
Selesai sarapan, Val mandi dan berganti pakaian, Bryan sendiri menuju ruang perpustakaan yang letaknya terpisah dari Villa utama, untuk menuju perpustakaan ini harus melewati jalan setapak yang dipenuhi bunga bunga warna warni di kanan dan kiri jalan membuat orang-orang yang melangkah diatasnya seakan berjalan menuju taman bunga. Ini salah satu tempat favorit Bryan jika dia berkunjung ke Villa, Bryan bisa menghabiskan banyak waktunya di sini ketimbang di Villa utama. Ruang perpustakaan ini memiliki ruang istirahat sendiri yang biasa di gunakan Bryan untuk tidur siang setelah lelah membaca buku-buku favoritnya.
Setelah siap, Val turun dan mencari Bryan namun tidak dia temukan, akhirnya Val bertanya pada salah satu pelayan rumah di sana.
"Siang Bik, Kak Bryan kemana Bik?"
"Den Alex ke ruang perpustakaan Non"
"Di sebelah mana ya Bik?"
"Non tinggal ikuti jalan setapak di samping rumah itu Non"
"Makasih Bik"
"Sama sama Non"
Val menyusuri jalan setapak yang tadi dilewati Bryan, Val suka semua keindahan yang ada di sini, bikin adem perasaan, benar-benar serasa di surga. Saat tiba di ruang perpustakaan, Val mengetuk pintu, karena tidak ada jawaban, Val membuka pintu, Val takjub akan tata ruang di dalam perpustakaan ini, tidak seperti perpustakaan pada umumnya, tempat ini didesain seolah olah kita sedang membaca di tengah taman, kaca bening di beberapa bagian bangunan ini menampakkan hamparan rumput hijau di luar, susunan buku juga tidak monoton, disusun dengan desain rak-rak buku yang menarik mata. Val melihat-lihat beberapa judul judul buku yang berjejer rapih, ada beragam jenis buku, dari bacaan orang serius seperti kamus, buku ekonomi berbahasa asing, sampai dongeng anak anak yang jumlahnya ga bisa dihitung, Val kembali melangkahkan kakinya menuju ke ruangan yang pemandangannya mengarah ke sebuah danau, Val ga tau itu danau buatan atau memang alami terbentuk di sana. Tapi pemandangan ini sangat cantik, kita bisa menikmatinya sambil berbaring di kasur mini yang ada di sana. Saat sedang berkeliling, Val melihat ternyata Kak Bryan ada di sana, berbaring sambil membaca sebuah buku.
"Ternyata Kakak di sini" Bryan teralih dari bukunya
"Iya, ini tempat favorit aku kalau ke sini"
"Aku setuju, tempat ini cantik" Jawab Val
"Kamu suka baca buku?"
"Suka tapi ga terlalu sih Kak, kakak lagi baca apa?" Tanya Val sambil berusaha melihat judul buku yang sedang dibaca Bryan
"Eitss rahasia..."
"Iiihhh, kakak apaan sih, liat dong"
"Ga mau" Sembaria mengacungkan tangannya ke atas
Val berusaha merebut buku yang di pegang Bryan, karena tidak seimbang Bryan jatuh dan Val menimpanya
__ADS_1
"Oh, maaf Kak, sakit ya..." Tanya Val sambil berusaha bangkit dari tempat tidur, namun gerakannya terhenti karena ditahan oleh Bryan
"Kak..."
"Kamu cantik Val" Ucap Bryan sembari mengelus wajah putih halus Val, membuat pipi Val bersemu merah, Val hanya mampu terdiam, saat ini hatinya sedang bergelut dengan berbagai macam perasaan antara senang, ragu, takut, dan deg degan bercampur jadi satu dalam hati Val.
Saat Val tengah berkoordinasi dengan perasaannya sendiri, Kak Bryan mengecup mesra bibir Val, mengulum semua bibir tipis Val, Val mencoba melepasnya tapi tangan Kak Bryan menahan belakang kepala Val. Val pun hanya bisa menerima dan menikmati semua sentuhan lembut bibir Kak Bryan di bibirnya, rasanya basah, kenyal dan mengalirkan getaran getaran aneh ke tubuh Val, memaksa Val mengikuti semua irama yang dilakukan Kak Bryan.
