Hello, I Am Bryan

Hello, I Am Bryan
Pengalaman Pertama Bersama Kak Bryan Part 3


__ADS_3

Bryan memacu kudanya melewati Cindy, Caleb serta Radit bersama Vina. Kuda Bryan memang kuda tercepat di istal keluarganya, Bryan menamainya Thunder, kuda kesayangan Bryan yang setia menemani saat dia berlatih. Bryan berfokus pada pikirannya dan berharap surprise kecil nanti bisa membahagiakan Val, Bryan ingin Val mengingat kenangan indahnya bersama Bryan saat ini. Bryan tidak menyadari saat ini wajah Val benar-benar bersemu merah, bagaimana tidak? Angin yang bertiup menerpa wajahnya disertai pemandangan asri di sekelilingnya benar-benar mempesona, dan yang terpenting sosok pria tampan yang duduk di belakangnya sembari memegang tali kekang kuda seolah olah tengah memeluknya erat membuat Val serasa di atas awan. Val bisa merasakan hembusan nafas Kak Bryan di tengkuknya, membawa sebuah perasaan menyesakkan ke seluruh tubuh Val, Val pertama kali merasakannya, Val begitu menikmati momen indah ini, Haaaaaahhhh, Val benar-benar bahagia, seandainya bisa, Val ingin waktu berhenti sejenak dan merasakan kebersamaan ini lebih lama lagi. Karena untuk memintanya lagi, jujur Val tidak punya keberanian.


Setibanya mereka di ceruk bukit dengan pemandangan hijau bak permadani, mereka turun dan mengikat tali kekang masing-masing, lalu duduk di meja makan taman yang sudah disiapkan oleh pelayan, Kak Caleb dan Cindy tidak berhenti saling mengolok satu sama lain, hampir semua bahan mereka perdebatkan dan tidak ada yang mau mengalah, seperti saat ini


"Cebol, dah berapa lama ga latihan kuda? Lambat banget, jangan-jangan kamu bohong ya bilang kamu jago naik kuda..."


"Enak aja, aku ini jago banget berkuda, tapi sekarang udah jarang, makanya kembali penyesuaian, lagian ini bukan kuda aku, jadi belum terbiasa Kak"


"Ngeles aja, kalo baru belajar bilang aja, kamu kan bisa naik bareng aku, ga usah sok jago sendiri, terpaksa aku nungguin kamu terus"


"Sapa yang nyuruh nungguin, Kak Caleb aja yang mau sendiri, yeeee..." Balas Cindy sambil menjulurkan lidahnya


"Isshhh ini bocah, udah di bantuin bukannya makasih malah ngeledek, bilang makasih cepetan"


"Sudah, kamu ngalahlah Cal, dia lebih muda" Ujar Kak Radit mengingatkan


"Ini bukan masalah umur bro, tapi sportivitas, kalo ga bisa, ya tinggal ngaku aja, ga usah sok bisa terus ga ada makasih lagi"


"Iiiiihhh, kalo ga ikhlas bantuin orang, ga usah bantuin, daripada ujung ujungnya minta makasih tau"


"Kalian ini, dari hari pertama liburan ga pernah akur ya" Kak Bryan menimpali


"Iya, nanti malah jadian" Sahut Vina yang langsung dibalas pelototan mata oleh keduanya


"Ga usah ya, sama kakak kelas yang kekanak kanakan, lebih baik aku cari anak kecil tapi pikirannya dewasa"


"Hati-hati kalo ngomong, pas kamu ngomong malaikat lewat, malah didoain sebaliknya, kamu malah ga bisa jauh dari aku, gimana?"


"Yeee, itu sih maunya kakak" yang dibalas tawa riuh semua yang ada di sana.


Mereka melanjutkan acara hari ini dengan makan siang ala ala garden gitu, semua makanan yang dibawakan juga makanan praktis. Selepas makan siang, mereka merehatkan diri sejenak karena kekuatan makanan sudah naik di mata, mereka pun mencari posisi masing-masing buat santai, Val dan kedua sahabatnya menuju sebuah pohon rindang tak jauh dari meja mereka, disusul Caleb, sedangkan Radit merebahkan badan bersandar pada pohon di bawah mereka.


