Hello, I Am Bryan

Hello, I Am Bryan
Bendera Perang Berkibar


__ADS_3

Detak jantung Val terasa tak berarturan, mengiringi langkah Archie maju ke depan, Val berharap semuanya berjalan lancar sesuai dengan harapannya.


Setibanya Archi di depan, seorang kakak perempuan yang berparas ayu dan manis mengambil mic dan berbicara


"Oke adik adik, satu kelompok sudah berkumpul, sapa lagi yang mau menyusul sembari kami menandatangani kelompok pertama"


Terdengar suara riuh bergema di Hall, semua berlomba lomba untuk mengumpulkan semua anggota kompok. Terlihat Archie menaiki panggung, berbincang sebentar dan menunjuk ke arah kami. Tak lama Archie memberikan kode untuk merapat ke panggung, jantung Val semakin kembang kempis ga beraturan, rasanya semua doa yang dia tau sudah dia panjatkan. Apakah kesialan langsung menyapa Val di hari pertama Val masuk SMA ini?? Aaahhh Val sudah tidak mampu berpikir jernih lagi, mau tidak mau Val harus melangkah ke depan bersama kelompoknya. Dalam hati Val berharap, semoga saat mereka di depan, kakak kelas galak itu tidak memperhatikan Val.


Setibanya kelompok Val di depan panggung, kakak cantik tadi mengabsen semua siswa baru yang tergabung dalam kelompok Rafflesia.


"Nayla Atharina"


"Hadir kak"


"Vina Angelica Lyloyd"


"Hadir kak"


"Valerina Andhara Putri"


"Hadir kak"


"Rezky..."


"Tunggu dulu..." Belum selesai kakak cantik membacakan nama siswa baru setelah aku, yaitu si tengil itu, seorang kakak kelas menginterupsi, dan Yaaa Tuhann... Kalau boleh Val memilih, Val memilih tenggelam sekarang, ternyata yang menginterupsi itu si kakak sangar sang Ketua Panitia


"Matilah aku..." Val merutuk dalam hati


"Kenapa Cal? Kamu ada perlu?"


"Iya, sapa tadi nama anak kucir kuda itu?"


"Beneran mati aku..." Val semakin menundukkan kepalanya dalam dalam, ingin rasanya Val memanggil Mamanya sekarang


"Valerina Andhara Putri?"


"Sapa nama panggilan kamu?" Tanya kakak sangar ke Val


"Sa.. saya Kak??"


"Ya iyalah kamu, nama kamu kan yang tadi disebut?"

__ADS_1


"Iya kak, nama panggilan saya... Val kak..."


"Val??"


"Ii..ii..iya Kak"


"Ooohhh... Lanjutin Bel..."


"Halahhh apaan sih Cal, aku kira ada apa, kamu kenal dia dik?"


"Ti... ti... tidak kak..."


"Oooo... Oke kalo gitu kakak lanjutin ya" Jawab kakak cantik itu melanjutkan absennya ke kelompok kami.


"Oke, kalian sudah lengkap dan berkumpul sesuai dengan daftar yang dibacakan panitia tadi, sekarang karena kelompok kalian sudah berhasil berkumpul sebelum 20 menit, kalian boleh memilih 10 panitia yang akan kalian minta tanda tangan di awal, kalian boleh berembuk dulu"


Serempak "Terima Kasih kak..."


Archie kembali menuju kami dan kami berembuk untuk memilih siapa saja 10 kakak pertama yang akan kami mintai tanda tangan.


"Jadi siapa aja?"


"Aku boleh request ga? Kakak ketua panitia itu masukin dalam 10 daftar itu ya..." Val memohon pada teman kelompoknya


"Kan kamu bisa ketemu terus pas kita udah sekolah selesai MOS" jawab Vina


"Beda lahhh... Waktu sekolah aku udah harus pedekate..."


"Oh ya ampun ternyata makhluk seperti ini masih ada ya? kirain sudah dimusnahin semua..." Rutuk Val dalam hati


Untungnya 8 : 2, 8 orang anggota kelompok berpihak ke aku, dan sepakat kakak sangar ketua kelompok tadi masuk dalam 10 tanda tangan pertama. Setelah selesai berembuk, Archie kembali naik ke panggung membawa buku tanda tangan dan diterima oleh kakak perempuan yang lain lagi, karena kakak cantik tadi sedang menerima kelompok lain yang juga selesai tepat waktu.


