
Ujian semester baru saja berakhir, untung Val masih menjadi 3 besar di kelasnya. Val bersyukur semester awal bisa berjalan dengan baik meski ada kerikil kerikil di tengah jalan.
"TOP ya Val masih 3 besar, salut deh sama kamu"
"Kamu juga ada peningkatan Cin"
"Yaaaa, sedikit..."
"Ehhh 10 besar itu ga sedikit namanya Cin"
"Hahahaha, kalo soal ranking aku angkat tangan sama Val deh, ga bisa aku ngejar kamu"
"Beda tipis Vin... Dikit lagi kekejar... Hahaha"
"Iyaa, besok besok belajar bareng lagi ya..."
"Oke sipp"
"Eh iya, mulai semester depan dah mulai ekskul dong ya??"
"Iya nih, aku malas banget, gimana kalo ternyata pilihan aku kemarin salah dan akhirnya ngebosenin, kan ga bisa dirubah"
"Ya berarti dinikmatin Cin"
"Kalian sih enak bisa ketemu di kelas renang, nahh akuuu..."
"Hahahaha, kan diluar kelas kita bisa jalan bareng, lagian sekali seminggu aja kok tiap club, eh iya cek jadwal club yuk, takut tabrakan jadwal kita"
"Eh iya bener, biar nanti jadwal kosong kita bisa barengan"
"Hahaha, iya iya Cin... Demi kamu apa sih yang ga"
Mereka lalu berbarengan menuju lantai 3, tempat dimana kelas kelas club berada. Sebenarnya Val malas untuk naik ke sini lagi, tapi karena tujuannya kelas club, Val mau ke atas, biar bisa cepat punya akses ke kedua tempat hiburannya itu.
Mereka pun tiba di lantai 3 yang terlihat mulai ramai dengan siswa siswi yang mengecek jadwal latihan ekskul mereka masing masing. Sekolah ini mewajibkan masing masing siswanya memilih 2 ekskul yang wajib ditekuni selain materi sekolah. Ini dimaksudkan agar semua siswa lulusan sekolah ini, tidak hanya pintar akademik tapi juga berbakat. Ketiga sahabat itu pun melangkah menuju satu club yang tidak terlalu ramai, mereka sepakat mengantar Cindy dulu ke kelas designnya.
"Ga banyak ya peminatnya"
"Ga papa Cin, itu artinya ga semua orang pintar design kayak kamu"
"Bisa aja kamu Val"
"Udah gih masuk liat jadwal kamu Cin"
"Iya iya..."
"Permisi kak, aku mau ngambil jadwal kelas design kak"
"Boleh, itu jadwalnya, masih banyak kosong kok, kamu bebas masuk di hari apa aja"
"Oh ya kak? Makasih kak, aku liat liat dulu ya kak, nanti aku ke sini lagi buat isi jadwal"
"Oke"
Cindy pun mengambil jadwal kelas design lalu keluar menuju kedua sahabatnya.
"Nih jadwal aku masih banyak lowong tinggal nyesuaiin jadwal kalian"
"Oke, sekarang ke kelas renang yuk" Ajak Cindy, "Aku penasaran sama jadwal kalian"
__ADS_1
"Ayo"
Ternyata kelas renang punya peminat yang lumayan, ga banyak tapi ga sedikit juga, Vina dan Val masuk untuk mengambil jadwal, sedangkan Cindy menunggu diluar. Tidak berapa lama mereka keluar dengan membawa jadwal kelas mereka.
"Lumayan sih, ga kosong, ga full juga, kita masih bisa liat kelas yang lain dulu, mau ke kelas mana dulu nih? Tanya Vina
"Ke kelas panahan aja dulu, pasti dikit peminatnya" Val menawarkan
"Boleh, tapi itu kelas Baca Vina kan udah deket, sambil ke sana kita singgah aja biar ga bolak balik" Timpal Cindy
"Eh iya ya, ayo ke sana" Vina langsung bersemangat melihat salah satu kelas favoritnya dan langsung masuk ke dalam kelas. Val dan Cindy menunggu di luar sembari mencocokkan jadwal yang sudah ada di tangan mereka, setelah menunggu sedikit lama, Vina keluar.
"Lama amat Vin? Kelasnya penuh? Tumben banget kelas baca buku padat?"
"Kayaknya bukan penuh karena banyak peminat, tapi karena ada seseorang yang juga daftar di sana"
"Hah, maksudnya sapa Vin?"
"Kak Bryan ikut kelas baca buku"
"Oh ya? Hobynya baca ya? Seingat aku dia ga begitu suka baca deh"
"Kamu kenal baik ya sama kak Bryan Cin?"
