Hello, I Am Bryan

Hello, I Am Bryan
Hari hari Penuh "KEJUTAN"


__ADS_3

Setelah kejadian di rumah Cindy, Val ga bisa merasa senang saat akan ke sekolah, dia merasa hari harinya ga akan pernah tenang lagi saat bersekolah. Hari hari sekolah yang biasanya selalu membuat Val bersemangat, sekarang berubah 180°C dan menjadi momok bagi Val. Val berandai andai seandainya saja dia bisa lulus sekolah tanpa harus ke sekolah, bahkan Val berpikir untuk pindah sekolah saja, tapi melihat kedua orang tuanya Val kembali berusaha menguatkan diri dan meyakinkan dirinya tidak akan ada yang terjadi, bila pun ada dia pasti mampu menghadapinya. Seperti saat ini, Val berdiri di depan cermin satu badannya, mematut diri dan berbicara pada pantulannya di cermin.


"Semua sudah siap, kamu pasti bisa Val, apapun yang terjadi, kamu pasti bisa lalui, pasti... Demi 2 tahun lebih terakhir di SMA, 2 tahun lebih tinggal sebentar, tahan sampai saat itu, pasti kamu bisa, buat orang tuamu bangga"


Usai meyakinkan dirinya sendiri, Val pun berangkat menuju sekolahnya diantar oleh Papanya.


"Udah siap?"


"Udah Pah, yuk berangkat"


"Ga sarapan dulu?"


"Di mobil aja Pah" Sahut Val sambil menyendok nasi goreng dan lauk ke piringnya, serta menyambar sebotol air mineral di ruang tamu, tak lupa Val berpamitan ke Mamanya sebelum berangkat. Dengan kemantapan hati, Val berangkat menuju sekolah.


Setibanya di sekolah, belum banyak siswa dan siswi terlihat di sekolah ini, Val memang minta untuk diantar lebih pagi, Val berharap tidak bertemu salah satu dari kedua kakak kelas itu.


"Kamu kok tumben minta diantar pagi banget Val?"


"Ga papa Pah... Ada yang Val mau buat dulu.."


"Ohh gitu... Ya udah hati hati, Papa pulang ya"


"Iya Pah, hati hati di jalan ya Pah"


"Iya Val, gih masuk..."


"Iya Pah..."


Setelah mobil papanya menghilang di tikungan, Val melangkahkan kaki menuju kelasnya. Val dapat bernafas lega karena saat ini dia sudah tiba di kelas dan tidak terjadi apa apa, Val pun duduk di kelasnya sambil menunggu kedua sahabatnya datang. Val kembali memutar memorinya, kenapa semua ini terjadi pada dirinya, dia hanya ingin bersekolah dengan suasana biasa, lulus dan melanjutkan cita citanya. Namun saat ini, dia merasa ketakutan jika ada di sekolah, tempat yang dulu menjadi kebahagiaannya kini malah membuatnya was was. Val mulai merunut awal kejadian demi kejadian yang melibatkannya dengan kedua orang siswa MOST WANTED di sekolahnya itu, bukan sebuah impian bagi Val bisa terseret dalam kejadian apapun yang melibatkan kedua orang itu, Val tak ingin merasa terkenal hanya karena berhubungan dengan mereka yang diakui Val memang tampan dan memiliki kharisma masing masing, mereka punya pesona berbeda namun membuat semua cewek yang melihat tidak sanggup untuk berkedip. Meski punya perbedaan kepribadian yang mencolok, mereka berdua menarik untuk dipandang. Hanya dipandang, Val tidak ingin mengenal apalagi terlibat dalam hal apapun dengan mereka. Val lebih memilih menjadi siswi biasa yang melihat mereka dari jauh saja, tingkatan mereka jauh dari Val. Val menyadari itu tanpa harus diberitahu siapapun. Itulah yang membuat Val berusaha menjauh dari keduanya.

__ADS_1


Tapi kejadian di kompleks rumah Mr. Howard membuat kehidupan sekolah Val berubah kebalikan jauh... Kejadian itu membuat Val harus terlibat lagi dan lagi bersama kedua makhluk tampan itu. Val terlarut dalam lamunannya dan Haaahhhh... Val menghela napas panjang.


Saking seriusnya Val melayang dalam lamunan, dia tidak menyadari kehadiran kedua sahabatnya yang kini ada di depannya.


" Val kamu ga papa kan?"


"Ga, ga papa Cin?"


"Sorry ya gara gara aku kan, maaf aku nahan kamu kemarin, jadinya gini deh... Maafin aku ya Val..."


"Udahlah Cin... Yang udah ga bisa ditarik juga, mau gimana lagi? Terima aja apa adanya, toh ga bakal sampe ngebunuh aku kan? Aku hadapin aja Cin"


"Makasih val... dan maaf ya siztaku sayang..."


"Iya..."


"Tenang ya Val, kami selalu ada di aamping kamu, kamu ga usah takut sendirian ya... Aku yakin, Kak Caleb ga akan kejam banget memperlalukan cewek"


Percakapan mereka terhenti oleh lonceng yang berbunyi, mereka kembali serius menyimak mata pelajaran mereka.


Saat lonceng tanda istirahat berdendang, mereka bertiga beriringan menuju ke kantin, Val sudah merasa baikan, kedua sahabatnya memang bisa diandalkan untuk menenangkan hati dan pikirannya. Val berharap tidak akan menemui masalah nanti di kantin, secara kantin pasti full dengan berbagai makhluk di jam istirahat ini. Val ga mau jadi bahan tontonan dan cemoohan didepan orang banyak, lebih baik dia dihardik kasar tapi hanya dia sendiri yang mendengar, karena Val masih punya rasa malu.


