
Sambil menunggu sopir datang, para penjaga di sana memberi pertolongan pertama karena sang nyonya terlihat mengalami perdarahan di bagian tubuhnya, terlebih darah yang keluar cukup banyak, mereka mengupayakan untuk segera menghentikan perdarahan tersebut agar sang nyonya tidak kehabisan darah dengan cara menekan area tubuh yang mengeluarkan darah menggunakan kapas atau perban hingga sampai perdarahan berhenti.
----------------------------------------
Tak lama terlihat mobil mendekat kearah mereka, keluarlah seseorang yang ditakuti oleh mereka yaitu tuannya siapa lagi kalau bukan Rain. Keluar dari mobil dengan berjalan cepat hingga sampai matanya mengarah ke seseorang yang familiar baginya
"Kenapa sampai seperti ini hahh" teriak Rain sambil bersimpuh didepan Hera, dengan keras sehingga membuat para penjaga ketakutan.
"Anu anu tuan" gugup
"Anu anu apa hahhh," teriak Rain lagi berdiri dengan mencengkram leher baju penjaga.
"Tuan nanti dulu marah-marah nya, kita harus bawa nyonya kerumah sakit terlebih dulu." Ucap asisten Leo menenangkan sang tuan
"Huhh, lihat saja kalau sampai wanitaku kenapa-kenapa" ucap dengan berjalan mendekati Hera dan menggendong menuju mobil yang dirinya tumpangi tadi.
Didalam mobil semua hanya diam tidak ada yang berbicara, karena Leo tau kalau sang tuan sedang menahan kemarahannya. Sedangkan Rain sibuk menekan darah yang mengalir terus-menerus tanpa mau berhenti.
"Bertahanlah, sayang bertahanlah" gumamnya dengan lirih.
"Kenapa kau lama sekali sampainya hahh, tambahkan kecepatannya agar cepat sampai" ucap Rain kepada sofir nya.
"Tapi tuan ini sudah di atas kecepatan rata-rata"
"Siapa suruh kau menjawab hahh, cepat lakukan perintahku, kau mau lihat wanitaku tiada hahh" sarkas Rain lagi
"Tidak tidak tuan" jawabnya cepat dengan mata mengarah kepada asisten Leo, asisten Leo yang mengerti langsung saja menganggukkan kepala seperti berkata 'turuti saja' itulah isyarat yang dirinya berikan.
Tak lama mereka sudah sampai di rumah sakit besar yang ada di kota itu. Mereka keluar dari mobil sudah disambut oleh dokter pribadi Rain dan beberapa perawat lainnya.
__ADS_1
Rain keluar dari mobil setelah dibukakan pintu oleh Leo, bejalan menuju brankar yang sudah disiapkan mereka di sana. Meletakkan Hera dengan hati-hati di sana.
Hera sudah diletakkan di brankar dan didorong menuju ruang UGD, Rain ikut mendorongnya dengan tangan memegang tangan Hera erat.
Mereka sampai diruang UGD, sedangkan Rain, Leo dan penjaga lainnya yang ikut menunggu diluar UGD karena tidak diperbolehkan untuk masuk.
Sekitar 20 menit seorang dokter keluar dari ruang UGD yang tidak lain adalah dokter pribadinya. Rain yang melihatnya langsung berdiri.
"Bagaimana apakah dia baik-baik saja" tanya Rain tidak sabar
"Hahhh, kita harus melakukan operasi kepadanya karena pembuluh darah di kepalanya pecah"
"Apakah keadaannya memburuk, sehingga membuatnya harus dioperasi"
"Gini, Jika area perdarahannya cukup luas, maka bisa dilakukan operasi untuk mengangkat darah di otak sehingga tekanan dalam kepala pun menurun. Ketika pembuluh darah pecah sendiri bisa mengakibatkan penderitanya dibawa ke ruang gawat darurat karena bisa sangat mengancam nyawa. Ketika terjadi, pendarahan pun bisa terjadi yakni kondisi darah yang keluar dari sistem sirkulasi dan menyebar pada jaringan atau ruang di sekitarnya."
"Kemungkinannya koma bisa juga tiada." Ucap dokter pribadinya, Rain yang mendengarnya hanya bisa menutup mata dan menghela napas kasar.
"Lakukan dengan baik, aku percaya padamu" ucap Rain lirih.
"Iya, aku akan berusaha" jawabnya dan berbalik masuk keruang UGD untuk melakukan operasi.
