Hello, I Am Bryan

Hello, I Am Bryan
Aku Suka Kamu


__ADS_3

Selepas menyantap snack yang dibawa pelayan rumah, Val diajak Bryan menuju taman belakang rumah Bryan. Taman itu sangat cantik, ada semak-semak yang dibentuk apik dan tertata rapih, juga ada taman mawar di sebelahnya, ada putih, merah dan kuning. Val merasa takjub dengan pemandangan di depan matanya, ini seperti pemandangan yang biasa Val di lihat di televisi dan ponselnya. Val berlarian ke sana dan kemari, sinar mentari sore menambah keelokan pemandangan di sekeliling Val. Val terpana dan tidak menyadari Bryan tertinggal sedikit jauh dibelakangnya.


Bryan tertawa bahagia melihat tingkah laku Val, baginya pemandangan ini memiliki satu pusat pandangan, itu adalah Val, entah sejak kapan dirinya merasa tidak ingin jauh dari Val, tingkahnya yang benar benar murni dan tidak dibuat buat, serta perhatian dan kasihnya terasa tulus hingga menyentuh perasaan terdalam Bryan, Bryan tak kuasa menolak semua tingkah dan permintaan Val, termasuk permintaannya tidak ingin terlihat dekat dengannya di depan banyak orang. Meski heran dan sedikit tersinggung, Bryan menurutinya, ya tersinggung karena menurutnya hampir sebagian besar cewek di sekolah mereka bermimpi berdekatan dengannya, hanya mimpi apalagi akrab. Sedangkan Val berbeda, baginya jika dia akrab dengan Bryan itu sama saja membawa masalah baginya di sekolah.


Val melangkah semakin jauh darinya, Bryan menyusul, dalam hatinya sudah bertekad melaksanakan misinya, kesempatan ini sudah ditunggu Bryan sejak lama, tapi tidak pernah kesampaian, waktu untuknya di SMA ini semakin berkurang seiring berjalannya waktu, dia tidak ingin memori indah yang ingin dia ciptakan bersama Val di hari-hari terakhir masa SMAnya tidak terjadi karena ketidak percayaan dirinya. Saat Bryan tiba disamping Val, Bryan hanyut bersama ketakjuban dan kegembiraan Val, mereka bersama mengelilingi taman yang sebenarnya jarang Bryan lakukan semenjak kejadian yang menimpanya beberapa tahun lalu. Bryan kagum begitu mudahnya membuat cewek di sampingnya tertawa bahagia, hanya membawa berkeliling taman mawar belakang rumah, Val sudah seperti anak kecil mendapatkan hadiah kesukaannya.


Tidak jauh dari tempat mereka berdiri, ada beberapa pasang mata yang juga terpana ke satu titik pandang yaitu, tawa dari sang pangeran pewaris tunggal kekayaan keluarga Hartadinata, anak satu satunya dari keluarga yang telah mereka ikuti berpuluh-puluh tahun. Mereka mengenal tuan mudanya sejak kecil dan mereka ikut bersedih saat sang pangeran tampan yang biasanya selalu bercanda dengan mereka dan jadi sumber tawa mereka tiba-tiba berubah murung dan tak mampu ditebak, dia kehilangan masa mudanya, keceriaan yang dulu selalu dia pancarkan tidak pernah terlihat lagi. Hal itu membuat semua pelayan dan penjaga yang ada di dalam rumah mewah itu turut bersedih, awan mendung seolah menggelayuti langit di atas rumah keluarga Hartadinata.


Namun saat ini mereka melihat pemandangan luar biasa, mereka tidak dapat menggambarkan betapa bahagia perasaan mereka, tuan muda mereka yang dulu hanyut dalam kemurungan, bangkit kegirangan, dalam hati mereka berdoa semoga kebahagiaan ini berlangsung selamanya. Mereka bersyukur Val hadir dalam kehidupan tuan muda mereka.


"Kamu ga capek lari larian gitu?"


"Sedikit"


"Duduk dulu yuk disitu" Ujar Bryan sambil menuntun Val menuju bangku taman


Saat mereka berdua duduk, Bryan memutar otak mulai dari mana mengutarakan maksud hatinya


"Val, aku mau nyampein sesuatu, tolong kamu dengerin ya"


"Apaan sih kak? Serius banget, bikin jantung deg degan aja"


"Seriusan nih Val, jangan bercandaan gitu dong"


"Iya, iya, emang mau ngomong apa kakak?"


"Jujur aku udah lama pengen ngomong ini ke kamu, tapi karena kamu bilang kamu ga mau dilihat akrab sama aku, jadi sekalian aja, aku suka kamu..."


