Hello, I Am Bryan

Hello, I Am Bryan
Valerina Andhara Putri


__ADS_3

Masa libur tengah semester telah berlalu, Val melanjutkan masa sekolahnya dengan aman, damai dan lancar. Meski sesekali teringat akan kejadian beberapa waktu lalu, dalam hati Val selalu berharap tidak pernah bertemu dua orang itu lagi. Karena setiap teringat hal itu, Val merasa akan ada sesuatu yang tidak baik menimpanya, tapi untungnya tidak terjadi apa apa selama masa Val menyelesaikan tahap akhir masa SMPnya.


Val berhasil menamatkan SMP nya dengan aman dan lancar. Prestasi Val juga tidak bisa dibilang buruk, meskipun tidak masuk dalam 5 besar rangking seangkatan, setidaknya masuk 3 besar kelas dan masih dalam 10 besar rangking angkatan. Hal ini memberi kesempatan besar bagi Val untuk mendapatkan kembali keringanan dari sekolah agar tetap dapat bersekolah di sekolah bergengsi ini dan mendapat bantuan dalam hal pembiayaan sekolah. Tidak seratus persen seperti beasiswa memang, tapi jumlah pengurangannya sangat membantu orang tua Val untuk tetap menyekolahkan anaknya di sekolah terbaik ini.


Val paham betul bagaimana Mama dan Papanya berusaha memberikan yang terbaik bagi pendidikan anak anaknya, Papa pernah berkata Val anak pertama Papa, Val perintis Papa, kalau Val sukses, adik Val akan mengikuti jejak Val. Raihlah pendidikan setinggi tingginya karena Papa dan Mama tidak bisa memberi kalian warisan yang melimpah, hanya pendidikan tinggi kalian yang akan membantu kalian menjalani kehidupan kalian nanti. Itu sebabnya Val sangat bahagia bisa masuk 10 besar tersebut. Tidak main-main bila lulus dari sekolah ini berarti kita sudah punya tiket pertama di terima di Perguruan Tinggi terbaik di Kota A, ditambah lagi sekolah ini punya fasilitas yang sangat disukai Val, yaitu kolam renang dan lapangan panahan. Val suka sekali kedua olahraga tersebut, meski Val tidak menekuninya, tapi Val senang bisa merefresh diri di dua fasilitas sekolah itu.


"Terima kasih ya Val, anak mama sudah masuk 10 besar angkatan, Mama bangga sekali sama Val"


"Iya Ma, Val makasih juga ya Ma, Pa sudah mau dukung Val, Val bakal belajar lebih giat lagi biar bisa mewujudkan mimpi Val dan jadi kebanggaan Mama dan Papa"


"Terima kasih sayang" Ucap mama sambil mengecup sayang pipi Val


"Kakak TOP, sela Rhino adik Val"


"Iyalah, Rhino juga harus bisa seperti kakak Val ya, sahut Papa pada anak bungsunya"


"Siap Papa"


Val tersenyum mendengar celoteh adek semata wayangnya yang baru mau masuk PAUD, ya kata orang Mama dan Papa kecolongan dengan hadirnya Rhino, Val sudah merasa jadi anak tunggal sekian lama dan tiba tiba memiliki adek kecil. Banyak yang mengira Val akan membenci Rhino karena sudah besar tapi punya adik lagi, merasa punya saingan dan tidak akan memiliki perhatian penuh lagi dari orang tuanya, namun tidak bagi Val, Val merasa punya mainan baru di rumah. Adiknya sangat lucu dan menggemaskan, pipinya tembem minta dicubit gemas oleh semua orang yang melihatnya.


"Jadi gimana Val, mau daftar SMA nya sekarang atau besok aja?"


"Hari ini aja ya Ma, Val udah janjian sama Vina dan Cindy, mau ambil formulir pendaftaran hari ini, dan kalo bisa langsung dikembalikan, biar ga kepikiran lagi pas liburan Ma. Val juga udah nyiapin berkas persyaratan lain yang dibutuhin Ma, jadi ga usah balik pulang dulu lagi"


"Oh gitu, jadi Mama, Papa dan Rhino pulang duluan nih?"


"Iya Ma, Val nanti pulang bareng Vina dan Cindy"


"Ya udah, kalian hati hati ya, ada apa apa kabarin Mama, nanti malam kita rayain sekeluarga ya prestasi kamu Nak"


"Makasih Mama"


Val memandang langkah ketiga orang tersayangnya menjauh, selang berapa lama, Vina dan Cindy, dua sahabat Val datang


"Dah lama nunggunya Val"

__ADS_1


"Ga kok, keluarga aku juga baru pulang"


"Aish mana Rhino, pengen cubit, gembil banget habisan"


"Hahaha, dah pulang dia, besok besok aja cubitnya"


"Iya iya, btw jadi langsung ke SMA kan?"


