Hello Daddy ! Im Sugar Baby

Hello Daddy ! Im Sugar Baby
Cerita Cinta Kita


__ADS_3

" Honey, Bangun...Hey wake up. " Daddy Jonny mengusap pipi kekasih hati nya dengan lembut.


Bahkan dia juga mencium pipi serta bibir wanita yang masih berguling balik selimut tanpa sehelai benang pun di tubuh nya.


" Honey, Wake Up, Jika tidak aku akan kembali memakan mu. "


" Iya, Ini bangun, Gendong..." Pinta nya dengan manja.


Daddy Jonny langsung membopong tubuh seksi berisi Mayang menuju kamar mandi, Kedua nya masih naked tanpa sehelai benang pun di tubuh kedua nya.


Tidak ada lagi rasa canggung atau mu, Mereka sudah biasa melakukan ini.


Mereka mandi di dalam satu bathup tanpa ada nya nafsu, pure hanya mandi dan berendam aja.


...💛💛💛...


Lain Mayang dan Daddy Jonny, Lain lagi Baby saat ini, Entah kenapa kepala nya pusing, Benar benar pusing,.


" Kita kerumah sakit ya Sayang, Kamu pucat,. " Damian mengecup kening istri nya.


Dia begitu khawatir dengan ke adaan Baby, Tapi perusahaan yang sudah di wariskan oleh Daddy nya membuat waktu nya benar benar terbatas, Dia benar benar kecewa dengan diri nya sendiri.


" Temeni aja boleh ? Peluk aja. " Damian merasa tercubit hati nya mendengar permintaan sederhana dari istri nya.


Hanya pelukan ? Tapi meeting hari ini ?


" Oke, Aku hubungi Daddy dulu ya. " Baby mengangguk.


Damian langsung menghubungi Daddy Jonny untuk memberitahukan keadaan Baby saat ini yang tidak ingin di tinggal.


Damian juga mengajukan cuti pada Daddy Jonny untuk menjaga Baby selama sakit. "


" Kata Daddy kalau kamu sakit kita tinggal disana untuk sementara, Mau ? Biar Mami yang jaga kamu, Aku juga akan disana mau ?" Baby kembali mengangguk.


" Oke, Sekarang mau apa ?"


" Peluk aja, Pengen di puk puk juga. Di sayang sayang. " Damian menuruti keinginan istri nya.


Suhu tubuh Baby memang cukup panas, 38 derajat, Damian membantu mengompres nya dengan air hangat, Agar bisa cepat menurunkan panas nya.


Dia terus memeluk dan mengusap punggung istri nya.


Damian merasa gagal karena tidak bisa menjaga anak dan istri nya, Hingga Baby sakit karena menahan rindu pada nya.


Damian tauu, Baby menahan semua nya sendiri , Tanpa mau berbagi sedikit pun apa yang di rasakan nya saat kemarin.


Dan Damian hanya melihat itu dari CCTV rumah mereka ini.


" Maafkan aku sayang, Maafkan karena tidak memiliki waktu sama kamu. Maafkan aku. " Damian begitu menyesal karena keadaan Baby.

__ADS_1


Tanpa sadar, Dia juga ikut memejamkan mata nya ikut tertidur bersama sang kekasih hati.


Rasa nya baru sebentar Damian memejamkan mata nya, Namun Pergerakan' Baby membuat nya ikut terbangun.


" Kenapa sayang ???"


" Gege, Sakit...." Lirih Baby sambil terus memegang perut nya.


Entah kenapa Damian semakin panik, Si subak nya selimut dan ternyata sudah ada darah di sana.


" Sayang, Kamu Pendarahan..." Baby ikut melihat dan ternyata benar.


Dia pendarahan.


" Kita kerumah sakit. " Damian langsung membawa Baby ke luar kamar mereka dan meminta Bik asnah ikut bersama mereka kerumah sakit.


Damian benar benar takut, Dia sangat takut terjadi apa apa dengan calon anak nya.


" Tuhan, Selamat kan anak dan istri ku, Ku mohon..." Sepanjang jalan menuju rumah sakit, Damian terus berdoa untuk keselamatan anak dan istri nya.


Kini usia kandungan Baby memasuki bulan ke empat.


Saat sampai dirumah sakit, Damian langsung turun dan menggendong Baby lagi menuju bad dorong nya.


Baby langsung di bawa ke IGD, Untuk melakukan pemeriksaan lanjutan .


" Suami Pasien ?" Damian datang menghampiri dokter nya.


" Saya suami nya dokter..."


" Mari ikut saya. " Damian mengikuti langkah sang dokter sampai mereka sampai di ruangan nya.


Dokter mulai menjelaskan keadaan Baby, Yang terpaksa harus menjalani proses kuret, Karena janin yang di kandung Baby tidak berkembang di usia nya yang sudah memasuki 3 bulan, Lagi pula detak jantung bayi nya juga sudah tidak lagi terdengar keberadaan nya.


