
Bab - 23. Abiel Simurah Hati.
Tangan, kaki, badan, punggung sudah terasa sangat sakit karena menerima satu persatu serangan yang dilancarkan oleh galena.
"Sial, aku tidak bisa terus-terusan bertahan dan menangkis serangannya. Seluruh tubuhku tidak akan sanggup lagi menahan serangan berikutnya dari si jenggot runcing ini. Aku harus mencari celah untuk menyerangnya." Batin Egi melirik kearah kedua tangannya yang sedikit kaku.
Egi merenggangkan kedua kakinya lalu kemudian mengayun-ayunkan lengan kanan kearah kiri dan lengan kiri kearah kanan.
"Ha.. apa yang kau lakukan? Menari."
"Tidak, aku hanya sedikit melenturkan kembali bagian-bagian tubuhku yang mulai kaku."
Beberapa detik kemudian Egi kembali merasakan kondisi tubuhnya sedikit lebih baik dari tadi, walau faktanya rasa sakit yang terasa tidak mungkin hilang.
Yah itu sudah cukup menurut Egi untuk segera melakukan serangan balasannya.
Egi seketika itu langsung berlari terang-terangan menuju pertahanan depan galena.
Dalam sekejap Egi kemudian melompat dari jarak satu meter didepannya dengan mengarahkan sebuah pukulan.
Galena tahu seberapa cepat gerakan Egi dan serangan apa yang akan dia gunakan.
Karena tahu akan serangan tersebut, galena tidak beranjak dari tempatnya dan terlihat akan menahan pukulan itu.
"Heh! Hanya pukulan lembek dan lemah seperti itu, aku tidak akan menghindarinya. Datanglah!!" Ucap galena percaya diri dan juga melayangkan sebuah pukulan yang sama.
Sekilas Egi merubah tiba-tiba gerakannya.
Egi tidak jadi melesatkan sebuah pukulan kearah galena, ia tiba-tiba memutar balik badannya dengan bantuan dorongan dari lengan besar galena.
Egi menambah ketinggian di udara dengan menginjak lengan galena sehingga pukulan galena meleset dari sasarannya.
Egi seketika itu memanfaatkan momentum singkat tersebut untuk melakukan serangan.
Ia mengangkat kaki kanannya lebih tinggi hingga kepalanya menyentuh lutut kaki kanannya, kemudian menjatuhkan diri dengan kaki kanan terangkat tadi lebih dulu diarahkan kepada galena.
Galena terlihat tidak bisa manangkis dan melakukan gerakan lain diwaktu yang singkat itu.
Galena terpancing melancarkan serangan lebih dulu dan terlihat tidak ada pertahanan setelahnya.
Serengan itupun dikerahkan sekuat tenaga hingga air disekitar tempat mereka kembali membercak sangat banyak dan lebih besar.
Seketika itu air yang membercak hingga ke udara itu turun perlahan seperti tetesan air hujan.
Disana, tampak Egi tertahan oleh sebuah akar merambat dan melilit pergelangan kakinya.
Akar itu lalu mengayun-ayunkan Egi seperti sebuah tali yang diputar-putar lalu kemudian tiba-tiba dilepaskan.
Saat itu Egi kemudian terhempas beberapa meter digenangan air tersebut.
"Bocah ini! Beraninya kau melakukan semacam trick. Apa kau pikir trick itu akan mengalahkanku!" Teriak lantang galena.
Tanaman merambat itu perlahan muncul begitu banyak dan mengumpul pada satu sisi hingga terbentuk sebuah wujud binatang raksasa.
__ADS_1
Bentuk dari wujud itu sangat mengerikan dan terlihat tidak bisa dilawan.
Energi yang dihasilkan oleh tanaman berwujud binatang mengerikan ini sangat besar, jika dibandingkan dengan tingkat kemampuan seorang pasukan khusus. Makhluk itu sepertinya ada ditingkat A atau lebih.
Egi sangat terkejut melihat sosok makhluk seperti itu yang muncul dihadapannya.
Dari tangan hingga lutut, Egi sungguh gemetar karena ketakutan melihat bintang buas seperti beruang itu.
Egi bergeming dan terpaku menatap kearah sorotan mata tajam beruang raksasa itu.
"Apa ini!? Inikah kekuatan dari seorang ditingkat S." Batin Egi terpukau akan kekuatan besar dihadapannya.
..
Wilayah Selatan Kota Marabuh.
Terlihat beberapa hari ini Sinta sibuk mencari-cari seseorang didalam kota Marabuh.
Ia bertanya-tanya kepada orang-orang mengenai seorang laki-laki berpakaian kuno yang bukan dari kota ini, laki-laki itu setinggi dadanya dengan membawa sebilah pedang dipegangannya.
Namanya Egi Azzaki, seorang laki-laki dari luar kota Marabuh.
Orang-orang yang dijumpai dan ditanyakan oleh Sinta tidak ada satupun yang tahu dan melihatnya. Pada akhirnya Sinta putus asa untuk mencari lagi.
"Apa dia pergi dari kota ini kah? Ahh.. apa dia benar-benar membenciku karena tidak mau mengajarinya lalu memutuskan untuk pergi. Ahh.. sangat buruk, aku sangat buruk terhadap dirinya." Ucap Sinta runyam.
"Sinta?" Ucap seseorang di jalan yang tak sengaja melihatnya.
Donfroil, sebuah nama auditorium terbesar kedua di kota Marabuh sebagai tempat pelatihan para pasukan khusus. Disana Sinta habis memeriksa area tempat latihan tersebut mencari Egi namun tidak ketemu.
Dari arah jalan raya tersebut, Utam Barraow tidak sengaja berjumpa Sinta, dan gadis itu sepertinya sedang terlihat ada masalah lalu kemudian menghampirinya.
