Hello Daddy ! Im Sugar Baby

Hello Daddy ! Im Sugar Baby
Bukan Siapa Siapa


__ADS_3

Damian sudah kembali ke rumah mereka, Tepat nya rumah di ketinggian kebanggaan Damian.


Karen Panthouse mewah itu di beli nya dengan uang nya sendiri, Dengan dia pula yang mendesign nya sendiri.


Semua nya hasil tangan dingin seorang Damian.


" Qin Qin, Hari ini aku akan ke kantor Agraria, Aku akan menyelesaikan masalah lahan yang akan di beli, Doakan aku oke ?" Baby yang sedang melahap buah nya setelah selesai mereka sarapan pun melihat suami nya.


Baby tersenyum dan merentangkan kedua tangan nya.


Damian yang tau segera menyambut ulah istri nya.


" Hati hati, Jangan selingkuh, Jangan kelayapan, Jangan sampek----"


" Iya Sayang ku..." Damian langsung memotong ucapan Istri nya.


Dia merasa gemas dengan tingkah istri nya yang semakin hari semakin manja.


Tapi kedewasaan Baby dalam cara mengurus Damian patut di acungi jempol oleh Damian.


" Awas kalau sampek---"


" Iya, Maka aku harus menyerahkan diri ku pada Daddy bukan ? Bisa jadi aku di kubur nya di lubang tambang mutiara hitam itu. " Baby mengangguk antusias.


Karena sekarang dia memiliki tameng bukan ? Lagi pula itu ayah nya, Siapa yang mau marah ?


" Sudah, Belajar yang benar, Lulus lah dengan nilai terbaik untuk ku okey ? Nanti aku akan mengajak kamu ke Spanyol !"


" Spanyol ? Ada apa disana ?" Tanya Baby penasaran.


" Ada aku bersama mu "


" Eh ???" Baby kaget dengan gombalan receh suami nya.


Dimana wajah dingin dan aura menegang kan yang biasa di keluarkan Damian ?


Apa ini benar Damian nya ? Tapi ini benar.


" Sudah, Aku hampir terlambat, Aku pergi..."


Cup...


" Aku mencintai mu, Dan Anak kita..." Damian mencium kening serta mengusap perut Baby.


Cup...


Sekali lagi, Damian mengecup bibir seksi istri nya, Bahkan dia sedikit ******* nya.


" Iiii....ihhh....Gege...apaan sih ?" Baby bersungut kesal saat melihat apa yang di lakukan suami nya barusan.


Sedang kan Damian hanya tersenyum saja, Dia berhasil menggoda istri nya.


" Aku berangkat sayang...Hati hati dirumah. Hubungi aku jika ada apa apa. " Baby hanya mengangguk saja.


Dia membalas pelukan suami nya sebelum pergi meninggalkan nya bersama Bik Asnah dan Guru nya yang akan mengajar hari ini.


" Nanti beli gulali, Ya..."

__ADS_1


" Oke..." Damian mengangguk dan menghilang di balik pintu besar hunian mewah milik mereka.


Setelah kepergian Damian, Baby melanjutkan makan nya sebelum melanjutkan aktivitas nya hari ini.


Ya, Hari ini Baby melakukan ujian Praktek, Dia mulai menunjukan hasil dari ujian nya, Dan betapa beruntung nya Baby memiliki suami yang pintar dan bisa di bilang jenius.


Bahkan dengan mudah nya Damian menyelesaikan ujian praktek sang istri yang tadi malam ketiduran sebelum menyelesaikan tugas nya.


Beruntung lah Ada Damian nya.


Damian menghela nafas nya berat saat dia sudah sampai di gedung tinggi nan mewah di hadapan nya.


Gedung yang tinggi nya 32 lantai itu, Menjulang tinggi dan kokoh berdiri tegak di hadapan nya.


Dan untuk pertama kali nya lagi, Damian menginjakan kaki nya di tempat ini lagi setelah memutuskan untuk hengkang dan keluar dari nama besar Keluarga Chow.


Setelah menetralkan detak jantung serta nafas nya, Dengan langkah pasti nya Damian masuk ke dalam bangunan tinggi di depan nya.



" Apa Papa ku ada di dalam ?" Tanya Damian pada asisten sang Papa.


Tuan Chang adalah orang kepercayaan Papa nya walau usia mereka sudah termasuk senja.


" Tuan besar ada di dalam ruangan nya Tuan Muda Chow. " Sambil membungkuk hormat pada Damian.


" Santai saja paman, Aku hanya ingin bicara santai dengan Papa, Apa beliau sibuk ?" Tuan Chang menggeleng.


"Mari saya antar Tuan Muda. " Damian mengikuti langkah Tuan Chang yang membawa nya keruangan sang Papa.


