
Entah apa yang terjadi ? Seharian ini perasaan Baby menjadi tak menentu.
Pikiran nya terus tertuju pada Damian suami nya.
Ayah dari anak yang sedang di kandung nya saat ini.
Dimana suami nya ? Kenapa ponsel nya tidak aktiv ? Dimana suami nya ? Apa yang terjadi ? Tidak biasa nya Damian begini, Meninggalkan nya tanpa kabar dan rasa khawatir yang sangat mendominasi.
" Kamu kemana Gege ?" Baby sudah panik luar biasa.
Dia benar benar merasakan ketakutan saat ini.
Dia mencoba menghubungi Ariel untuk bertanya pada Om Al tentang keberadaan suami nya dan Ariel bilang Om Al sedang mencari nya.
" Heh ! Bangsat ! Ngapain lo disini hah ? Binik lo nyariin setan !" Albert yang sudah terlanjur kesal dengan Damian pun memberikan umpatan umpatan dari bibir tebal nya.
Damian hanya menatap nya sekilas.
Albert tau, Ini ada yang salah, Ada yang salah disini.
Tapi apa ?
" Kalau ada masalah di selesaikan ! Bukan di larikan !"
" Berlagak bener nih orang !" Balas Jo menatap sengit ke arah Albert.
Sementara yang di tatap hanya menganggap nya angin lalu saja.
" Dam, Pulang. Binik lo nyariin, Dia nelpon Ariel, Tanyain soal elo terus. dia khawatir Dam. " Damian melirik pada teman teman nya kini.
Namun tanpa di duga mereka, Damian meneteskan air mata nya.
Why ? Ada apa ini ? Apa yang terjadi pada teman mereka ini ?
Baik Jo dan Albert sama sama saling tatap dan merasa heran disini.
" Dam, You oke ? Hey. " Albert mencoba meneliti keadaan Damian, Namun sayang.
Teman nya itu langsung menghapus air mata nya dan bangkit dari tempat duduk nya.
" Gue pulang,. " Damian langsung meninggalkan Kedua teman nya dengan sejuta pertanyaan dan rasa penasaran yang sangat tinggi.
Ada apa sebenar nya ?
Saat di dalam mobil, Damian menelungkupkan wajah nya di kemudi mobil bintang tiga milik sang istri.
__ADS_1
Rasa nya berat sekali untuk menjalani semua ini.
Kenapa di saat dia bahagia bersama Baby, Masalah terus saja menghantam nya.
Dia cukup kuat untuk menghadapi semua ini, Tapi bagaimana dengan Baby nya ? Istri muda belia nya itu ? Apa yang harus di lakukan nya ?
Tanpa di ketahui Damian, Bahwa Istri nya itu jauh lebih kuat dan tegar di banding diri nya saat ini.
Perjalanan hidup Damian belum ada seujung kuku nya dengan kehidupan luar biasa nya Baby yang penuh luka tapi tak berdarah.
" Qin Qin..." Damian mengangkat wajah nya dan di pikiran nya saat ini adalah wajah khawatir sang istri.
Damian terlihat merasa bersalah, Raut wajah khawatir sang istri terus terlintas di pikiran nya saat ini.
Sepanjang perjalanan menuju Panthouse mewah mereka, Damian terus menggunakan kata maaf untuk sang istri.
Terdengar Damian memencet tombol angka angka untuk bisa masuk ke tempat bernaung meraka.
Rasa bersalah Damian semakin menjadi kala melihat sang istri tertidur di sofa dengan memegang ponsel yang di lihat Damian begitu banyak nya panggilan keluar atas nama nya tertera disana.
Gege ❤️
" Maaf kan aku sayang...Maafkan aku..." Damian menciumi tangan istri nya dan menumpahkan segala perasaan nya di dekat Baby.
Damian duduk bersimpuh di lantai berlapis karpet bulu Persia yang berharga nilai jual yang sangat tinggi itu.
Wajah nya langsung terlihat lega kala melihat wujud sang suami.
Namun, Raut lega itu berubah menjadi raut khawatir saat merasakan tubuh suami nya bergetar dengan duduk bersimpuh di bawah nya.
" Gege...Kamu kenapa ?" Damian kaget.
Dia mengangkat pandangan nya menatap wajah lembut bercampur rasa khawatir di hadapan nya ini.
