
Sebelum kepulangan Damian, Baby terus fokus pada layar Tv di depan nya.
Namun tiba tiba bel apartemen nya berbunyi dan tanpa rasa curiga sedikit pun Baby membuka nya.
Karena begitu menunggu Damian Baby sampai lupa bahwa Damian bisa masuk tanpa harus di buka kan pintu bukan ?
" Gege --?"
Deg !
Mata Baby membola sempurna saat melihat siapa yang berada di hadapan nya saat ini.
Orang yang paling tidak ingin di lihat nya sampai kapan pun.
Baby masih mengamati wanita itu, Dari atas sampai bawah semua di perhatikan oleh Baby.
" Gak sopan banget lo sama tamu ?" Baby hanya menaikan sebelah alis nya menatap tamu nya saat ini.
Chika !
" Apa urusan lo ? Rumah rumah gue ! suka suka gue lah. " Balas Baby tak kalah sengit.
" Belagu ! Baru juga jadi istri simpenan. " Cibir Chika menatap remeh ke Baby.
Dia iri kenapa Baby bisa seberuntung ini ? Memiliki Damian dan hidup mewah ?
Pakaian Baby sangat luar biasa ! Dan itu juga terlihat dari hunian mewah kelas atas yang di tempati Baby juga terlihat sangat luar biasa.
Apartement mewah dengan dua pintu besar yang di lengkapi dengan keamanan canggih ?
Gila ! Bahkan lantai ini hanya di huni oleh Dua Unit di keseluruhan lantai nya ?
Luar biasa sekali batin Chika !.
" Istri simpenan ? Sadar diri deh, gue siapa elo siapa ! Sugar Baby kelas menengah juga !" Cibir Baby telak.
Ya, Chika juga seorang Sugar Baby, Tapi masih jauh di bawah kelas Baby, Mayang dan Ariel tentu nya.
Lihat, Ariel dengan Om Al yang kaya raya.
Mayang dengan Daddy nya, Jonny.
Lalu Baby ? Walau Damian sudah memutuskan hubungan dengan Ayah dan keluarga nya, Tapi Damian masih memiliki banyak harta !.
Lagi pula Baby sekarang juga anak orang kaya raya bukan ?
Daddy Jonny adalah Salah satu Crazy Rich Pulau K tempat nya tambang Batu Bara terbesar di Negara ini.
Jadi boleh kah dia sombong untuk menghadapi Sugar Baby kelas Teri seperti Chika ini ?
Dan jawaban nya adalah sangat boleh Baby sayang !.
" Asal lo tau aja, Lakik lo pernah tidur dan menghabiskan malam panas nya sama gue !"
Deg !.
Jantung Baby berdetak sangat kencang, Apa ini benar ?
Tapi secepat nya Baby merubah perasaan nya agar Chika tidak menekan nya.
Ting !
Ponsel Mahal Baby di meja dekat sofa sana berdering dan tanpa pesan masuk.
" Lo liat sendiri deh ! Itu siapa. Gue rasa mata lo belum rabun. Kalau udah rabun berobat ke dokter, Duit lakik lo banyak ! Biar biasa ngeliat itu siapa yang ada di foto. "
__ADS_1
Emosi Baby sudah naik ke ubun ubun.
Perasaan buruk sudah menghantui nya, Karena kesal atau apa Baby memberanikan berbuat kasar pada Chika.
Plak !
" Pergi Lo !"
Brak !
Baby menutup pintu hunian mewah nya tepat di depan wajah Chika yang hendak membalas nya.
Jika hidung Chika mancung sedikit saja lagi, Sudah bisa di pastikan bahwa hidung nya akan menghantam pintu mahal milik Baby itu.
" Heh ! Sialan lo ya ! Awas lo, Gue bales lo nanti. " Teriak Chika di depan pintu Hunian Baby.
" Dasar gak waras. " Umpat Baby dari pengeras suara di depan sana.
Chika kaget saat mendengar suara lantang Baby dari alat di atas sana.
" Sila !" Umpat Chika lagi sebelum pergi meninggalkan Unit Damian dan Baby.
Entah bagaimana cara nya dia bisa sampai kesini, Babu juga heran.
Karena setau nya Lantai mereka ini terbilang sangat Pribadi bukan ?
Lalu bagaimana Chika bisa masuk sampai kesini ?..
Karen terlalu malas memikirkan Chika, Baby kembali ke sofa dan mengambil ponsel nya.
Dan apa yang di lihat nya ? Dia belum rabun, Dia tau ini apa.
Tanpa di sadari nya, Air mata nya menetes dengan sendiri nya tanpa harus di komando lebih dulu.
Dan semakin menjadi tangisan kala Baby melihat Damian dan Chika masuk ke kamar yang sama.
...🌞🌞🌞...
" Qin Qin, Sayang ???" Damian kaget saat dia bangun tidak melihat Baby di tempat tidur mereka.
Ketakutan langsung menggerogoti perasaan bersalah nya terhadap Baby.
Ini memang salah nya, Dia bersalah dan dia sadar itu.
" Baby, Sayang...Qin...Qin..." Damian mencari Baby ke kamar mandi dan ruang ganti tidak ada.
Lalu Damian keluar dari kamar nya dan turun ke bawah, Ternyata Baby disana.
" Sayang...Qin... Qin..." Damian memeluk Baby dan menciumi kepala nya yang masih di rasa Dmaian rambut indah Baby lembab dan sedikit basah habis keramas mungkin.
Pasti.
Ternyata Baby memakan Martabak telur yang tadi malam di belikan Damian pada nya, Bahkan Damian lupa memasukan nya ke dalam lemari pendingin dan Baby memakan nya ?
