Hello, I Am Bryan

Hello, I Am Bryan
Kenapa Harus Dia Sih !!!!


__ADS_3

"Welcome A New Day... Sambut aku dengan hangat ya matahari..."


Pagi pagi buta suara Val sudah menggema dan membangunkan semua orang yang ada di rumahnya


"Val, ada apa sih, ini masih jam 4 Val, ayam jantan juga belum berkokok, masjid juga masih adem, kamu ngapain histeris begini?"


"Eh mama udah bangun"


"Baru bangun, denger suara melengking kamu itu"


"Hehehe Maaf Ma... Inikan hari pertama Val di SMA, Val dah gede Ma..."


"Iya, Mama tau, ini hari pertama kamu, tapi ga histeris gitu juga kali Val... Kasian papamu tadi malam terlambat pulang jadi istirahatnya agak kurang Val..."


"Oh Papa lembur lagi Ma? Ada masalah serius ya Ma?"


"Tadinya ada, untungnya udah selesai dengan baik, makanya kamu biarin Papamu istirahat dulu ya, jangan gaduh..."


"Iya Ma..."


"Tapi Mama liat kayaknya seneng banget dah jadi anak SMA, apa karena sudah SMA terus kamu ngerasa ga akan dapat omelan Mama lagi? Ga ya, mau sampai bercucu juga kamu tetep gadis kecil Mama..."


"Kok gitu Ma, kan Val udah gede Ma, masa masih dapat omelan, kayak anak esde aja Ma"


Mama Val tersenyum melihat tingkah putri sulungnya yang bersungut sungut sendiri mendengar kata-katanya


"Val... Mama boleh ngobrol sama Val ga?"


"Boleh Ma, kok kayaknya serius banget..."


"Val, ini Mama sampaikan karena kamu sudah masuk masa dewasa mu, kamu akan memiliki pergaulan yang lebih luas lagi dan punya banyak pengalaman yang menghiasi kehidupan kamu nanti Nak..."


"Ah Mama, puitis banget..."


"Mama lagi serius Val, dengerin dong ah, katanya sudah beranjak dewasa"


"Iya deh iya Ma... Abis Mama ngomongnya mendadak serius gini sih Ma"


"Val, kamu kan anak perempuan Mama dan Papa satu satunya, kamu harus pahan menjaga seorang anak perempuan itu tanggung jawab besar Val, kesalahan sedikit saja bisa fatal akibatnya"


"Maksudnya Ma?"


"Kamu anak perempuan Mama dan Papa yang mulai beranjak dewasa, Mama minta kamu lebih bertanggung jawab dan bersikap bijaksana dalam memutuskan sebuah persoalan, intinya Mama minta kamu harus menjaga dirimu dengan baik, Mama ga mau kamu bertindak karena emosi, kalo ada apa apa Mama selalu siap jadi tempat curhat kamu, kamu paham kan Val kekhawatiran Mama?"


"Iya Ma, Val paham, Val akan berusaha semampu Val untuk bisa jadi kebanggaan Mama dan Papa"


"Syukurlah, makasih ya Val, jujur Mama masih trauma dengan kejadian Bule Hanamu, dan kamu pun bisa lihat, sampai saat ini Papa belum bisa terima kejadian yang menimpa Bule Hana itu"


"Val tau Ma, doakan Val ya Ma, supaya Val ga salah jalan"


"Selalu Val, ya udah daripada kamu teriak teriak ga jelas, mending kamu siapin perlengkapan kamu terus bantu Mama di dapur, habis itu kamu siap siap ke sekolah, hari ini Mama yang antar"


"Siap Ma"


Pukul 05.45 Val sudah siap dengan semua perlengkapan di hari pertamanya sekolah. Sambil menunggu Mama nya yang sedang bersiap, Val sarapan. Di tengah sarapan, Papa Val keluar dari kamar dan duduk di meja makan menemani Val


"Papa dah bangun? Kenapa ga istirahat dulu aja Pa?"


"Ga papa Val, Papa sakit kepala kalo tidur pagi pagi, ga kebiasaan"


"Tapi kan Papa lembur tadi malam, kata Mama, Papa udah izin di kantor tadi, berarti Papa masih bisa istirahat di rumah kan?"


"Iya Val, tapi masih ada beberapa hal yang mau Papa beresin di kantor, Papa cuma mau jalan jalan pagi sebentar, nanti agak siang baru Papa ke kantor"


"Jangan kecapekan ya Pa"


"Iya Val, makasih ya..."


"Sama sama Pah"


Papa Val memandangi putri semata wayangnya yang saat ini sudah mengenakan seragam SMA, rasanya baru kemarin Papa Val mengajari Val berjalan, sekarang putrinya sudah menjadi gadis muda yang cantik


"Ada apa Pa, kok ngeliatin Val gitu?"