Terlebih lagi Baby, Dia semakin khawatir saat melihat wajah sendu suami nya dan air mata yang mengalir disana.
Ada apa ini ? Apa yang terjadi sampai Damian menangis ?
" Gege, Kamu kenapa ?" Baby bangkit dan kini posisi nya sudah duduk.
Dia menangkup kedua sisi wajah Damian dan memberikan kecupan di kening nya.
Cup...
" Sudah, Aku disini bersama kamu, Aku tidak akan memaksa Gege untuk cerita sekarang. Aku akan nunggu. " Damian semakin mengencangkan belitan tangan nya di pinggang berisi Baby.
Dia menelusupkan wajah nya di perut Baby yang mulai menunjukan eksistensi bulat nya.
__ADS_1
" Aku bukan anak kandung Papa Qin Qin, Aku hanya anak angkat. " Baby kaget.
Apa ini ? Anak angkat ? Tapi jika melihat keadaan suami nya saat ini dia memang tidak dalam kondisi baik baik saja.
" Lalu kenapa ?" Tanya Baby lagi.
" Aku hanya anak panti asuhan yang di ambil Papa, Aku hanya anak angkat yang di ambil dari panti asuhan demi Mama, Karena Mama Wang tidak bisa memiliki anak. " Baby semakin merasakan gaun tidur nya basah.
Air mata Damian membasahi gaun tidur nya.
Baby terkejut, Sebegitu pelik kah hidup suami nya.
Sampai terpuruk begini ?
" Lalu kalau anak angkat kenapa ? Aku gak suka sama Papa Chow ! Dia menyebalkan, Muka nya serem tapi eh----amit amit cabang bayi ya dek, Jangan nurun Opa jahat itu, Nurun Papi Dami aja ya, Papi Dami ganteng loh, Mami Baby juga cantik dan imut, Iya kan Pa ?" Baby mencoba mengalihkan perasaan Damian saat ini.
Dam benar saja, Damian mengangkat wajah nya dari pangkuan Baby dan dengan segera Baby menghapus air mata suami nya.
" Jelek ih kalau nangis, Nanti aku gak nafsu lagi liat nya. " Damian sedikit menarik sudut bibir nya.
Inilah Baby yang di sukai nya, Apa ada nya dan tidak banyak tingkah.
" Walau kamu hanya anak angkat kamu gak jatuh miskin kan ? Aku masih bisa jajan cilok kan ? Masih bisa jajan Telur gulung, Seblak, cireng dan pecel lele kan ? Eh, Aku mau jajan skincare bisa kan ?"
" Uang aku masih banyak Qin Qin..." Damian merasa sangat beruntung saat ini.
Ada nya Baby membuat hari hari nya semakin berwarna.
Kehadiran Baby dan Calon Baby mereka membuat kehidupan hampa Damian mulai terisi dengan ada nya kemanjaan dan kesederhanaan Baby.
" Tapi kalau kamu gak ada duit, Aku minta Daddy aja deh, Kita keruh tuh lahan batu bara nya, Kita jual deh, Kayaaaaa" Baby berlagak menjadi mafia mafian untuk menghibur suami nya saat ini.
Dan seperti nya berhasil, Damian sedikit melupakan masalah nya hari ini dengan bersama Baby.
" Memang kamu tau dimana lahan nya ? Bagaimana kita mau mencuri nya ? Jika lahan nya saja tidak tau. " Damian menimpali percakapan melenceng mereka saat ini.
" Eh ? Iya ya ? Gimana kalau kita buat Daddy mabuk, Terus cari tau seluruh harta Daddy, Kita rampok deh..." Terdengar kekehan di ruangan itu.
Yang tadi nya ruangan itu sunyi senyap dengan suasana mencekam, Kini ruangan itu berubah menjadi penuh canda dan tawa mereka.
" Dosa Qin Qin, Tapi boleh juga kalau kita kepepet. " Sahut Damian bersama kekehan nya pula.
Baby pun ikut tertular kekehan dari suami nya, Sebisa mungkin dia akan terus bersama suami nya bersama sama dengan hidup penuh kasih dan sayang yang di miliki nya untuk Damian.
" Dosa, Mau juga. Dasar..." Baby mencebik dengan jawaban suami nya.
" Kamu yang mengajarkan sayang..."
__ADS_1
...❤️❤️❤️...