Hesper Rain

Hesper Rain
Masa Lalu


__ADS_3

"Kenapa disaat mama ingin bertemu kamu, tuhan memberi cobaan kepada kita yang membuatmu tidak bisa melihat bagaimana rupa orang tuamu, bahkan mama ingin mendengar bagaimana bibir kecilmu itu menyebut kata 'mama' didepan mama, agar bisa didengar langsung dan bisa merasakan bagaimana bahagianya dipanggil 'mama' oleh anak sendiri. cepatlah bangun sayang, mama ingin bermain denganmu dan mendengar keluh kesah mu saat kamu sedang kesel dan memdengar kamu merengek minta dibelikan sesuatu. Mama ingin sekali merasakan seperti itu, jadi mama mohon buka mata kamu sayang mama sangat sangat mohon..." Tangisan mama Hera pecah.


"Sudah mah, ini semua sudah terjadi, jadi kita bisa memperbaiki apa yang salah dari diri kita nantinya" ucap papa Hera menenangkan istrinya.


---------------------------------------


Mereka hanya bisa diam menatap Hera di sana yang terbaring lemah dengan dibantu alat penunjang kehidupan. Lama mereka menatap tiba-tiba pintu diketuk dari luar dengan berbarengan masuknya dua orang pria yang satu memakai jas putih sedangkan yang satu memakai jas hitam tidak lupa dengan penutup wajahnya.


"Halo, saya Daniel dokter spesialis bedah dan saya juga dokter pribadi dari tuan Rain, disini saya akan memeriksa Putri kalian dulu, untuk memastikan keadaan lanjutannya." Ucap Daniel santai.


"Iya silahkan" jawab papa Hera mempersilahkan.


Daniel berjalan mendekat kearah pasien untuk pengecekkan rutin.


"Bagaimana apakah ada kemungkinan kalau putri kami cepat sadar" tanya mama Hera


"Saya tidak bisa memastikannya, yang pasti kita harus banyak-banyak berdo'a kalau hal-hal yang tak diinginkan terjadi. Karena di otak ada sangat banyak pembuluh darah yang penting peranannya untuk memastikan sel-sel otak tersuplai oksigen dan nutrisinya dengan baik sehingga bisa berfungsi sebagaimana mestinya. Pecahnya pembuluh darah di otak, seperti yang banyak dialami penderita hipertensi yang tidak terkontrol, orang yang menjalani pengobatan antikoagulan berlebihan, orang yang memiliki spot pembuluh darah di otak yang lemah dan menonjol (aneurisma serebri), juga orang yang mengalami cidera kepala berat, bisa teramat mengacam nyawa jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat. Apalagi dari hasil penelitian saya kalau putri anda sudah pernah mengalami cidera kepala, apakah benar?"


"Yaa, dulu dia juga pernah mengalami cidera kepala hingga menyebabkan koma."


"Apa penyebabnya putri anda mengelami koma"


Dulu disaat dirinya waktu kecil berumur sekitar empat tahun...


"Mama mama Hera sudah bisa naik sepeda lihat deh, horeee" ucap Hera kecil dengan ceria saat diajarkan sang ayah naik sepeda.

__ADS_1


"Iya mama lihat kok, hati-hati sayang" balas sang mama dengan menata macam-macam makanan di atas karpet untuk mereka bersantai.


"Papa ayo lagii, Hera mau belajar lagii" rengek Hera saat sang ayah mulai berhenti mengajarkannya naik sepeda.


"Iya nanti, kita istirahat dulu yah, itu mama sudah mempersiapkan semua" ucap papanya memberitahu bertepatan dengan sang mama memanggil mereka berdua.


"Hera, papa, ayo kita istirahat dulu nanti saja belajarnya lagi" seru sang mama


"Baik mama" ucap Hera dengan cepat-cepat mengayuh sepedanya tanpa tau kalau ada sebuah mobil melaju dengan cepat kearahnya.


Bukkk..


"Heraaaaa" teriak sang mama saat melihat Hera tertabrak didepan matanya, begitu pun dengan papanya.


Papa dan mama Hera menghampirinya, belum mereka sampai ditempat kejadian mobil yang menabrak anak mereka sudah kabur lebih dulu sebelum mereka mengetahui siapa yang telah menabrak anak kesayangan mereka.


