Hello, I Am Bryan

Hello, I Am Bryan
Hari hari Penuh "KEJUTAN" Part 2


__ADS_3

Setelah insiden adu mulut di kantin dengan Carla adek Caleb, Val tahu ini pertanda bahwa hidupnya di sekolah ini benar-benar di ujung tanduk. Kuncinya hanya tinggal apakah dia sanggup bertahan atau tidak, bila dia sanggup bertahan maka dia akan lulus di sekolah ini, namun jika tidak, maka dia terpaksa harus keluar dari sekolah ini dan mengubur mimpinya yang sudah dia susun sejak lama.


Val sangat memahami dia tidak akan pernah tenang lagi berada di sekolah ini. Meski hatinya takjub melihat perubahan yang ada, dulu dia hanya dikenal oleh segelintir makhluk di sekolah karena prestasi akademisnya. Val lebih populer di kalangan guru dan akademisi dibandingkan kalangan sosialita yang tersebar luas di sekolah terfavorit di Kota A ini. Tetapi hanya dengan satu kesalah pahaman saja antara dia dengan salah satu orang "MOST WANTED" versi kalangan sosialita sekolah ini, namanya langsung tersebar di seantero sekolah bahkan menjadi topik pembicaraan di semua bagian kecil sekalipun di sekolah ini. Val merasa kemanapun dia melangkah, mata orang-orang ga akan pernah lepas dari dia.


Val merasa jengah dengan keadaan ini, untung saja sore ini adalah jadwal ekskul favoritnya, latihan memanah, apalagi bertemu dengan kakak idolanya. Val selalu membayangkan saat saat berlatih bersama kakak ganteng nan baik hati itu. Cara bicara Kak Fadli, lembut banget, ga bikin bosan walau didengar berulang ulang (Val tersipu sipu sendiri mengingat wajahnya yang selalu diejek berwarna tomat oleh teman satu clubnya jika sedang diajar oleh Kak Fadli). Dengan langkah riang Val menuju Club Panahan. Baru beberapa meter dari tempat dia biasa berlatih panahan, Val sudah bisa mendengar kegaduhan yang hakiki tengah bersarang di salah satu tempat favorit di sekolahnya itu.


"Ini ada apa ya?? Apa para pendaftar siluman yang ga pernah muncul batang hidungnya itu sudah hadir semua? Tapi kenapa baru sekarang?" Val bergumam dalam hati.


Ragu ragu Val melangkahkan kaki menuju ruang latihan, membuka pintu dan seketika ternganga, dari mana asalnya gerombolan cewek cewek yang berteriak teriak tidak jelas ini, magnet apa yang udah narik para sosialita ini. Sedikit demi sedikit Val mendekatkan diri ke arah tempat dia biasa latihan. Tak sengaja tubuhnya ditabrak oleh seseorang dari arah depan dan hampir saja terjatuh.


"Heh, kalo jalan pakai mata dong" Pekik cewek yang menabrak Val


"Apa?? Bukannya aku yang harusnya ngomong kalo mundur pake kaca spion dong biar ga nabrak"


"Eeehhh, berani ya, kamu kan yang jalannya ke depan, kamu dong yang harusnya menghindar"


"Maaf ya mba, kakak, apapun itu, dimana mana orang itu kalo jalan maju ke depan bukan malah mundur"


"Banyak omong juga ya ini anak, nyali kamu gede juga, sapa kamu"


"Walahh, loe ga tau Nad? Itu kan si cewek pansos" Sahut salah satu teman cewek tadi dari arah belakang temannya


"Oooo... ini toh si cewek pansos? Masih ada nyali juga loe ya ngomong? Gue kira sapa, udah gue ajak bicara sopan, ternyata cuma si anak pansos, gimana? Berhasil pansos loe?? Berhasil menggaet bidikan loe?"


"Yang sopan kalo ngomong ya, aku ga pernah berniat pansos atau apapun istilah kalian itu. Aku juga ga pernah berniat apa-apa seperti yang kalian tuduhkan"

__ADS_1


"Heh, cewek pansos, kalo semua pencuri ngaku, penjara penuh lah, mana ada maling ngaku maling"


Hahahahahaha, terdengar tawa bersahut sahutan sambil melihat remeh padanya


"Aku ga pernah cari masalah sama kalian ya, tolong tetap sopan"


"Hahaha, apa?? Sopan?? Masih kenal sopan juga loe, setelah loe berusaha nikung dengan jalan Pansos?? Loe pura-pura jadi cewek polos supaya bisa narik perhatian Kak Caleb dan Kak Byan kan?"


