Hello, I Am Bryan

Hello, I Am Bryan
Sebuah Rahasia Terungkap


__ADS_3

Setelah perbincangan dengan Kak Bryan, Val tidak lagi merasa jengah jika bertemu dengannya, Val cenderung sedikit iba, bukan karena kekurangannya tapi karena perasaan yang selalu bermain di kepalanya tanpa bisa dia keluarkan. Mau marah ga bisa, diam nyesek sendiri. Entahlah, kalau dia jadi Kak Bryan mungkin dia ga akan tahan.


Kejadian di bimbel membuat Val dan Bryan semakin dekat, tapi hanya ditunjukkan jika mereka sedang berdua, Val meminta agar keakraban mereka tidak jadi konsumsi publik. Val sudah berjanji pada Bryan untuk selalu menjadi teman ceritanya disaat Caleb tidak ada, Caleb tidak ikut bimbel di tempat mereka, Caleb hanya datang saat mengantar dan menjemput Bryan saja. Val melihat perlakuan Caleb tidak seperti sahabat biasa tapi saudara. Saat bersama Val, Bryan tampak asing, Val tidak pernah melihat Bryan tersenyum semanis ini saat di sekolah, Bryan sangat irit kata, tapi bersama Val, Bryan seakan tidak kehabisan bahan obrolan.


Hari ini ada yang berbeda, saat bimbel mengumumkan kelas libur di hari Rabu, Bryan meminta Val untuk tetap datang, karena Bryan ingin mengajak Val ke suatu tempat. Awalnya Val ragu, tetapi melihat keseriusan Bryan Val mengiyakan.


Waktu yang dijanjikan tiba, Hari Rabu Val tetap diantar Mama ke GameX, setelah pamit kepada mamanya Val langsung masuk dan menuju kelas Bryan, Bryan sudah di sana.


"Kita mau kemana Kak?"


"Mama kamu sudah pulang?"


"Sepertinya sudah, emang kita mau kemana? Jangan macam macam ya Kak... Aku ga suka kalo aneh-aneh"


"Kamu mikir apa emangnya?" Ujar Bryan sambil menoyor kepala Val


"Ya kali aja Kakak kesambet terus mikir yang aneh-aneh"


"Otak kamu itu yang ngeres, ayo berangkat"


"Naik apa kak?"


"Ya naik mobil, itu Pak Min udah nungguin"


"Kak Caleb ga ngantar kakak?"


"Ga, tadi dia bilang ada urusan sedikit, makanya Pak Min yang antar"


"Ooooo"


Val masuk ke mobil, diikuti Bryan, mobil yang dikendarai Pak Min maju membelah jalanan Kota A yang ramai lalu lalang kendaraan. Mobil berjalan meninggalkan pusat kota menuju arah pinggir kota, Val sepertinya mengenal jalanan ini, Val pernah melaluinya, Val ingat arah ini menuju kompleks rumah Cindy, Kompleks Langit Biru.


"Ngapain kita ke kompleks rumah kakak? Kakak ga mau macam-macam kan?"


"Dalam pikiran kamu itu ada apa sih? Kejauhan tau kamu mikirnya"


"Iiiihhh, kakak ini, bilang ga mau apa?" Ucap Val sambil mencubit lengan kiri Bryan


"Iya, iya, ada yang mau aku perlihatin ke kamu"


"Tapi kenapa harus dirumah kakak? Jangan bilangg...."

__ADS_1


"Heh, pikiran kamu kemana lagi sih, udah duduk tenang, cantik cantik berangasan kamu itu"


"Enak aja, aku begini karena kakak yang aneh, kalo aku ketahuan main ke rumah cowok bisa habis aku di omelin Mama"


"Lagian kamu pikir kita mau ngapain, di rumah aku itu banyak orang, kamu aja yang pikirannya kemana mana"


"Ya tapi kan tetep salah karena aku ga izin"


"Ya sapa suruh kamu ga izin, aku kan cuma bilang tetep datang walaupun libur bimbel, kamu sendiri yang ga ngomong sama Mama kamu"


"Iiihh nyebelin banget sih"


"Udah jangan kebanyakan menduga yang aneh aneh, tenang dan nikmati perjalanan aja"


Val hanya diam menanggapi ucapan Bryan, setelah beberapa lama akhirnya mobil masuk ke sebuah kompleks yang isinya jejeran rumah yang menurut Val cocoknya jadi istana, bukan rumah biasa. Val tak bisa menyembunyikan kekagumannya setiap kali masuk kompleks ini, semua rumah disini memiliki arsitektur yang berbeda beda tapi tetap menawan. Seperti rumah Cindy yang bergaya klasik tapi tetap terlihat mewah dan elegan.


"Itu rumah Caleb" Ujar Bryan sembari menunjuk sebuah rumah bernuansa krem perpaduan putih tulang, terlihat classic dengan balkon balkon yang menjorok keluar, atap gaya eropa dan taman yang tertata rapih.


"Cantik"


"Iya, awalnya orang tua Caleb mengira hanya memiliki 2 anak perempuan, jadi didesain manis ternyata Caleb lahir, makanya dia lebih sering menghabiskan waktunya di rumah bareng aku"


"Kita sampai"


Saat masuk ke dalam rumah, Val lebih terpesona lagi, ini rumah apa lapangan sepak bola, luas banget


"Ini ruang tamu kak? Ini sih nampung se RT tidur juga bisa"


"Hahahaha, kamu ada ada aja, ayo kita ke dalam perpustakaan"


Val masuk ke ruangan yang disebut Bryan perpustakaan, di dalam mungkin ada ribuan buku yang entahlah tentang apa semua, Val takjub dibuatnya.


