Hello, I Am Bryan

Hello, I Am Bryan
Pintu Neraka Kubukakan Untukmu


__ADS_3

Flashback..


Saat ketiga sahabat tersebut sedang bercanda canda dan lanjut mengikuti acara di Rumah Cindy, ada seorang pria muda yang benar benar merasa kesal setengah mati karena yang ditunggu tidak kunjung datang, sahabatnya hanya terdiam di sampingnya menyibukkan diri dengan bacaan bukunya karena sedari tadi dia melihat kekesalan yang menuncak di mata sahabatnya itu, ya di Club Panahan itu hanya ada Caleb dan Bryan saja karena sore ini jadwal pribadi mereka di Club Panahan.


Caleb dari pagi sudah menyusun strategi macam macam untuk mengerjai anak perempuan yang pernah merasa sok jagoan di depannya itu, rasanya senang sekali saat mengerjainya. Semua sudah dipersiapkan dengan matang, Caleb ingin gadis itu benar benar paham sedang berhadapan dengan siapa, dia harus tau kemarin dia sudah membangunkan singa yang lagi tidur.


Caleb mondar mandir ga jelas menunggu datangnya anak itu, matanya sesekali melihat ke arah pintu masuk, satu jam berlalu dan anak itu benar benar belum muncul. Caleb menggaruk kepalanya gelisah. Bryan yang sedari tadi hanya berkutat dengan bukunya mengangkat kepalanya dari buku demi melihat sahabatnya yang uring uringan sendiri, akhirnya angkat bicara.


"Loe kenapa sih Cal? Kalo dia ga datang ya udah kita balik, di perumahan langit biru lagi ada jadwal makan bersama Tuh..."


"Gila ya Lex, baru kali ini gue dicuekin sama anak bau kencur"


"Heh, bau kencur apaan, dia cuma beda setahun sama kita, lagian kenapa loe seperhatian ini sih sama dia, kalo dia salah kan tinggal tegur, ga usah sampe loe kerjain gini kan? Akhirnya dia malah balas ngerjain loe"


Gue cuma mau kasih pelajaran sm tuh cewek"


"Tumben banget loe, biasanya loe ga ambil pusing kalo urusan sama cewek, kenapa sekarang jadi gini sama tuh cewek? Loe suka tuh cewek?"


"Heh apaan suka, enak aja, level gue ga se dia, gue cuma pengen dia tau aja siapa gue dan apa gue disini"


"Cal, yang gue liat, cewek itu justru berusaha buat ngejauhin loe, loe aja yang berusaha cari perkara sama dia"


"Kok loe gitu sih?"


"Lha kan emang nyatanya gitu, loe coba pikir pikir aja sendiri, pertandingan ini ada karena loe, yang milih dia jadi pasangan juga loe, padahal dia udah bilang dia ga jago panahan, terakhir yang maksa buat latihan sore ini kan loe juga Cal, terus gimana gue ga curiga loe tertarik?"


"Gue cuma penasaran aja Lex, loe tau kan type gue gimana? Belum ada yang nyaingin Kak Alisha"


"Dari gelagat loe itu ga ngegambarin hal seperti itu Cal, loe terobsesi sama cewek ini"


"Ga Lex, gue cuma setia sama Kak Alisha"


"Terus ini apa? Bukannya dengan cara nyosor terus ke cewek ini, loe malah ngebuktiin kalo Kak Alisha udah loe hilangin dari pikiran loe, karena loe udah punya mainan baru?"


Mendengar perkataan Alex, Cal terdiam, teringat kembali akan sosok cantik yang dulu selalu hadir dalam mimpi dan kehidupannya, senyum Kak Alisha yang selalu tulus melihatnya. Alex menyesal membangkitkan kembali kenangan lama Caleb, teringat dulu bagaimana sulitnya dia membantu dan memapah sahabatnya itu untuk berdiri dari keterpurukan karena ditinggalkan oleh Kak Alisha.


"Loe emang harus move on gimanapun Cal, ga perduli dengan cara apapun, loe jangan mengingat Kak Alisha lagi, Kak Alisha udah punya jalan sendiri, loe juga harusnya bisa nentuin jalan loe sendiri"


"Iya Lex gue ga papa kok"


"Begitu baru bro gue"

__ADS_1


"Ah kita kok malah jadi ngomongin gue, ini masalah si cewek bar bar ini nih..."


"Terus loe maunya gimana jadinya? Dia ga datang datang tuh, coba loe telpon lahh"


"Gue ga ada nomornya"


"Ya ampun cal, loe sama sekali ga pake pertimbangan dan perencanaan cadangan ya, kita jadi nunggu sesuatu yang ga jelas ini namanya"


"Maaf broo... Gue Lupa..."


Alex hanya bisa menggeleng melihat kelakuan sahabatnya yang cuma bisa nyengir disemprot begitu olehnya.


Selang beberapa saat mereka bercakap cakap dan bercanda, handphone di saku celana Caleb berbunyi, Carla adiknya yang menelpon


"Apaan Carl? Gue ama Alex masih di sekolah, gue udah bilang sama Mama dan Papa juga, mereka ga nyariin kan?"