"Ga papa Val, Papa cuma merasa waktu berputar cepat sekali ya Val, perasaan baru kemarin Papa bantu kamu belajar jalan, sekarang dah SMA aja"

__ADS_1


"Hahahaha, Papa, masa Val kecil terus Pah"


"Iya, kamu benar Nak, Val... Papa mau ngomong sesuatu boleh?"


"Boleh lah Pa, ada apa Pa? Val sambil ambilin Papa sarapan ya..."


"Iya Val, makasih... Val, Papa berharap kamu menikmati semua masa masa remajamu, karena itu ga akan terulamg lagi Nak, tapi Papa sangat berharap kamu bisa menjaga dirimu baik baik ya Val, kamu paham kan maksud Papa?"


"Val paham Pah, tadi Mama juga udah ngomong ke Val, Val minta doa Papa ya semoga Val selalu bisa menjaga amanah Papa dan Mama"


"Makasih Nak, doa Papa ga akan pernah putus untuk anak anak Papa"


Val memeluk Papanya dengan erat, dalam hati dia berdoa pada Tuhan semoga Tuhan selalu menjaganya dan keluarganya.


Tak berapa lama kemudian, Mama Val sudah selesai, kemudian bersiap mengantar Val ke sekolah


"Pah, Val berangkat dulu ya Pah"


"Sukses di sekolah ya Val dan selalu jaga diri... Ma, nyetirnya pelan aja ya, ga usah buru buru"


"Iya Pah..."


Pukul 06.35 Val sudah sampai di depan gerbang sekolah


"Val, sudah sampai Nak"


"Iya Ma, Val pamit ya Ma..."


"Iya Val, kamu baik baik di sekolah, Mama pulang dulu ya..."


"Iya Ma, doain Val ya Ma"


"Pasti Val, Mama pamit ya"


"Hati hati pulangnya Ma"


"Iya Val"


Tidak sampai lima menit setelah Val sampai di gerbang sekolah, Vina dan Cindy datang


"Pagi Vin, Cin, kalian bareng?"


"Iya Val, aku nebeng Cindy, kakak aku ga bisa nganter, ada kuliah pagi katanya, untung searah sama Cindy"


"Oh gitu... Masuk yuk"


"Ayooo"


Mereka bertiga melangkahkan kakinya menuju tempat penerimaan siswa baru. Tempatnya indoor, sepertinya sebuah lapangan basket indoor, setibanya mereka di Lapangan, mereka langsung mengatur diri dalam barisan siswa baru yang sedang berbaris. Sekitar kurang lebih 15 menit mereka menunggu, akhirnya para kakak kakak kelas yang menjadi penanggung jawab mereka selama masa pengenalan sekolah alias MOS keluar satu persatu menempati panggung yang sudah disiapkan di depan. Dan yaaa ammpuunnn, demi apa... Mata Val langsung terbelalak melihat seorang kakak kelas yang dulu pernah terlibat kejadian yang jelas ga mengenakkan bersamanya. Kakak kelas yang dia hindari selama hampir setahun belakangan ini. Dia berdiri di depan kakak kakak kelas panitia lainnya, berarti dia ketua panitia?? OMG... Dalam hati Val merutuki dirinya sendiri kenapa ga menduga ini bakal terjadi, ga ada persiapan... Aaahhh kenapa harus dia siiihhh...., Val berharap malaikat pelindung masih mau berpihak padanya.


"Val, liat deh, itu bukannya kakak kelas yang waktu itu?"


"Iya Cin, ga usah kamu tunjuk, biar dia ga liat kesini, kalo dia liat bisa apes deh tahun tahun aku di sekolah ini"


"Tenang aja Val, disini hampir full sama siswa baru, ga mungkin kakak itu bisa ngenalin kamu"


"Bener juga ya Vin, kalo aku meringkuk gini justru menarik perhatian ya, pura pura bodo aja ya kan, seolah ga pernah terjadi apa apa"


"Yup... betul sekali..."


Detik demi detik berlalu, Val semakin tidak bisa berkonsentrasi, Val hanya berusaha menghindar setiap kali kakak kelas itu menyapu ruangan dengan matanya sambil menyampaikan aturan aturan yang harus dipatuhi dan dilaksanakan selama 2 minggu masa MOS berlangsung. Akhirnya pidato ketua panitia selesai, Val bisa menarik napas lega.


