Hesper Rain

Hesper Rain
White Room


__ADS_3

"Oke, aku akan memberi saran untuk mencoba Lidah buaya, karena lidah buaya adalah sukulen dengan daun berdaging tebal yang diisi dengan zat gelatin yang jelas dikenal sebagaiĀ gel lidah buaya." Ucap prof I


"Baik, kalau aku akan memberi saran untuk mencoba akar Alang-alang, karena akar alang-alang juga dikenal sebagai Reeds dalam salah satu ramuan tumbuh paling umum di Indonesia. Biasanya, tumbuh 2000 m di atas permukaan laut." Sambung prof II


"Baik karena kita sudah menentukan tumbuhan apa saja yang akan kita uji nanti, jadi kita hanya perlu mencarinya dulu baru kita kumpul lagi untuk menelitinya dan menguji coba." Ucap Rain


-----------------------------------------


Setelah selesai berdiskusi Rain kembali ke kamar rawat calon istrinya, dengan kembali memakai jas tidak lupa dengan penutup wajahnya. Sampai di sana orang tua Hera masih terlihat berdiam diri di ruangan tersebut seakan menunggu Hera untuk membuka matanya kembali.


"Kenapa kalian tidak pulang saja, Hera biar aku yang menjaganya" ucap Rain


"Ehh, kamu sudah datang" kaget sang mama Hera.


"Kami mungkin akan menginap disini, apakah boleh?" Sambung mama Hera


"Ya, tentu saja, karena yang menjaga Hera adalah kalian, jadi aku akan undur diri, jangan lupa pikirkan tentang ucapan aku sebelumnya." Ucap Rain dengan berlalu


"Iya"


Mama Hera hanya bisa menghela napas kasar memikirkan ucapan Rain yang mengingatkan tentang pernikahan yang dirinya inginkan.


"Pah, bagaimana kalau kita bilang saja ke pria tadi kalau mereka menikah setelah Hera sadar dari komanya" ucap mama Hera memberi saran.


"Bukannya papa nggak mau, kamu tau kan kalau kata pria itu akan memberi waktu tiga hari untuk memikirkannya, dirinya ingin segera menikahi anak kita walaupun Hera masih koma. Papa pun juga bingung untuk memutuskannya" sahut papa Hera dengan memijit pelipis kepala seakan merasakan sakit diarea tersebut.


"Tapi aku masih tidak rela melepaskan Hera pah, baru juga bisa ketemu"


"Mau gimana lagi mah, kita sebagai orang tua hanya bisa memberikan yang terbaik untuk anak kita, kalau dilihat-lihat pria tadi tidak main-main dengan ucapannya, jadi mungkin dirinya akan bisa menjaga anak kita dengan baik dan tidak akan meninggalkannya kelak."


"Iya semoga saja"


Kita kembali kepada Rain yang sekarang sedang berada di ruangan Daniel dokter pribadi nya dengan rebahan di sofa yang ada di sana, seperti tidak mencerminkan seorang pengusaha terkenal, lebih seperti seorang pengangguran yang numpang tinggal di rumah temannya.

__ADS_1


"Kenapa Lo jadi nyasar di ruangan gue, Lo kan bisa nyantai di hotel atau apartemen yang Lo punya."


"Hahh, kalau calon istri gue tidak ada di rumah sakit ini, gue juga malas berdiam diri di ruangan Lo yang sempit ini" cibir Rain


"Owh,, terserah Lo dah.."


"Menurut kamu apakah Hera masih bisa sadar dari koma" ucap Rain dengan menatap atap ruangan yang bernuansa putih itu.


"Kalau dari prediksi para ahli kira-kira hanya 15% untuk bisa kembali membuka mata, dan itu juga tergantung pada punya diri. Walaupun dirinya sadar dari koma pun Hera harus melakukan perawatan yang intensif."


"Hahhh, apakah ada jalan lain yang bisa membuat Hera sadar kembali, Lo cari tau rumah sakit mana yang bisa membuat orang koma bisa sadar dengan cepat. Berapa pun biayanya akan gue bayar asalkan Hera bisa kembali lagi."


