Hello, I Am Bryan

Hello, I Am Bryan
Selamat Datang di Dunia Kami


__ADS_3

Keesokan harinya, ketiga sahabat itu kembali menjalani aktivitas sehari harinya, seperti yang mereka sepakati, hari ini kumpul di rumah Cindy, aku dan Vina juga udah bawa baju ganti buat renang dan baju ganti lain, sementara gaun, Cindy yang siapin. Val hanya bisa menarik napas dalam lalu membuangnya perlahan, berusaha melarikan diri dari bayangan menakutkan yang bakal terjadi karena dia ga datang sore ini ke club panahan. Teringat kembali kata kata Kak Caleb kemarin "Aku mau kamu, udah ga usah bahas apa apa lagi, intinya besok sore kamu harus di sini untuk latihan, kalo kamu ga datang, jangan harap bisa tenang sekolah di sini", iiiihhh... Val bergidik ngeri mengingatnya. Apa yang bakal terjadi nanti, Val juga ga bisa menduga, kedua sahabat Val merasakan ada yang aneh dari sahabatnya.


"Kamu kenapa Val? Kok lain dari biasanya?"


"Lain dari biasa gimana Cin, ga kok, aku biasa aja..."


"Ga, kamu kayak ga fokus gitu Val"


"Ah, masa' Cin... Ga kok..."


"Mending kamu cerita daripada berusaha nutupin Val, rugi sendiri" Sahut Vina


Val terdiam dan menimbang nimbang, apakah dia akan menceritakan kejadian di club panahan kemarin atau tetap diam saja. Tapi akhirnya Val yakin, jika memang nanti ada hal yang ga diinginkan terjadi, minimal kedua sahabatnya ini tau sesuatu.


"Gini.... (Val pun menceritakan panjang lebar perihal kejadian yang kemarin menimpanya di club Panahan, kedua sahabatnya mendengarkan dengan serius sambil sesekali meringis simpatik...)


"Jadi gitu, menurut kalian gimana?"


"Ah tenang aja Val, paling dia juga ga dateng, dia cuma ngeledekin kamu aja Val.. "


"Maksud kamu Cin"


"Kamu ga liat di rumahku ini lagi ada apa?"


"Acara makan makan kan?"


"Iya, dan kamu ingat ini kegiatan rutin kami di kompleks ini kan? Aku tetanggaan sama Kak Caleb, kalo ortunya aja datang kesini, pasti dia juga datang, karena bagi keluarga yang tidak datang padahal ga ada acara khusus, itu bakal dapat cap jelek dari sesama anggota kompleks sini"


"Oh ya?? Gimana mereka tau bener dan ga alasan mereka kalo ga datang?"


"Kamu lupa siapa ortu Kak Bryan? Kalo dia mau tau sesuatu juga pasti langsung ada di hadapan dia, satu Kota ini tau kalo mereka ga diperkenankan menolak aturan dari ortunya Kak Bryan, karena beliau pebisnis sukses nomor 1 Val"


"Masa'? Aku antara bersyukur dan mendadak jantungan aku dengernya"


"Kok bersyukur dan jantungan?"


"Iya bersyukur kalo bener bener Kak Caleb cuma ngerjain aku aja dan jantungan kalau seandainya ternyata Kak Caleb bener bener ada di Club Panahan"


"Udah deh, ga usah terlalu takut Val, aku yakin, Kak Caleb lagi sama Kak Bryan bersiap ke sini, ga mungkin kan mereka ga ada, karena seingatku, Kak Caleb selalu ada dimanapun Kak Bryan berada..."


"Ooohhh... oke deh Cin, semoga yang kamu bilang itu bener..."

__ADS_1


"Iya Val, udah ah yuk, kita renang aja..."


"Kita ga perlu bantuin di bawah nih?"


"Aduh Val udah, ga usah, udah beres kali, kalo kita ke sana malah tambah buyar mereka Val"


"Oooohh..."


"Aah dari tadi ooo mulu, ayo ah renang, nanti aku minta tolong salah satu kakak maid buat foto fotoin kita..."


"Ya ampun Cin, ngapain juga pake foto foto, orang cuma renang ini"


"Iiiihhh, kamu Val... Ya udah ga usah foto fotoan, kita selfie aja yuk di kolam..."


"Itu sih sama aja Cin"


"Hahahahaha"


Mereka pun melanjutkan kesenangan mereka sambil melepaskan sedikit kepenatan sekolah, karena saat kelas 2 nanti mereka harus mengikuti beberapa tambahan les mata pelajaran seusai mereka pulang sekolah yang artinya jadwal ekskul mereka juga sudah harus mulai mereka atur kembali. Val pun melupakan sejenak hal yang dari kemarin menghantui kepalanya. Val ga tau kalo ternyata badai besar sedang menunggunya karena ga datang di club panahan sore ini.


Acara di bawah sudah hampir mulai, ketiga sahabat itupun saling mendandani, make up minimalis tapi tetap menampilkan aura mereka masing masing.


"Val, Vin, kalian pake ini ya... Udah aku siapin"


"Ya iya dong, gih ganti baju, terus kita turun, kayaknya udah hampir datang semua anggota kompleks"


"Ehh tapi beneran nih kami ga papa ikut gabung? Kita kan bukan orang kompleks sini"


"Ya elah Vin, boleh, lagian tempat kita itu ga gabung sama bapak bapak dan ibu ibunya, tempat anak anak mudanya lain lagi, kalo yang kecil kecil udah sama susternya sendiri di tempat semacam play ground gitu, bareng si Mickey" Mickey adek bungsu Cindy yang masih berusia 2 tahun 2 bulan.


"Ohh gitu, tapi sama aja kan, anak anak mudanya anggota kompleks sini..."


