Hello, I Am Bryan

Hello, I Am Bryan
Kejadian Itu Lagi


__ADS_3

"Val... Mama mau ke luar sebentar, nemenin bulemu nyari keperluan kuliah, ada mau di titip ga?


"Ga ada Ma, makasih... Val mau main sepeda aja"


"Jangan lupa sebelum azhar kamu ada kursus Bahasa Inggris ya Val, jangan terlambat"


"Iya Ma, habis kursus kok baru Val main sepeda"


"Ya udah mama berangkat ya, kalo mau keluar jangan lupa pamit sama bibik, ga nakal di sana ya Val, mainnya juga hati hati, kamu anak cewek Val, kalo bopeng2 gara2 jatuh ga cantik Val..."


"Iya Ma..."


"Nyebrang hati hati, liat kanan kiri baru jalan, ga usah jajan sembarangan, minum juga bawa dari rumah aja ya"


"Iya Mama..."


"Sebelum Magrib harus sudah di rumah, langsung mandi terus magriban, habis itu makan lanjut belajar ya Val, kamu sudah mau masuk SMA lho, mau ujian lulus SMP juga"


"Iya Mama... Mama ga jadi berangkat?"


"Ya jadi, kamu dengerin omongan mama ya Val, jangan kayak anak cowok, belajar disiplin waktu ya, kan sudah mau SMA"


"Iya Mama, udah dong Ma... Val udah ngerti ngerti, mama kepanjangan banget nasehatinnya mama sayang, Val anak baik kok mamaku"


"Ya udah mama berangkat, Bik... Titip Val ya, Rhino saya bawa, takut rewel, ingatin Val jangan pulang magrib2 nanti..."


"Iya Bu"


"Val mama berangkat ya, kamu main yang bener, hati hati bawa sepedanya, bagusnya main dikurangin aja Val, mending kamu pake buat ngulang pelajaran lagi"


"Aduh iya mamaku sayang, makasih ya Mama... Love You, hati hati dijalan Ma"


"Dikasih tau itu dengerin ya Val, belajar yang rajin dah mau ujian ini Val"


"Iya Mama..."


"Ya udah, mama berangkat, Assalamu Alaikum"


"Waalaikum Salam"


Selang beberapa lama Mamanya pergi, Val masuk kamar, mempersiapkan perlengkapan kursusnya dan lanjut mandi, selesai mandi Val menata rambutnya menjadi ekor kuda. Beres dengan persiapannya, anak perempuan berkucir kuda itu ke garasi dan mengecek sepedanya, berpamitan pada bibik, kemudian keluar sambil mengayuh sepeda kesayangannya.


"Bik, Val berangkat kursus dulu yaa..."


"Iya non, hati hati ya Non, liat kanan kiri ya Non"


"Hahaha, iya Bik... Bibik dah kayak mama aja"

__ADS_1


"Hehe iya non... Kan bibik dititip nyonya Non"


"Siap Bik, tenang aja... Val berangkat yaaaa, Assalamu alaikum"


"Waalaikum Salam"


Val mengayuh sepedanya menuju Rumah Mr. Howard, yang selama ini menjadi tempat kursus Bahasa Inggrisnya yang berada di seberang jalan kompleks perumahannya. Val sebenarnya bukan tidak pandai berbahasa Inggris, hanya saja Val ingin lebih memahami lagi tentang Bahasa Internasional itu, untungnya Guru Bahasa Inggris di sekolahnya membuka kelas Private, jadi Val bisa ikut mendaftar, karena Mr. Howard emang bule asli, jadi Val lebih paham cara praktek Bahasa Inggris yang mudah dan gampang dipahami. Ditambah lagi Vina dan Cindy sahabat Val juga ikut kursus di sini, Val makin betah.


Val mengayuh sepedanya menyeberangi jalanan yang sedang sepi, Rumah Mr. Howard berada di seberang kompleks Val, kompleks Mr. Howard ini termasuk salah satu kawasan rumah orang gedongan, sedikit berbeda dengan kompleks tempat Val tinggal, kompleks sederhana namun tertata rapi dan bersih meski bukan kawasan mewah. Val senang ikut kursus di tempat ini, selain tentornya cakep dan baik (bule asli jadinya made in luarnya terpampang nyata 😁😁), teman2 kursusnya yang lain juga baik dan ramah padahal rata rata berasal dari lingkungan gedongan.


Setelah kurang lebih 10 menit mengayuh sepedanya, Val sampe di rumah Mr. Howard, Val langsung menuju ruangan dimana dia biasa belajar bersama teman temannya. Disana sudah ada Vina dan Cindy.


