Hello Daddy ! Im Sugar Baby

Hello Daddy ! Im Sugar Baby
Jangan Menantang Ku


__ADS_3

Hari ini, Ariel benar benar berangkat ke Melbourne, Dia akan kuliah disana. Bekerja dengan benar !


Dia tidak mau lagi terjebak dengan semua kenangan nya bersama Albert.


Pria yang hanya menganggap nya barang, Tidak lebih dari itu. Bahkan dia membela istri nya juga, Ariel tidak tau apa yang sedang di pikirkan Pria itu.


Jika hanya sebuah pernikahan bisnis, Kenapa sampai membela wanita itu ?


Padahal Albert juga tau bagaimana wanita yang menjadi istri nya, Bahkan istri nya sudah tidak dalam keadaan suci lagi saat menikah dengan nya.


" Gue harus kuat ! Gila banget gue nangisi tu Cowok brengsek ! Modal gede burung nya doang ? Iya kelee ..Gue juga bisa nyari yang burung nya gede. Melbourne coy ! Bukan Ciamis !" Gumam Ariel sambil terus menggeret koper nya keluar dari Apartemen nya.


Dan dia berangkat setelah bertemu dengan orang yang akan membeli mobil nya.


Mobil pemberian Albert, Sekalian saja dia jual juga mobil BMW milik Albert yang surat surat nya ada di Ariel.


Hitung hitung uang tunjangan nya. Pesangon karena telah menjadi rekan kerja nya Albert !


Rekan kerja di ranjang !


Ting...


Ponsel Ariel berdenting saat pesan masuk di M-banking nya.


" Mampus lu ! Bangsat sih jadi cowok !" Gumam nya lagi.


Dia kembali menggeret koper nya menuju taksi online yang sudah di pesan nya dan langsung menuju bandara.


Bahkan Ariel juga tidak memberitahu kedua teman nya. Ariel tidak ingin melihat mereka mereka menangisi nya.


Berasa sedih banget hidup dia di tangis oleh Kedua teman lucknut nya.


Apalagi memikirkan Mayang, Betah banget sama aki aki itu. Dimana rasa nya kalau milik nya di jilat Daddy Jonny ? Apa dia akan mendesah juga ?


" hhiii...Ngeri gue miikirin Mayang , Geli ahhh..." Ariel menggelengkan kepala nya memikirkan Mayang yang di gagahi pria beruban 🤣🤣


Saat sampai di Bandara, Ariel bertemu dnegan Chika Chiki TOS sugar Baby kelas menengah 🤣🤣


" Wihh ..Mau liburan sama om om mana nih ? Rapi banget..." Sindir Ariel saat mensejajari langkah Chika yang sednag check in.


" Bukan urusan loh. Lo juga gadun belagu banget. " Ariel hanya tertawa saja melihat Chika Chiki TOS itu.


" Saya g nya gue gak liburan pula. Gue mau kuliah di Melbourne, Di biayain Daddy gue. Dapet fasilitas apartemen lagi. Mobil udah di siapin. Kuliah juga di tempat elit. Wihhh...Nikmat mana lagi yang kau dustakan !" Ariel tertawa renyah melihat ekspresi wajah kesal milik Chika .

__ADS_1


Jangan Remehkan kejulitan mulut Ariel Ayuni, Jika tidak tahan lebih baik jangan menganggu nya jika tidak ingin kejang kejang terjungkal.


" Inget ! Lo masih Sugar Baby Abal Abal, Paling keras juga masuk bintang lima. Belum pernah masuk suitroom kan ? Apalagi Apartement mewah yang buka pintu nya pake sidik jari. Kesian deh eluu...Byeee..." Ariel memakai kaca mata hitam nya dan melenggang begitu saja mendorong Troli Koper nya meninggalkan Chika yang menatap penuh permusuhan kepada nya.


Lalu apa perduli Ariel ?



" Mampus Lo !" Gumam Ariel lagi yang terus berjalan menuju ruang tunggu untuk keberangkatan ke Melbourne .


Sementara Di apartemen mil Ariel, Albert begitu marah saat dia datang kesana ternyata Ariel tidak ada dan benar benar pergi, Bahkan saat Albert melihat lemari nya, Juga kosong, Surat surat Ariel sudah tidak ada .


Mobil di Parkiran khusus nya juga tidak ada. Begitu juga mobil BMW milik nya yang sudah di jual oleh Ariel.