"Udah lah Val, ga usah banyak pertimbangan, nanti kamu liat sendiri deh... Yang seumuran kita cuma dikit, yang udah lulus SMA ikut gabung sama para ortu, maklum persiapan pergantian pucuk pimpinan... 😁😁😁"


"Ooohhh..."


Dengan langkah ragu ragu, Val akhirnya memberanikan diri untuk turun mengikuti Cindy dan Vina yang berjalan di depannya. Val sangat mengagumi design interior rumah Cindy, kesan elegannya dapat, kesan hangatnya dapat, klasiknya juga ada, berasa ada di istana dongeng, pantes aja Cindy jago banget design baju, Mamanya jago design rumah (eh nyambung dimana ya?? 😁😁).


Sesampainya mereka di lantai bawah, Cindy mengajak kedua sahabatnya menuju taman di belakang melewati meja makan panjang yang sudah hampir terisi penuh, tempat para ortu dan calon pemimpin mereka masing masing berkumpul. Lalu melewati play ground yang tadi dibilang Cindy, play groundnya lumayan lengkap, tapi kata Cindy itu cuma tempat bermain adiknya saja, tempat bermain bisa kayak arena bermain di mall ya... yg khusus balita aja. Saat melihat kakaknya Mickey berteriak memanggil kakaknya dan melambaikan tangan, Val tau Mickey sangat lengket sama Cindy, karena mereka hanya dua bersaudara, sebaliknya Cindy sangat menyayangi Mickey, semua yang berkaitan dengan Mickey, pasti Cindy ikut turut tangan dan melihat sendiri tingkat keamanannya buat Mickey.


"Tak Cin..."

__ADS_1


"Hayyy Big Baby Boy... Seneng mainnya?"


"Ceneng..."


"Ya udah main yang baik ya sama temen temennya"


"Iya Tak Cin..."


Cindy lalu menghampiri kumpulan suster yang sedang duduk berjaga di pinggiran play ground, Cindy seperti memberikan beberapa arahan yang langsung dijawab anggukan kepala oleh semua suster. Saluteee buat Cindyy. Dia bisa langsung bersikap dewasa kalo tentang Mickey.


Setelah memutar sedikit ke taman belakang, terlihatlah sebuah taman cantik yang dihias minimalis tapi tetap bergaya klasik dan menarik, disini lebih menampilkan pemandangan taman yang meski malam hari suasananya ga gelap, banyak lampu taman yang menerangi di bawah sana. Setelah menyapa beberapa orang yang juga hadir disitu, berbincang sedikit, mereka bertiga pun mengambil posisi duduk di pinggir pagar taman yang membatasi taman atas dengan taman di bawah. Mereka tidak menyadari, ada sepasang mata yang sedari tadi memandangi mereka bertiga dengan pandangan mata tak bersahabat terutama pada Val.


Ketika sedang asyik asyik bersenda gurau sambil menyantap makan malam mereka, terdengar suara berisik di belakang mereka, mereka pun menoleh ke arah kegaduhan tersebut. Mata mereka terbelalak melihat kedua sosok yang ingin mereka hindari di sekolah mendekat ke arah mereka dengan wajah yang tidak bisa dideskripsikan dengan kata. Belum lepas keterkejutan mereka suara seorang wanita memecah kebisuan mereka.


"Itu mereka kak, kok lama banget baru nyampe"


"Makasih Carl..."Caleb menjawab dengan suara tertahan seperti menahan sesuatu


Caleb dan Bryan melangkah pasti menuju mereka bertiga, dan mata Caleb tertuju tajam ke arah Val


"Kamu punya nyali juga ya ngelawan aku, aku bilang sore di tempat panahan"


"Maaf kak" Val hanya bisa tertunduk menjawab pertanyaan Caleb yang menatapnya dengan tajam


"Kak Caleb, maaf ya kak, tadi Cindy yang bilang kalo di rumah Cindy ada acara jadi pasti Kak Caleb juga ada di sini... Maaf Kak" Cindy berusaha membela sahabatnya yang sedang menunduk dan saat ini dia yakini sudah pucat di bawah sana.


"Diam Cin, kamu tau kan konsekuensi karena ga menepati janji sama kami? Kamu juga tau apa akibat dari membela kesalahan di depan kami" Kali ini Kak Bryan yang menjawab.


"Tapi kak..." Suara Cindy tertahan karena tangannya di cengkram kuat oleh Val dan ada suara wanita tadi yang berusaha memperkeruh suasana


"Dari tadi haha hihi disini kak, dia ga ngerasa bersalah sudah ga nepatin janji ke kakak"


Dalam hati Val merutuk ini sapa sih, kok malah bikin tambah runyam suasana, seneng banget kayaknya aku di lahap mentah mentah sama dua orang ini.


Setelah agak lama dalam posisi tersebut, akhirnya suara Bryan memecah keheningan


"Pulang Cal"


"Bentar bentar" Sambil mendekat ke arah Val dan berbicara sesuatu dekat telinga Val, hingga hanya Val yang dengar kata kata Kak Caleb ini, Val merinding begitu Kak Caleb mendekat dan berbisik padanya.


"Kamu udah berani melanggar perjanjian, kamu pasti tau akibatnya, tunggu pelajaran buat kamu mulai besok, selamat datang di dunia kami" Val meringis mendengarnya, Val hanya bisa menerka nerka kejadian apa yang bakal menimpanya besok dan hari hari selanjutnya bersekolah di sekolah itu.

__ADS_1


Usai membisiki Val kata kata maut, Kak Caleb dan Kak Bryan pun melangkah pergi meninggalkan Val yang kini serasa tak berpijak tanah.


__ADS_2