Semakin lama ciuman lembut itu berubah intens, Val yang tadinya hanya diam mulai belajar membalas semua perlakuan bibir Kak Bryan pada bibirnya, Val ******* bibir bawah Kak Bryan dan menghisapnya, rasanya manis dan lembut, entah mengapa Val semakin ketagihan menyesap bibir Kak Bryan yang manis itu. Mereka saling membalas ciuman, tak lama Val mendengar suara Kak Bryan di tengah ciuman mereka berkata, "buka mulutmu sedikit Val" Val mengikutinya dan lidah Kak Bryan langsung masuk tanpa permisi ke mulut Val, Val benar-benar hanyut dalam perasaan aneh yang tidak bisa Val gambarkan, lidah Kak Bryan bermain dengan lincahnya di dalam mulut Val berusaha mengajak lidah Val bermain, lidah mereka saling bergelut di dalam mulut Val, Bryan menyapu semua gigi dan mulut bagian dalam Val, Val menikmatinya sembari menutup mata, benar-benar pengalaman pertama yang dia terima dari Kak Bryan.
Tidak sampai disitu\, Bryan kemudian membalik keadaan sehingga saat ini Val berada di bawah Kak Bryan\, badan mungil Val tertindih badan Kak Bryan\, mereka tetap melanjutkan ciuman mereka yang semakin lama dirasa Val semakin liar saja\, semua rongga dalam mulut Val sudah dijelajahi oleh lidah Kak Bryan\, ciuman Bryan pun mulai beralih kebagian leher Val\, Val sedikit bergidik geli\, Kak Bryan cukup lama bermain di leher jenjang milik Val\, meninggalkan beberapa tanda kepemilikan disana. Val semakin tidak mampu mengendalikan gairahnya\, hal ini benar-benar pengalaman pertama yang begitu nikmat\, Val tak mampu membuka matanya menikmati semua sentuhan lidah Kak Bryan. Seluruh permukaan leher Val seolah basah oleh liur Kak Bryan. Tidak sampai disitu\, Kak Bryan kembali ke wajah Val dan menj***ti semua bagian wajah Val tanpa tersisa se centi pun\, Val benar-benar terhanyut dengan semua perlakuan Kak Bryan.
Bryan lalu beralih ke tulang selangka Val, bermain dengan bebasnya di ceruk leher milik Val, tak ada bagian yang luput dari serangan Kak Bryan, saat Val sedikit tersadar dari semua kegiatan yang menghanyutkan itu, ketiga kancing baju bagian atas Val sudah dibuka Kak Bryan tanpa Val sadari, memamerkan sedikit bagian branya yang berwarna hitam dan mengekspose sedikit bagian dadanya, Bryan semakin kalap melihat pemandangan indah di depannya. Val meminta Kak Bryan untuk menghentikan kegiatan mereka karena dirasa Val ini sudah terlalu jauh.
"Kak, sudah kak, cukup kak, kita jangan melangkah terlalu jauh lagi"
"Tidak apa apa Val, aku bakal tanggung jawab, aku ga akan ninggalin kamu"
"Tapi Kak...." Suara Val tercekat manakala merasakan tangan kiri Bryan mulai menjejahi bukit kembar Val dari luar branya, sedangkan mulut Bryan masih saja membasahi seluruh inchi tubuh bagian atas Val, Val melenguh
"Uuuhhh... Kak, sudah Kak, sudah"
"Kakak, Val mohon kak, ini ga boleh Kak..."
"Ga papa Val, kamu nikmati aja kebersamaan kita ini"
"Kak, Val mohon kak, Kak Bryan...." Val mendorong Bryan dengan sekuat tenaga hingga tersungkur jatuh dari tempat tidur mini itu, hal itu membuat Bryan tersadar akan semua yang sudah dilakukannya tadi pada Val
"Val, maafin aku, aku keterusan, maafin aku Val" ucap Bryan sembari menutup wajahnya dan beringsut meringkuk di sudut tempat tidur
Val heran melihat perubahan drastis Kak Bryan, tadinya Val ingin marah, tapi melihat ekspresi Kak Bryan, sementara ditahannya dulu amarahnya, Val memperbaiki tampilannya yang terlihat benar-benar berantakan, mengancingkan semua baju lalu menghampiri Kak Bryan yang masih terduduk diam di sudut tempat tidur
"Kak Bryan..." Panggil Val pelan namun tidak ada jawaban
"Kak Bryan..." Val memanggil lagi sembari menyentuh pundah Kak Bryan, Kak Bryan merespon
__ADS_1
"Val, apa yang sudah aku lakuin ke kamu Val?? Aku bener-bener hilang akan Val"
"Kita berdua hilang akal Kak, untung cepat disadari sebelum terlambat"
"Tapi Val, leher kamu..." Bryan menyentuh leher Val yang terdapat beberapa bekas cupangannya tadi, "maafin aku Val, kamu mau bilang apa sama temen temen kamu, orang tua kamu"
"Ga papa kak, ini bisa Val tutupin, nanti pake baju kerah tinggi aja, kakak kenapa tiba-tiba bisa begini kak?"