"Dengar ya, aku ga pernah niat untuk nyari perhatian siapapun, silahkan kalian ambil Kakak kakak idola kalian itu, aku ga pernah berpikir untuk mendekat bahkan satu centi pun ke arah mereka"


"Eeeeehhh, berani nyolot ya nih cewek, mau cari masalah loe?" Jawab cewek yang tadi memanggil temannya Nad, belakangan aku tahu namanya Cici, yang terkenal dengan julukan kompor banyak sumbu penjilat anak anak kaya agar bisa hidup bergaya sama dengan mereka. Padahal keadaan keluarganya tidak beda jauh dengan Val, tapi dia tetap ga mau dianggap golongan menengah ke bawah di sekolah ini.


"Aku udah bilang kalo aku ga mau nyari masalah, aku ke sini karena aku latiahan club di sini, kalian yang harusnya dipertanyakan keberadaannya disini, anggota Club atau bukan?"


"Minta di kasih pelajaran ya ni anak?"


"Ga ada apa apa Kak, cuma mau memberi sedikit pengertian sama yang belum mengerti keadaaan"


"Maksudnya apa, kamu juga kenapa masih disini Val? Kamu udah telat 15 menit"


"Iya kak, maaf" Huuuhh dasar gara gara ngeladenin makhluk makhluk ga jelas ini, aku jadi telat


Saat akan melangkah, aku tertahan oleh sebuah tangan yang memegang erat pergelangan tanganku, saat berbalik ternyata anak yang dipanggil Nad tadi.


"Ada apa lagi?"

__ADS_1


"Urusan kita belum selesai"


"Urusan apa lagi?"


"Ini" Jawabnya sambil menunjuk bajunya yang kena noda minuman yang tertumpah saat bertabrakan dengan Val tadi. Val terdiam, mengingat berapa digit angka yang dibutuhkan untuk mengganti baju anak sosialita ini, pasti ga sedikit.


"Nanti ya, selesai ekskul kalian bisa bicarakan kembali" Jawab Kak Fadli menyela


"Kakak orang luar kan? Kalo masih mau bekerja disini tolong kakak jangan potong urusan aku dengan siapapun yang berurusan dengan aku"


Degggg, ga sopan dan angkuh banget cewek ini, sekolah ini memang terkenal dengan anak-anak borjuis yang merasa mampu melakukan apapun di sekolah ini. Tapi baru kali ini Val benar-benar mendengar kenagkuhannya, apalagi itu ditujukan kepada kakak favoritnya, Val benar-benar geram mendengarnya. Val baru ingin mengeluarkan suara, suara lain sudah duluan menimpali.


"Lalu gimana kalo gue yang butuh kakak itu buat ngelatih gue panahan?" Val berpaling ke arah sumber suara, ya ampun salah satu orang yang ga mau Val temuin kini berbalik membela kakak tersayang Val, Val ga lagi mimpi kan?? Terputar kembali memori hari hari kemarin, dimana dirinya ada jadwal tanding dengan Kak Fadli. Ya ampun, Val benar-benar lupa tentang pertandingan. Jadi ini alasan kenapa hari ini ada histeria di Club Panahannya?? Karena salah satu makhluk "MOST WANTED" itu ada di sini. Val hanya bisa diam memahami pemandangan selanjutnya yang terjadi di depannya. Cewek cantik yang tadi dipanggil Nad, aslinya Nadia, salah satu putri tunggal sombong dan angkuh dari keluarga kaya raya penanam saham di sekolah ini berjalan dengan anggunnya ke arah Kak Caleb.


"Kak Caleb, kenapa ga ngomong, Nadia ga bermaksud seperti itu kak, kalo ini pelatih kakak, terus siapa yang berani pecat kak"


"Bagus, sebaiknya lain kali pikir dulu sebelum mengeluarkan suara, malu kalo ternyata akhirnya tidak sesuai perkataan oh ya dan satu lagi, tagihan baju loe masukin ke rekening gue, loe tau kan harus cari sapa?"


"Iya kak..." Nadia tertunduk


"Phhhffftt" Val ga sanggup menahan tawa kecilnya, sialan meski sudah menutup mulutnya, suara tawa kecil Val masih tetap terdengar.


"Kamu juga, kamu tau ini jadwal latihan kita, kenapa datang terlambat?"


"Aaakuu, tadi aku..."

__ADS_1


"Ga usah banyak bicara, waktunya latihan" Sahut Kak Caleb lagi sambil menarik tangan Val


"Ya ampun anak satu ini main tarik tangan aja, ga liat apa pandangan orang-orang disini kayak singa kelaparan mau nerkam aku?? Ga pas banget sih nih orang kalo mau bertindak, ini bukan menyelamatkan namanya tapi mendorong aku ke jurang, aku ga bisa membayangkan gosip apalagi yang akan menyebar setelah kejadian ini. Dan kejadian apa lagi yang bakalan terjadi sama Val, satu kejadian kemarin aja masih belum diklarifikasi, sekarang bertambah satu masalah lagi... Haaaaaaaahhhh...." Keluh Val dalam hati.


__ADS_2