
Baby langsung mengejar Damian yang terlihat emosi disana.
Dia merasa sedikit bersalah disini karena melihat Apa yang di bawa Damian untuk nya.
" Om, Om mau kemana ?" Damian terpaksa berhenti karena tangan nya di cekal Baby.
Di tatap nya wajah Baby saat ini, Ada rasa kecewa di hati nya saat mendapati sebuah fakta ini.
Fakta bahwa Baby pernah di culik ayah nya dan di minta pergi dari nya.
Sekarang Damian tau, Apakah yang mengirimi nya pesan itu salah satu orang ayah nya hingga membuat nya salah faham pada Jo dan Baby ?
" Kenapa ?" Baby Diam.
" Kenapa Baby ? Apa sebegitu tidak penting nya diri ku hingga kamu menyembunyikan ini semua dari ku ?" Masih sama.
Baby tidak berani menjawab nya. Dia bingung harus apa saat ini.
Begitu juga dengan Damian. Dia bingung harus apa saat ini ? Apa dia harus mengundurkan diri dari Posisi nya saat ini ? Wakil CEO di Chow Electro ?
Dan pergi bersama Baby ? Hidup bahagia dengan keluarga kecil nya ?
" Tetap lah dirumah, Aku akan kembali. "
Cup
Damian mencium kening Baby dan meninggalkan nya.
Tujuan nya saat ini adalah Rumah Mewah keluarga nya yang berada di pusat ibu Kota.
Dia mengendarai mobil nya dengan kecepatan sedang, Dan jarak dari Unit Apartemen Damian kerumah nya hanya membutuhkan waktu 35 menit dan sampai lah dia dirumah mewah itu.
" Dimana Papa ?" Dia mengabaikan sapaan dari para pelayan rumah nya.
Tidak banyak, Hanya ada 5 orang pekerja.
" Di Ruang kerja nya Tuan, Bersama--"
" Siapa ?" Tanya Damian.
" Nona Marissa dari keluarga Jing Tuan..." Rahang Damian mengetat.
Ini yang tidak di sukai nya.
Ayah nya selalu saja berlaku sesuka nya.
Brak !
Dua orang yang sedang di dalam ruangan itu kaget saat Damian datang keruangan ini.
" Sapa calon suami kamu Marissa. " Marissa mengangguk dan menghampiri Damian.
" Jangan pernah menyentuh ku !" Ucap Damian dengan tegas.
" Why ? kurang dari seminggu lagi kita akan menikah. "
" Aku tidak akan pernah menikah dengan mu ! Aku sudah menikah dengan wanita yang ku cintai. " Bukan kaget.
Mereka tidak kaget sama sekali.
" Pernikahan kalian tidak sah. !"
" Sah ! Pernikahan kami sah ! aku telah mengurus nya. Bahkan semua sudah selesai. "
" Wanita itu masih di bawah umur. "
__ADS_1
" Kenapa Pa ? apa salah ku selama ini ? Aku tidak pernah meminta apapun pada Papa. Aku hanya ingin Papa merestui hubungan ku dengan Baby, Dia sedang mengandung Anak Damian Pa. " Damian mengiba disana.
Dia benar benar mengiba untuk hidup nya dengan Baby.
" Keturunan Chow hanya akan lahir dari Marissa. "
" Kalau begitu Papa saja yang menikah dengan Marissa. "
Plak !
Pipi Damian di tampar oleh ayah nya. Dia tidak bergerak sedikit pun dari sana.
Hati nya sudah terlalu sakit oleh perlakuan ayah nya sejak iya kecil.
Kerjaan Damian hanya belajar belajar dan belajar.
Setelah mengenal Albert dan Joshua lah hidup Damian mulai kembali membaik sedikit demi sedikit.
Dia tidak lagi merasakan yang nama nya kesepian dan sendirian lagi.
Kedua teman nya selalu ada di saat terburuk dan saat terbahagia nya sekali pun..
" Pergi jika kamu ingin kehilangan segala nya dan hidup dengan kemiskinan. "
" Ya ! Damian akan pergi Pa ! cukup sudah selama 33 tahun ini. Tidak akan lagi !"
" Kau akan ku anggap--"
" Anggap aku mati jika itu memang benar baik dan membuat Papa senang dan bahagia. Damian pamit Pa. Dan mulai hari ini, Aku Damian Chow, Akan merubah Nama ku menjadi Damian ! Tanpa nama keluarga besar ini. "
Deg !