Setelah mengetuk pintu dan mendapatkan jawaban, Damian di tinggalkan begitu saja dengan Papa nya.


" Apa kau sudah menyerah dengan kehidupan mu saat ini ? Dan ingin kembali ke tahta mu ?" Siara Pria arrogant itu memenuhi gendang telinga Damian.


Sebisa mungkin Damian mengontrol emosi nya di depan orang tua ini bukan ? Sebagai ayah nya.


" Papa salah, Aku kesini hanya ingin memperingati Papa, Jangan pernah mengusik Istri Dami Pa, Baby tidak bersalah dan tidak ada sangkut paut nya dengan ini semua. " Ayah Damian hanya menyunggingkan senyuman nya saja.


Dia tidak terlihat tertarik dengan pembicaraan tidak penting ini menurut nya.


Tapi penting menurut Damian demi kehidupan istri dan calon anak nya.


" Jelas ada sangkut paut nya Damian, Dia telah menghasut mu agar melawan pria yang telah membesarkan mu. " Damian mengeryit heran.


Apa Papa nya menyesal telah membesarkan nya ?


" Pa, Istri Dami gak salah apa apa. Bahkan Dami yang memohon pada nya agar tetap bersama Dami pa, Dami mencintai nya. "


" Ck, Cinta ? Apa kau bisa melawan ku dengan cinta yang kau miliki ? Tidak Damian. Kau tidak bisa melawan ku. Kau hanya anak angkat yang sudah ku besarkan !"


Deg !


Jder !


Jantung Damian berdetak tak karuan, Seakan seluruh nya tubuh nya di sambar petir dan terbakar habis.


Apa tadi ? Anak angkat ?

__ADS_1


Hanya anak angkat ???


Bahkan kata kata .Kau hanya anak angkat yang sudah ku besarkan.


Kata kata itu terus terngiang di telinga Damian.


Bahkan sampai berdegung hebat di gendang telinga nya.


" Hanya anak angkat ?" Damian tertawa miris di hadapan nya.


Di hadapan Pria yang selama ini di kenal nya sebagai ayah nya, Walau dengan semua kekejaman nya.


Kekerasan nya dalam mendidik Damian kala itu.


Semua kembali berputar di ingatan Damian seakan seperti kaset rusak yang terus menerus menampil kan adegan demi adegan yang terus berputar.


" Anak angkat Pa ?" Tanya Damian sekali lagi.


Sementara Pria yang di kenal nya sebagai ayah nya itu hanya diam tanpa ingin menjawab semua nya.


" Ya! Kau hanya anak angkat ! Anak angkat Damian !!! Anak angkat yang ku ambil dari panti asuhan karena istri ku tidak bisa memiliki anak ! Dan aku menuruti keinginan nya. "


Tambah sakit rasa nya hati Damian, Betapa sakit nya semua ini ??


Jika dia anak angkat, Lalu siapa kedua orang tua nya ??


Kenapa mereka tega menelantar kan nya di panti asuhan ?


Hingga bertemu dengan sosok yang selama ini di kenal nya sebagai ayah nya.


" Pa...Katakan ini tidak benar. "


" Aku bukan Papa mu !!! Kau dengar ??? aku bukan Papa mu !!! Bukan !!!" Teriak Tuan Hendri menggelegar di ruangan ini.


Kenapa tambah sakit ? Kenapa semakin dia ingin tau rasa nya semakin sakit ?


" Baik, Terima kasih atas semua kebaikan anda Tuan Hendri Chow, Saya tidak bisa membalas dan membayar semua kebaikan anda selama ini. Dan maaf juga tidak bisa menjadi apa yang seperti anda ingin kan. Saya pamit, Dan terima kasih . " Damian membungkuk hormat dan pergi meninggalkan Ruangan penuh kesakitan itu.


Ruangan yang dulu nya menjadi teman nya untuk menyelesaikan segala nya.


Kini berganti menjadi ruangan pesakitan, Demi Tuhan, Ini sangat sakit.


Sakit sekali.


Kemana Damian ingin bercerita ? Kemana Damian akan berkeluh kesah ?


Sementara dia tidak tau siapa diri nya ? Siapa keluarga nya dan dari mana dia berasal ?


" Baby..." Lirih Damian menelungkup kan wajah nya di kemudi mobil nya.


Saat ini hanya Baby dan calon anak nya lah yang di miliki nya.


Ya, Baby lah keluarga nya saat ini, Baby istri nya dan calon anak nya.


Dan ternyata dia bukan siapa siapa sejak dulu. Maka mungkin semua perlakuan ayah nya begitu.


Ralat, Bukan ayah, Melainkan ayah angkat nya.

__ADS_1


...❤️❤️❤️ ...


__ADS_2