
" Bawa Dia...Dia susah tidur .." Damian mengangguk dan membawa Baby ke dalam kamar mereka di lantai atas.
Sementara Daddy Jonny kembali merenungi setiap kata yang di ucapkan Mantan istri nya.
Apa yang harus di lakukan nya saat ini ?
" Dasar lebay !" Sindir Mami Gi dia sudah membereskan barang barang nya hendak pulang ke apartemen Anak nya.
" Mau kemana kau hah ? Ini sudah malam. " Mami Gi hanya bisa menghela nafas nya berat.
Dia tau bahwa mantan suami nya itu tengah memikirkan bagaimana perasaan mantan suami nya.
" Jhon, You tau apa yang harus you lakukan ! You bukan lagi remaja yang haus akan cinta ! You itu butuh wanita yang bisa memahami You. Bukan hanya menemani dan bergerak di atas You. "
Brugh...
" Sialan You Jhon ! Fvck !" Mami Gi mengacung kan jari tengah nya dan pergi meninggalkan mantan suami nya yang bergalau ria dirumah nya.
Sepeninggalan Mami Gi, Daddy Jonny masih duduk di Mini Bar nya, Dia menyesap rokok serta Wine mahal nya.
" Sendirian Dad ?" Daddy Jonny menoleh dan ternyata menantu nya.
Damian datang setelah memastikan Baby tidur .
" Rokok ?" Damian menggeleng. Daddy Jonny paham dan mengangguk.
" Mau minum ?" Tawar nya lagi.
Damian tersenyum dan mengambil Seloki nya.
Sesekali boleh lah, Jika hanya wine saja. Tapi kalau Rokok ? Damian tidak merokok.
" Chateau Margaux 1787 Dad ?"
" Yes ! "Jawab Daddy Jonny...Damian mengangguk...Tidak heran.
Kekayaan Mertua nya ini, Jadi jika hanya wine seharga milyaran seperti ini sudah biasa menjadi koleksi pria seperti nya.
Setidak nya begitu lah cara kerja orang kaya menurut Damian.
" Butuh teman Dad ?" Daddy Jonny menghela nafas nya berat.
Apa dia harus cerita ke Damian ? Apa Damian bisa membantu nya ?
" Apa menurut kamu ? Hubungan ku dan Mayang akan berjalan lancar ? " Damian mengernyit.
Apa Daddy nya merasa ragu saat ini ?
" Apa yang membuat Daddy Ragu ?"
__ADS_1
" Usia mungkin ?" Jawab nya sambil mengangkat bahu nya.
Dia kembali menyesap rokok dan Wine di Seloki nya.
" Usia Right ? Apa yang membuat Daddy Ragu karena usia ? Sekarang jelaskan , Apa yang membuat Daddy Ragu dengan usia kalian ?" Tanya Damian lagi.
" Aku 51 Tahun Damian ! Dan dia ? Dia masih 17 tahun. Jarak usia kami 34 tahun, Apa kau bercanda ?"
" Dan dia ? Apa dia bisa menerima Daddy ? Baby dan keluarga Daddy ? Masa Lalu Daddy ?" Tanya Damian lagi.
" Dia bilang dia bisa. Menerima Baby dan Gisel, Tapi Ada satu hal yang membuat nya tidak nyaman. Keberadaan nya bersama Baby. Kata nya akan sulit, Jika kami harus tinggal bersama. "
" Alasan lain nya ?" Daddy Jonny menggeleng.
Mayang belum memberi tahu nya lagi alasan yang di sembunyikan nya.
" Dad, Sorry, Bukan aku menggurui. Tapi ya pikirkan lagi, Jangan lakukan apa pun jika ada keraguan ! Itu yang pernah di ucapkan Kakek ku. " Ada kegetiran di akhir kata dari Damian.
Dia seperti merindukan seseorang.
" Tapi bagaimana cara bicara nya ? Aku mencintai nya Dam, "
" So, You Love Her Dad, Lalu dia ?? Apa Daddy yakin ?"..
" Ya, Dia mencintai ku. "
" Lalu dimana keraguan mu ? Lanjutkan saja. "
" Maka coba untuk menyederhanakan nya.
Ini sulit karena kalian yang mempersulit nya. Jika ini Sulit, Maka coba untuk menyederhanakan nya, Urai ke egoisan dan bicarakan ! So Simple !" Daddy Jonny terdiam.
Dia curhat dengan Damian ? Menggelikan, Tapi pikiran nya cukup tenang.
Tanpa berpikir panjang, Daddy Jonny langsung pergi dengan mobil nya, Damian tau, Kemana tujuan Daddy mertua nya.
" Puber mu terlambat Dad..." Damian menghabiskan wine di Seloki nya yang membawa nya kembali ke lemari penyimpanan nya dan kembali ke kamar nya dan memeluk Baby nya.