" Sayang, jangan di makan lagi, Ini takut nya tidak enak lagi. Sudah jangan di makan ya ? Biar aku masakin untuk kamu sarapan. " Baby tidak menjawab ucapan Damian.
Dia lebih memilih diam saat Martabak nya di ambil Damian.
Itu masih enak, Tidak terjadi apa apa pada nya, Baby juga sudah memanaskan nya tadi di teflon.
" Sayang, Qin Qin, Kamu marah ?" Tanya Damian saat melihat mata Baby berkaca kaca.
" Gak tau. " Baby langsung bangkit dari sana dan meninggalkan Damian yang masih mematung di tempat nya
Kenapa sesulit ini mengerti perasaan orang hamil ?
__ADS_1
" Baby, Sayang...Qin Qin...Biar aku masakin aja untuk kamu, Itu sudah tidak enak lagi. A-aku akan buat kan omlate saja jika kau mau, Atau kita pesan dari dapur bawah saja ya ? Biar mereka membuat kan nya yang baru. " Damian membujuk Baby yang kini kembali menenggelamkan diri nya di tempat tidur dan menarik selimut.
Cocok sekali bukan ? Cuaca hari ini tidak bersahabat, Di luar hujan deras, itu terlihat dari kaca besar kamar mereka saat ini.
" Sayang..." Damian naik ke tempat tidur dan memberanikan diri untuk memeluk istri nya.
Beruntung Baby tidak menolak nya seperti tadi malam, Dsn Damian semakin memberanikan diri untuk mencium kening istri nya.
Baby tidak menolak nya lagi, Namun selanjut nya Damian harus menahan rasa sakit di dada nya karena gigi rapi milik Baby seakan ingin mengoyak kulit nya.
Damian hanya bisa merapatkan gigi nya menahan sensasi gigitan yang di terima nya dari Baby, Luapan kekesalan sang istri...
Lalu kembali berlanjut dengan perut dan lengan nya yang di cubiti oleh Baby.
" Sudah ? Sudah puas menyakiti suami kamu ?" Tanya Damian mengelus lembut kepala istri nya.
" Belum. " Jawab Baby ketus.
Damian hanya bisa menyunggingkan senyuman nya saja mendengar jawaban ketus dari istri nya.
" Jadi, Mau apa lagi ? Lakukan yang ingin kamu lakukan ? Setelah itu aku akan menjelaskan semua nya. " Kata Damian dengan lembut.
Dia tidak marah sama sekali dengan apa yang di lakukan Baby pada nya, Walau dia tau pasti dada nya lecet karena gigitan.
" Gak perlu ! Aku gak mau Gege ceritain gimana Gege sama hantu itu. Aku gak mau denger dan gak mau tau. Pokok nya titik !" Jawab Baby dengan kesal.
Damian tersenyum saat Baby kembali memanggil nya Gege, Berarti istri nya sudah tidak marah lagi bukan ?
" Kamu udah gak marah sama aku heum ?" Tanya Damian yang merapikan helaian rambut istri nya.
Cup
" Ihh...jangan cium cium. Aku masih kesel sama Gege tau. " Lagi lagi Damian hanya terkekeh saja saat melihat wajah cemberut istri nya.
" Oke...Sorry..." Damian kembali memeluk Baby dan Dia bahagia karena Baby membalas pelukan nya, Bahkan kini Tangan dan Kaki Baby membelit tubuh nya.
" Awas kalau ngelakuin itu lagi ya. Aku bilangin ke Daddy buat lindes belut Listrik kamu pake alat berat untuk angkat batu bara punya Daddy. " Damian kembali melepaskan tawa nya karena tingkah polos dan manja Baby.
Itu sangat menggemaskan menurut nya.
" Jadi nanti siapa yang buat kamu mendesah lagi dong ???" Goda Damian.
" Iihhh....Gege...." Rengek Baby sambil menangis karena di Goda oleh Damian.
Damian kalang kabut dan kembali membujuk istri nya.
" Iya, Sayang ku, Maaf kan Gege ya sayang..." Baby mengangguk di dalam pelukan Damian.
Dan betapa beruntung nya Damian mendapatkan Baby, Di balik sikap manja nya yang memang masih di usia nya, Baby begitu dewasa menyikapi Maslaah yang datang di rumah tangga mereka.
" Aku bukan hanya ngusir Chika, Tapi aku juga ngusir Ayah Daddy, Muka nya nyebelin ! Perut nya buncit, Rambut nya gondrong, serem ihh..." Damian kaget, Berarti kemarin ayah nya datang ?
Lalu bagaimaa keadaan istri nya ?
" Tenang, Aku usir itu ayah kamu, Enak aja dia dateng kasih aku cek, Kata nya suruh nulis sendiri terus suruh pergi. Ayah kamu pikir aku miskin apa ? Enak aja. Suami aku kaya, duit nya banyak, Daddy aku juga orang kaya, ngapain lagi aku di kasih duit sama ayah kamu yang jahat itu. " Damian diam.
Dia tidak menjawab semua yang di katakan istri nya, Karena memang ayah nya begitu.
" Sayang, Aku tau Papa aku jahat, Tapi jangan pernah mengatai nya, Walau bagaimana pun dia juga Papa aku, Papa mertua kamu, Papa kita..." Baby paham.
Dia mengangguk lagi di dada suami nya.
" Sorry, Habis nya nyebelin ih liat muka nya. "
" Iya sayang . Gak papa..." Dan hari ini di habiskan mereka dengan saling memeluk di balik selimut.
__ADS_1
" Lapar...." Damian tertawa terbahak bahak karena ulah istri nya saat ini.
...❤️❤️❤️...