"Vin, tadi apa aja ketentuan MOS nya? aku ga begitu nyimak"


"Nanti kita dibagi kelompok terdiri dari 10 orang Val, nah tiap kelompok itu harus meminta tanda tangan seluruh kakak kelas Panitia Penyelenggara MOS ini, dan harus hapal nama nama mereka beserta jabatannya"


"Ya ampun, ****** deh aku Vin, gimana ceritanya minta tanda tangan, aku kan lagi menghindari kakak itu"


"Gampang aja Val, begitu giliran kelompok kamu buat minta tanda tangan, kamu dibelakang aja atau izin ke WC, kan minta tanda tangannya satu aja satu kelompok, atur strategi aja Val"


"Iya Vin, semoga kita sekelompok ya Vin"


"Iya Val..."


"Waktunya pembagian kelompok, nama nama anggota kelompok kalian akan dibacakan, hapalkan nama kelompok kalian dan cari teman kelompok kalian selama 20 menit boleh kurang, setelah daftar nama kelompok dibacakan, bagaimana caranya kalian harus berkumpul satu kelompok. Kelompok yang paling cepat berkumpul akan mendapat reward yaitu mendapat tanda tangan dari 10 Panitia Penerimaan yang ingin kalian minta, jadi kalian bisa pilih mau minta tanda tangan siapa, pasti di tanda tangani. Sampai di sini jelas adik adik?"

__ADS_1


Serempak "Jelas kak"


Nama nama kelompok mulai dibacakan, namaku masuk dalam kelompok Rafflesia, Bunga Bangkai....


"Rafflesia, bunga bangkai, aku mulai berteriak mencari teman teman yang sekelompok dengan aku"


"Val, kamu Rafflesia?"


"Iya, kamu Vin?"


"Sama, aku juga Rafflesia, Cindy mana?"


"Hei kalian kelompok apa?"


"(serempak) Rafflesia"


"Iiihhh enaknya satu kelompok, aku Mangivera Indica (Mangga), aku cari kelompok aku dulu ya"


"Iya Cin, kami juga mau nyari teman kelompok kami yang lain, sukses ya Cin" yang langsung dibalas dengan jempol oleh Cindy


10 menit mencari baru terkumpul 7 orang, 3 lagi kemana? Aku kembali berkeliling sambil.menyebutkan nama kelompokku.


"Rafflesia, rafflesia di sini"


"Aku, aku rafflesia..."


"Oh akhirnya, tinggal 2 lagi, mau mencari bersama aku Vin?"


"Boleh, ayo"


"Eh tunggu kalo kalian mencar lagi tambah susah nyatuinnya, mending cari barengan" Sela salah satu siswa baru teman sekelompok Val dan Vina yang memakai kaca mata pantat botol saking tebelnya, belakangan aku baru tau namanya Archie.


"Terus, kamu ada ide?"


"Kita cari barengan aja, jadi kita bergeraknya barengan"


"Oh boleh, gitu juga boleh" Sahut Vina dan Val hampir bersamaan


Kami kembali berkeliling, namun kali ini berkelompok, dan akhirnya semua kelompok Rafflesia terkumpul di menit ke 15. Kami segera berembuk untuk menunjuk Ketua Kelompok yang akan mewakili Kelompok Rafflesia


"Jadi gimana? Sapa yang jadi Ketua Kelompok, kita harus cepet, biar masih dapat 10 tanda tangan pertama dari panitia"


"Oke, gini, buku tanda tangan mana? Sapa yang pegang?"


"Aku!!" Jawab cewek berkepang bernama Nayla


"Oke Nay, kamu bisa jadi sekretaris ga? Bagian tulis menulis, tulisan kamu kayaknya bagus tuh nulis nama kelompok kita" Sahutku


"Aku oke aja, yang penting anggota lain setuju"


serempak "Setuju"


"Oke sekretaris udah, tolong kamu tulis semua Nama Lengkap Kita di lembar pertama Buku Tanda Tangannya ya Nay... Sekarang ketuanya siapa, biar cepet kita maju minta tanda tangan"


"Kamu aja Val, kayakx semua setuju juga kok, gimana?" Sahut anak laki laki yang gayanya agak sengak bernama Aidil


"Kok aku?? Aku kan cewek, Ketua mah cowok lah bagusnya, Archie aja... Gimana?"


"Setuju" Vina menyetujui rencana Val, begitu jg dengan 6 anak lainnya


"Nah udah lebih dari 5 kan, berarti banyak yang menganggap kamu udah resmi jadi Ketua Kelompok"


"Tapi..."


"Ga ada tapi tapi Archie, kamu pasti bisa..."


"Iya deh, bukunya mana Nay? Dah selesai kan nulis nama namanya?"


"Bentar, dikit lagi selesai... Nah, ini selesai, semangat ya Archi..."


"Archie, duluanin yang susah dan rese' ya"


"Iya..."


Dalam hati Val berharap kakak itu tanda tangan duluan... Ga kebayang kalo Val harus menghadap kakak itu buat minta tanda tangan...

__ADS_1


Archie pun berjalan menuju panggung yang berisi kakak kakak panitia.


__ADS_2