"Tidak ada rumah sakit di dunia ini yang bisa membuat orang koma bisa sadar dengan cepat, itu semua hanya mustahil kau tau, bagi yang koma bisa sadar kembali itu atas kehendak yang di atas begitu pun kalau dirinya yang telah dinyatakan tiada, yang di atas juga yang mengaturnya. Kau mengerti. Kami para dokter hanya perantaranya saja untuk mengobati sedangkan yang di atas yang menyembuhkannya." Ucap Daniel panjang lebar menjelaskan.


"Hahh" Rain hanya bisa membuang napas kasar setelah mendengar ceramah Daniel.


Tringgg.... Tringgg... Trrringgg....


"Hmm"


".........." Sahut seberang telpon


"Dimana"


".........." Jawabnya lagi


"Baik"


Setelah telpon terputus Rain langsung bangkit dari sofa berdiri dengan membenarkan jasnya. Daniel yang melihatnya merasa bingung dan penasaran.


"Mau kemana Lo"


"Gue mau menemui mangsa baru" jawab Rain inting dengan berlalu keluar dari ruangan Daniel

__ADS_1


"Gue mau ikut" sahut Daniel yang cepat-cepat keluar dari ruangan tanpa melepaskan jas putih kebanggaannya.


Mereka berjalan menuju dimana mobil diparkir, menaiki lift untuk turun kelantai parkir khusus bagi orang terpandang. Sampai di sana Leo sudah menunggu mereka dengan berdiri didekat mobil tersebut. Tanpa menunggu lama mereka sudah didalam mobil yang terasa sunyi tidak ada obrolan yang hanya terdengar suara mesin mobil saja.


Mereka sampai ditempat tujuan yang dituju mereka hampir dua jam perjalanan yaitu berada di kedalaman hutan lebat yang tidak ada rumah sekalipun di sana kecuali satu gedung yang berdiri di sana dengan kokoh. Kalau kalian yang mengendarai helikopter kalian tidak bakalan menyangka kalau ada sebuah gedung dipertengahan hutan di sana, karena saking rimbunnya pepohonan sehingga tidak terlihat kalau dari atas.


Turun dari mobil dengan berjalan memasuki gedung tersebut yang sudah disambut oleh beberapa anak buah kepercayaannya. Mereka memasuki sebuah ruangan penyiksaan yang sering dilakukan di sana, cara mereka menyiksa mangsa tidak dengan kekerasan fisik tapi mereka menyiksa mental mangsanya, tanpa harus mengeluarkan tenaga untuk menyiksanya.


"Bagaimana dengan mangsa yang baru kalian temukan"


"Dirinya adalah salah satu anggota mafia yang menyamar menjadi penjaga disini yang kepergok saat dirinya angkat telpon didepan kami, karena peraturan kita disini tidak ada yang boleh memegang hp saat menjaga gedung kecuali pas waktu istirahat."


"Hmm kerja bagus"


"Sekarang dirinya dimana"


"Dia sedang berada di ruangan white room tuan, maaf tanpa menunggu perintah anda"


"Ya tidak papa, antar saya ke sana"


"Baik tuan"


Mereka berjalan menuju ruang bawah tanah tempat penyekapan dilakukan. Sampai di sana mereka langsung masuk keruangan tersebut dengan memakai pakaian serba warna putih. Masuk keruangan tersebut terpampang jelas seorang pria yang duduk dengan memeluk lututnya sendiri dan didepannya ada sepiring nasi putih.


"Heyyy, apakah kau kenal dengan aku??" tanya seorang penjaga gedung yang menuntun mereka tadi.


Pria tadi saat mendengar ada suara masuk ke telinganya langsung saja mengangkat kepala dari lututnya untuk melihat siapa yang berbicara dan dari mana asalnya.


"Heeyy, apa kau kenal dengan aku?" tanya penjaga tadi lagi.


Sekarang pria tadi hanya bisa memiringkan kepala pertanda bingung. bahkan Daniel yang melihatnya seperti itu merasa ngeri sendiri seakan merinding saat melihat bagaimana reaksi si tahanan.


Terimakasih bagi yang sudah membaca janagn lupa like dan vote, komen kalau menurut kalian novel aku kurang jelas alurnya.

__ADS_1


__ADS_2