"Oke adik adik karena waktu yang ditentukan telah selesai, maka reward yang tadi dijanjikan hanya bisa didapatkan oleh 3 kelompok saja, yaitu Rafflesia, Anggrek Bulan dan Mangifera Indica, kelompok lain yang belum menemukan kelompoknya silahkan mencoba mencari kembali kelompoknya di luar Hall ini, sekarang kita akan memberikan reward yang tadi kepada 3 kelompok yang berhasil, kelompok pertama Rafflesia, silahkan ketua kelompoknya maju ambil buku tanda tangannya dan mengecek apakah sudah ada 10 tanda tangan?"


Aku melihat Archie maju ke depan, dahinya sedikit berkerut, namun dia mengangguk dan mengucap terima kasih lalu kembali menuju kami


"Selanjutnya kelompok kedua......."


Aku sudah tidak mendengarkan pengumuman selanjutnya, mataku tertuju ke Archie dan buku di tangannya. Begitu Archie sampai ditempat kami berkumpul, aku tak sabar menanyakan hasilnya ke Archi


"Gimana Archie? Sudah semua kan 10 tanda tangan yang kita minta?"

__ADS_1


"Sudah, nih semua sesuai permintaan kita, tapiii..."


"Tapi apa Archi?"


"Kamu lebih baik baca sendiri deh Val..."


"Ada apaan sih?" Dengan gemetar aku mengambil buku yang diberikan Archie, feelingku mengatakan ada yang tidak beres ini. Aku membuka buku tanda tangan dan Apaaa???? Mataku terbelalak membaca note yang ditinggalkan kakak galak itu


"Ada apa Val?" Vina heran melihat ekspresi aku dan mengambil bukunya dari tanganku


"Ya ampun"


"Apaan sih Vin? Bacain dong, penasaran ini" Nayla dan yang lain mulai penasaran. Akhirnya Vina mulai membacakan note dari kakak galak tersebut, karena rasanya tulang kakiku ga sanggup nopang badan aku lagi.


"Aku tanda tangan, dengan syarat, siswa baru yang namanya Val sebentar istirahat siang harus naik ke ruangan aku, jika kamu datang, kelompok kamu bakal aku kasih 10 tanda tangan free lagi dari panitia. NB : Boleh bawa teman kamu kemarin"


"Wow, dapat free tanda tangan lagi, mau aja ya Val..." Nayla begitu bersemangat karena sepertinya dia memang tidak suka dengan sistem MOS yang minta minta tanda tangan ini, ajang mengerjai katanya.


"Val, gimana?" Vina bertanya padaku aku hanya terdiam, tiba tiba Archie bersuara


"Kalo kamu emang segitu ga sukanya sama kakak itu, ga usah kamu lakuin kami juga ga papa kok, toh kita udah dapat 10 tanda tangan pertama, tinggal 25 orang lagi"


"Masih banyak ya Archie" Nayla mengeluh


"Iyaaa..." Sambung yang lain


Aku sudah ga bisa berkata apa apa, bingung mau berbuat gimana, satu sisi aku ga mau ketemu kakak sangar itu lagi, sisi lain aku pengen bantuin temen temen kelompok aku ini... Aaaahhh, kenapa juga harus ketemu dia di hari pertama sekolah aku sih, kan mood hari pertama aku jadi jelek...


"Ya udah, gini aja, ini kan baru jam 08.30, masih ada beberapa jam sebelum jam istirahat, ayo kita coba minta tanda tangan sebanyak banyaknya, kalo sebelum istirahat semua tanda tangan bisa terkumpul, Val ga perlu lagi ke sana, kita harus bisa kerja sama, biar cepat selesai buku ini, waktu kita cuma 3 hari buat selesaiin buku ini. Dan cuma hari ini kita bisa fokus minta tanda tangan, mulai besok kita sudah mulai pengenalan, cuma bisa cari tanda tangan di sela sela kesibukan jadwal MOS, ayo"


Semua anggota kelompok mengikuti Archie untuk meminta tanda tangan dari satu kakak ke kakak yang lain. Aku mau tidak mau menyeret langkahku mengikuti kelompokku, Vina berusaha menenangkan aku.


"Tenang aja Val, paling cuma ngajak ngobrol Val"


"Ngajak ngobrol sih disini juga bisa Vin... Kenapa harus ke sana, mana aku dengar ruangan yang disebut itu ruangan private tempat anak anak gedongan di sini ngisi waktu kan?"


"Tenang dulu aja Val, kita kan ga tau maksudnya apa, aku pasti temenin kamu"


"Kamu mau temenin aku?"


"Mau... Mana tega aku ninggalin kamu di keadaan begini..."

__ADS_1


"Makasih Vin... kamu emang TOP dehh..."


Kami kembali bergabung dengn kelompk kami dan melanjutkan misi meminta tanda tangan.


__ADS_2