Di otak ada sangat banyak pembuluh darah yang penting peranannya untuk memastikan sel-sel otak tersuplai oksigen dan nutrisinya dengan baik sehingga bisa berfungsi sebagaimana mestinya. Pecahnya pembuluh darah di otak, seperti yang banyak dialami penderita hipertensi yang tidak terkontrol, orang yang menjalani pengobatan antikoagulan berlebihan, orang yang memiliki spot pembuluh darah di otak yang lemah dan menonjol (aneurisma serebri), juga orang yang mengalami cidera kepala berat, bisa teramat mengacam nyawa jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat.
Penanganan atas pecah pembuluh darah di otak awalnya dilakukan dengan menstabilisasi kondisi vital penderita sembari melakukan evaluasi mendalam untuk mencari penyebab, lokasi, serta luas perdarahan yang terjadi, yakni dengan pemeriksaan neurologis, tes darah, CT scan, MRI, atau tes penunjang lainnya. Jika area perdarahannya cukup luas, maka bisa dilakukan operasi untuk mengangkat darah di otak sehingga tekanan dalam kepala pun menurun. Operasi ini bisa dilakukan dengan beragam prosedur, contohnya operasi dekompresi, kraniotomi, aspirasi sederhana, evakuasi endoskopik, aspirasi stereotaktik, atau prosedur clipping dan coiling. Masing-masing jenis operasi ini tentu bisa memiliki risikonya tersendiri. Di samping jenis operasinya, lokasi perdarahan, luas perdarahan, defisit neurologis yang terlanjur muncul, usia penderita, juga status kesehatan awal penderita sebelum operasi pun turut mempengaruhi potensi keberhasilan operasi ini.
Pasca dilakukan operasi penanganan perdarahan di otak, evaluasi bisa dilakukan dokter secara berkala, mulai dari 1 jam pertama usai operasi, hingga beberapa jam dan hari kemudian. Berhasilnya operasi yang dokter maksudkan di awal waktu pasca operasi bisa berarti sumber perdarahan telah berhasil diidentifikasi dengan baik, darah dalam otak berhasil diangkat secara sempurna, dan kondisi vital penderita pun mulai stabil. Adapun perburukan yang dialami penderita beberapa jam usai operasi tidak selalu merupakan dampak langsung dari operasinya. Bisa juga, hal ini muncul dikarenakan kondisi penderita yang sejak sebelum operasi memang kurang baik. Atau, faktor-faktor lain seperti disebutkan di atas bisa juga turut mempengaruhi.
Lama menunggu tapi operasi tak kunjung selesai, Rain berpikir kenapa harus sampai seperti ini, baru saja dirinya merasakan bagaimana jatuh cinta dengan lawan jenis, sudah dihadapkan dengan kenyataan Yang pahit.
__ADS_1
"Tuan minum dulu, dan ini pakaian untuk mengganti pakaian tuan yang kotor bekas darah" ucap Leo dengan menyudurkan botol dan paper bag.
"Hmm" jawabnya hanya berdehem dengan tangan mengambil botol yang berisi air.
Sekitar tiga jam setelah Rain ganti pakaian barulah lampu operasi padam, menandakan kalau operasi selesai. Bertepatan dengan Daniel dokter pribadinya keluar dari ruangan.
"Bagaimana, apakah dirinya baik-baik saja" tanya Rain setelah melihat Daniel keluar dari sana.
"Sesuai perkiraan dirinya koma." jawabnya sok cool dengan merapikan jas putihnya.
"Hahhh, kira-kira berapa lama dirinya koma"
"Aku tidak bisa menentukan kapan dirinya bangun, apalagi sepertinya kekasihmu sudah pernah mengalami koma sebelumnya"
"Apa? pernah mengalami sebelumnya"
"Mungkin saja, aku hanya menebak"
"Ya sudah apakah aku boleh masuk"
"Jangan dulu, kekasihmu akan dibawa keruangan perawatan, kamu bisa menjenguknya setelah dipindahkan."
"Hmm"
"Apa bisa kamu keruangan ku, ada sesuatu yang mau aku bicarakan denganmu berdua"
"ya" jawab Rain yang berjalan beriringan dengan Daniel menuju ruangannya berada.
Terimakasih yang sudah baca jangan lupa like dan vote, komen kalau menurut kalian kurang jelas alurnya.
__ADS_1