"Ya ga kenal banget sih, aku kan tetanggaan dari kecil Val, dari TK barengan lagi, ga mungkin ga tau lah, apalagi tiap triwulan selalu ada ngumpul ngumpul anggota kompleks langit biru di rumah Kak Bryan jadi pasti ketemu, tapi kalo akrab kayaknya ga deh"
"Ga tau tuh, kenapa dia ngambil kelas baca buku, kayaknya belum mutusin masuk kelas hari apa, makanya banyak yang belum mutusin juga"
"Oohhh... Masuk karena kak Bryan, kirain minat anak sosialita dah berubah jadi nerd..."
"Hahahaha, ayo ah ke kelas panahan"
"Ayo"
"Rame ya Val"
"Iya nih tumben, banyak banget yang suka manah, aku bisa sekalian tukar pikiran kalo gini" Sambil berkata itu Val pun masuk diantara kerumunan orang orang yang juga hendak mendaftar.
Karena setelah muter muter nyari ga nemu jadwal ataupun form pendaftaran Val pun memberanikan diri bertanya pada kakak yang sedari tadi sibuk membolak balik kertas di tangannya.
"Permisi kak"
"Ya, ada apa?"
"Maaf kak, boleh tanya kak formulir dan jadwal pendaftarannya ambil di mana ya kak? Dari tadi aku cari ga nemu kak"
"Kamu mau daftar panahan?"
"Iya kak"
"Kemarin kamu milih panahan di form kamu ga?"
"Milih kak"
"Sapa nama kamu?"
"Valerina Andhara Putri"
"Valerina.... Nah, ini oke ada"
__ADS_1
"Maaf kak, memangnya yang daftar panahan dibatasi ya kak?"
"Iya"
"Kenapa ya kak? Bukannya bagus kak ya? Soalx kelas manahan kan dikit peminatnya, kalo banyak kan berarti bagus kak"
"Kami terima yang memang mau belajar manah, bukan karena ada maunya"
"Maksudnya kak?"
"Udahlah, kamu ambil aja, ini form kamu dan ini jadwal kamu, masih dikit karena kami hanya ngasih form ke yang ngisi dari awal form daftar sekolah, jadi masih bisa kamu pilih harinya, siang ini kalo bisa sudah kamu masukkan lagi ya, biar kami enak ngaturnya"
"Iya kak, makasih..."
Val keluar dan bergabung dengan kedua sahabatnya.
"Lama amat di dalam Val, ngantri ya?"
"Ga juga sih, cuma tadi peraturannya agak berubah dikit, yuk buruan ke club pianonya Cindy, aku disuruh balikin siang ini formnya, biar bisa diatur katanya"
"Wahh cepet banget ya... Dah mau langsung buka ya kelasnya Val?"
"Ga tau juga Cin, yuk ah ke kelas piano"
"Ayo"
Memutar sedikit dan mereka sampai di Club Piano.
"Kayaknya diantara club yang tadi kita datangin, cuma ini yang normal ya Vin, ga dikit banget tapi ga banyak juga, peminatnya tetap tetap aja dari tahun ke tahun", ucap Val sambil melihat papan yang terpajang di depan club piano
"Iya, gimana ga Val, bakat piano kan jarang lho"
"Sapa bilang jarang sih, aku masuk club karena cuma ini yang aku bisa, dari kecil dicekokin sama les ini gimana aku ga bisa"
"Hahahaha, orang kaya mah beda..." Ujar Val sedikit menggoda Cindy
"Apaan sih Val"
"Gimana ga, ini piano klasik sayang, bukan organ tunggal, sekelas aku mana ada orang tua yang ngasih les piano anaknya mending les matematika Cin, kamu malah dari kecil"
Yang hanya dibalas dengan bibir manyun oleh Cindy
"Aku masuk dulu"
"Oke, habis itu kita rembukan harinya ya... Biar ga tabrakan"
"Wokee"
Selesai Cindy mendapatkan jadwal pianonya mereka berembuk menentukan jadwal, untuk renang Val dan Vina mengambil Selasa Sore sama jadwal dengan piano Cindy, sedangkan panahan Val yaitu Rabu sore setelah jadwal club baca buku Vina, bersamaan dengan club design Cindy, jadi Kamis sampe Minggu sore mereka free, sedangkan senin jadwal private bahasa inggris mereka di Mr. Howard.
"Kelar deh ini jadwal, aku nyerahin form panahan aku ya, ga ada perubahan lagi kan ya..."
"Iya, atau kita serahin sekarang aja, biar ga dirubah lagi jadwal kita, takut besok ada kelas penuh kan"
"Bener juga idemu vin, oke deh, yuk serahin formnya sekarang"
"Sip"
Selesai mengumpulkan form, mereka menunggu sebentar takut ada perubahan kelas mendadak, tapi ternyata tidak ada, semua sesuai dengan jadwal yang sudah mereka susun. Mereka pun pulang ke rumah masing masing sambil menyusun jadwal kegiatan yang bakal mereka lakuin selama liburan semester.
__ADS_1