
Baru saja berbalik badan, tiba-tiba ada sebuah tangan yang membekap dari belakang dengan lap kain kecil yang sudah diberi obat bius, pandangannya mulai buram lama-lama tak melihat sama sekali lagi, dan seperti yang kalian bayangkan Hera langsung pingsan tanpa tau siapa yang telah membekapnya.
-----------------------------------------------------
"Bagaimana apakah kamu berhasil mendapatkan mangsa lagi" jawab seberang telpon
"Ya bos, tuan bakal senang dengan hasil culikan ku ini" jawabnya dengan melihat kearah Hera yang tengah berbaring dilantai.
"Oke. Segera bawa dia kehadapan ku"
"Baik bos."
Telpon terputus, dirinya siap-siap untuk membawa Hera pergi dari pesta tersebut dengan menggunakan troli besar yang muat untuk satu orang. Dengan kekuatan penuh wanita tersebut mengangkat Hera untuk dimasukkan di troli, setelahnya dia tutupi dengan kain besar yang bisa menutupi semua bagian tubuh Hera.
Mengganti pakaian dengan baju pelayan hotel yang dirinya dapatkan dari pekerja di sana. Mendorong troli dengan santai agar orang-orang tidak ada yang curiga, berjalan menuju lift yang terpampang jelas didepannya, mendekatinya dan terbukalah lift tersebut bertepatan dengan tamu lain yang keluar. Memasukinya dan menekan no yang mengarah kelantai pertama. Di sana tidak hanya dirinya seorang, di sana ada beberapa wanita yang mungkin sama-sama ingin kelantai pertama.
Pintu lift terbuka, langsung saja dirinya mendorong troli menuju lobi hotel yang sudah ditunggu sebuah mobil di sana. Sampai di mobil sudah ditunggu seorang pria yang siap mengangkat Hera kedalam mobil.
"Kita temui bos dulu" ucap wanita tersebut kepada pria yang tadi
"Baik" jawabnya dengan menganggukkan kepala.
Sampai di gedung yang sudah terbengkalai sejak lama terlihat dari depan gedung tersebut yang tidak terurus, banyak dedaunan yang merayap disisi bangunan tersebut.
Mereka berhenti berjalan saat sudah sampai didepan pintu yang kokoh.
Tok. Tok. Tok
"Masuk" sahut orang yang ada didalam.
"Selamat malam bos" ucap wanita tersebut dengan membuka pintu dan masuk kedalam di ikuti seorang pria yang menggendong Hera dibelakangnya.
__ADS_1
"Hmmm" sahut sang bos dengan deheman dengan mata masih menuju kearah laptop.
"Ini wanita yang telah saya Culik itu bos" ucapan wanita itu mampu mengalihkan pandangan matanya kearah wanita yang berbicara tersebut lalu memandang kearah pria yang menggendong seorang gadis cantik.
"Menurut bos bagaimana, apakah memuaskan."
"Hmm, sangat memuaskan, kerja bagus!" Ucapannya membuat wanita tersebut senang.
"Apakah langsung kita bawa kehadapan tuan, bos. Bukankah dirinya terlihat lebih segar dari yang lain, jadi kita bisa langsung tunjukkan kepada tuan." ucap wanita tersebut dengan mata mengarah kearah Hera
"Tidak, jangan dulu, kamu masukkan dia keruangan kumpulan wanita lain. Setelah itu kamu tes mereka semua apakah masih perawan apa tidak, kalau tidak perawan langsung saja buang mereka semua. Ingat!! Kerjakan dengan baik dan benar, jangan sampai membuat tuan marah!!" Yang dijawab anggukan oleh wanita tersebut.
"Baik bos, kami permisi keluar dulu."
"Hmm" jawab bos tersebut dengan tangan mengibas di udara.
Mereka keluar dari ruangan tersebut menuju ruangan yang terdapat beberapa sel di sana yang dipenuhi wanita-wanita didalamnya. Para wanita tersebut hanya melihat saja siapa yang akan menjadi seperti dirinya, yang ditahan di sana, dan dijual dengan harga lumayan mahal.
Setelah dimasukkan di sana, beberapa menit berlalu barulah Hera sadar dari pengaruh obat bius tersebut.
Ssssttttt
"Ini dimana?" Ucapnya dengan tangan memijit kepala yang terasa sakit. Bertepatan dengan wanita satu selnya mengangkat kepala dari lututnya.
