Hello, I Am Bryan

Hello, I Am Bryan
Berlatih Bersama


__ADS_3

Ternyata benar saja dugaan Val, seantero SMA Boxteer ini langsung heboh dengan pemberitaan Kak Caleb dan dirinya, ada yang mengira Val sudah berhasil menggoda Kak Caleb lah, ada juga yang berpendapat Val pasti akan lebih sengsara lagi karena sudah mencari masalah dengan orang orang kompleks Langit Biru. Apapun itu beritanya, tidak sebanding dengan apa yang Val rasakan saat ini. Val harus mengikuti semua jadwal latihan bersama Kak Caleb demi ambisi Kak Caleb untuk memenangkan pertandingan. Hasilnya, waktu libur Val dan waktu berkumpul dengan sahabat-sahabatnya menjadi semakin sedikit. Untung saja kedua sahabatnya memaklumi bahkan mendukungnya, seperti sore ini. Saat ini sebenarnya bukan waktu Val untuk berlatih panahan. Tapi karena Kak Caleb ingin melihat kemajuan latihan Val, jadilah mereka bertiga sudah bertengger manis di Club Panahan, ya mereka bertiga, Vina dan Cindy setia menemani Val untuk latihan sambil membantu sebisa mungkin apa yang mereka bisa bantu. Dengan latihan bersama yang lumayan intens ini Val tidak sanggup membayangkan apalagi bumbu bumbu yang tercipta dalam perbincangan tentang dia. Entahlah, Val saat ini tidak ingin ambil pusing, Val hanya ingin pertandingan ini cepat selesai dan dia tidak akan berhubungan lagi dengan makhluk yang sudah membawa banyak masalah dalam hidupnya itu.


"Senyum dikit Val, muka kamu kayak sayur busuk"


"Mau senyum gimana kalo lagi keadaan gini Cin, aku capek banget tau"


"Ambil positifnya Val, kan kamu jadi cepat jago panahan karena rutin latihan"


"Iya sih, kalo soal itu, tapi latihan tanpa Kak Fadli kok kayaknya hambar ya Vin?"


"Yeee, itu sih maunya kamu!! Kamu itu sebenarnya suka panahan karena Kak Fadli atau suka Kak Fadli karena panahan sih, jadi ambigu tau"


"Ahhh ga tau ah, pokoknya kalo memungkinkan sih pengennya dua duanya Cin"


"Fokus Val, biar kamu selesai dengan bagus, ingat Kak Fadli itu nanti lawan kamu, jangan sampai karena perasaan kamu malah mengalah, sia sia latihan kamu"


"Iya iya...."


"Aku pikir kalian bertiga sama standar otaknya, ternyata ada juga yang bisa kasih saran yang masuk akal ya, kirain kalian bakal saling mendukung entah itu salah atau bener, didukung aja" Caleb yang ternyata sedari tadi sudah menyimak perbincangan mereka, tiba-tiba keluar dari tempat dimana dia dan Bryan beristirahat di Club Panahan


"Oooh, udah dateng, tumben ga telat?"


"Hahahaha, udah berani bersuara kamu? Aku beberapa kali pertemuan ini memang sengaja telat, supaya kamu merasakan yang aku rasakan waktu nunggu kamu kayak orang ****, sementara kamu asyik asyik santai di rumah Cindy"


"Ternyata orang kayak kakak ini pendendam ya... Ga bisa melupakan kesalahan orang lain"


"Yaaahhh, itu sih terserah aku, ga harus mempertimbangkan kamu juga kan?"


"Terserahlah, ayo mulai"


Mereka pun memulai latihan yang memang sudah beberapa kali mereka lakukan. Mereka tidak berdua, ada kedua sahabat Val yang setia menemani dan Bryan yang memang diminta Caleb untuk menemaninya berlatih, daripada suntuk tinggal di rumah. Selang beberapa lama mereka latihan, mereka beristirahat sejenak sembari melihat angka angka di papan target.