" Ariel...Kau telah menantang ku !" Gumam Albert lagi.


Ariel akan di jerat nya, Walau harus kuliah di Melbourne saja, Albert akan tetap menjerat nya.


" Kau akan membayar nya. " Albert langsung melajukan mobil nya menuju bandara.


Semoga saja dia masih bertemu dengan Ariel, Atau paling tidak tau kemana tujuan nya.


Melbourne, Bukan seperti daerah Karawang, yang gampang di cari nya.


Saat sampai di bandara, Albert menggeram kesal, Pesawat tujuan Ariel sudah berangkat 15 menit yang lalu dan hal itu berhasil membuat Albert semakin kesal.


" Gege ..aku bisa sendiri. Aku udah baik baik saja. " Damian menggeleng dan tersenyum untuk Baby.



" Gege..." Baby tersipu malu saat di tatap begitu oleh suami nya.



" Kenapa malu heum ?" Tanya Damian lagi yang terus menatap Baby penuh dengan senyuman nya.


" Gege liat nya jangan begitu. Malu..." Lagi dan lagi Damian hanya tersenyum saja.


" Sudah, Aku tidak menggoda mu lagi. Tapi makan ya. Setelah ini kita ke rumah sakit untuk checkup keadaan kamu.


Baby mengangguk dan tersenyum.


" Sama Gege..."

__ADS_1


" Iya, Sini Ayo..." Mereka mulai memakan sarapan nya.


Damian terus menyuapi Baby, Dia begitu merasa bersalah, Istri nya begitu kuat, Dia benar benar bangga dengan Baby.


Di usia nya yang masih muda, Baby bisa menjadi wanita yang tegar, Kuat dan dewasa .


Damian malu dengan diri nya sendiri yang tidak bisa mengontrol diri nya hingga merasa terpuruk oleh semua ini.


Selesai makan, Damian menggandeng tangan Baby untuk memasuki mobil mereka...


" Sabuk nya sayang..." Dengan telaten Damian memasangkan sabuk pengaman untuk Baby dan memastikan kenyamanan nya.


Sepanjang perjalanan menuju rumah sakit, Damian terus menggenggam tangan Baby dan mencium nya berulang kali.


Hingga membuat Baby terus tersipu malu dengan perlakuan manis dari suami nya.


Baby benar bahagia bersama Damian yang begitu sangat mencintai nya.


Kini mereka sudah sampai dirumah sakit, Namun raut wajah Damian langsung berubah drastis saat melihat siapa yang berada di hadapan nya saat ini.


Ayah angkat nya, Yang telah membuang nya begitu saja, Karena tidak menuruti keinginan nya.


Tapi ada yang aneh disini, Kenapa wajah nya pucat ? Apa yang telah terjadi dengan ayah angkat nya itu ?


Apa keadaan nya baik baik saja ? Semoga saja iya.


" Sayang ayo...kita ke ruangan Dokter Silvany. " Baby mengangguk.


Sebenar nya dia juga merasa canggung dengan situasi seperti ini, Dimana Ayah mertua angkat nya itu menatap tajam ke arah nya, Namun terlihat memendam kesedihan saat menatap Damian.


Apa ada ? Apa telah terjadi sesuatu pada nya ? Kenapa seperti nya pria itu sedang tidak baik baik saja.


Itu terlihat dari wajah dan kondisi tubun buntal nya yang terlihat mengurus, Bahkan Pria itu duduk di kursi roda yang di dorong oleh Asisten nya mungkin.


" Temui aku dirumah jika kau masih menganggap ayah ku adalah kakek mu !" Damian menghentikan langkah nya saat mendengar ucapan dari Ayah nya.


" Akan Damian pikirkan Pa. Ayo sayang..." Baby terpaksa mengangguk saja


Dia mengikuti Damian yang membawa nya menuju ruang pemeriksaan mereka, Lebih tepat nya Baby saja .


Dan kali ini Baby kembali melakukan USG untuk melihat perkembangan kondisi rahim nya setelah keguguran nya beberapa waktu yang lalu.


Bersyukur semua nya sehat dan baik baik saja. Hanya membutuh kan vitamin, Dan menabung asam folat untuk bisa segera mengandung.

__ADS_1


Dan Bukan Depan mereka akan kembali datang untuk memeriksakan keadaan Baby untuk siap mengandung.


...❤️❤️❤️...


__ADS_2