"Kamu sudah sadar" ucapan wanita tersebut membuat Hera mengarah pandangan kearah asal suara.
"Hmm iya, kita ada dimana? Kenapa kita berada didalam sel?" Tanya Hera
"Hahh, kita berada disini karena kita akan dijual kepada pembisnis ternama." Lirih wanita itu.
"Apa? Dijual?"
__ADS_1
"Dan besok kita akan melakukan tes perawan, mungkin pagi bisa juga siang, tergantung sama pembeli."
"Tes keperawanan?, Bagaimana kamu tau?"
"Karena aku sudah sering begini sebelum kamu masuk, jadi aku tau siapa-siapa saja yang akan membeli kita nantinya."
"Hahh.. tidak masuk akal sama sekali"
"Ya.. jangan terlalu dipikirkan, kita tidur saja dulu, pastikan dirimu masih perawan, karena kalau dirimu tidak perawan akan dibuang kehutan untuk dijadikan makanan bintang buas di sana,"
"Hmm..." Sahut Hera sambil memikirkan esok hari.
Dirinya berpikir kenapa sampai ada disini didalam sel ini. Pikirannya menerawang dengan kata 'dijual' kata-kata tersebut masih terngiang di kepalanya, bukankah dirinya tadi malam ingin ke kamar mandi?? Berfikir sampai terlelep tanpa membuahkan hasil dengan pertanyaan yang masih sama, kenapa aku berada disini?.
Pagi pun datang hampir semua wanita yang berada dalam sel terbangun termasuk dirinya saat mendengar suara yang keras menggema di ruangan tersebut. Tak berapa lama masuk beberapa wanita yang memakai pakaian putih khas dokter dengan menenting tas yang mungkin berisi alat-alat kedokteran.
Sel yang awalnya terkunci itu dibuka dan mempersilahkan kami semua untuk keluar lalu disuruh duduk di kursi yang telah disediakan.
Duduk dengan rapi, dibelakang sana ada beberapa pria yang berbadan besar memakai pakaian hitam yang siap siaga. Sedangkan para dokter tadi masuk keruangan kecil yang ada di sana.
Tes keperawanan pun dilakukan dengan memanggil no urut masing-masing, Hera mendapatkan no 25 yang mungkin agak lama menunggu no nya dipanggil. Sedangkan teman satu selnya berada di no 19. Satu persatu no urut dipanggil, sekarang giliran wanita satu selnya yang dipanggil, teman satu selnya bangkit lalu memasuki ruangan yang tadi dokter masuki. Tak lama no nya pun dipanggil.
Berjalan menuju ruangan yang dimasuki oleh wanita satu selnya juga, yang sudah ditunggu beberapa wanita berpakaian putih dan beberapa alat di atas meja yang dirinya tidak tahu fungsinya untuk apa.
"Silahkan berbaring di atas brankar"ucap seorang disana yang menuntunnya menuju brankar
Aku berbaring di sana dengan perasaan gugup, karena ini pertama kalinya untuk dirinya melakukan tes keperawanan, hal ini sangat memalukan bagi dirinya. Menurutnya ini sangat tidak adil jika keperawanan wanita selalu di besar-besarkan sedangkan tidak demikian dengan keperjakaan pada pria. Keperjakaan tidak bisa dibuktikan sama sekali meski si pria sudah pernah berhubungan seksual berulang kali.
Dirinya berpikir apakah semua pria kaya seperti ini untuk mencari pasangannya dengan cara mengetahui keperawanannya. Kalau virginitas selalu di besar-besarkan, artinya tidak ada kesetaraan gender karena keperjakaan pria tidak pernah dipermasalahkan walaupun dia sudah sering berhubungan seksual. Tanpa berhubungan **** pun kalau selaput daranya tidak elastis atau tipis, naik kuda saja bisa teriritasi dan robek. Jadi tidak selalu bisa jadi patokan. Tidak semua wanita harus melakukan tes keperawanan, karena jika untuk menilai apakah si wanita pernah melakukan hubungan **** pranikah, maka kejujuran dan saling percaya jauh lebih tepat ketimbang melihat utuh tidaknya selaput dara.
Terimakasih yang sudah membaca, jangan lupa like dan vote, komen kalau menurut kalian kurang nyambung.
__ADS_1