah, benar juga dia kan putri."


Di jembatan penghubung antara kawasan rabu dan selasa.


Yolan yang berlari sekuat tenaga tiba-tiba berhenti sejenak di tengah-tengah jembatan penghubung itu.


Yolan beristirahat sejenak dengan bersandar dipegangan jembatan itu sambil memandang kearah air sungai yang mengalir dibawanya.


"Sepertinya Egi bukan seorang pesuruh, apa dia bukan dari kota ini? Tapi jika dari kota manapun seharusnya dia tahu tentang seorang putri bukan! Aduhh.. kenapa aku jadi memikirkan dirinya." Batin Yolan sedikit kesal karena dibenaknya ada Egi.


"Putri Yolan." Ucap lembut seorang laki-laki berjalan menghampiri Yolan yang termenung sendirian di tengah jembatan penghubung itu.


"Abiel.." balas Yolan senyum kearah laki-laki itu.


..


Pegunungan rerao bagian puncak.


Setelah makan malam bersama galena Egi kemudian beristirahat sejenak, setelah beberapa menit ia kemudian diam-diam turun kebawah kaki gunung dan melanjutkan latihannya.


Egi tidak menyadari bahwa galena pada saat itu bersembunyi diatas pepohonan dan memantaunya.


"Bocah ini benar-benar bersemangat menjalani latihannya. Apa menjadi pasukan khusus adalah dorongannya. Tidak, dendam dalam hatinya sangat terasa. Tapi ambisi besar seperti balas dendam tidaklah cukup untuk menjadi kuat bocah. Jika kau mati semua usahamu hanya angin yang numpang lewat. Gunung ini adalah gunung rerao, tempat yang amat keramat bagi manusia. Jangan lupakan bahaya di gunung ini." Ucap galena dalam hatinya kemudian beranjak pergi.


Sinar matahari pagi terlihat menyilaukan yang menembakkan cahayanya tepat kepuncak gunung rerao.


Pagi itu para makhluk hidup yang menghuni gunung rerao keluar dari sarangnya masing-masing.


Pagi ini Egi terlihat sedang terbaring dengan pose tengkurap di atas permukaan tanah tepat 10 meter dari gubuk.


Sepertinya Egi kelehan semalam setelah berhasil merangkak naik menuju puncak dan akhirnya tertidur diatas permukaan tanah.


"Oi..! Bangun. Pagi-pagi masih molor." Teriak keras galena.

__ADS_1


"Ahh.. sebentar saja, aku masih mengantuk."


"Cepat bangun. Kita akan pergi ke suatu tempat."


"Ke suatu tempat? Kemana." Sahut Egi melirik kearah galena dengan tatapan mata yang masih merem.


Di kaki gunung rerao bagian belakang atau bagian arah Utara.


"Ini.. air terjun! Terlebih, besar sekali..! Air terjunnya ada dua deretan. Ini air terjun kembar!" Egi terkagum-kagum melihatnya.


Dibawah air terjun kembar itu terdapat genangan air setinggi lutut. Ditengah-tengah genangan air itu, Egi dan Galena saling berhadapan.


"Hoi bocah! Apa kau tahu mengenai soal siluman di dunia ini?" Ucap galena sekilas lalu kemudian tiba-tiba menyerang Egi.


Egi dengan refleks membentuk sebuah pertahanan untuk menahan pukulan tiba-tiba itu.


Pukulan itu mendarat kearah kedua tangannya yang menyilang di bagian bawah dada.


Walau dapat tertangkis namun tidak bisa ditahan, dan Egi seketika itu terdorong jatuh kedalam genangan air tersebut.


"Aw.. sakit! Apa maksudnya ini-"


Tidak memberi peluang sedetikpun, galena kembali melancarkan serangan berikutnya dengan menendang kearah kepalanya.


Akibat dari kuatnya tekanan tendangan yang dilakukan galena, genangan air yang ada disekitarnya terguncang hingga membercak sangat banyak seperti letusan gunung berapi.


Berkat nasib baik dalam dirinya, Egi berhasil menghindar tepat waktu sebelum tendangan keras itu satu sentimeter akan mengenainya.


"Kenapa! Hari ini kau lambat sekali, waktu itu kau lebih cepat dari ini."


"Lebih cepat katanya? Gerakan memutar yang aku lakukan barusan sebelum detik-detik tendangan mematikan itu hampir mengenai wajahku, sudah memakan banyak tenaga. Gerakan cepat mana yang dia maksud." Batin Egi sedikit tertekan dengan aura membunuh galena.


"Tunggu, apa semua ini latihan? Kau sungguh tidak akan membatasi kekuatanmu dulu."


"Entahlah, bagaimana menurutmu? Apa seorang pemburu akan memberikan peringatan kepada mangsanya sebelum diburu."


"Setidaknya batasi dulu kekuatanmu sebelum menyerangku!"


"Aku sudah membatasi 99% kekuatanku dari tadi. Kau banyak sekali bicara, kemarilah dan tunjukkan padaku gaya bertarungmu."


"Hanya 1% yang dia gunakan? Tentu saja aku tidak akan percaya, tendangan barusan yang bisa mengoyak kulit badak dengan mudah dan diarahkan pada wajahku, ia bilang hanya 1%. Jangan bergurau!" Batin Egi panas saking kesalnya memikirkan hal tersebut.


"Oi.. jenggot runcing! Akan kuhahajar kau." Teriak keras Egi.


Bersambung….


Note Author : jangan lupa meletakkan beberapa komentar dan pencet tombol Like πŸ‘ dan vote πŸ’“ yah 😁


Sehat selalu buat para reader lalu author2 tamvan dan imut yang telah mampir 🀩😁


Kalau sudah mampir, titip aja pesan di kolom komentar ntar pasti mampir balik deh. πŸ˜‹


Sampai jumpa πŸ‘‹

__ADS_1


__ADS_2