"Apa kak? Udah?"


"Kok udah?? Kamu gimana sih Val, ini aku serius"


"Ya ampun kakak, cara nembak cewek itu ga gitu, terus aku jawab apa kalo kakak bilang gitu?"


"Ya bilang suka balik lah"


"Iya aku suka juga sama kakak"


"Jadi kita jadian kan?"


"Kan kakak belum nanya aku mau ga jadi pacar kakak, kok udah bisa jadi pacaran?"


"Oh iya, kamu mau jadi pacar aku?"


"Hahahahahahaha...." Tawa Val sudah tidak terbendung lagi melihat tingkah cowok di depannya, sejujurnya Val sedikit kaget saat Bryan ungkapin perasaannya, Val seneng banget, karena tanpa Val sadari perasaan Val ke Kak Bryan semakin dalam, tapi Val masih ragu gimana dengan rasa Kak Bryan, soalnya waktu Val minta mereka biasa aja di sekolah, Bryan ngikutin aja, dan ternyata perasaan mereka sama.

__ADS_1


"Kamu kenapa sih Val? Kok malah ketawa?"


"Maaf maaf kak, habis kakak lucu banget Kak"


"Lucu apanya, jadi gimana?"


"Iya Kak, aku mau..."


"Hah, yang bener?"


"Iya Kak"


"Coba bilang sekali lagi Val, aku mau denger"


"Aku mau jadi pacar Kak Bryan...." Ucap Val sambil sedikit berteriak.


Bryan langsung memeluk Val, Val sedikit kaget tapi tetap membalas pelukan Bryan, sebenarnya saat ini selain perasaan bahagia ada perasaan lain yang bercampur aduk jadi satu di pikiran Val. Val bahagia karena perasaannya berbalas, namun kemungkinan yang bakal terjadi kalau seisi sekolah tau hal ini, buat Val sedikit ragu, Val tidak ingin merasakan kejadian yang lalu, ditambah lagi Val belum boleh pacaran sama Mama Papanya, masa mau backstreet sih. Hanya saat ini Val ingin menikmati masa bahagianya dulu, sekali ini saja Val ingin bersama kakak ini, waktu SMA kami akan berakhir, Val ga mau nanti Val akan menyesalinya.


Setelah pengakuan cinta Bryan, Val diantar pulang oleh Bryan dan Pak Min, Val ga pernah bermimpi bisa mengalami ini di masa SMA, salah satu cowok incaran satu SMA mengutarakan cinta padanya. Val tak bisa membayangkan apa yang akan dia alami ke depannya, tapi biarkan yang akan terjadi esok, terjadilah, saat ini Val ingin merasakan bahagianya masa SMA dulu.


                                                                                                                                              


Hari pertama setelah pernyataan Kak Bryan, Val deg degan apa yang akan dia alami di sekolah, sepagi ini Val sudah mematut dirinya di depan cermin, berusaha sedikit tampil berbeda dari biasanya tapi karena Val tak terbiasa berdandan hasilnya tetap sama saja, hanya polesan tipis di wajahnya. Yang berubah hanyalah Val siap lebih cepat dari biasanya hingga membuat orang tua dan adiknya terheran heran.


"Tumben Val siapnya cepet banget"


"Kan Val mau bantuin Mama, hehehe"


"Oalahhh, hayo mau minta hadiah apa?"


"Ahhh Mama, ga ada Ma, masa' ga suka anaknya berubah rajin, berarti kan ada kemajuan"


"Iya, iya, sudah kamu siapin meja makan gih, biar nanti Mama enak ngaturnya"


"Oke Mah" Selesai mereka sarapan, Papa mengantar Val ke sekolah


Sesampainya Val di sekolah, detakan jantung Val benar-benar tidak beraturan, ini hari pertama Val di sekolah berstatus sebagai pacar Kak Bryan, salah satu cowok "Idola" di sekolah ini. Val menyadari kalau sampai berita ini tersebar, bakal semakin banyak yang dendam sama Val, tapi Val akan hadapi selama ada Kak Bryan, Val yakin semua akan baik-baik aja, siapa sih yang mau kekasihnya terluka, iya kan?? Ucap Val dalam hati. Val berjalan sambil tersenyum senyum simpul menuju kelasnya. Saat akan berbelok menuju kelasnya, dia berpapasan dengan Kak Bryan, Kak Caleb dan rombongannya, Val hampir saja melangkah dan berteriak senang ke arah Kak Bryan, tapi langkah Val terhenti, manakala melihat Kak Bryan hanya tersenyum tipis seperti biasa dan berlalu bersama teman temannya.


