Heart Eater

Heart Eater
Pengkhianat


__ADS_3

Bab - 9. Pengkhianat


Wilayah dalam kota bagian barat itu dilahap oleh kobaran api yang membakar semua bangunan di dekatnya. Suara dari orang-orang yang tinggal di bagian barat kota itu merintih kesakitan dari dampak serangan kejut tersebut. Seperempat dari bagian barat kota itu sudah menjadi lautan api.


Gerombolan chinaku itu memangsa orang-orang yang berada di bagian barat kota itu. Tidak butuh waktu lama, didalam kota di bagian barat itu mulai banyak korban yang berjatuhan akibat serangan chinaku tersebut.


..


Rikki yang menjaga pintu masuk kota itu meninggalkan tugasnya dan lekas berlari menuju kearah bagian barat kota tersebut.


"Komandan Rikki!" Sahut Aris.


"Aku percayakan tugas ini kepada kalian dari pasukan Serigala." Ucap Rikki lantang berlari meninggalkan garis depan.


"Siap!!" Sahut serentak orang-orang dari tim serigala.


..


..


"Si kakek tua itu!! Dia menjadi target utama serangan ini. Cih, dasar makhluk hina." Sahut Rikki geram dalam hati dan melesat dengan kecepatan tinggi menuju kediaman Datuak.


Gerombolan chinaku yang telah memasuki dalam kota tersebut, diperintahkan oleh pimpinannya untuk berpencar ke dalam kota mencari manusia spesial yang tidak lain ialah manusia dengan kualitas EL bagus, tidak seperti orang-orang biasa yang mereka makan.


"Grrrr!! Kita harus memberikan dia waktu untuk menyelesaikan ritual itu. Mangsa lah jantung manusia spesial yang dikatakan oleh dia. Jangan biarkan dari mereka melewati tempat ini, kita harus menahan mereka semua untuk tidak mendekati dia." Sahut pimpinan chinaku tersebut.


Seluruh gerombolan itu mengubah target serangan mereka kepada seluruh pasukan khusus yang akan mendekati area barat kota itu.


Satu persatu dari tim yang menuju area barat kota itu dihadangkan oleh Chinaku-chinaku bertipe 4 itu. Mereka yang hendak mengamankan area tersebut harus menyingkirkan chinaku tipe 4 itu dulu. Tujuan dari chinaku yang menguasai area tersebut tidak ada satupun yang menyadarinya kecuali Rikki, bahwa target utama mereka sebenarnya adalah Datuak.


Dibagian garis belakang tempat kelompok pasukan perawatan.


"Situasi sudah berubah, kita akan mengevakuasi orang-orang di bagian barat dan mengobati yang terluka. Semua segera menuju area barat secara berkelompok yang telah ditetapkan." Sahut Sinta memberikan sebuah perintah.


"Siap komandan!!!" Sahut semuanya serentak.


Semua orang yang telah dibagi menjadi 4 orang dalam satu kelompok lekas berpencar menuju ke area barat yang telah diperintahkan. Sinta memberikan perintah pada seluruh timnya menuju kearah barat kota, tapi dia tidak menyadari bahwa akan marabahaya besar yang akan menanti kedatangan kelompok-kelompok dari pasukan perawatan tersebut. Walau Sinta juga ikut mendukung menuju area barat, tapi dia tidak akan bisa melindungi seluruh kelompok yang telah berpencar untuk membantu orang-orang di area barat itu. Saat ini mereka semua tidak tahu kalau sedang menghadapi chinaku tipe 4 yang telah memenuhi area barat, dan tipe 4 itu belum pernah mereka lihat selama ini.


….


….


Kediaman Datuak ke XXVII (27).


Seseorang misterius tersebut telah masuk menuju halaman depan kediaman Datuak, tidak sampai beberapa langkah memasuki halaman itu, orang misterius tersebut dihadang oleh beberapa pasukan khusus yang mengepungnya di tengah-tengah halaman tersebut.


"Hebat sekali Datuak ke XXVII (27) kota Marabuh, sang cengkraman tangan dewa. Jinaji Parpatih. Anda menyadari keberadaanku, padahal aku sudah susah payah sekali menggunakan teknik terlarang ini supaya kedatanganku tidak mengundang keributan. Ah jadi sayang sekali." 


"Jangan membuatku tertawa bocah! Kau menggunakan teknik itu supaya anggota sapulluah tidak menyadari kehadiranmu dan mengacaukan rencana yang kau buat itu."

__ADS_1


"Renca? Haha, aku sama sekali tidak mengerti, Ayahanda." Sahut lembut pria itu.