Tak berapa lama, seorang pelayan datang membawa sebuah nampan tertutup, semua mengetahui Bryan menyiapkan sebuah kejutan kecil untuk Val, pelayan tersebut mendekati Val bersama Bryan di depannya.


"Val" Val menoleh, wajah Val menunjukkan kebingungan

__ADS_1


"Ada apa Kak?"


"Aku ada sedikit hadiah kecil buat kamu, ini buat ngerayain hari jadi kita ke 6 bulan"


"Kak Bryan"


Pelayan menyerahkan nampan tersebut untuk dibuka Val, ternyata isinya sebuah cake lucu berbentuk hati berwarna biru muda, sesuai warna kesukaan Val, disebelahnya ada kartu bertuliskan, "I Love You Now and Hope Till Forever, Love Bryan", Val tersipu sipu malu dibuatnya


"Ya ampun makasih Kak"


"Kamu suka?"


"Banget Kak... Makasih..."


"Biasa aja dong Val, bukannya tiap hari makan cake" Ledek Cindy pada Val yang dibalas cubitan kecil di bahunya oleh Vina


"Awww sakit Vin"


"Lain kali mulut kamu yang aku cubit kalo ga bisa ngerem sedikit"


"Hahahahaha, setuju Vin" Ucap Caleb yang langsung kena semprot Cindy


"Sudah, kalian ini suasana romantis yang capek capek aku buat, buyar gara-gara kalian"


"Ya ampun sobatku satu ini udah mulai sedikit lebayy" Jawab Caleb


"Potong Val kuenya, terus kamu makan"


"Val doang nih yang makan?" Tanya Cindy


"Punya kalian udah disiapin tuh di meja" Jawab Bryan


"Makasih Kak, aku potong ya" Val memotong kuenya dan menyodorkan ke arah Bryan, Bryan menggeleng


"Kok gitu?"

__ADS_1


"Kan yang siapin aku buat kamu, kamu dong yang makan kuenya"


"Ohhh gitu..." Ucap Val sambil memakan kuenya "Aduhhh... Val menggigit sesuatu yang keras, Val mengeluarkannya dari mulutnya, ternyata sebuah mata liontin berwarna biru, yang terbingkai bentuk hati, "cantik banget Kak"


"Suka?"


"Banget"


"Aku pasangin ya..." Ucap Bryan sembari mengeluarkan kalung emas di sakunya dan memasukkan liontin itu ke kalung lalu memasangkannya di leher Val


"Ini bagus banget Kak, kenapa repot repot gini Kak?"


"Ini pertama kalinya aku ngasih kamu sesuatu Val, padahal udah jalan 6 bulan jadian, maaf ya.." Ucapan Bryan membuat Val terharu


"Udah ahh lebay lebaynya, makan kue yukkk"


"Calebb..." Yang dibalas oleh tawa yang lain di sana


Menjelang sore baru mereka pulang menuju villa, semua kuda masuk istalnya, mereka pun membersihkan badan mereka masing masing lalu bersiap untuk turun makan malam, setelah makan malam Bryan mengajak Val berbincang di balkon belakang rumah


"Kamu Capek?"


"Ga Kak, kakak sendiri? Tadi kan yang handle kuda kakak, mana nahan badan aku lagi"


"Ga, kamu terlalu ringan"


"Jadi ceritanya aku harus nambah berat badan nih?"


"Hahahaha, ga gitu juga" Ujar Bryan sembari mendekatkan dirinya ke arah Val dan merangkulnya dari samping, Val masih belum terbiasa dengan sentuhan-sentuhan ini, tapi juga tidak menolak menerimanya


"Bulannya cantik ya Kak..." Ucap Val sambil menoleh pada Bryan, Val tidak bisa mengartikan arti tatapan Bryan padanya saat ini


"Lebih cantik kamu...." Jawab Bryan sembari memajukan wajahnya mendekati wajah Val, Val diam terkesima, tidak tahu harus berbuat apa.....


                                                                        #                                                                        

__ADS_1


Penasaran cerita berikutnya, stay di cerita Hello, I am Bryan ya.... Semakin lama dijamin semakin menarik deh ceritanya, yuk di read para readers baik... Kritik dan saran membangun ditunggu ya....


Kunjungi sekarang Hello, I Am Bryan, jangan lupa tinggalkan jejak ya... Makasih... Hatur Nuhun...


__ADS_2