"Apa apaan ini? Katanya jadian? Katanya jadi pacar? Kok jadi gini? Baru aja hari pertama jadian, dia malah bersikap yang tidak menyenangkan hati, gimana kalau lebih lama lagi, apa dia kena amnesia? Atau kemarin dia hanya ngerjain aku? Ini apa maksudnya sih?" Sungut Val dalam hati


Dengan langkah kesal dia memasuki kelasnya, Val semakin kesal saat karena kedua sahabatnya belum ada di kelas, karena dirinya yang terlalu memaksakan diri untuk datang lebih pagi dari jadwal biasanya.


"Uuuuuuhhhh....." Val mengumpat kesal sambil melemparkan tasnya ke locker belakang kelas.


"Awas saja nanti, kamu cuek, aku lebih cuek, aku anggap kejadian kemarin ga pernah terjadi, terserah kamulah Bryan, anak orang kaya emang suka mempermainkan perasaan orang" Kesal Val dalam hati

__ADS_1


Tak berapa lama Val menunggu, kedua sahabatnya datang, mereka heran melihat wajah sahabatnya yang ditekuk, berbeda sekali dengan aura yang dipancarkan saat tadi malam mereka vidcall.


"Lho... Lho... Bukannya orang orang kalo hari pertama jadian pasti ga berhenti senyum ya Vin? Atau kadang-kadang malah tertawa tawa sendiri, tapi kenapa yang satu ini mukanya ditekuk dan bibirnya manyun ya Vin? Kemana semua ekspresi wajah tadi malam Val sayang?"


"Ga tau ah Cin, aku kesel"


"Emang ada apa Val?"


"Itu Vin, Kak Bryan"


"Kenapa Kak Bryan? Bukannya tadi malam kamu cerita kamu habis jadian sama dia?"


"Husss, jangan keras-keras, kamu mau aku kena bully lagi sama penggemar fanatik dia?"


"Ya terus kenapa? Ada apa sepagi ini muka kamu berubah 180 derajat dibanding tadi malam?"


"Aku kesel sama Kak Bryan"


"Kenapa sama Kak Bryan?"


"Aku tadi papasan sama dia, aku kira dia bakal tegur aku duluan, sapa aku di depan cewek cewek ga jelas itu, memperkenalkan aku sama mereka, biar aku ga di bully lagi, melindungi aku dari tatapan-tatapan jahat, ehhh dia malah melengos aja sama gerombolannya, aku ga dianggap sama sekali Vin, dia cuma senyum tipis seperti biasa, ga ada bedanya sama sebelum jadian Vin, kesel ga aku??"


"Oooohh, jadi ceritanya, ada yang datang lebih pagi dari biasanya hanya demi melihat ekspresi yang ditunjukkan sang pacar baru nih?"


"Apaan sih Cin, ga lucu tau, ga jelas banget dia itu... Tau gitu aku tolak aja kemarin, terus pas aku tolak, aku rekam, habis itu aku sebarin, biar semua orang tau, kalo aku habis nolak cowok impian mereka, bagus kan?"


"Hahahahaha, aku baru kali ini lihat kamu bisa kesel gini Val, biasanya kamu sama kayak Vina, sok bijak dan sok tenang, sekarang kamu jadi mirip aku tau... Hahahaha"


"Cindyyyy.... Ini bukan saat yang tepat buat ngolok ngolok aku ya"


"Idih, jutek amat, hahaha, sabar Val, pasti Kak Bryan punya alasan, kamu tanya aja dulu"


"Kali ini aku setuju sama Cindy Val, kalo memang kamu penasaran dan ga terima perlakuan dia tadi ke kamu, mending langsung kamu sampaikan ke Kak Bryan, daripada kamu mengira ngira begini, nanti malah ga taunya kamu salah persepsi kan kamu bisa nyesel nantinya.


"Ga mau, aku ga bakal mau ketemu orang macam gitu, ga gentle, ga nepatin janji, cemen"


"Kok gitu Val?"


"Ya iyalah Cin, buktinya dia habis nembak terus dia bersikap seolah olah ga ada apa-apa, itukan namanya cemen, ga nepatin janji"


"Kalo menurut aku, kamu tanya langsung aja nanti istirahat, nanti biar kita coba kasih ruang buat kalian berdua yang ga bakal diganggu sama cewek cewek ga jelas itu, nanti Cindy  minta tolong sama Kak Caleb juga"


"Kok Aku?"


"Kan kamu udah terbiasa sama Kak Caleb, jadi kamu kandidat terbaik"

__ADS_1


"Iya deh iya, nanti aku bicara sama Kak Caleb"


__ADS_2