Jantung Ayah nya Damian berdetak semakin kencang saat ini. Sekuat tenaga dia menahan nya agar tidak terlihat lemah di mata Damian.
" Aku pamit, Tuan Hendry Chow. " Damian membungkuk dan memberi rasa hormat untuk yang terakhir kali nya bagi orang yang menjadi ayah nya itu.
Apa yang harus di lakukan nya ?
Ceklek...
Pintu terbuka saat dia merasa khawatir dengan keadaan Damian.
Dengan segera dia menghampiri suami nya dsn mengecek keadaan nya.
Mata tau melakukan baku hantam atau apa tadi nya. Damian tidak tau.
" Om, Om baik baik aja kan ?" Damian tersenyum saat melihat Baby panik dan mengkhawatirkan nya.
Di peluk nya Baby, dan di letakan nya dagu berjambang itu di bahu Baby.
Menenang kan sekali rasa nya berada di dalam pelukan Baby.
" Tolong balas aku, Aku membutuhkan itu..." Ada sedikit rasa getir dan nyeri saat mendengar Damian meminta nya untuk membalas pelukan nya.
Perlahan tapi pasti, Tangan Baby terangkat untuk membalas pelukan hangat dari Damian.
Dan Damian ? Dia semakin mengeratkan pelukan nya terhadap Wanita yang telah menjadi istri nya dan sekarang tengah mengandung calon anak mereka...
" Aku mencintai mu, Aku membutuhkan mu di sisi ku, Tolong jangan pergi. " Sakit !
Seakan Baby juga merasakan rasa sakit yang di rasakan Damian saat ini.
" Tolong bertahan di sisi pria rapuh ini Baby, Aku benar benar mencintai mu. " Lanjutan Damian lagi semakin membuat Baby merasakan sesak nya.
Perlahan juga dia mulai menghirup aroma tubuh Damian, Baby tenggelam di dalam pelukan hangat Damian.
__ADS_1
Memeluk dan saling membalas pelukan.
" Huh, Apa aku terlalu cengeng ?" Damian menghapus sudut mata nya yang berair setelah melepas pelukan nya bersama Baby.
Baby tidak menjawab, Tapi dia memikirkan sesuatu.
" Baik lah, istirahat saja duluan, nanti aku menyusul kamu dan anak kita. " Setelah mengatakan itu Damian hilang di balik pintu kamar mandi mereka.
Sementara Baby ? Dia masih memikirkan bagaimana cara nya untuk membuat Damian bahagia ?
Apa yang harus di lakukan nya ?
Apa dia harus melakukan nya ? Jika iya dia akan melakukan nya.
Bukan hanya untuk Damian, Tapi juga untuk nya dan untuk anak nya kelak.
Tidak salah bukan ?
" Kenapa belum tidur sayang ?" Tanya Damian menghampiri Baby yang masih bersandar di tempat tidur.
" Teh ?" Tanya Damian.
Baby mengangguk.
" Teh jahe merah, Buat tenangin pikiran aja, Dari luar terus mandi malem juga kan ? Gak baik. Nanti bisa masuk angin. " Damian tersenyum.
Cup
" Terima kasih..." Damian mengelus kepala Baby dan meminum habis teh jahe hangat buatan istri nya.
Damian mengembalikan Teapot nya pada Baby dan beringsut untuk memeluk istri nya.
Berbagi pelukan dan kehangatan.
" Sudah minum susu ?"
" Sudah, " Jawab Baby.
" Vitamin nya ?"
" Sudah "
" Buah nya ?"
Bugh.
" Kenapa ?" Tanya Damian heran saat Baby memukul dada nya.
" Tanya aja terus. " Damian tersenyum bahkan kini menampakan deretan gigi terawat milik nya.
" Maaf, Sudah ayo tidur. Besok sekolah bukan ?" Baby mengangguk.
" Ya sudah, Besok aku temani sekolah dirumah. " Baby heran.
Apa Damian tidak ke kantor ?
" Apa gak kerja ?" Damian tersenyum lagi.
" Hanya ingin menemani kamu aja. " Jawab Damian.
" Sudah, ayo tidur ini sudah malam. " Sebisa mungkin Damian menghindari pertanyaan Baby yang akan menambah beban pikiran nya nanti.
" Selamat malam istri ku. "
Cup
__ADS_1
Damian mencium kening Baby dan mengusap punggung wanita hamil itu hingga benar benar tertidur.
...❤️❤️❤️ ...