Hesper Rain

Hesper Rain
Survey 2


__ADS_3

"Apa di atas pohon?, Lo tidak gila kan, masih waras Lo hahh, ingin tidur di atas pohon, Lo nggak sayang sama sepertinya." omel Roben tidak terima tidur di atas pohon. "Terus apa gunanya gue membawa-bawa tenda segala" lirih Roben


"Mau gimana lagi, mereka membuat rumah di atas-atas pohon yang memiliki tinggian kurang lebih 10 meter dari tanah. kalau kita membuat tenda di tanah yang ada mereka malah turun memeriksa kita saat kita lagi tidur, mengerti nggak sih Lo." jelas Rain


"serahlah,,, mau di atas pohon kek, mau di atas awan kek, terserah saja" sahut Roben.


---------------------------------


"Ya sudah kamu cari pohon yang mau kamu tiduri dulu, sedangkan aku sudah menemukannya jadi langsung saja aku panjat" ucap Rain


"Kok sendiri-sendiri sih, kenapa tidak barengan aja sih, biar rame gitu" sahut Roben protes.


"Hahh gimana sih Lo, biar aja kita berpencar tidurnya, nanti Lo bisa mengamati keadaan sekitaran Lo, gue pun juga, jadi kalau ada terjadi apa-apa bisa langsung mengabari satu sama lain ngerti nggak sih.." kesel Rain dengan manusia satu ini yang selalu bertanya.


"Kok gue nggak setuju yah, kita barengan aja deh" ucap Roben lagi yang makin membuat Rain kesel.


"Tadi kan kata Lo terserah gue aja, jadi gue maunya kita pisah tidurnya!!!" Ucap Rain lagi dengan tangan gatal ingin menepuk itu kepala Roben yang isinya apa saja sehingga tidak paham-paham dengan ucapannya dari tadi.


Setelah berucap Rain langsung menuju dimana pohon yang dirinya inginkan untuk tidur malam ini, memanjatnya dengan hati-hati tanpa melihat kebawah, panjat terus sampai kira-kira ketinggiannya mencapai 5 meter, barulah dirinya berhenti memanjatnya, duduk di atas ranting pohon tersebut yang terlihat kuat.


Setelah duduk sebentar, langsung saja dengan cepat memasang tenda gantung agar untuk bisa tidur didalamnya. Setelah tenda tadi terikat Rain kembali lagi turun menuju pohon yang lain untuk mengikat tali tenda yang lainnya lagi, hingga sampai keempat talinya sudah terikat dengan kuat di batang-batang pohon yang ada di empat sisi.


Langsung saja rain menaiki tenda tersebut untuk cepat-cepat tidur karena hari sudah mulai larut. Merebahkan diri dengan tenang di tenda dengan membayangkan wajah sang istri tercinta yang sekarang masih terbaring lemah di atas brankar rumah sakit.

__ADS_1


"Astaga, aku kelupaan lagi untuk menanyai kabar Hera, aduh aduh itu saja sampai lupa" ucap Rain dengan menepuk kepalanya agar berharap lain kali tidak lupa lagi.


Membongkar-bongkar tas untuk mencari alat yang bisa dirinya pakai untuk mencari tau kabar dari sang istri tercinta.


"Nah ini dia" gumamnya setelah menemukan hp dari tas besarnya itu.


"Eh eh, kok nggak ada sinyal sih,, aduhhh, aku baru ingat lagi kalau sini kan hutan mana ada sinyal.., terus bagaimana aku bisa tau kabar Hera." Gumam rain dengan lirih saat mengetahui kalau yang dirinya tempati saat ini adalah hutan.


Karena tidak ada sinyal untuk mencari kabar Hera, Rain hanya bisa menatap foto-foto Hera yang sengaja dirinya simpan di galeri hpnya.


"Untung saja aku pernah ngambil fotonya secara diam-diam, nggak apa-apa kalau tidak bisa melihatnya, yang penting ada fotonya untuk dipandang kala disaat aku lagi kangen-kangen nya" dengan masih memandang-mandangi foto Hera dengan sayang


"Selamat malam sayang" ucapnya dengan mencium foto hera.