"Maaf Val, aku hilang kendali, aku bener-bener suka sama kamu, maafin aku Val"
"Sudah kak, ayo kita kembali ke villa, membersihkan diri, bentar lagi mereka pulang" Ujar Val sembari membantu Bryan berdiri, Val sendiri aneh dengan perubahan 180 derajat Kak Bryan, namun kejadian ini benar-benar membuat Val merasakan sebuah perasaan yang benar-benar asing baginya. Pertama kali Val merasakan apa yang seharusnya belum bisa dirasakan oleh anak seusianya. Untung saja tadi tidak kebablasan, begini saja Val merasa sangat bersalah kepada Mama dan Papanya.
Menjelang sore, rombongan kawan mereka baru pulang kemudian membersihkan diri masing masing, begitu juga Val dan Bryan, lalu kembali ke ruang makan menyantap makan malam mereka sambil mendengar pengalaman yang mereka alami di Kuil tersebut. Val mengenakan kaos berkerah panjang menutupi lehernya dengan alasan masih merasa sedikit dingin, Bryan tersenyum mendengar jawaban Val, dalam hati Bryan merasa pintar juga Val berpura pura.
Saat malam tiba, Val teringat kejadian yang terjadi antara dia dan Kak Bryan tadi siang, semuanya tergambar jelas di ingatan Val, bagaimana semua sensasi baru itu Val alami. Saat ini yang ada dalam pikiran Val adalah bagaimana cara menghilangkan bekas bekas di lehernya agar sahabatnya terutama orang tuanya tidak melihatnya. Val berharap menjelang kepulangan mereka ke Kota A, bekas cupangan itu akan hilang, tapi sampai H-1 bekas itu tetap saja terlihat di leher Val, akhirnya mau tidak mau Val terpaksa jujur pada kedua sahabatnya dan berharap sahabatnya bisa memberikan solusi dari permasalahan ini.
"Vin, Cin, aku mau tanya sesuatu boleh?" Tanya Val saat mereka tengah berkumpul di kamar Vina sembari membereskan barang-barang mereka
"Tanya apa Val"
"Kalian tau cara ngehilangin ******?"
"Whatt??? ******?? Yang bener aja kamu Val, kamu ga melakukan itu kan?" Tanya Vina
"Ga Vin, cuma yang di leher ini mau aku hilangin" Ucap Val sembari memperlihatkan tanda kepemilikan Bryan yang sudah mulai pudar tapi masih terlihat. Kedua sahabatnya benar-benar tidak menyangka sahabat polosnya bisa sampai seperti ini.
"Kamu berani banget Val, sini aku cobain pake foundation aku" ujar Cindy sembari mengoleskan foundationnya ke arah leher Val
"Val, lain kali kamu pacaran yang sehat ya, kita masih SMA" timpal Vina yang juga tidak percaya dengan yang dilihatnya
"Iya, maaf, aku kelepasan Vin, aku janji ga bakal terulang lagi"
"Pegang janji kamu Val, kasian ortu kamu" Sahut Vina lagi sembari membantu Cindy menyamarkan bekas bekas yang ada di leher Val. Val tersenyum kecut mendengarnya, menyesali perbuatan diluar akal sehatnya itu
Waktu pulang pun tiba, ternyata hasil foundation Cindy bisa menutupi semua bekas itu, Cindy juga memberikan foundationnya untuk menutupi bekas tersebut pada Val, Bryan yang tidak sengaja melihat leher Val juga takjub dengan perubahannya
__ADS_1
"Lain kali hati-hati Kak, kami masih SMA" Celetuk Vina pada Bryan yang membuat Bryan salah tingkah sementara Caleb yang juga mendengar terpaku dengan wajah penuh tanda tanya.
Mereka pulang ke rumah masing-masing, tak lupa Vina kembali mengantar Val kembali ke rumah, mereka sampai sebelum ortu Val tiba di rumah, jadi Val bisa bersiap siap sembari mempersiapkan makan malam untuk keluarganya.