Hello Daddy ! Im Sugar Baby

Hello Daddy ! Im Sugar Baby
Teman


__ADS_3

Damian menghubungi Baby bahwa dia akan pulang sedikit terlambat malam ini.


Damian berkata bahwa dia ingin bertemu Jo dan Albert.


Maka dari itu Baby memahami nya, Dia juga mengatakan pada Damian ingin di bawakan Martabak Telur dengan kari Ayam saja.


Jika ada Baby juga ingin Bandrek susu dan Damian menyanggupi nya.


" Sudah Qin, Aku akan membeli nya untuk mu nanti. "


" Iya, Gege hati hati. Jangan mabuk, Berbahaya untuk mengemudi. " Baby memperingati Suami nya.


Hati Damian menghangat dengan perhatian kecil yang di berikan Baby pada nya.


Sungguh sangat berkesan sekali.


" Iya Qin Qin sayang..." Balas Damian dengan senyuman nya.


" Bye Gege..." Baby melambaikan tangan nya di depan layar ponsel nya.


Dia memberikan senyuman nya untuk sang suami, Mereka terlibat panggilan Vidio sesaat.


" Bye Qin Qin sayang..." Damian juga melambaikan tangan nya ke arah Kamera yang kini menampilkan wajah istri nya.


Tut !


Sambungan telepon terputus.


Damian yang beru menyelesaikan pekerjaan nya di Toko langsung menuju Apartemen milik Albert.


Dan saat Damian masuk, Ternyata disana sudah ada Jo juga.


Damian menghela nafas nya berat saat melihat wajah Jo yang menatap datar ke arah nya.



" Holla Dam, How Are U ?" Tanya Albert menyambut teman terbaik nya.


Damian tersenyum menyambut pelukan dari Albert.


Tapi tidak dengan Jo yang hanya diam saja.


" Duduk Dam. "


" Thanks " Jawab Damian dan dia mengambil duduk di meja dekat dengan Albert.



" Gue udah denger dari kawan kawan, Kalau elo. "


" Gue baik baik aja. " Jawab Damian cepat.


" Ya, Gue tau elo gak akan jatuh miskin gitu aja. " Albert mengambil gelas nya dan mulai meminum isi nya juga.



" Jadi apa rencana lo selanjut nya ?" Tanya Albert lagi.


Tapi Jo tidak, Dia tetap diam tanpa ingin terlibat dalam pembicaraan mereka.


Rasa nya masih belum bis menerima ini semu, Tapi apa yang tidak bisa di terima nya ?


Baby memilih Damian, Mereka sudah menikah dan akan memiliki anak !.


Lalu dimana kesempatan nya ?


Jo menghela nafas nya berat sebelum memutuskan untuk diri nya baik baik saja.

__ADS_1


Kini dia menatap Damian dan kembali mengehela nafas nya berat.


" Bicaralah Bung ! Selesaikan masalah kalian. " Albert langsung meninggal kan Jo dan Damian berdua disana.


Baik Jo maupun Damian, Kedua nya amsih sama sama diam tanpa ada yang ingin memulai pembicaraan lebih dulu.


" Jo..."


" Dam..." Kedua nya kompak memanggil bersamaan.


" Kau duluan. " Damian mempersilahkan Jo agar bicara lebih dulu.


" Kau saja Duluan. " Damian mengangguk.


Dia mulai ingin membicarakan kesalah pahaman yang terjadi di antara mereka.


" Aku dan Baby sudah menikah Jo !" Jo tidak kaget karena dia meman sudah mengetahui nya dari Albert.


" Ya aku tau !" Jawab Jo singkat.


" Jadi aku mohon, Apapun yang tertinggal di hati mu tolong lupakan Baby, Kami saling mencintai Jo, Aku mencintai nya dan Baby juga mencintai ku. Kami hidup bahagia saat ini dan aku berharap akan seterusnya bersama dengan Baby dan anak kami. " Lagi lagi Jo hanya bisa mendesah kan nafas nya berat.


Dia bingung harus melakukan apa ? Karena perasaan setiap oran itu tidak bisa di paksa bukan ?


Jadi jika Damian meminta nya untuk menghapus perasaan nya saat ini itu akan sangat berat untuk nya.


" Ya, Semoga kalian berbahagia. " Jawab Jo dengan tulus.


" Thanks Jo, " Ucap Damian dengan sangat tulus.


Dia tidak tau harus mengatakan apa lagi.


" Akhir nya..." Celetuk Albert tiba tiba merangkul kedua sahabat nya kini.


Bugh...


Damian hanya tersenyum saja, Ini lah kebersamaan mereka lagi.


" Mulut mu terlalu sialan Al !" Cibir Jo menatap kesal ke arah Albert.


" Setidak nya kita sudah berbaikan. "


" Kita ? Sejak kapan di antara aku dan kau menjadi Kita ?" Sembur Jo tidak terima.


