
"Ada dilantai 10 kamar VVIP pak" ucap pegawai tersebut dengan tersenyum ramah.
"Oke terimakasih" ucap papa Hera berlalu dengan menarik tangan istrinya yang tengah memikirkan apakah anaknya mengganti namanya.
"Jangan dipikirkan tentang nama itu, kita lihat dulu dikamar yang ditujukkan pegawai tadi apakah benar itu Hera anak kita." Ucap sang suami menenangkan.
"Hmm ya.."
-----------------------------------------
Mereka berjalan menuju lift untuk naik menuju kelantai teratas rumah sakit yaitu dilantai 10. Diikuti beberapa penjaga dibelakang mereka dengan memakai pakaian serba hitam yang memiliki badan tegap, tinggi, dan besar.
Hingga mereka sampai dilantai 10, berjalan untuk mencari dimana kamar VVIP berada, saat mereka sampai didekat kamar tiba-tiba dihadang beberapa orang yang berpenampilan sama dengan penjaga yang mereka bawa.
"Mau apa kalian, berhenti di sana" ucap penjaga pintu kamar tersebut. Orang tua hera yang mendengar kalau ditegur pun berhenti di sana dengan mengernyitkan alis pertanda bingung.
"Kami ingin menjenguk putri kami" ucap papa Hera
"Putri kalian? Siapa namanya?" Tanya penjaga di sana.
"Hera Arcus!" Jawab papa Hera dengan tegas.
Penjaga yang mendengarnya tidak langsung percaya walaupun nama yang disebutkan tadi terdapat marga tuannya. Seorang penjaga memasuki kamar rawat tersebut untuk menanyakan kepada tuannya apakah di bolehkan masuk atau tidak, karena mereka tidak berani bertindak gegabah untuk mengizinkan, apalagi ini berhubungan dengan nyonya nya yang koma .
"Maaf tuan mengganggu waktu anda, diluar ada seorang suami istri dan penjaganya ingin bertemu dengan nyonya." Ucap penjaga tersebut dengan gugup kalau ada kata-katanya yang salah ucap.
Rain yang mendengar kalau ada yang ingin bertemu dengan wanitanya langsung mengalihkan mata mengarah kepada penjaga yang tadi bicara.
"Suruh mereka berdua masuk!" Perintah Rain kepada penjaga tersebut.
__ADS_1
"Baik tuan, izin undur diri" ucap penjaga dengan mundur selangkah baru berbalik arah, sedangkan Rain hanya menganggukkan kepala.
Penjaga yang tadi masuk sudah keluar dari kamar rawat.
"Untuk kalian berdua bisa masuk kedalam, tuan sudah menunggu kalian di sana." Ucap penjaga itu memberitahu.
"Tuan?" Tanya papa Hera dengan mengernyitkan alis pertanda bingung, dirinya berpikir berarti didalam kamar putrinya tidak sendiri.
"Iya tuan kami sudah menunggu didalam dan untuk kalian diam disini" ulang penjaga itu lagi dengan menunjuk penjaga papa Hera
"Baiklah terimakasih, ayo suamiku" ajak mama Hera.
Mereka masuk kedalam kamar rawat, mata mereka mengedar kesemua ruangan hingga mata mereka menangkap dua orang di sana yang satu sedang tidur dengan dibantu alat-alat penunjang hidup, sedangkan satunya lagi duduk di samping brankar itu dengan menggenggam tangan wanita yang berbaring di brankar tersebut.
"Selamat datang mama papa" ucap Rain setelah mengetahui kalau orang tua wanitanya sudah masuk.
"Apa sih yang tidak aku ketahui tentang wanitaku" jawab Rain inting.
"Siapa kamu, kenapa kamu bisa dekat dengan putriku" tanya mama Hera.
"Aku? Aku calon suaminya wajar saja aku dekat dengan Putri kalian" ucap Rain
"Calon suami? Kenapa kami tidak tau"
"Ya bagaimana kalian tau, kalau kalian saja tidak pernah menanyakan langsung pada Putri kalian bahkan bertemu pun tidak" tusuk Rain dengan kata-kata pedas. Sedangkan orang tua Hera hanya bisa diam membenarkan ucapan Rain.
"Terus kalian ngapain kesini, mau lihat keadaan wanitaku?, Hehh ada yah orang tua yang hanya mau bertemu saat anaknya yang lagi diambang antara hidup dan mati." Sindir Rain.