"Sini sini Val"


"Kalian dah nyampe? Cepet banget"


"Baru nyampe Val, nungguin si ratu dandan ini dulu tadi"


"Ya kita kan harus tampil cantik Vin"


"Tapi ga dandan juga Cin, kita kan masih SMP"


"Tapi kan bentar lagi SMA"


"Tapi masih SMP Cin"


"Ah Vina, emang kamu ga bisa liat aku seneng"


45 menit berlalu, Val selesai dengan kursusnya. Namun dia tidakp langsung pulang, pemandangan yang biasa terjadi setiap dia pulang dari tempat kursusnya kembali dia lihat. Yah, jadwal kursusnya memang tidak setiap hari, tapi setiap kali selesai, pemandangan yang sama seringkali terulang meski tidak setiap saat dia pulang kursus. Tapi sering, ah entahlah bagaimana menjelaskannya.


"Berhenti melakukan itu Hanza, atau kau akan tau akibatnya"


"Yaa ya ya, aku tau kau memang selalu jadi pengawal pribadinya dia kan Cal?"


"Dia sahabatku dari kecil dan aku tidak akan terima kalau kamu merendahkannya"


"Merendahkan katamu, tanpa aku rendahkan pun dia sudah rendah"


"Apa maksudmu?"


"Kamu buta atau pura pura buta, liat orang disebelahmu Cal, aku mampusin dia sekarang juga dia ga bakal rasa"


"Jaga ucapan kamu atau kamu akan tau akibatnya"


"Memang bisa apa kamu Hah? Kalian hanya anak manja dari pinggir kota yang ga ngerti apa apa"


"Kamu..."

__ADS_1


"Yah, kejadian yang sama kan Val?"


"Iya Vin, ga berubah ya mereka? Sebenarnya kamu kenal sama mereka ga sih Cin?"


"Ya, mereka berdua memang tetangga kompleks aku, tapi yang lainnya aku ga tau mereka siapa dan tinggal di mana?"


"Kelakuan mereka seperti preman..."


"Yah, terlihat seperti itu"


"Aku capek melihat pemadangan yang sama setiap keluar dari rumah Mr. Howard"


"Kamu mau apa Val?"


"Bertanya dengan sopan sepertinya"


"Mang bisa Val? Keadaan udah kayak gitu"


"Menurutmu Vin?"


"Tak mungkin...."


Val memutar sedikit matanya lalu mengedikkan bahunya sedikit dan dengan langkah tegap dan pasti menuju ke arah kerumunan anak laki-laki itu.


"Heiii... Kalian sudah dewasa tapi bertingkah seperti anak kecil, carilah ring dan bertanding secara adil, tidak baik memberikan tontonan yang ga jelas seperti ini untuk anak anak beranjak dewasa seperti kami"


"Wahhh ada anak perempuan yang sok jagoan ya, memangnya kamu bisa apa anak kecil, badanmu kecil tapi nyali lumayan besar ya"


"Maaf kakak kakak yang terhormat, badan aku emang kecil tapi otakku besar, aku ga mungkin berani ke sini tanpa persiapan, sebelum aku kesini aku sudah cerita ke Mr. Howard, kakak kenal kan? Lagian kalian bikin apa disini? Apalagi kakak, beraninya keroyokan"


"Apa maksud kamu keroyokan anak kecil?"


"Anak esde aja pasti tau kakak keroyokan, buktinya kakak banyakan yang kakak kakak itu cuma berdua, namanya apa kalo bukan keroyokan"


Dalam hati nyali Val mendadak ciut melihat seringai di muka sangar laki-laki bertubuh gempal tersebut, Val berdoa dalam hati semoga bala bantuan segera datang, tidak mungkin dia menggetarkan badannya sementara dengan bodohnya dia datang sok jago dan tanpa persiapan. Ternyata malaikat pelindung sedang berpihak padanya, Mr. Howard terlihat keluar dari rumahnya. Hati Val serasa ingin melompat dari tempatnya sambil mengucap syukur.


"Ada apa ini?"


"Tidak ada apa apa Mr. Howard, kami hanya sedang mengobrol, ada urusan yang belum selesai, tapi kami sudah mau pulang sekarang, sampai jumpa ya Bro"


Anak laki laki sangar tadi segera angkat kaki bersama rombongannya. Syukur tak terhingga berulang kali diucapkan Val dalam hati


"Kenapa kalian belum pulang, ada yang ketinggalan?"


"Tidak ada Mr. Howard kami hanya berbincang sedikit disini"


Belum sempat aku menjawab, anak laki-laki yang tadi membela temannya menjawab pertanyaan Mr. Howard duluan.

__ADS_1


"Oke kalau begitu aku masuk duluan ya, hati hatilah saat kalian pulang, sampaikan salamku untuk orang tua kalian"


"Makasih Mr. Howard" Jawab kami serempak


__ADS_2