Utam Barraow adalah anggota dari kelompok pasukan khusus sapulluah yang terdekat dengan Sinta. Karena bisa dibilang hubungan keakraban yang turun temurun. Sebab keluarganya dan keluarga Sinta dari dulu adalah rekan setim pada masanya.
Utam Barraow kemudian duduk didepannya lalu membuka bicara dengan bertanya soal masalah apa yang Sinta hadapi, sampai-sampai dirinya terlihat tidak biasanya.
Sinta kemudian menceritakan perihal tersebut kepada Utam Barraow. Seketika itu, Utam Barraow juga sedikit memberikan beberapa informasi yang diketahuinya soal perihal tersebut.
Informasi sedikit yang Utam Barraow beritahukan itu adalah ternyata adalah sesuatu yang sangat diinginkan oleh Sinta.
"Apa! Di hutan kesengsaraan." Ucap Sinta terkejut.
"Hah? Kenapa kamu sangat terkejut, dan juga maengapa kamu sangat tertarik dengan bocah luar itu. Ia miskin, kasar, kotor, dan juga tidak berbakat. Kamu tahu, dia sebelumnya pernah memohon untuk diterima berlatih di auditorium Nefritou Gou. Hahaha lucu sekali bukan, orang seperti dirinya ingin diterima berlatih dikawasan suci itu. Tentu saja sang master tidak akan menerimanya. Apa bocah itu juga memohon ditempat ini? Hahaha sepertinya dia juga tidak diterima disini ya, bisa-bisa tempat itu dibikin kotor olehnya. Lagipula bocah tidak berbakat itu belum lulus ujian kelayakan, dan juga tidak akan pernah lulus. Saat dia berbuat onar di kediaman Datuak, waktu itu jika bukan karena Sinta bilang ia baik seperti Ririn. Dia pasti sudah mati oleh benang-benang indahku. Setelah kejadian itu aku mencari tahu tentang bocah itu. Ternyata dugaanmu salah, dia bukanlah anak yang bersih dan baik seperti Ririn. Terlebih-"
Ketika hendak melanjutkan pembahasannya mengenai Egi, Sinta beranjak dari tempat itu dengan rawut wajah yang sedikit kesal.
Utam Barraow hanya terdiam sejenak dengan tatapan mata yang sinis terhadap Sinta.
"Heh, dasar keluarga Ballam. Kalau bukan karena keluargaku, pasti keluargamu tidak akan menjadi salah satu keluarga besar kota Marabuh. Bersikap angkuh didepanku, keluarga mereka selalu saja berhubung dengan orang-orang kotor. Cih, memuakkan."
..
Sinta terlihat berlari tergesa-gesa menuju gerbang masuk kota Marabuh. Saat ia sampai disana, Sinta melirik kesana-kemari mencari para penjaga gerbang masuk yang bertugas disana.
__ADS_1
Menurut informasi yang diberitahukan Utam Barraow, dua orang pasukan khusus dari timnya yang bertugas menjaga pintu masuk kota Marabuh ini, mengetahui soal bocah bernama Egi itu.
Lalu kemudian Sinta mencari mereka untuk ditanyakan lebih mendetail.
Selang beberapa menit dua orang penjaga itu akhirnya menampakkan dirinya sendiri dengan menghampiri Sinta.
"Komandan Sinta? Ucap penjaga itu sedikit terkejut melihat Sinta.
"Komandan!?" Ucap penjaga satunya memberikan hormat.
Dengan perasaan cemas dan khawatir Sinta menayai mereka berdua tentang bocah yang mereka laporkan itu kepada Utam Barraow.
"Se-seminggu yang lalu..!!" Ucap Sinta sangat terkejut.
"Yah, dia tidak kembali sejak itu. Jadi kami berdua pikir dia sudah mati didalam hutan kesengsaraan."
"Itu benar, ia berhasil pulang saat hari pertama. Tapi saat hari kedua dia tidak pernah kembali lagi." Sahut penjaga satunya.
..
..
Kota Rerao Cupak kawasan Minggu.
Di kota rerao cupak kawasan Minggu, ada seorang laki-laki yang bernama Abiel Housen. Ia sangat terkenal akan kedermawanannya karena selalu mengulurkan tangannya untuk menolong orang-orang di kawasan kotor tersebut.
Bagi para manusia yang tinggal di kawasan itu, Abiel adalah sosok malaikat yang diturunkan tuhan untuk menyelamatkan orang-orang dari kesengsaraan.
Abiel selalu memberikan harapan dengan membawa beberapa orang keluar dari sana untuk mendapatkan kehidupan yang lebih layak.
Bisa dikatakan diselamatkan, dan Abiel adalah sang penyelamatnya.
Setiap Abiel pergi ke kawasan kotor itu, ia juga keluar dari sana bersama beberapa orang yang Abiel bawa dari tempat kumuh tersebut.
Mereka yang masih belum diselamatkan, terus menunggu kedatangan Abiel untuk membawanya pergi dari tempat kesengsaraan tersebut.
Bersambungβ¦.
Note Author : jangan lupa meletakkan beberapa komentar dan pencet tombol Like π dan vote π yah π
Sehat selalu buat para reader lalu author2 tamvan dan imut yang telah mampir π€©π
Kalau sudah mampir, titip aja pesan di kolom komentar ntar pasti mampir balik deh. π
Sampai jumpa π
Nama : Utam Barraow
Kelamin : Laki-laki
Peringkat : S
__ADS_1
Komandan pasukan khusus dari tim Ikan Bawung.
Suka dengan kebersihan. diantara para anggota sapulluah, Utam Barraow adalah orang yang paling kinclong. Tapi yang paling dia sukai ialah adik perempuannya.