
Kini Albert dan Clara sudah sampai dirumah Besar Daddy nya, Dan ini lah yang paling di benci nya.
Harus tinggal bersama Daddy nya, Dan itu membuat nya tidak bisa melakukan apapun dengan bebas.
" Al, Tunggu...Kita harus bicara. " Albert tidak mendengarkan ucapan dari Clara yang terus memanggil nya.
Bahkan Clara juga sampai berlari mengejar langkah lebar Albert yang sedang tidak baik baik saja.
Albert langsung menuju kamar mereka, Dia sudah gerah dan ingin segera mandi dan tidur. Dia bahkan malas bertegur sapa dengan penghuni rumah besar yang sangat memuaskan ini.
" Al..."
" Lepas !" Albert menghempaskan tangan Clara yang memegang tangan nya hingga membuat nya terhuyung dan berpegangan dengan pinggiran tangga melingkar indah itu.
Albert tidak perduli dengan rintihan Clara dan kembali melanjutkan langkah nya.
Saat hendak membuka pintu kamar nya, Mommy Sovia melihat nya.
" Al, Sudah pulang sayang ?" Albert memejamkan mata nya dan menghampiri ibu tiri nya itu dan memeluk nya.
" Al baru sampai Mom, Al mandi dulu. "
Cup...
Albert mencium kening Mommy tiri nya dan kembali masuk ke kamar nya saat melihat Pria tua yang sangat menyebalkan bagi nya.
Bahkan Albert lebih dekat dengan Mommy Sovia dari pada Daddy nya.
" Baik lah, Segera turun untuk makan malam sayang. Mommy tunggu. " Albert mengangguk dan meninggalkan Mommy nya.
Tak lama Clara juga sampai di kamar nya, Dan melihat Albert baru keluar dari kamar mandi hanya berbalut handuk saja di pinggang nya.
Clara berpikir keras untuk menggoda Albert, Namun belum tangan nya sampai, Albert sudah menatap tajam ke arah nya.
" Jangan pernah Berani menyentuh ku ! Terserah kau mau tidur dimana, Tapi yang pasti mulai saat ini aku tidak Sudi tidur satu tempat dan berbagi ranjang dengan mu !" Clara kaget.
Kaget setengah mati saat Albert berkata dengan sangat dingin pada nya.
Brak !
Albert membanting pintu lemari pakaian nya dan kembali ke kamar mandi, Mulai saat ini dia akan membatasi diri nya dengan Clara !.
Entah mengapa, Selama seminggu bersama Ariel kemarin dan melihat perubahan sikap Ariel pada nya, dan itu membuat Albert tau, Bahwa Ariel kecewa pada nya, Apalagi Albert tidak bisa menjanjikan apapun pada Ariel seperti kedua teman nya yang sudah hidup bahagia bersama pasangan nya masing masing.
__ADS_1
Albert sudah duduk di kursi nya, Dimana disana Daddy nya, Mommy, Jaseline adik perempuan nya juga sudah berada disana hanya tinggal Clara saja.
Tak la Clara turun dan mereka mulai makan mal bersama, Dan saat sudah selesai Albert langsung hendak pergi dari meja makan itu namun Di hentikan oleh Daddy nya.
" Duduk !"
" Al sibuk ! Banyak pekerjaan yang harus Al selesaikan ! Agar Al bisa kembali ke Melbourne untuk bertemu kekasih Al. " Clara kaget.
Kini Albert semakin berani bicara terbuka tentang hubungan nya dengan wanita itu, Tanpa rasa takut lagi.
" Apa maksud mu Albert ? Disini ada istri mu dan kau membicarakan wanita lain !" Sentak Daddy nya.
Albert tidak perduli lagi, Buat apa lagi dia menutupi semua nya, ?
Toh mereka juga sudah mengetahui nya bukan ?
" Yang penting dia istri Al kan ? Al tidak menceraikan nya, Dia juga mendapatkan segala nya, Nama nya juga bagus dan semakin naik. Banyak iklan yang dia bintangi semenjak menikah dengan Al, Lalu apa lagi ? Pernikahan ini hanya pernikahan bisnis saja ! Tidak ada cinta sama sekali. "
" Tau apa kau soal cinta ?"
" Maka dari itu aku tidak akan pernah memasukan yang nama nya cinta di dalam hubungan apa pun degan wanita mana pun ! Contoh nya saja di dalam keluarga ini, Cinta ? Apa itu ?? bahkan Daddy juga mengkhianati Mommy dengan wanita yang menjadi ibu ku, Lalu apa lagi ? Wanita setulus Mommy dan secantik Mommy saja Daddy masih bisa berpaling, Lalu apa--"
Plak !..