"Jadi, biar kelar cepet nih, ga mau liburan aku terganggu buat isi isian formulir"


"Idem, yuk ah"


Mereka bertiga berjalan menuju kompleks sebelah tempat dimana bangunan SMA Boxteer berada. Val sudah melupakan pertemuan dengan kedua calon kakak kelasnya di SMA ini, sesampainya mereka di sana sudah ada antrian panjang orang-orang yang akan mengambil formulir pendaftaran SMA di sekolah ini, ga perlu ditanya lagi, SMA ini emang incaran banyak siswa di Kota A, selain bangunan mewah, fasilitas lengkap, lulusannya tokcer nyari gawean, pemandangannya juga bikin segar mata, banyak yang bening bening, aduuhhh ngomong apa sih aku ini, Val merutuki dirinya sendiri.


Beruntung bagi mereka bertiga yang adalah lulusan SMP Booxter, mereka memiliki loket tersendiri yang kurang antriannya, jadi tidak perlu menunggu lama untuk mendapat formulir pendaftaran, setelah formulir ditangan, mereka mencari pojok terdekat untuk mengisi formulir dan menambahkan beberapa persyaratan lainnya. Sejam mereka berkutat dengan formulir masing masing, akhirnya mereka selesai.


"Kelar deh"


"Hahahaha, ngisi formulir kayak ngisi lamaran kerjaan aja Cin"


"Iya nih, serius benerr..."


"Kamu isi aja kegiatan favorit kamu Cin"


"Ga ada pilihannya Vin"


"Emang apa kegiatan favorit kamu?"


" Yaa banyak sih, tidur, shopping, jalan jalan ke luar negeri"


"Yee itu sih ngarep namanya"


"Kan kamu bilang kegiatan favorit, ya itu kegiatan favorit aku, kalo untuk bakat aku bener-bener bingung mau isi apa ini"


"Kamu kan jago piano, isi piano aja Cin"

__ADS_1


"Kamu milih apa Val?"


"Val sih ga usah ditanya Cin, ga bakal keluar dari renang dan panahan"


"Betulll bangettt..."


"Aku ga bisa dua duanya Val"


"Lho sapa yang nyuruh kamu buat ikut Cin"


"Kalian enak bisa sekelas di kelas renang, nah aku ga, mana harus isi dua ini, aku ikut renang aja deh biar bisa renang bareng"


"Yakin mau ikut renang, kamu kan paling ga suka dingin"


"Jarang mandi dong Cin, ga suka dingin soalnya... Haha..."


"Enak aja, gini gini aku mandi bisa 4 kali sehari ya Vin, tapi air hangat"


"Dasar Baby Mami..."


Ejek Val dan Vina bersamaan


"Aaahhh kalian, jadi aku ikut mana dong ini"


"Pilih design aja Cin, kamu kan suka tuh madu madanin baju kamu dan aku lihat hasilnya juga oke kok, kali aja kamu bakat jadi designer, ya ga Vin?"


"Iya Cin lho jago banget tuh matching matchingin baju, coba aja Cin, kalo dah jadi designer terkenal kan lumayan kita dapat diskon gede"


"Haaaaa... kaliaaannn... Bener bener ya, ga ngasih saran menjanjikan banget deh ahh"


"Iiihh itu tuh menjanjikan Cindy... Apalagi kalo diskonnya beneran"


"Tuh kannnn"


"Hahahahahaha..." Mereka tertawa bersama

__ADS_1


Akhirnya Cindy memilih design dan piano untuk bakat mengikuti saran kedua sahabatnya, Vina memilih renang dan cheerleader, sedangkan Val ga usah ditanya lagi pasti renang dan panahan. Setelah mengisi formulir, mereka menyerahkan kembali formulirnya, dicek petugas dan langsung diterima, aiihhh senangnya, mereka lalu melangkah menuju gerbang sekolah tempat dimana mobil Cindy berada, mereka kemudian diantar sopir Cindy pulang ke rumah masing masing.


Tanpa mereka ketahui dari jendela sudut di lantai teratas bangunan megah SMA Boxteer, ada sepasang mata yang tak lepas memperhatikan tingkah pola mereka bertiga dan turut larut dalam canda tawa ketiga anak gadis yang beranjak dewasa itu.


__ADS_2