Hello, I Am Bryan

Hello, I Am Bryan
Pengalaman Pertama Bersama Kak Bryan Part 2


__ADS_3

Sesampainya mereka di Bandara, pesawat langsung lepas landas menuju Kota F. Dalam hati Val benar-benar tercengang dengan semua kemewahan yang ada di hadapannya, semua ini sepertinya terlalu berlebihan dan tidak sesuai untuknya, beberapa kali Val terkaget kaget akan pelayanan yang di terimanya, ternyata bukan tanpa alasan kebanyakan anak-anak di sekolahnya dengan latar belakang sama dengan Kakak Kakak ini berlagak layaknya Raja dan Ratu dimanapun, ternyata mereka memang dilayani bak Raja dan Ratu dalam sebuah kerajaan. Val hanya bisa menggeleng gelengkan kepala melihat ini semua.


Setelah kurang lebih hampir satu jam mereka terbang akhirnya mereka tiba di Kota F, mereka di jemput oleh penjaga Villa Kak Bryan lalu menuju Villa yang terletak di Puncak Kota F, Villa itu sangat mewah, meski tidak sebesar rumah Kak Bryan, tapi suasana klasik nan elegan tetap terlihat di Villa ini, Villa ini mengusung tema ala ala pegunungan. Sesampainya mereka di Villa, mereka membagi kamar.


"Anak anak perempuan di lantai atas, laki laki di bawah" Ujar Kak Bryan membagi pembagian kamar


"Oke" Sahut Kak Caleb yang langsung menuju kamarnya diikuti Kak Radit


"Kalian istirahat dulu, makan siang disiapkan sebentar lagi"


"Makasih Kak" Ucap Val dan kedua sahabatnya sambil melangkah menaiki tangga


Sebelum berlalu Kak Bryan menatap Val yang dibalas dengan senyum manis oleh Val, mereka pun menuju kamar masing-masing.


Saat Val tengah bersiap siap, Vina dan Cindy masuk ke kamar Val


"Dah kelar Val?"


"Udah, kalian dah siap ya?"


"Iya, tadi udah dipanggil makan tuh"


"Iya, nih aku juga dah beres, yukk"


Mereka bertiga pun turun menuju ruang makan yang sudah tertata rapih makanan di atasnya, semuanya terlihat lezat, anak-anak cowok tampak tengah bermain di ruangan santai di sebelah ruang makan, mereka bertiga ikut bergabung.


"Kak, makanan udah siap" Ucap Val pada Bryan yang tengah membaca buku di sudut ruangan, sementara Kak Caleb dan Kak Radit tengah bermain PS


"Oh oke, Cal, Dit, yuk, makanan dah siap"


"Oke bentar lagi nih, aku hampir menang"


"Ayooo...." Ucap Bryan sembari meminting kepala Caleb dan Radit dan menggiringnya ke ruang makan, cewek cewek hanya bisa tertawa geli melihatnya.


"Mereka bertiga itu sudah tua, udah mau masuk kuliah, tapi kelakuan masih aja kayak anak kecil" Ucap Cindy sambil tertawa


"Sapa yang kamu bilang tua CIn?"

__ADS_1


"Ya kakak lah, udah mau lulus juga, kelakuan masih aja kayak anak esempe"


"Enak aja, cuma beda setahun tau, paling juga kamu sedih kalo aku udah lulus, udah ga ada yang jahilin kamu lagi kan?" Balas Caleb pada Cindy yang dijawab dengan juluran lidah oleh Cindy, entah sejak kapan mereka berdua jadi seperti kucing dan anjing begini.


Radit, Vina dan Bryan tertawa renyah mendengar mereka berdua saling ejek, Val sedikit kaget mendengar kata kata Kak Caleb dan Cindy, Val tidak pernah menyadari bahwa waktunya bersama Kak Bryan tinggal sebentar lagi, 6 bulan lagi kelas 3 akan lulus, dan dalam beberapa bulan terakhir ini mereka pasti sibuk menyiapkan diri menghadapi ujian akhir dan ujian masuk perguruan, Val tidak pernah memikirkan semua itu, kalo Kak Bryan sudah lulus, terus bagaimana kelanjutan hubungan mereka, Val jadi bingung sendiri.


Bryan menangkap perubahan raut wajah yang ditampakkan Val karena sebenarnya dia juga merasakan hal yang sama, masa-masa indah mereka di SMA akan segera berakhir, dan setelah itu mereka akan seperti apa, mereka belum tahu. Tapi Bryan tidak ingin memikirkan itu dulu sekarang, karena selama 2 minggu ini ingin dia jadikan memori terindahnya bersama Val.


"Ayo makan" Ucap Kak Bryan saat mereka semua sudah duduk di kursi mereka masing masing dan mulai menyantap makan siang yang sudah tersaji.