" Al..." Adik dan Mommy nya kaget saat Albert di tampar oleh Daddy nya .
Bukan hanya sekali, Tapi sudah berkali kali Albert mendapatkan hal itu sejak remaja dulu !.
" Jaga ucapan mu ! Dimana rasa hormat mu pada orang tua mu ?"
" Kurang hormat apa Al selama ini Dad ? Coba, Dimana kurang nya Al ? Apa Al harus mencari tau segala sesuatu yang berhubungan dengan masa lalu semua orang dirumah ini ? Termasuk istri Al dan Daddy ?"
Deg !
Clara kaget, Apa Albert akan mengungkit masa lalu kelam nya bersama Daddy nya ?
" Albert tidak ingin Dad, Setidak nya jangan pernah ganggu urusan Al, Yang penting Menantu Daddy tetap Clara kan ? Itu sudah pasti ! "
" Mom, Al pamit, Jase, Kakak bawa hadiah untuk kamu, Itu dari kekasih Kakak. Dia memang lebih muda dari mu, Tapi dia cantik !" Albert mengusap puncak kepala adik perempuan nya dan mencium puncak kepala Mommy nya juga yang menatap haru pada nya.
Ya, Albert tau, Bahwa perjuangan Mommy Sovia sangat besar untuk bisa menerima nya, Karena Mommy nya lama punya anak dan anak itu adalah Jaseline Diora Glow adik semata wayang Albert.
" Iya, Kak, Makasih. " Albert tersenyum dan meninggal semua orang disana dan masuk ke ruang kerja nya, Bahkan dia sengaja mengunci ruangan kerja nya.
__ADS_1
Di mengambil ponsel nya untuk menghubungi Ariel namun selalu berakhir dengan suara operator jaringan yang menjawab nya.
" Sedang apa kau Babe ? I Miss You..." Albert duduk di kursi kerja nya dan melihat foto Ariel yang ada di ponsel nya.
Foto Ariel saat di Melbourne kemarin di musim semi yang indah, Ariel terlihat sangat cantik menggunakan gaun Floral tali spaghetti itu.
Ariel tidak hanya seksi, Tapi pesona wajah cantik nya membuat jatuh begitu dalam di sosok cantik itu.
Ariel adalah sosok sempurna di mata Albert, Yang membuat nya gila dan bahagia sekaligus, Tawa nya, Sikap manja dan seksi nya membuat seorang Albert sang Player bertekuk lutut dalam pesona nya.
" Dimana kamu sayang ? Sedang apa kamu ??" Gumam Albert lagi sambil terus mengusap foto Ariel di layar ponsel nya.
Sementara disana masih sore, Karena perbedaan waktu mereka hanya 4 jam saja.
Ariel tengah menatap matahari yang terasa lebih lama tenggelam nya saat ini.
Bahkan ponsel nya berbunyi pun dia tidak perduli lagi, Apalagi itu Dari Albert.
Saat dia tengah melamun dengan kehidupan nya, Bel apartemen nya berbunyi dan Ariel mengernyit heran saat melihat wanita berusia 30 an berada di depan sana.
" Siapa ?" Tanya Ariel dari Speaker dalam bahas Inggris.
" Saya pembantu utusan tuan Albert untuk anda Nona. " Ariel hanya mendesah pasrah saja.
Albert memang berbuat sesuka hati nya dan itu semakin memperburuk keadaan nya.
" Masuk ! Mbak pembantu ku ?" Wanita itu mengangguk.
" Saya Ariel ! Jangan panggil Non, mbak, Nyonya atau ibu ! Panggil saya Ariel ! Dan tolong buat kan Mie kuah Mbak ??"..
" Mbak Mira. !" Ariel mengangguk.
" Ariel mandi dulu mbak ! Masak dua ! Satu mbak satu Ariel. Kita makan bareng !" Mbak Mira mengangguk dan mulai memasak mie pesanan Ariel...
Ariel kembali menghela nafas nya berat, Saat Parfume Albert masih tercium disini, Bahkan kemeja kotor nya pun masih berada di keranjang cucian kotor.
" Bangsat ! Kalau gue bisa ngapus ingatan gue, Pengen banget gue lupain Om Al !!! Aahh ..Bangsat !!!!" Umpat nya lagi berteriak sambil nenginjak injak kemeja bekas Albert di lantai kamar mandi nya dengan tubuh polos nya saat itu.
...🌻🌻🌻...
__ADS_1