"Papa ayo cepat ambil mobil kita bawa Hera ke rumah sakit, cepat" ucap sang mama membuyarkan lamunan sang papa yang tidak percaya dengan apa yang dirinya lihat.


"Iii iya , tunggu sebentar" ucap sang papa dengan berlari cepat menuju mobil mereka yang terparkir tidak jauh dari sana.


Mobil berhenti ditempat kejadian dengan turunnya seorang pria dengan tergesa-gesa.


"Ayo mah, sini papa angkat Hera"


"Iya" jawab sang mama dengan masuk lebih dulu kedalam mobil baru sang papa meletakkan Hera dipangkuan sang istri.

__ADS_1


Mobil melaju dengan kecepatan di atas rata-rata, mereka tidak memikirkan lagi keadaan mereka yang kalau tiba-tiba ada mobil yang lewat dengan kencang juga, mereka hanya memikirkan bagaimanapun caranya harus cepat sampai dirumah sakit.


Sampai di rumah sakit, mereka langsung berlari menuju UGD yang sudah ditunggu dokter pribadi mereka dan beberapa perawat di sana untuk memeriksa anak mereka. Karena itu rumah sakit milik dari papa Hera jadi mereka yang pasti akan diutamakan dulu.


Dokter memeriksa dan hasil pemeriksaannya menyatakan kalau Hera mengalami koma karena ada cidera di kepalanya saat Hera terhempas di jalanan. Sang mama menangis terus-menerus saat memikirkan anak mereka satu-satunya mengalami koma. Dirinya menyesal karena telah memanggil Hera untuk istirahat lebih dulu, andai waktu bisa berputar kembali ini semua tidak akan terjadi.


"Pah, andai aku tidak menghentikannya bermain, pasti ini semua tidak akan terjadi."


"Jangan salahkan dirimu mah, papa juga salah telah membiarkan Hera bermain sepeda sendiri tanpa ada papa disampingnya." Ucap sang papa menenangkan sang istri yang menangis di pelukannya.


Tiba-tiba keluarga dari papa Hera datang setelah mendengar kabar tentang Hera yang mengalami kecelakaan.


"Bagaimana dengan Hera apakah dia baik-baik saja" tanya kakek Hera dengan napas memburu karena buru-buru datang saat mendengar kabar tersebut.


"Hera mengelami koma yah" ucap papa Hera lirih.


"Hahh, kamu yang sabar" sang ayah menenangkan anaknya


"Itulah kenapa kejadian yang sebenarnya, ketika dirinya berumur empat tahun mengalami koma, setelah dirinya sadar ternyata dia mengalami amnesia" sambung sang mama setelah menceritakan kronologi kejadian dimasa lalu.


"Kalau dimasa lalu dirinya mengalami cidera di kepala sedangkan yang sekarang pembuluh darah pecah di otak. Ini yang saya bingung kan apakah dirinya masih bisa membuka matanya kembali atau menutup selamanya." Daniel memprediksi tentang keadaan Hera


"Apabila pembuluh darah pecah di otak, hal ini akan menimbulkan pendarahan otak atau juga disebut hemorrhage. Pendarahan tersebut bisa berakibat fatal karena terjadinya pembengkakan otak dan matinya sel-sel otak. Ini adalah keadaan darurat medis yang umum dan serius dan memerlukan deteksi dini dan penanganan yang tepat." Sambung Daniel menerangkan.


"Hahhh, lakukan apa yang terbaik untuk putri kami dokter" mohon mama Hera deng lirih.

__ADS_1


"Yaa saya pasti akan berusaha melakukan yang terbaik untuk pasien saya" sahut Daniel dengan tersenyum, bagaimanapun dirinya tidak mungkin membiarkan pasien yang satu ini mengalami sesuatu yang tak diinginkan, bisa-bisa gelar dokternya dicabut langsung, kalau dipecat mah bisa melamar pekerjaan di rumah sakit lain walaupun tidak sebagus rumah sakit ini.mungkin kalau itu saja tidak seberapa tapi kalau nyawa taruhannya dirinya tidak bisa berkutik lagi saat jiwa psychopath temannya itu keluar.


Terimakasih yang sudah baca jangan lupa like dan vote, komen kalau menurut kalian kurang menarik alurnya


__ADS_2