Hello, I Am Bryan

Hello, I Am Bryan
Pengalaman Pertama Bersama Kak Bryan


__ADS_3

Setelah hari itu, Val dan Bryan saling memahami maksud hati masing-masing, Bryan menepati janjinya, dia yang selalu datang menghampiri Val. Jangan ditanya lagi reaksi dari cewek cewek penggemar berat Kak Bryan, semua selalu menghujat Val di belakang Kak Bryan tapi berpura pura baik di depan Kak Bryan. Val pernah mengalami hal ini, namun saat ini bedanya ada Kak Bryan yang selalu ada di sampingnya dan membelanya, Val yakin mereka mulai berpikir macam-macam tentang Val, Val tidak berbuat apa-apa saja mereka membuat kesimpulan sendiri kalau Val sengaja Pansos apalagi sekarang, contohnya saat ini. Val sedang ada di toilet perempuan dan mendengar percakapan beberapa anak cewek, mereka tidak menyadari bahwa yang ada di dalam salah satu bilik WC itu adalah Val.


"Kamu pernah liat dari dekat belum sih anak yang di bilang pacar Kak Bryan itu?"


"Val maksud kamu?"


"Iya"


"Kalau liat dari dekat sih ga, aku juga belum familiar sama dia, tapi setau aku lumayan pintar, buktinya bisa dapat beasiswa 10 besar umum di sekolah, ada beberapa temen cowok di kelasku menaruh sedikit perhatian ke dia"


"Masa' sih? Kamu belum liat dia yang sebenarnya, ga ada bagus bagusnya tau, cantik ga, kaya apalagi, ga ada yang bisa dibanggain pokoknya"


"Lho, kamu ga denger yang dibilang Callista tadi? Dia masuk 10 besar umum, artinya dia berotak"


"Halah mana kehitung kalo disini, apalagi beasiswa, udah ketebak dia dari kalangan mana"


"Aku bener-bener ga kebayang gimana ekspresi Carla pertama dengar berita itu"


"Iya, pasti kebakaran jenggot, secara dia sudah ngincer Kak Bryan dari esde katanya"


"Esde?? Iiihhh kecentilan banget, masih kecil udah mikir ke sana, pantesan cuma gede omong doang, tapi otak nya nol besar"


"Aku emang ga suka Val, tapi dia ga pernah ganggu aku jadi masih ada nilai plus nya lah"


"Halah, tetep aja, harusnya orang seperti dia tau tempat harus jatuh cinta di mana, masa mimpi meluk bulan? Kan ketinggian, ga takut jatuh dia? Aku yakin dia cuma ngejar hartanya doang, biar bisa bantuin biaya sekolah dia"


"Masa sih sampe segitunya"


"Ya iyalah, kira-kira anak dari keluarga biasa-biasa aja ngedeketin anak dari keluarga tajir mau apanya coba? Ya hartalah... Apalagi"


"Udah yuk, kita obrolin di kelas, nanti Mr. Hendrik masuk lagi, aku ga mau telat mapel guru satu itu, emosi jiwa ngehadepinnya"


"Oke"


Saat mereka keluar, Val juga keluar dari bilik toilet, Val benar-benar tidak habis pikir sama jalan pikiran mereka, hanya berkonsentrasi soal harta dan tidak mempertimbangkan hal lainnya. Val benci yang seperti itu, kenapa semua dinilai berdasar harta, Val benar-benar suka Kak Bryan, tapi mereka ga lihat itu. Mereka ga tau bagaimana sebenarnya keadaan Kak Bryan, seandainya tau, apa mereka tetap akan menjadikan Kak Bryan idolanya atau malah berbalik mengolok olok Kak Bryan, mikirinnya aja Val sudah jengkel. Untung aja kemarin Val sedikit terlatih dengan keadaan ini, jadi Val tidak merasa kaget akan berbagai komentar orang terhadapnya yang saat ini berstatus sebagai pacar dari Kak Bryan.


Sesampainya di kelas, Val bergabung bersama kedua sahabatnya, mereka sedang asyik membicarakan tentang liburan semester saat ponsel di saku Val bergetar, ternyata Kak Bryan.


"Halo Kak"


"Halo Val, lagi ngapain?"


"Lagi ngobrolin tentang liburan semester aja Kak, ada apa Kak?"


"Kamu mau kemana liburan nanti? Biasanya sama siapa?"


"Belum tau Kak, biasanya sama keluarga aku, atau ga bareng sama Vina dan Cindy, tapi aku belum tanya Mama sama Papa aku juga Kak, kenapa Kak?"


"Kita liburan bareng yuk? Ke Puncak di Kota F, sekalian ngerayain 6 bulan jadian kita, kita kan belum pernah ngerayain hari jadian kita, ajak Vina dan Cindy juga, nanti aku ajak Caleb dan Radit"


"Oh iya ya Kak, ga terasa udah 6 bulan, hehehehe, iya deh aku tanyain ke Vina sama Cindy dulu Kak"


"Oke, kabarin aku ya"

__ADS_1


"Siap kak"


Val menutup telponnya dan bertanya pada kedua sahabatnya tentang rencana Kak Bryan


"Whatt?? Ke Puncak Kota F? Itu bagus banget, banyak turis yang ke sana cuma pengen lihat pemandangan aja, di sana cantik banget Val pemandangannya, aku aja ga pernah bosan kalo diajakin ke sana"


"Jadi kamu mau Cin?"


"Mau, kalo sama Kak Bryan dan Kak Caleb, kayaknya ortu aku oke aja deh, kamu Vin?"