"Udah mulai lumayan panahan kamu, pokoknya aku ga mau tau aku ga boleh kalah dalam pertandingan, ini tinggal seminggu lagi. Karena panahan kamu sudah bagus, kalo gitu besok kita ga usah latihan. Kita mulai latihan hari Selasa minggu depan"


"Aku selasa ada ekskul renang"

__ADS_1


"Cancel, laporan aja kamu latihan panahan"


"Mana bisa gitu, dua duanya kan pilihan aku"


"Nanti aku yang bicara sama pelatih renang"


"Kok seenaknya gitu sih? Kan udah perjanjian, kalo latihan diluar hari renang aku"


"Kalo gitu aku tarik libur latihan mulai besok"


"Eh jangan jangan, oke, tapi Kakak yang bilang ke pelatih renang karena aku ga mau dianggap berat sebelah padahal aku suka dua duanya."


"Oke"


Val memilih tidak ikut renang sekali pertemuan ketimbang hari libur sabtu dan minggunya untuk minggu ini tidak diberikan, senang rasanya punya "me time" meski hanya 2 hari.


Setelah libur 2 hari ditambah senin sore, Val merasa lebih fresh untuk kembali latihan selasa sore ini. Val mulai terbiasa dengan bisikan-bisikan yang ada saat dia dan sahabat-sahabatnya melintas, Val berharap sedikit demi sedikit semua berita itu akan hilang. Namun ternyata Val tidak dapat sepenuhnya bernafas lega, karena saat dia dan kedua sahabatnya selesai makan siang dan ingin kembali ke kelas, mereka bertiga di hadang oleh 5 orang senior cewek di koridor depan kantin.


"Kamu namanya Val?"


"Iya kak, ada apa ya?"


"Maksud kakak apa ya Kak? Kami hanya berlatih bersama, ga lebih"


"Oh ya?? Berlatih bersama sambil curi-curi kesempatan maksud kamu? Pinter banget ya kamu"


"Maksudnya apa ini kak?" Cindy berusaha melerai


"Kamu ga usah ikut campur, kamu ga tau kan kalo teman kamu ini ternyata murahan, rela melempar diri demi anak orang kaya"


"Maaf kak, tapi omongan kakak sudah keterlaluan, memangnya teman kami sudah berbuat apa?"


"Ini buktinya" (sambil memberikan foto-foto yang isinya semua kegiatan Val dan Caleb saat berlatih panahan, disitu terlihat Caleb yang sedang mengajari Val mulai dari cara memegang busur, cara stance, menarik busur sampai arah pandangan saat akan release, bila orang awam dan tidak mengenal mereka berdua melihat foto-foto itu, pasti menganggap interaksi itu sedikit "intim", meski Val berusaha membela diri)


"Kak, ini kan teman aku lagi latihan sama Kak Caleb"

__ADS_1


"Iya, tapi kalo memang ga ada apa apa, ga perlu seintim ini kan?"


"Namanya aja belajar kak"


"Udahlah, mau pembelaan seperti apapun, murahan ya tetap murahan, kok mau sih kalian bergaul sama orang seperti dia, untung kalian masih pada jomblo, kalo ga mungkin pacar-pacar kalian sudah diembat dia, sifat dasar emang ga bakal bisa bohong, iya kan cewek pansos?" Ujar kakak cewek itu sambil berlalu meninggalkan mereka bertiga.


Vina dan Cindy membawa Val masuk ke kelas, Val benar-benar sakit hati mendengar tuduhan tidak masuk akal itu, kalo untuk tuduhan lain Val masih bisa terima, tapi kalo ini benar-benar kasar dan kejam. Val ga terima di perlakukan seperti ini, namun Val hanya diam, dia tak sanggup mengeluarkan sepatah kata pun. Kedua sahabatnya hanya bisa menghibur sekuat tenaga, meski begitu mendung di hati Val tak kunjung cerah.


Sore harinya jadwal Val latihan panahan bersama Caleb, namun berbeda dengan hari-hari sebelumnya, karena hari ini sahabat-sahabatnya ada ekskul juga, jadi mereka akan bertemu nanti setelah jam ekskul selesai. Yang menjadi penonton setia latihan mereka hanya Bryan yang juga sibuk larut dalam bacaan bukunya, tanpa menghiraukan mereka berdua.


"Ayo, bidik yang betul Val, dari tadi kok salah terus, kamu sama sekali ga masuk target, coba lagi"


"Iya Kak"


Set kedua pun hasilnya tetap sama, Val tidak dapat berkonsentrasi, pikirannya dipenuhi dengan amarah yang dia pendam sejak tadi, ditambah lagi saat ini dia sedang bersama orang yang digosipkan dengannya. Disini dia yang korban kenapa sekarang seolah-olah dia tersangka, Val ga habis pikir dengan jalan pikiran makhluk sosialita di sini.