"Loe masih disekolah? ngapain?"


"Lha kan gue bilang mau ngajarin murid baru latihan panahan, soalx dia partner gue di acara tanding"


"Nunggu sampe loe jadi botak juga dia ga bakal datang Cal"


"Kok Gitu?"


"Apa kata loe Carl?"


"Iya, makanya buruan ke sini, jangan loe bawa bawa kakak ganteng gue ngikut kebiasaan aneh loe itu Cal, loe kan ga pernah bisa menyusun strategi dan memperhitungkan keadaan darurat, hasilnya sekeliling loe selalu kena apes"


"Sialan loe Carl, gue siap siap pulang sama Alex, loe telpon bibik di rumah siapin pakaian dan perlengkapan gue"


"Udah gue telpon, Kak Alex juga udah gue telponin rumahnya, cepetan balik gih"


"Sialan loe Carl, Alex loe panggil kakak, gue ga loe panggil kakak, loe itu adik kandung gue apa Alex sih?"


"Loe kakak kandung gue, Kak Alex calon masa depan gue"


"Jangan ngimpi loe, kalo gue bilang jangan, Alex bakal lebih pilih gue, lagian loe kalo dibandingin cewek disekeliling Alex loe kalah jauh Carl..." Caleb langsung menutup telpon karena ga mau mendengar ceramah dan omelan Carla di telpon.


Alex yang ikut mendengar percakapan kedua kakak beradik itu dari ponsel Caleb yang dispeaker ikut tersenyum dengan candaan keduanya.


"Jadi gimana?"

__ADS_1


"Mau gimana lagi? pulanglah Lex, gue bakal bikin perhitungan sama cewek bar bar itu, ga paham banget sih, udah dibaikin, malah mandang remeh gue, udah tau gue suruh latihan sore di Club, dia malah enak enakan di pesta, nyari mati ya anak itu"


Alex hanya bisa kembali menggelengkan kepala mendengar gerutuan Caleb, dari dulu Caleb memang gampang tersulut emosinya, tapi hal itu yang selalu menghibur hati Alex setiap kali Alex merasa hidup ini tidak berarti karena keadaannya. Caleb selalu bisa membantunya bangkit dan bangkit lagi sejak kejadian yang menimpanya, meskipun belum bisa penuh seratus persen, tapi sedikit banyak sudah mengurangi perih yang menggelayuti hati dan pikiraran Alex.


Mobil yang dikendarai Pak Min meluncur membelah jalanan Kota A menuju kompleks mewah di pinggiran Kota, di rumah kelima dari gerbang, Pak Min menurunkan Alex untuk berganti baju dan bersiap.


"Gue ganti baju dulu, loe juga siap siap aja, nanti gue ke rumah loe"


"Loe ga mau dijemput Pak Min aja?"


"Ga usah, ntar gue ke rumah loe, gue yang bawa mobil"


"Oke"


Setelah Caleb turun, Pak Min dan Alex melanjutkan perjalanan menuju rumah Alex yang terletak di sudut perumahan.


Tak berapa lama Alex selesai berganti pakaian dan bersiap, Caleb datang dan langsung memposisikan diri di kursi pengemudi.


"Rapih bener loe, kayak mau ke kondangan"


"Ini udah disiapin bibi"


"Yang bener? perasaan selera loe ga gini Cal"


"Berisik loe ah Lex, yuk meluncur, ga sabar gue mau lihat muka memohon cewek bar bar itu"


"Val Cal, Val... Cewek itu punya nama..."


"Tau ah, gue panggil bar bar aja karena kelakuan dia yang bar bar gini"


"Kalo gini malah elo yang bar bar Cal"


"Aduh loe itu udah sama kayak Carla tau ga"


"Hahahahaha" Alex tertawa lepas demi mendengar perkataan sahabatnya.


Mobil pun melaju menuju rumah Keluarga Cindy.


Sesampainya di rumah Cindy, Caleb memberikan kunci kepada pelayan yang bertugas jaga kendaraan, agar membantu Caleb memarkir mobilnya. Caleb dan Alex pun melangkah masuk rumah dan diarahkan menuju taman belakang, tempat anak anak sekompleks umuran mereka berkumpul. Saat melewati meja makan panjang mereka berdua tak lupa untuk memberikan salam pada semua orang yang berkumpul di sana, tanda sopan santun mereka bertemu yang tertua. Kemudian mereka melangkahkan kaki kembali menuju tempat yang sudah ditunjukkan.


Setibanya mereka di taman belakang, mereka tak sulit untuk menemukan tiga sahabat itu, mereka bercanda dan tertawa lepas, seolah olah tak ada kesalahan yang mereka buat, terutama Val...

__ADS_1


Caleb pun melangkahkan kakinya menuju meja ketiga sahabat itu, dalam hati Cal sudah membulatkan tekad untuk tidak akan pernah membiarkan cewek bar bar yang namanya Val itu tenang bersekolah di SMA mereka. "Pintu neraka bagimu sudah aku bukakan khusus hanya untukmu" Ikrar Caleb dalam hati.


__ADS_2