"Kami tidak pernah menemuinya karena kami ingin melindunginya"
__ADS_1
"Iya melindungi tapi kalian hanya duduk diam saja tanpa mau meluruskan permasalahan kalian sehingga berimbas pada wanitaku. Coba saja kalian meluruskan permasalahannya lebih awal wanitaku pasti mempunyai keluarga yang utuh. Kalian hanya mementingkan diri sendiri, hanya karena ancaman dari saudara tiri anda tuan Robert yang terhormat, kalian tega meninggalkan wanitaku di panti asuhan. Orang tua macam apa itu." Ucap Rain panjang lebar.
"Huhhh, ya itu semua salah kami" lirih papa Hera.
"Nah tuh kalian berdua tau, percuma kalian datang untuk minta maaf, dirinya saja tidak bakal merespon ucapan kalian. Aku beri waktu kalian untuk bicara dengan wanitaku, ingat! jangan sampai membuat wanitaku kenapa-kenapa" Ucap Rain dengan berlalu meninggal sepasang suami istri.
Di ruangan tersebut hanya tinggal tiga orang saja, sepasang suami istri tersebut memandang kearah wanita yang masih tenang menutup matanya di brankar sana, mama Hera berjalan mendekat untuk bisa melihat putrinya lebih jelas diikuti papa Hera dibelakangnya.
"Maafkan mama sayang, hanya karena takut kehilanganmu mama rela tidak bertemu kamu hingga belasan tahun lamanya, tak kerasa kamu sudah tumbuh besar bahkan lebih cantik dari mama, mama ingin merasakan bagaimana rasanya dimanja oleh anak sendiri, jadi maafkan mama maafkan"ucap mama Hera dengan lirih sedangkan papa Hera hanya diam melihat bagaimana putri terbaring lemah di brankar sana.
"Kenapa disaat mama ingin bertemu kamu, tuhan memberi cobaan kepada kita yang membuatmu tidak bisa melihat bagaimana rupa orang tuamu, bahkan mama ingin mendengar bagaimana bibir kecilmu itu menyebut kata 'mama' didepan mama, agar bisa didengar langsung dan bisa merasakan bagaimana bahagianya dipanggil 'mama' oleh anak sendiri. cepatlah bangun sayang, mama ingin bermain denganmu dan mendengar keluh kesah mu saat kamu sedang kesel dan memdengar kamu merengek minta dibelikan sesuatu. Mama ingin sekali merasakan seperti itu, jadi mama mohon buka mata kamu sayang mama sangat sangat mohon..." Tangisan mama Hera pecah.
"Sudah mah, ini semua sudah terjadi, jadi kita bisa memperbaiki apa yang salah dari diri kita nantinya" ucap papa Hera menenangkan istrinya.
Setiap orang pernah melakukan kesalahan dalam kehidupannya yang berbuntut pada penyesalan. Penyesalan memang selalu datang di akhir.
Menyesal boleh boleh saja selama hal itu tidak sampai larut dan merugikan kita. Tidak ada guna menyesali apa yang sudah terjadi dan larut dengan meratapi penyesalan tidak akan menjadikannya lebih baik.
Alangkah baiknya kamu intropeksi terhadap kesalahan yang diperbuat di masa lalu agar kamu menjadi lebih baik lagi di masa depan.
Sesal adalah perasaan tidak senang (susah, kecewa, dan sebagainya) karena telah berbuat kurang baik (dosa, kesalahan, dan sebagainya)
Hakikat penyesalan adalah kesadaran atas kesalahan yang pernah diperbuat. Di balik itu semua, penyesalan menjadi satu di antara kunci dari kehidupan seseorang yang bisa membuat kita menjadi lebih baik dari sebelumnya.
Rasa menyesal biasanya muncul karena pilihan yang kita ambil tidak pas, atau berupa tindakan yang kamu ambil sebelumnya menghasilkan suatu hal yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Penyesalan bisa dialami siapa saja dan hal wajar terjadi dalam kehidupan seseorang. Tetap semangat dalam menjalani hidup dan yang perlu diingat adalah menjadikan penyesalan sebagai pengalaman berharga untuk menjadikanmu pribadi yang lebih baik.
Terimakasih yang sudah membaca jangan lupa like dan vote, komen kalau menurut kalian kurang jelas alurnya..
__ADS_1