
Kesabaran Damian benar benar di uji disini.
Baby terus saja berulah dan membuat kepala nya pusing.
" Baby, Ini sudah malam sayang, Ayo tidur. " Ajak Damian.
Pasal nya ini sudah tengah malam dan istri nya itu belum juga tidur ? Sibuk dengan Drama yang membuat nya merinding.
Jelas merinding ! Bagaimana tidak ?
Drama yang di tonton istri nya adalah drama BL ( Boy Love ) Yang lagi trend di media sosial dan aplikasi berjoget itu.
" Apaan sih Om ! Kalau mau tidur ya tidur aja sana. Ngapain ngajak ngajak aku !"
" Sayang, Kamu sedang mengandung, tidak baik tidur terlalu larut. "
" His, Nyebelin ih !" Baby menutup paksa laptop mahal Damian.
Damian tidak mempermasalahkan harga nya, Tapi file file penting disana harga nya sangat luar biasa.
" Jangan ngambek, Besok kita beli laptop kamu sendiri ya, Itu laptop kerja saja, Kalau itu rusak, bagaimana file file penting di dalam nya ?" Baby merasa bersalah sih.
Tapi dia tidak mau di salah kan !
" Jadi lebih penting uang dari pada aku dan anak ku ?" Damian menggeleng.
Lalu dia memeluk istri muda nya itu dengan sayang.
" Kalau aku milih uang kenapa aku memilih mu ?"
" Is, Gaje ih..."
" Baby, Uang itu juga penting dalam kehidupan . Kalau aku gak kerja dan gak punya uang, Gimana kamu mau jajan ?" Tanya Damian lagi.
" Sekolah anak kita nanti bagaimana ? Skincare kamu ?"
" Udah ah ! Ngantuk. " Sebenar nya dia malas membahas ini semua nya.
Maka nya dia memilih tidur saja, dari pada menanggapi omongan Damian.
Itu pasti dia yang akan kalah !.
" Ya, Tidur lah. Ayo. " Damian mengelus kepala Baby penuh dengan kasih sayang dan kelembutan.
Dia benar benar menyayangi Baby dan anak nya. Sangat !
Baby mengalah dan mau tidur dalam pelukan Damian sebagai suami nya.
Pagi datang, Baby sudah muntah muntah, mual dan berkeringat dingin.
Dia tidak mau seperti ini, Dia menangis di dalam kamar mandi hingga membangunkan Damian.
Damian kaget, saat tidak mendapati Baby di tempat tidur dan suara tangisan di kamar mandi membuat darah Damian berdesir hebat.
Pikiran kotor sudah membuat nya lemas.
Dengan cepat dia menyusul Baby dan melihat nya.
Deg !
Jantung Damian seakan mau copot saat melihat keadaan Baby.
__ADS_1
" Sayang..." Baby menoleh pada Damian.
Mata itu menangis.
" Aku membenci mu ! Aku membenci mu ! gara gara kamu aku hamil ! Gara gara kamu ! Aku benci kamu ! Aku benci Hik...Hiks..." Damian langsung membawa Baby ke dalam pelukan nya.
Baby terus memukuli Damian menyalurkan rasa sakit di tenggorokan by akibat dari muak dan muntah yang di dera nya tadi.
" Maaf kan aku, Maafkan aku Baby, Jangan menangis, Kasihan dia, jika bisa biarkan aku saja yang merasakan nya. " Bukan nya apa yang di dapat nya.
Malah Baby mendorong Damian hingga pria itu terduduk di lantai.
" Kenapa ?" Tanya Damian mencoba terus bersabar pada Baby.
Karena selain Mood wanita hamil yang naik turun, Di tambah usia yang masih belia membuat Baby tidak bisa mengontrol emosi nya.
" Sudah, Tidak papa, Aku baik baik saja. " Ucap Damian lagi seakan mengetahui keadaan Baby tidak baik baik saja.
" Aku mau mandi. Mau sekolah juga. " Baby bangkit dari lantai menuju ruang bilas.
" Kamu kan mulai hari ini menjalani home schooling Sayang,. " Baby berhenti berjalan karena ucapan Damian.
" Aku benci Om ! Om gak berhak ngatur aku !"
" Baby, Ku mohon mengerti. "
" Apa yang harus aku mengerti ? " Tantang Baby menatap sengit ke arah Damian.
Damian tidak memiliki jawaban untuk di berikan nya pada Baby.
Lebih baik dia mengalah saja lah, Dari pada membuat mood istri nya semakin buruk nanti nya.