"Jangan memanggilku dengan sebutan itu! Kau sudah bukan anakku lagi. Kau telah menjual dirimu pada makhluk itu! Sungguh kau manusia yang gagal!" Ucap Datuak sangat geram.


"Hahaha!!! Kaulah yang gagal dasar tua bangka! Jika saja kau menuruti apa yang aku anjurkan, mungkin hal ini tidak akan pernah terjadi." Teriaknya lantang.


"Rencana busuk itu tidak akan pernah aku terima seumur hidupku."


"Hah..aa!! Berbicara dengan tua bangka sepertimu tidak ada gunanya. Karena itu aku datang untuk mengirimmu ke akhirat." Sahut pria tersebut sambil tersenyum.


Seluruh pasukan khusus yang mengepung pria tersebut langsung menyerangnya bersamaan setelah mendengar ungkapan itu. Dalam sekejap mata, seluruh pasukan yang menyerang pria tersebut terpotong-potong dalam jarak 2 meter dari tempat pria itu berdiri.


"Apa yang terjadi! Bahkan dia tidak menyentuh mereka." Ucap Datuak terkejut.


4 makhluk chinaku tipe 4 muncul bersamaan disekeliling pria tersebut.


"Hei tua bangka! Tahukah kau. Jika kita memakan jantung dari pengguna EL, kualitas EL didalam tubuh kita akan meningkat dan akan terus bertambah besar dengan memakan dari jatung pengguna EL terbaik sebanyak mungkin. Aku akan membentuk sebuah pasukan dengan para pengguna-pengguna EL kuat saja, dan aku bersama kota ini akan menguasai dunia ini. kenapa kau tidak menerima saran yang luar biasa itu dariku."


"Jadi karena itu sebabnya para chinaku itu bisa menggunakan EL. Ternyata karena ulahmu yang mengajarkan itu kepadanya. Raji!"


"Ya..! Tepat sekali. Aku yang memberikan informasi mengenai hal tersebut pada mereka sehingga mereka menjadi lebih kuat sekarang ini. Tahukah kau, aku akan segera menjadi pimpinan dari kaum mereka.


"Kamu bukan hanya gagal menjadi manusia. Tapi kau juga telah mengkhianati bangsa mu sendiri Raji!!"


"Apa? Bangsaku! Haha, bangsaku telah membuang aku! Aku bukan lagi pihak dari bangsa manusia. Tujuanku adalah kekuatan yang besar, dan aku sangat membutuhkan itu untuk menaklukkan dunia ini tua bangka!"


"Aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi, aku sendiri yang akan menghentikan itu dengan mencabut nyawamu di sini Raji."


"Heh. Kau yang akan mati hari ini dasar tua bangka. Habisi dia!" Sahut Raji memerintahkan keempat chinaku itu untuk menyerang Datuak.


Keempat chinaku tersebut langsung serentak mengeroyok Datuak tersebut. Datuak berhasil menghindari sekaligus serangan dari tipe 4 itu. Satu demi satu pukulan keras melesat dengan cepat, Datuakpun menahannya dengan kedua tangannya sambil melacarkan serangan balasan dengan pukulan yang sangat keras. Satu tipe 4 itu terhempas sekejap setelah menerima pukulan Datuak. Dengan ada celah tersebut Datuak segera menarik dua belatih aneh dari ikat pinggangnya lalu melesatkan tebasan pendek ke udara dengan pola horizontal dan vertikal. Dalam beberapa detik dua chinaku yang berada disana tiba-tiba langsung roboh. Kemudian datuak menghilang sesaat bersamaan dengan robohnya chinaku tersebut.


"Teknik itu, teknik terlepas dari terlihat dari kasat mata manusia! Si tua bangka itu tidak pernah memperlihatkan teknik itu dari dulu. Dengan kondisi seperti itu, si tua bangka itu masih terlihat kuat." Ucap Raji kesal dalam hati.


Raji dan satu chinaku tipe 4 tersebut tidak bisa melihat keberadaan Datuak itu, mereka bahkan tidak bisa berbuat apa-apa terhadap teknik tersebut. Sebuah tebasan halus melesat diantara mereka berdua dan tiba-tiba chinaku tipe 4 itu terbelah menjadi dua.


"Teknik itu! Apa dia membuat tubuhnya menghilang? Tidak, bukan menghilang. Si tua bangka itu masih tetap terlihat! Dia membuat jangkauan area dari tempat ia berdiri dengan targetnya untuk memengaruhi penglihatan mata dari lawannya. Area yang dia buat itu, tidak bisa menyadari keberadaan tekanan EL lawannya dan keberadaan dari tubuh lawannya sendiri!" Sahut Raji dalam keadaan was-was.


..


..


"Cih. Dasar tua bangka itu, sungguh bikin merepotkan saja."