Hingga tim dokter memutuskan untuk menjalankan proses kuret untuk memastikan bahwa rahim Baby benar benar bersih dari Janin nya.


" Lakukan yang menurut anda baik Dok. Saya setuju jika memang itu yang terbaik. " Dokter mengangguk dan menyodorkan berkas yang haru di tanda tangani nya.


Damian benar benar terpukul, Dia harus kuat demi Baby, Dia harus kuat demi istri nya bukan ?


Tak lama Daddy nya datang, Damian menjelaskan segala nya, Hal yang sama pun di rasakan oleh Daddy nya.


" You harus sabar, Kalian harus ingat, Bahwa kita harus kuat untuk baby, kalian harus tau itu. Wanita yang mengalami keguguran harus tetap bahagia, Agar mempercepat pemulihan nya. Setidak nya itu yang pernah ku baca. " Mami Gi menyemangati para dua pria yang saat ini tengah berada di titik terendah mereka.


Dimana sang ayah merasakan kesakitan putri nya, Dan satu lagi, Seorang pria merasakan kesakitan atas kehilangan calon anak nya.


" Janin nya berjenis kelamin Perempuan, Sekarang bisa di bawa pulang untuk di makam kan. " Damian mengangguk.


Dia membawa kain putih yang berisi janin anak nya yang sudah tiada, Dokter juga sudah membersihkan nya dan Damian membawa nya di sebuah Adah dari rumah sakit.

__ADS_1


" Biar Nathan membantu mu menyiapkan pemakaman putri kalian. " Damian tidak lagi menjawab, Tapi sorot mata nya seakan meminta Daddy Jonny untuk menjaga Baby.


" Lakukan lah. Beri penghormatan terakhir untuk putri mu. " Damian mengangguk dan pergi bersama Nathan, Disana, Di pemakaman juga orang Orang Nathan sudah menunggu nya.


" Berbahagialah Sayang, Daddy mencintai mu, Sayang. "


" Aluna Daby Mark Fernandez. " Damian sudah memutuskan untuk memberi nama anak nya dengan marga sang Kakek, Daddy Jonny.


" Daddy Mencintai mu sayang..."Perlahan tanah itu menutup lubang yang dimana disana lah tempat peristirahatan Putri nya.


" Doakan Daddy dan Mommy mu nak. " Saat lubang benar benar tertutup oleh gundukan tanah, Air mata Damian luruh dengan sangat deras.


Taburan bunga mawar putih memenuhi gundukan tanah itu.


Hati Damian benar benar hancur saat ini, Dia yang bersalah disini karena tidak memiliki banyak waktu dengan Baby.


Hingga dia tidak tau bahwa Janin yang di kandung Baby tidak berkembang.


Hujan menguyur sebagian bumi, Dengan sentuhan terakhir, Damian mencium tanah yang di genggam nya.


Sebenar nya dia juga masih ingin disini, Tapi Dia juga harus melihat ke adaan Baby istri nya.


Damian pulang ke apartemen dan segera kembali kerumah sakit dengan keadaan segar agar tidak menambah luka hati istri nya.


" Gege .." Damian terpaku saat melihat raut wajah istri nya.


Apa yang harus di lakukan nya ??


" Gege..." Suara Baby semakin lirih, Damian memeluk nya dengan angkat erat.


Mami Gi dan Daddy Jonny memilih keluar untuk memberikan waktu luang sepasang suami istri yang tengah di rundung duka kehilangan calon anak mereka.


" Maafin aku, Aku gak bisa jaga anak kita, Maafin aku..." Isak tangis Baby semakin mengiris hati Damian.


Tapi dia harus tetap kuat berdiri dengan kaki nya agar semua nya baik baik saja.


Walau dia yakin semua tidak akan baik baik saja.


" Nak kita perempuan, Maaf, Tidak boleh berdiskusi dengan kamu dulu. Aku memberi nya nama Aluna Daby Mark Fernandez, Daby, Damian Baby. " Air mata kedua nya mengalir dengan deras .


" Jangan tinggalin aku, Maaf Gege...,"


" Sudah, Ini adalah jalan cerita kita, Tuhan akan memberikan kado terindah untuk kita, Tapi saat ini kita harus sabar dulu, Jangan menangisi nya lagi. Putri kita sudah tidak merasakan sakit lagi di perut Mommy nya, Dia tadi berkata pada ku, Bahwa dia menyayangi Mommy nya. " Baby kembali terisak dan memeluk Damian.


" Setelah kamu sehat, Kita akan mengunjungi rumah baru nya. Dia titip rindu dengan mommy nya. "..


" Sampai kan salam ku pada nya Gege, Mommy juga sayang Aluna. " Mereka berdua kembali berpelukan atas duka yang mendera cinta mereka.


...❤️❤️❤️...

__ADS_1


__ADS_2