"Heyyy, maksud kamu apa?? Kamu mau buat kita kalah?? Aku kan sudah bilang kalo aku mau menang"


"Iya Kak"


"Iya iya aja kamu, tapi kamu sama sekali ga niat untuk menang, apa karena kamu harus melawan idola club kamu? Apa sih sebenarnya tujuanmu masuk Club Panahan, jangan-jangan karena pelatih itu, iya kan?"


"Ga Kak, aku emang suka panahan"


"Kalo emang suka kenapa gagal fokus gini, kamu tau saat kita bermain panahan, kita juga harus bermain perasaan dan emosi yang terjaga, kalo kamu mainnya gini kamu gagal namanya, kita bisa kalah, kamu ngerti ga sih apa yang aku ajarin kemarin?? Kamu tau kan artinya kalah, **** banget sih, kemana semua hasil latihan kemarin? Semua jadi sia-sia kan, salah aku ternyata ngasih kamu libur, kamu itu ga bisa libur, ga latihan sebentar, hilang semua pelajaran selama latihan, aku ga mau tau, aku mau kamu harus bisa lebih baik dari ini, kamu latihan lagi sanahhhhh"


Mendengar semua perkataan Caleb, emosi Val memuncak, emosi yang sedari tadi ditahannya akhirnya mencapai batas maksimum oleh kata-kata Caleb. Tak terbendung lagi air mata Val bercucuran membasahi bajunya, Val tiba tiba berteriak histeris sambil terus mengeluarkan unek-unek yang ada di kepalanya. Caleb kaget mendengarnya, dan Bryan teralihkan dari bukunya.


"Aku tau, aku ga pinter, ga berbakat, aku ga sejenius kalian, aku juga sadar diri kalo aku ga sepadan dengan kalian, kalian jauh di atas, aku hanya orang biasa, aku ga pantas belajar panahan ini karena aku ga dewasa dalam berpikir, aku bodoh, aku *****, bagaimanapun aku berlatih, aku ga akan sama dengan level kalian, kalo tau begitu kenapa kamu milih aku? Apa yang kamu lihat dari aku, aku cuma sekali salah paham sama kamu, aku hanya berniat baik aja kemarin. Kamu tau, hanya karena satu kesalah pahaman itu hidup aku berubah, dunia sekolah aku ga seindah impian aku lagi, semua orang berani menuduh aku yang buruk buruk. Semua anak-anak kaya itu berani memandang rendah aku, menganggap aku ga pantas ada disini, aku emang bukan anak orang kaya seperti kalian, yang tinggal tunjuk jari semua langsung ada, aku memang ga bisa kamu andalkan, terus kenapa kamu ga lepasin aku aja?? Aku cuma orang biasa, kamu yang maha luar biasa ga bisakah ngasih sedikit aja rasa kasihan kamu, jauhin aku, jangan pernah libatkan aku dalam masalah apapun tentang kalian. Apa sebenarnya mau kamu??" Val terduduk menangis setelah mengeluarkan semua isi hati yang terpendam pada Kak Caleb. Caleb dan Bryan terbengong melihat ke arah Val, baru kali ini mereka melihat anak yang super cuek dan ga mau tau ini terduduk lemas dan menangis sejadi jadinya di depan mereka.


Melihat ini Caleb menghampiri Val, mencoba menenangkannya. Tak sanggup berkata apa-apa, Caleb hanya bisa menatap Val dan duduk di sebelahnya dalam diam, menunggu hingga tangis dan amarah Val mereda. Saat didengarnya Val mulai tenang, Caleb memberanikan diri bertanya pada Val sementara Bryan hanya melihat dari tempatnya duduk tadi.


"Kamu kenapa Val?"


"Ga papa Kak, aku boleh izin pulang duluan? Besok aku datang lagi, aku janji akan lebih baik dari hari ini"

__ADS_1


"Tapi...." Caleb menghentikan kata katanya, melihat Bryan mengangkat tangannya, Caleb paham maksud Bryan dan mengangguk pada Val.


Melihat anggukan Kak Caleb, Val bergegas mengambil perlengkapannya dan pulang, tak lupa Val mengirim berita pada kedua sahabatnya kalo dia pulang duluan karena ada keperluan.


__ADS_2