Kita beralih ke Roben yang masih jalan-jalan mencari tempat yang cocok untuk mendirikan tenda. berjalan dengan tak tentu arah.


Berjalan dengan lurus tanpa berbelok-belok sama sekali hingga Roben melihat sesuatu terang yang berada di atas pohon, karena penasaran Roben langsung saja berhenti dan mengumpat dibelakang pohon besar yang ada disana.


"Apakah itu suku yang akan gue dan rain teleti? Hahh gue harus gimana dong, mau lari takut mereka melihat, mau jalan terus nanti mereka juga melihatnya, gimana sih kok gue jadi delima gini sih" gumam Roben dengan mengigit kuku jari tangannya gugup.


Hari sudah mulai larut namun suku tersebut belum juga tidur, Roben mengamati mereka dari bawah dengan hanya memakai teropong yang dirinya bawa dari rumah.


"Apakah gue gabung aja yah, biar aku bisa tau apa-apa saja yang akan mereka lakukan" tanyanya pada dirinya sendiri.

__ADS_1


"Kok aku yang yang tidak yakin yah, masih ragu-ragu, coba aja Rain juga ikut pasti dia punya solusi tentang hak ini." gumamnya lagi.


Roben menunggu mereka hingga mereka semua bubar dan kembali ketempat masing-masing, mungkin mereka berkumpul karena lagi musyawarah itulah yang ada dipikiran Roben.


Semua orang yang berkumpul tadi bubar dengan berjalan menuju rumah masing-masing, saat ada serombongan wanita berjalan kearahnya, Roben merasa sangat gugup akan hal tersebut, gugup kenapa?, gugup karena takut kalau rombongan wanita tersebut bisa melihat dirinya yang sedang mengumpat dibelakang pohon.


Rombongan wanita tadi berhenti tepat didepan Roben, dengan berbicara memakai bahasa mereka, sehingga membuat Roben tidak mengerti para wanita tersebut berbicara apa. Para wanita tadi langsung melanjutkan perjalanan nya melewati Roben tanpa melihatnya sama sekali, mungkin karena gelap dan juga ditutupi oleh rumput-rumput yang tinggi sehingga para wanita tadi tidak melihat ke arahnya.


"Huhh, gila gugup banget gue, tapi kalau dilihat-lihat para wanita tadi cantik-cantik semua bahkan benda yang ada pun cukup besar, hehehe" kekeh Roben membayangkan benda apa saja yang tadi dirinya lihat.


Karena orang-orang wilayah tadi sudah bubar Roben juga ikut bubar menjauh dari tempat pemukiman mereka semua, menuju tempat dimana rain berkemah.


Berjalan dengan cepat yang hanya mengunakan insting saja untuk menuju dimana rain berada, karena menurut Roben, hal yang dirinya lihat tadi wajib untuk Rain ketahui. Hingga dari kejauhan sudah terlihat ada tenda gantung diantara empat titik pohon.


"Hahh akhirnya ketemu juga." lega Roben dengan berjalan semakin cepat karena tidak sabar lagi mengatakan hal-hal yang menarik kepada Rain.


menaiki tenda tersebut dengan mengunakan tangga yang menjuntai ketanah. setelah sampai di atas Roben langsung saja membangunkan Rain yang sudah tertidur itu.


"Rain Rain, woyy bangun woyy" tepuk-tepuk Roben pipi Rain agar sang empu cepat bangun.


"Apaan sih, ganggu orang lagi tidur aja, tadi kan gue sudah nyuruh Lo untuk buat tenda sendiri, lalu kenapa Lo ikut naik ke tenda gue." ucap Rain dengan muka yang terlihat masih mengantuk.


"Tapi ini hal penting Rain, ini tentang suku yang akan kita teliti ini, tadi gue sempat lihat mereka tau nggak, Bahkan aku melihatnya dengan sangat-sangat dekat" ucap Roben yang membuat Rain langsung duduk.

__ADS_1


"Apa yang kamu dapat dari apa yang kamu lihat itu, ceritakan apa saja" sahut cepat Rain penasaran


Terimakasih bagi yang membaca jangan lupa like dan vote agar aku makin semangat untuk menulisnya.


__ADS_2