Setelah membiarkan Baby sendiri, Damian kini menunggu istri nya untuk sarapan.
Kenapa belum kelihatan juga istri nya itu ? Akhir nya Damian memutuskan untuk menyusul sang istri kembali ke kamar nya.
Dan sampai di sana, Damian melihat istri nya yang sedang berkaca di depan meja rias nya dengan pose kekiri dan ke kanan untuk melihat bentuk tubuh nya setelah mengandung itu.
" Kamu tetap cantik sayang..." Puji Damian kini memeluk Baby.
Tangan nya membelit pinggang berlekuk indah itu.
Bahkan memberi usapan kecil disana.
" Jangan marah dan tertekan, itu tidak baik untuk kamu dan anak kita. " Ucap Damian dengan lembut.
Dia juga mencuri ciuman di pipi cubby istri nya itu.
Di balik nya tubuh Baby, dan kini di singkirkan nya anak rambut itu di balik telinga Baby.
Entah dari mana juga keberanian nya, Baby juga melakukan hak yang sama pada Damian.
" Jangan menangis lagi oke, Katakan saja pada ku jika merasakan apa pun, Aku akan langsung datang pada mu. " Ucap Damian dengan sangat tulus.
Di tatap Baby dengan intens wajah tampan Damian. Ada rasa takut sekaligus was was mengingat ancaman ayah nya Damian sewaktu menculik nya.
Langsung di lepas nya tangkupan itu dari wajah Damian.
Damian langsung heran saat Baby berpaling dari nya.
__ADS_1
" Baby, Katakan ada apa ?" Tanya Damian panik saat melihat raut wajah sendu Baby tadi kini berubah takut.
Bahkan kini dia kembali ke tempat tidur dan menutup diri nya dengan selimut.
Damian semakin panik saat Baby meringkuk di balik selimut dan memegang perut nya dengan erat.
" Sayang, Baby...Kamu kenapa ? Hey, Baby...Sayang..."
" Tinggal aku sendiri Om, "
" Tapi sayang, Kamu kenapa ?" Damian masih panik.
" Aku mau sendiri. "
" Tapi apa alasan nya ? Beri aku penjelasan agar membiarkan mu sendiri disini. "
" Om, Plis..." Ucap Baby lagi dengan berlinang air mata.
Damian kalah, Dia tidak bisa lagi membantah.
Akhir nya dia mengangguk dan meninggalkan Baby di kamar mereka.
Sepanjang hari, Baby terus mengurung diri nya di kamar, Bahkan makan pun sampai di antar kan oleh Bik Asnah ke kamar nya.
Sampai saat Damian pulang pun masih tetap sama seperti itu, Yang membuat Damian takut adalah saat dia tadi berkonsultasi dengan Dokter bagaimana cara menghadapi ibu hamil yang mood nya berantakan.
Yang di tangkap nya dari seluruh penjelasan dokter tadi adalah, Bagaimana pun cara nya, Buat ibu hamil itu merasa nyaman dengan keadaan nya saat ini.
Terlebih lagi, Usia Baby masih sangat rentan untuk mengandung.
Dan juga, Potensi besar nya adalah, mengalami Flek, pendarahan bahkan bisa saja sampai keguguran.
Damian tidak ingin itu terjadi pada istri dan anak nya.
Dia harus bertindak ! Dia harus membuat istri nya nyaman.
Alhasil dia pulang dengan seikat bunga di tangan nya dan juga coklat untuk Baby.
" Baby, Sayang...Kamu dimana ?" Tanya Damian saat melihat kamar nya kosong.
Damian kembali keluar dan mencari istri nya.
Dan ternyata kata bik Asnah Baby berada di Lantai atas, Rooftop Apartemen Mewah Damian yang ada kolam renang indah nya.
Damian datang dengan bunga indah di tangan nya, Namun niat nya untuk memberi kejutan pada Baby, malah dia yang terkejut duluan.
Deg !
" Om ?" Baby kaget saat Bunga di tangan Damian jatuh berserta dengan satu box coklat di tangan nya.
Dada nya bergemuruh, Hati nya sakit, Kepala nya seakan mau pecah saat ini .
Situasi macam apa ini ???
" Om, ..." Sekali lagi Baby memanggil Damian namun tidak ada jawaban.
Dengan rahang mengeras dan kedua tangan nya mengepal, Damian meninggalkan Baby disana.
" Om, Tunggu, Aku bisa jelasin semua nya. "
__ADS_1
...❤️❤️❤️...