" Sudah lah, Aku harus pulang. Istri ku menginginkan Martabak telur dan Bandrek susu, Aku harus membeli nya. " Damian menyambar jaket kulit nya yang sengaja di letakan nya di kursi sebelah nya dan memakai nya.


" Istri ku Jo, " Goda Albert lagi.


"Menikah lah agar kau kau bagaimana berumah tangga itu indah. "


" Ck, Dulu kau yang paling anti dengan yang nama nya rumah rumahan, Sekarang malah kau yang sok mengajari. "


" Karena itu kenyataan nya Al. " Damian langsung pergi begitu saja dari Unit Albert.


Kini dia kembali menuju jalan pulang setelah mendapatkan apa yang di cari nya, Sesuai keinginan suami nya.


Damian terus mengembangkan senyuman nya, Sepanjang jalan menuju Unit nya Damian terus tersenyum, Entah lah.


Rasa nya bahagia sekali bisa membawa apa yang di inginkan istri tercinta nya.


" Qin Qin, Aku pulang sayang..." Damian melepas sepatu nya dan masuk semakin dalam ke rumah nya bersama Baby.


Dia meletakan kantung plastik yang berisikan makanan pesanan Baby tadi.


" Sayang .." Panggil Damian lagi saat masuk ke kamar.


Namun di lihat nya Baby sudah tertidur di balik selimut nya, Damian menahan perasaan nya agar tidak mendekat ke istri nya.

__ADS_1


Lantas dia langsung membersihkan diri di kamar mandi, Namun saat dia keluar, Dia melihat istri nya sudah duduk bersandar di tempat tidur.


" Qin Qin sayang, Kenapa bangun heum ?" Tanya Damian menghampiri istri nya.


Damian memeluk Baby, Tapi ada yang aneh disini, Kenapa istri nya diam saja ?


Tidak membalas pelukan nya ?


Apa yang terjadi ?


" Qin Qin sayang ? Kamu kenapa ? Apa ada yang sakit ?" Baby tidak menjawab Damian.


Dia terus diam tanpa berkeinginan menjawab nya.


" Sayang .." Damian menangkup kedua pipi istri nya dan meneliti wajah istri nya.


Deg !


Damian kaget saat melihat wajah istri nya yang ternyata mata bengkak seperti habis menangis.


" Sayang kamu kenapa ? apa ada yangs sakit ?" Tanya Damian semakin panik.


Baby tidak menjawab nya.


Tapi dia mengambil ponsel nya dan memberikan nya pada Damian.


Damian menerima ponsel itu dan ternyata isi nya membuat Damian terkejut bukan main.


" Sayang, Ini, Aku bisa menjelaskan segala nya. ini--"


" Aku mau tidur Om. " Baby menarik selimut dan kini lebih memilih berbaring dan memunggungi Damian.


Hati nya sakit sekali saat dia kira yang datang adalah Damian, Tapi malah Saudari nya yang bernama Chika, Yang lebih membuat nya kaget lagi adalah, Kedatangan Chika saat itu membawa Foto diri nya dan Damian yang melakukan Check In di hotel yang sama, Masuk ke kamar yang sama, Dan Baby bisa menebak segala nya yang terjadi selanjut nya di dalam sana.


" Sayang, Qin Qin...Aku bisa menjelaskan semua nya. " Damian mencoba menyentuh Bahu Baby, Namun Langsung di tepis oleh wanita hamil itu.


" Sayang...." Panggil Damian lagi.


Dia merasa sangat bersalah disini, Dia ingin menjelaskan semua nya, Tapi apa yang harus di jelas kan nya ?


Dari mana dia harus memulai nya.


" Tidur lah, Besok kita bicarakan baik baik. " Damian memberanikan diri untuk mencium kepala Baby.


Namun hanya sekilas saja, Karena lagi lagi Baby beringsut menjauh dari jangkauan Damian.


Sakit sekali hati Damian saat mendapatkan penolakan yang di lakukan Baby untuk nya.


Tapi dia bisa apa ? memang ini salah nya bukan ?


" Apa aku bisa tidur disini ? memeluk kamu ?" Tanya Damian mencoba mendekat ke arah Baby.


Namun tetap sama, Baby tidak merespon nya sama sekali.


Akhir nya Damian mengalah, Dia lebih memilih tidur di sofa saja, malam ini.


Karena melihat penolakan yang di lakukan Baby, Membuat nya tidak ingin semakin menambah beban Istri nya.


" Aku di sofa ya, Jika menginginkan sesuatu bangun kan saja aku, Oke. " Tidak ada sahutan juga dari Baby.


Damian hanya bisa menghela nafas nya berat dia harus beranjak dari tempat tidur mereka.


" Aku mencintai kamu Qin Qin..." Ucap Damian mengambil bantal dan memilih tidur di sofa .


Walau dia tau Baby belum tidur dan hanya memejam kan mata nya saja, Tapi Damian melihat kesakitan yang di rasakan istri nya.


...❤️❤️❤️ ...

__ADS_1


__ADS_2