"Kamu duduk di situ dulu" Ujar Bryan menunjuk sofa di sudut ruangan, sembari melepas jaket dan melipat lengan bajunya. Val sudah terbiasa melihat pemandangan seperti itu, bersama Val, Bryan memang selalu bisa terbuka


"Apa yang mau kakak tunjukkin?"


"Sabar, aku ambilin"


Saat Bryan sibuk mengambil sesuatu di laci bawah satu satunya meja yang ada disitu, seorang pelayan masuk mengantarkan minuman dan snack kemudian undur diri dengan sopan. Val merasa bagai seorang putri raja yang sedang dilayani, orang kaya mah bebas...


Bryan akhirnya menemukan yang dicari, Val melihat itu sebuah album foto, Bryan menyerahkannya ke pangkuan Val, ada 3 album foto, Val penasaran dan langsung membukanya, ada banyak foto bayi tampan menggemaskan yang bertumbuh dari waktu ke waktu, Val terus membuka lembar demi lembar album album foto tersebut, Mama dan Papa Kak Bryan memang cantik dan tampan, pantes aja cetakannya terpampang sempurna di depan Val saat ini. Val terhenti saat melihat dua orang cowok remaja berfoto bersama lengkap dengan perlengkapan renangnya.

__ADS_1


"Ini kakak?"


"Iya, dengan Caleb"


"Kakak jago renang?"


"Tidak jago, dulu emang aku dan Caleb selalu bersaing dalam lomba renang antar sekolah, antar kota dan pertandingan lain, aku dulu bercita cita jadi perenang handal sekaligus pemanah ulung"


"Pemanah?? Kakak mau jadi pemanah?"


"Iya, tapi itu dulu, Caleb masuk Club Panahan sebenarnya karena aku, dia pengen saat aku melihat dia berlatih panahan, aku bisa merasakan sensasi bermain panahan" Val tersenyum mendengar cerita Bryan


"Kak, kalo aku boleh tau, apa yang terjadi sama kakak?"


"HHmmm, ceritanya panjang, kamu mau dengar? Ga ngantuk?"


"Ga, bukannya kakak kesini buat nunjukkin ini dan cerita ke aku kan?"


"Kok tau?"


"Feeling"


"Dasar kamu, oke aku ceritain, ini terjadi waktu aku SMP, kalo ga salah kelas 3, saat itu Caleb lagi kalut ditinggal Kak Alisha, Kak Alisha kakak sepupu aku dari saudara jauh, kebetulan saat itu tinggal bersama kami dan sering ketemu Caleb, awalnya aku ga tau Caleb terobsesi sama Kak Alisha, karena waktu itu kita masih kecil banget. Setelah beberapa lama, Kak Alisha melanjutkan kuliahnya di luar negeri, tadinya Caleb ga papa, tapi saat Kak Alisha mau jadi model, Caleb ga setuju, tapi Kak Alisha nekat dan terjadi hal yang ga diinginkan, Kak Alisha terjerumus hal hal yang ga baik dan akhirnya ga ada kabarnya, orang tua Kak Alisha berusaha mencari, tapi Kak Alisha ga ketemu.


Ini bikin Caleb hilang kendali, dia berantem dengan siapapun yang mau tanding dengannya, sampai Caleb buat adik salah satu anggota Geng yang lumayan sadis babak belur. Kakaknya ga terima dan mau balas Caleb, Caleb ditantang ketemu di gudang tua sudut Kota, aku baru tau saat pulang sekolah, Mama Caleb nelpon aku bilang Caleb janjian sama aku di gudang tua, aku langsung ke sana, sampai di sana aku lihat Caleb udah hampir babak belur, aku langsung bantuin.


Karena jumlah kami hanya berdua, kami kalah kuat, saat berkelahi itulah aku jatuh dan salah satu dari anggota geng yang ga ikut berkelahi memacu motor terus ngelindas tangan kanan aku, untung tak berapa lama polisi yang ditelepon mama Caleb datang, mereka semua diamankan. Aku dibawa ke rumah sakit tapi kata dokter, tangan kanan aku ga bisa diselamatkan dan harus segera diamputasi, kalo ga bakal membahayakan nyawa aku. Terpaksa tangan aku diamputasi... Jadilah seperti ini, karena Caleb merasa bersalah, Caleb selalu menemani aku kemanapun aku pergi dan bantu aku biar ga patah semangat dengan bantu ngewujudin mimpi mimpi aku yang ga bisa terwujud"


"Oooohhh gitu, terus siapa mereka yang aku lihat di tempat bimbel?"


"Itu geng yang kemarin, sama yang kamu lihat di deket rumah Mr. Howard, tapi hanya tinggal beberapa orang, yang berwajib sudah bubarin mereka, tapi mereka ga mau lepasin kami berdua begitu saja"


"Lho kenapa? Kakak kan sudah hilang tangan gara2 mereka"


"Ya, karena aku kehilangan tangan, orang tua aku nuntut anak yang melindas aku dihukum seberat beratnya"


"Anak yang melindas aku dihukum 10 tahun penjara, karena malu dia bunuh diri, geng itu ingin balas dendam, soalnya anak yang lindas aku rekrutan baru mereka, anak polos yang salah pergaulan, karena kematiannya, orang tua anak itu nyalahin geng mereka, dianggap bawa pengaruh buruk untuk anak mereka sampai meninggal"


"Oh jadi itu alasannya"


"Iya...Ya udah kamu makan minum dulu tuh udah disiapin, habis ini kita liat liat taman"

__ADS_1


"Serius?? Ayoo"


Val segera menghabiskan hidangan yang disajikan demi segera melihat taman. Ada hal baru lagi yang Val tau tentang kedua cowok idola sekolah ini, Val ga nyangka hidup mereka ga seindah yang Val bayangkan, rumit banget, ga sesederhana kehidupan Val.


__ADS_2