….


Di bagian barat kota tempat tembok besar yang telah hancur.


"Sial, tempat ini sudah diterobos." Ucap Egi terkejut melihat bagian tembok besar tersebut yang hanya tinggal puing-puing.

__ADS_1


"Semuanya cepat selamatkan orang-orang yang masih terjebak di dalam bangunan yang masih terbakar dan roboh." Sahut Vira memimpin kelompok tersebut.


"Kita harus membawa yang masih selamat dari tempat ini." Ucap salah satu anggota yang sekelompok dengan Egi dan Vira.


"Vira aku akan memeriksa kearah sana, sepertinya disana ada yang masih terjebak di dalam bangunan yang masih terbakar! Aku akan menyelamatkannya dan membawa dia kemari."


"Aku minta tolong selamatkan dia Egi! Aku akan menyembuhkan orang-orang yang terluka tersebut, tolong semuanya bawa orang-orang yang masih selamat dari tempat ini. Kita akan membuat pos darurat sementara disekitar area barat kota yang masih utuh."


"Baik" sahut mereka serentak pergi.


Egi lekas menuju kearah suara yang meminta tolong dari dalam bangunan yang masih terbakar itu. Egi berteriak memanggil sekeras mungkin suara yang meminta tolong tersebut. Suara lantang Egi itu dibalas dengan suara balasan dari seorang anak laki-laki kecil yang terjebak itu dengan meminta tolong kepada Egi untuk menyelamatkannya. Egi memikirkan cara untuk menyelamatkan anak kecil tersebut dari kobaran api yang masih menyala di setiap bangunan itu. Egi menyerukan beberapa kata kepada anak kecil tersebut untuk bertahan sedikit lagi bahwa Egi akan segera menyelamatkannya.


Egi melihat sebuah tong besar yang berada di dekat area bangunan itu dan mengecek isi dalam tong tersebut. Isi dalam tong tersebut adalah genangan air yang sudah ditampung, Egi membasahi tubuhnya dengan air tersebut lalu berlari kencang masuk kedalam bangunan itu.


Egi menemukan anak kecil tersebut sudah tergeletak pingsan di dalam bangunan yang telah dipenuhi oleh asap itu. Egi merangkul tubuh anak kecil itu lalu lekas keluar dari dalam bangunan yang terbakar itu.


"Hei bocah! Sadarlah, apa kamu mendengar suaraku!" Sahut Egi memukul-mukul pipi kiri anak kecil tersebut.


Anak kecil tersebut mulai membuka perlahan kelopak matanya dan terlihat batuk-batuk karena menghirup asap dari bangunan yang terbakar tersebut terlalu banyak.


"Tenang saja kamu sudah keluar dari dalam bangunan itu, aku akan membawamu ketempat yang aman, disana ada seseorang yang akan menyembuhkan lukamu." Ucap Egi tersenyum.


..


..


Diarea kota barat tempat yang masih utuh.


Vira dan dua orang yang sekolompok dengannya sedang terlihat memperbaiki aliran EL dalam tubuh orang-orang yang sedang terluka parah tersebut.


"Ini tidak bagus Vira!"


"Kita perlu bantuan dari kelompok yang lain untuk menyembuhkan luka luar orang-orang ini. EL kita tidak mampu melakukan itu, pendarahan mereka masih belum terhenti."


"Kita tidak bisa meninggalkan mereka!"


"Tapi tindakan yang kita lakukan di sini sia-sia. Kita hanya membuang-buang EL Vira, dan luka mereka masih belum bisa disembuhkan."


"Ya itu benar, kita perlu berkumpul bersama dengan kelompok bagian komandan. Akan ada orang yang bisa dikirim oleh komandan Sinta untuk menolong orang ini. Tapi kita harus segera pergi, paham?"


"Yang benar saja! Kita sedang mempermainkan nyawa orang di sini. Kalau begitu kalian berdua saja yang mencari bantuan!! Aku akan tetap di sini."


"Kita tidak boleh terpisah begitu Vira! Kita semua masih tidak tahu, dilihat dari tembok pembatas yang telah hancur itu kemungkinan makhluk itu juga ada dimana-mana didalam kota ini."


"Itu benar Vira-"


"Aku bilang aku tidak akan meninggalkan mereka!! Jika kalian ingin pergi, cepat pergilah." Sahut Vira dengan serius.


Tidak lama Kemudian, didalam perdebatan tersebut, sebuah langkah kaki berat berjalan menuju kearah mereka bertiga. satu chinaku tipe 4 tersebut perlahan mendekat. Seperantak mereka bertiga kaget dan gemetar melihat kedatangan makhluk tersebut.

__ADS_1


Bersambung….


__ADS_2