"Aku tanya ortu aku dulu ya, tapi liburan ini emang keluarga aku belum ada rencana kemana mana sih, semoga bisa ikut ya, kamu sendiri gimana Val? Kami bisa kalo kamu ga bisa ya sama aja ga jadi kan?"


"Iya, aku coba tanya Mama Papa aku ya"


"Kabarin ya Val"


"Oke"


Sesampainya Val di rumah, Val menanyakan Mama dan Papanya rencana liburan semester kali ini


"Mah, Pah, liburan semester ini kita mau ngapain?"


"Rencana Mama mau ke tempat oma lagi Val seperti liburan lalu, kenapa?"


"Val boleh ga ikut dulu, soalnya Val mau bareng temen-temen liburan ke Kota F?"


"Kota F? Sama siapa? ada orang dewasanya ga Val?"


"Sama temen-temen Val Mah, ada dong Mah, kalo ga ada siapa yang jagain kami Mah, kita bareng om dan tantenya Cindy kok Mah" Dalam hati Val meminta maaf kepada mamanya karena sudah berbohong


"Iya Mah, sekali ini aja Mah, boleh Ga Mah?"


"Coba tanya Papa mu"


"Iya Mah" Val pun menemui Papanya yang tengah berada di ruang kerjanya


"Pah, Val boleh ga ikut liburan sama temen temen Val Pah?"


"Ke mana Val?"


"Ke Puncak di Kota F Pah"


"Boleh aja, asal kamu bisa jaga diri dan kepercayaan yang Papa dan Mama kasih buat kamu Val"


"Siap Papa, makasih Pah..."


"Iya Val, kamu harus selalu ingat pesan Papa ya Val, karena kamu anak pertama Papa, harapan besar Mama dan Papa ada sama Val, biar Val bisa membantu Rhino nanti"


"Iya Pah"


Seneng banget Val diizinin ikut liburan ke Puncak Kota F, meski sedikit berbohong, tapi Val bertekad dalam hati, Val bakal jaga semua amanat Mama dan Papa, Val hanya sedikit liburan dan merefreshingkan diri aja Pah, Mah...


Akhirnya waktu yang ditunggu tunggu pun tiba, Mama dan Papa Val sementara bersiap ke rumah oma sekalian ngurusin sawah dan kebun peninggalan opa Val. Rumah oma Val terletak di sebuah desa pinggiran Kota B, berlawanan arah dengan Kota F, Mama dan Papa Val sengaja berangkat lebih pagi agar tidak kesiangan sampai di rumah oma, sebelum berangkat Mama Val tak lupa tetap megingatkan anak perempuannya itu untuk selalu berhati hati.

__ADS_1


"Val, hati hati ya di sana, jangan jauh-jauh sama orang dewasa"


"Iya Mah"


"Sebelum keluar jangan lupa rumah dilihat lagi ya, matiin semua listriknya, cek kompornya, atau ga usah nyalain kompor lagi deh Val, Mama tadi udah matiin, bekal kamu udah Mama siapin di meja makan, biar ga ada makanan yang disisain ya, kan rumah kosong"


"Iya Mah"


"Ya udah Mama sama Papa berangkat ya"


"Iya Mah"


"Salam Mama buat temen-temen kamu"


"Iya Mah, hati hati di jalan ya, Pah hati hati bawa mobilnya, nanti Val telpon kalo udah sampe di sana"


"Iya Val, berangkat ya"


"Daaahhh Mah, Pah, bye Rhino, jangan bandel ya di sana"


"Byyeeee"


Setelah keluarganya berangkat, Val kembali ke kamar menyiapkan barangnya sambil menunggu jemputan Vina, mereka berjanji ketemuan di rumah Kak Bryan, karena Vina harus mengambil sesuatu di sekitar rumah Val, jadi sekalian ngejemput Val. Tak berapa lama pintu Val diketuk, ternyata Vina sudah datang.


"Vin, Masuk dulu yuk"


"Kamu dah selesai beberes Val?"


"Udah, semua perlengkapan 2 minggu udah aku siapin"


"Ga usah bawa banyak Val, berat, nanti laundry di sana aja"


"Iya, aku ga bawa terlalu banyak baju, lagi bingung aja mau bawa yang mana nih"


"Hahaha, dasar yang lagi kasmaran, pilih baju aja pake lama"


"Kamu bisa aja Vin" Vina pun membantu Val memilih milih pakaiannya, tak berapa lama akhirnya mereka selesai


"Oke, ambil ini dan beres, btw Mama aku bekelin makanan, soalnya rumah aku kosong nih, Mama dan Papa aku sekalian ngambil cuti tahunan"


"Makasih Val, di bawa aja yuk"


Mereka pun berangkat menuju rumah Vina kemudian menjemput Cindy dan berakhir di rumah Kak Bryan


Sesampainya di rumah Kak Bryan, ternyata Kak Bryan, Kak Caleb dan Kak Radit sudah siap


"Kalian lama banget sih cewek cewek" Serbu Kak Caleb saat mereka tiba


"Maaf Kak, jalanannya agak macet" Sahut Vina


"Udah udah yang penting udah datang, yuk berangkat, pesawatnya dah siap" Kak Bryan menengahi sembari tersenyum manis pada Val


"Whatt?? Pesawat dah siap?? Orang kaya emang bebas..." Ucap Val dalam hati

__ADS_1


Mereka pun berangkat ke bandara menggunakan mobil Kak Bryan


__ADS_2