Bergabung di dalam selimut yang sama.
" I Love You, My Baby, Mu Love, My Heart, My Breath, My Life. " Ucap Damian mencium kening Baby dan memeluk nya ikut tertidur bersama nya.
Sementara Daddy Jonny, Dia menuju Apartemen Dimana Mayang berada, dan saat sampai Disana, Dia melihat Mayang yang sudah tertidur di balik selimut...
Menghela nafas nya, Daddy Jonny naik ke tempat tidur dan memeluk nya.
" Yakin kan hati ku untuk memilih mu, Yakin kan diri ku untuk bersama mu. Tolong. " Daddy Jonny memeluk Mayang dari belakang dan ikut terlelap bersama nya.
" Daddy Jonny terus meyakinkan diri nya untuk bersama Mayang, Dia benar benar menginginkan nya.
__ADS_1
Lain Baby dan Mayang, Lain lagi Ariel saat ini yang tengah bertengkar dengan Albert.
" Apa yang kau inginkan ? Aku memilih mu di depan umum ? Iya ?" Albert murka.
Ariel semakin Berani memancing diri nya, Mempermainkan perasaan nya.
Memancing emosi nya...
Ariel tetap diam, Dia menatap Albert dengan berani.
" Apa maksud mu berpakaian seperti ini ? Kau sengaja menggoda mereka ? Iya agar mereka, tau bahwa kau memiliki keindahan itu ? Iya ?" Albert menatap Nyalang pada Ariel yang menatap datar pada nya.
" Apa kau lupa jika aku yang memiliki ini semua hah ? Kau bisa menikmati semua ini karena aku ! Karena uang ku ! Kau harus ingat itu dan patuhi aku ! Aku tidak suka melihat mu memamerkan ini semua untuk orang banyak ! Rasa nya aku ingin membuat mereka buat karena telah berani menatap mu !"
" Katakan apa mau mu Ariel ??? Aku bukan anak muda yang tau kemauan kalian para remaja. !" Ulang Albert dengan emosi saat Ariel tidak bereaksi apa pun.
" Om merasa terganggu ? Lalu aku ?? Aku akan di kurung disini ? Aku juga ingin memiliki kebebasan ku sendiri ! Lagi pula kontrak kita sudah berakhir dua bulan yang lalu ! jadi terserah ku mau melakukan apa !"
" Kau menentang ku ?? Apa kau sudah mendapatkan laki laki yang lebih dari ku ? Yang bisa memuaskan mu di ranjang heum ?" Albert menekan rahang Ariel dan menatap tajam ke arah nya.
Dan hebat nya Ariel tidak takut sedikit pun.
" Apa karena Om pikir om punya uang bisa bisa memperlakukan ku seperti ini ? Sehina nya aku, Aku tidak pernah menjalin hubungan dengan pria lain selama terikat degan om, Lalu apa kabar istri Om ?"
" Ariel Ayuni !!! Jaga batasan mu !" Bentak Albert marah, Dia tidak menyangka Ariel akan menjelaskan istri nya.
" Sekarang aku tanya ke Om, Siapa yang Merasakan kesucian ku, Dan siapa yang merasakan kesucian istri Om ? Apa orang yang sama ?" Tanya Ariel menantang Albert.
Albert melepaskan tangan nya dari rahang Ariel dan menjambak rambut nya frustasi.
" Aku sudah lulus ! Besok aku akan berangkat ke Melbourne , keputusan ku sudah final. " Albert kaget.
Apa apaan Ariel ini ? kenapa tidak membicarakan nya dulu dengan nya ? Di anggap apa dia sama Ariel ?
" Kau anggap apa aku ini ? Kau memutuskan kehendak mu sendiri ! "..
" Aku menganggap Om apa itu Om yang tau pasti. Jika sudah selesai tutup pintu nya Om, Aku harus bangun pagi besok. Pulang lah, Istri Om menunggu dirumah kalian. " Lihat Betapa hebat nya Ariel menekan perasaan nya.
Kau memang hebat Ariel, Kau hebat !.
" Kau mengusir ku ? Kau lupa siapa aku ? Jika kau lupa biar aku ingatkan lagi. "
" Dan biar aku ingat kan balik, Bahwa ini adalah Apartemen milik ku ! Aku membeli nya dengan uang ku sendiri ! Orang tua ku tidak semiskin itu, Dan aku menyesal telah memilih jalan ini ! Jalan menjadi pemuas nafsu Pria yang sepian !" Albert kaget !
Ariel berani menantang nya ?
Anak Remaja ini luar biasa sekali menjungkir balikan perasaan nya.
__ADS_1
" Terserah !!" Albert yang marah langsung pergi dari apartemen milik Ariel dengan emosi yang menguasai nya.
...💜💜💜 ...