Selama seminggu mereka habiskan dengan berjalan jalan mengelilingi tempat tempat wisata di daerah pegunungan yang terletak di sekitar villa mereka, menghabiskan banyak moment berfoto di tengah tebaran bunga warna warni yang indah, mencoba segala wahana outbond yang disediakan sambil menguji nyali masing masing. Tidak jarang mereka saling olok mengolok satu sama lain karena tidak berani ikut dalam tantangan outbond yang diberikan. Val merasa senang sekali dapat merasakan semua ini, Val berharap suatu saat dia bisa membawa adik semata wayangnya dan orang tuanya untuk menikmati pemandangan dan semua keindahan, pasti Rhino akan senang sekali dengan semua arena bermain outbond ini, karena Rhino terkenal sebagai anak yang tidak mudah takut. Saat Val sementara menikmati pemandangan dari ketinggian yang diselubungi kabut tipis di area restoran sebuah tempat wisata yang tidak jauh dari Villa mereka, Bryan memeluknya dari belakang, Val sedikit kaget namun tetap membiarkan Bryan memeluknya.


"Kamu lagi mikirin apa?"


"Ga papa Kak, hanya takjub aja ngeliat pemandangan ini, indah banget kak"


"Kita bisa sering-sering ke sini kalo kamu mau"


"Hahahaha, ga usah Kak, ini udah cukup, Makasih ya udah mau ajak aku kesini"


"Apapun Val, aku seneng ngeliat kamu bahagia, senyum terus, itu seperti obat kuat buat aku"


"Hehehehe, oh iya besok hari jadian kita, kamu mau hadiah apa?"


"Aku ga mau hadiah apa apa kak, ini udah lebih dari cukup"


"Kamu kok ga pernah mau minta apapun sih dari aku Val? Kenapa?"


"Kok kenapa? Karena aku belum perlu apa apa Kak, kalo aku butuh pasti aku bilang"


"Janji?"


"Janji Kak"


"Terus kita mau merayakan seperti apa?"


"Ya seperti biasa aja Kak, tapi kayaknya besok Val mau di Villa aja, seminggu ini kita keluar terus, padahal pemadangan di Villa juga ga kalah bagus"

__ADS_1


"Iya, besok kita di Villa aja kok, aku rencana mau bawa kalian berkuda aja di belakang Villa"


"Oh ya?? Berkuda Kak?"


"Kamu suka?"


"Suka banget, aku pengen ngerasain rasanya naikin kuda"


"Kamu belum pernah naik kuda?"


"Udah sih, di kebun binatang, tapi jalannya lambat gitu, hehehehe, pengen ngerasain yang lain aja Kak"


"Besok aku ajarin kamu berkuda"


"Siiipppp"


"Masuk yuk, nanti kamu kedinginan, pesanan kita juga sepertinya sudah datang"


Mereka berdua kembali bergabung bersama rombongan dan menikmati hidangan yang telah disiapkan sembari berbincang-bincang menyusun rencana yang akan dilakukan di sisa waktu liburan mereka.


Keesokan harinya mereka bersiap menuju belakang villa untuk berkuda dan memakai perlengkapan berkuda yang sudah disiapkan, Val dan Vina mencoba belajar menunggangi kuda di dalam arena dulu, sementara yang lain sudah sedikit terlatih menunggangi kuda, meski Kak Bryan hanya memiliki satu tangan, tapi sepertinya dia tidak mengalami kesulitan menunggangi kudanya, Kak Bryan tampak sangat tampan dengan pakaian berkuda menunggangi kudanya sambil bersenda gurau bersama Kak Caleb, Kak Radit dan Cindy.


"Val, kamu liatin apa?" Tegur Vina pada Val sambil tersenyum


"Kamu itu emang ga bisa nyembunyiin perasaan kamu ya, kamu bener-bener suka ya sama Kak Bryan, sampai terpesona gitu"


"Vinaaa.... Kok kamu jadi kayak Cindy sih ahh" Seru Val sambil berusaha memukul Vina namun malah terjatuh dari kudanya, dan langsung ditolong oleh keeper, Bryan yang melihat itu memacu kuda mendekati mereka


"Ada apa? Kok bisa jatuh?" Ucap Bryan pada Val


"Gara-gara terlalu fokus ngeliatin kakak jadinya jatuh Kak" Ucap Vina yang sontak membuat telinga dan wajah Val memerah, Bryan tersenyum mendengar ejekan Vina pada Val


"Ayo bangun, kamu mau nunggang kuda bareng aku? Kita mau jalan jalan ke bukit di sana" tunjuk Bryan ke bukit disisi kanan Villa yang dibalas anggukan oleh Val


"Kamu bareng Radit aja Vin, dia udah jago banget itu, biar kamu bisa ikut ke bukit, nanti aku bilangin Radit"


"Iya Kak" Ucap Vina

__ADS_1


Setelah Val naik ke kuda yang ditunggangi Bryan, mereka berdua menuju Cindy, Caleb dan Radit, Bryan tampak berbincang bincang dengan Radit kemudian Radit tampak menuju ke arah Vina dan membantu Vina untuk duduk di kuda yang ditunggangi Radit.


Mereka pun memacu kudanya menuju bukit di dekat Villa tersebut. Bryan sudah meminta pelayannya untuk menyiapkan makan siang mereka di bukit tersebut agar mereka bisa menikmati makan siang di sana sembari menikmati pemandangan indah disekitarnya. Val tidak mengetahui bahwa ada kejutan yang telah disiapkan Bryan untuk hari jadi mereka.


__ADS_2