Namun harapan tidak seindah kenyataan, saat akan memilih tempat duduk usai mengambil jatah makan mereka, Carla adik Caleb menghampiri mereka. Carla seumuran dengan mereka bertiga hanya beda kelas, dia terkenal sebagai anak manja yang harus selalu dituruti keinginannya, pede tingkat tinggi, dan suka sekali memandang remeh orang lain. Banyak yang sering membicarakan dia di belakang, Val pernah secara tidak sengaja mendengar pembicaraan senior cewek di toilet.


Mereka sangat membenci Carla yang sombong, angkuh dan memandang rendah semua orang yang dianggap tidak selevel dengan dia, sekalipun seniornya.


Dan saat ini cewek tersebut sudah berdiri di depannya dan menatap dengan tatapan meremehkan dan angkuh.


"Kamu Val kan? Makhluk ga tau diri yang berani panjat sosial terang terangan"

__ADS_1


Val tidak menggubrisnya, malah berjalan lurus dan berusaha menata makanannya di meja bersama kedua sahabatnya, mereka berpura pura seolah panggilan itu tidak tertuju kepada salah satu diantara mereka.


"Heyy, kamu berani nyuekin aku?" Carla naik pitam, ga terima dirinya dicuekin, apalagi depan orang banyak. Carla pun kembali mendekati ketiga sahabat tersebut.


"Heyy, aku lagi ngomong sama kamu, kamu ga punya telinga ya?"


Val masih saja acuh pada kegaduhan Carla dan hanya fokus pada makanan di depannya.


"Ya ampun, kamu emang cewek ga tau diri ya? Udah berani sekolah di sini, pake dana bantuan pula, dan sekarang malah berani panjat sosial dengan mendekati anak anak tajir di sekolah, aku kagum sama taktik busuk kamu, sapa yang ajarin? Orang tua kamu?? Biar cepet kaya gitu??"


Demi mendengar Carla menjelekkan orang tuanya, Val tidak bisa tinggal diam, Val membanting sumpit di tangannya ke meja, Val sudah ingin melabrak Carla yang bermulut lebih kotor dari sampah, tapi ditahan oleh Cindy.


"Carl, loe itu ga ada hubungannya kan sama semua kejadian yang menimpa Val? Terus loe juga ga tau kan kronologis sebenarnya? Kalo loe ga mau malu karena salah omong di depan banyak orang lebih baik loe diam dan pergi baik baik sebelum muka loe gue siram pake ni kuah soto"


"Heeh, mentang mentang loe sahabatnya terus loe mau bela dia Cin? Sadar Cin, loe dan dia ga selevel, ngapain loe deket deket sama jamur? Ntar loe jamuran tau"


"Heh Carla, yang ga pake otak ngomong tuh loe apa Val? Yang asal tuduh tanpa tahu kejadian sebenarnya itu loe atau Val? Sekarang gue tanya, yang otaknya jamuran karena ga berpikir matang sebelum bertindak itu loe atau Val?"


"Loe Cin, loe udah keterlaluan tau"


"Loe yang cari masalah ya... Jangan pernah lagi loe mempermalukan anak anak kawasan Langit Biru dengan asal ngomong dan ga pake otak, loe tau kan tuduhan itu harus ada bukti?? Atau loe lupa aturan main kawasan langit biru?"


Carla terdiam mendengar berondongan pertanyaan dari Cindy, yang pada kenyataannya semua benar, ga ada satupun yang salah. Carla akhirnya mengaku kalah pada Cindy dan mulai melangkah menjauh, namun sebelum menjauh, Carla mengatakan sesuatu pada ketiga sahabat itu


"Gue ga mau berurusan dengan loe, karena kita tinggal di satu kawasan, tapi gue ga akan pernah ngelepas makhluk ga tau diri satu ini" Ujar Carla sambil menunjuk ke arah Val. Yang langsung dijawab oleh Cindy.


"Gue bakal selalu berhubungan dengan Val, karena Val sahabat gue, kalo loe ngerasa loe udah masuk kategori dewasanya kawasan langit biru, baru loe boleh datang ke sini dan ngelangkahin gue, karena gue kenal sahabat gue, dia ga bakal mau ngelakuin sesuatu yang merugikan dia, loe pegang kata kata gue"


"Cihhh" Carla menjauh dengan wajah tak suka.

__ADS_1


Setelah Carla pergi, Cindy dan Vina berusaha menghibur kembali sahabatnya yang pasti sedang shock akibat ulah bar bar Carla di depan umum tadi. Tanpa mereka sadari, ada 2 pasang mata yang menonton kejadian tadi. Mereka pun meneruskan makan siang mereka lalu kembali ke kelas. Sejak kejadian itu, Val semakin merasa terpojok bersekolah di sekolah terbaik di Kota A itu. Baru kali ini Val merasa benar benar dianggap hanya seonggok debu meski nilainya di atas dari rata rata siswa siswi yang bersekolah di sini. Val tak mampu membayangkan hal buruk apalagi yang akan menimpanya lagi setelah ini. Val kembali mempertanyakan kemampuannya bertahan di sekolah dengan semua tantangan yang Val tau akan semakin memburuk setiap harinya.


__ADS_2