Hesper Rain

Hesper Rain
Pusat Perhatian


__ADS_3

Sampai dikamar Hera langsung membuka lemari kayunya untuk memilih pakaian yang cocok untuk pergi ke pesta ulang tahun Mira. Setelah mendapatkannya dirinya langsung saja mengambilnya dan memperlihatkan kepada Sofia.


"Gimana ini cocok nggak " tanya Hera


" Lo mau pergi kemana memakai kebaya hahh.. mau ke KUA," jawab Sofia dengan terkekeh yang membuat Hera cemberut.


 ---------------------------------------------------


"Tapi kan gue hanya punya baju ini yang bagus untuk dipakai sedangkan yang lain sudah pada pudar warnanya.


"Nggak usah sedih gitu, Nih gue ada beliin gaun pesta khusus untuk Lo, pakai gih.. nanti acaranya mulai duluan sebelum kita datang" ucapnya dengan tangan menyudurkan paper bag berisi gaun pesta untuk sahabatnya.


"Tapikan..." Ucapan Hera terpotong


"Ayolah cepat nanti kita terlambat..." Sahut Sofia dengan mendorong Hera menuju kamar mandi.


"Hahh.. iya iya"


Sekitar kurang dari 10 menit Hera sudah keluar dari kamar mandi dengan memakai gaun pesta yang pas dan cocok untuk tubuhnya yang putih seperti giok


"Wow.. kamu cantik banget.." ucap Sofia dengan mengelilingi Hera meneliti dari muka belakang atas bawah.


"Ya udah ayo sini gue mau mendandani muka polos kamu itu dengan make up yang gue punya." Sambungnya dengan menarik tangan Hera menuju kasur untuk diduduki.


"Kamu mau ngapain sih.." ucapnya saat melihat Sofia mengeluarkan sesuatu dari tasnya yang dirinya ketahui adalah alat-alat kecantikan.


"Ya mau dandani kamu lah, gue enek lihat muka kamu yang polos tanpa make up itu.. ya walaupun masih terlihat cantik sih.." sarkasnya dengan tangan masih mengeluarkan koleksi alat kecantikannya.


"Sini dekat-dekat denganku biar gampang dandaninya"


"Apaan sih, Lo tau kan muka gue alergi dengan bahan-bahan kimia"


"Ini tuh tidak ada bahan kimianya, ini herbal sudah B-Pom malah.. nih lihat" ucap Sofia tanpa menghiraukan tolakan sahabatnya.


"Hahh.. terserah Lo aja." Ucap Hera pasrah


Tak lama hanya perlu beberapa menit untuk merias wajah Hera yang sudah cantik alami itu, dengan merias senatural mungkin.


"Sudah selesai. Gimana cantik nggak?" Tanya Sofia

__ADS_1


"Biasa aja.. kamu merias wajah gue terlalu tebal, seperti bukan diriku saja."


"Ya iyalah, masa sama" jawab Sofia dengan memutar bola mata malam mendengar ocehan sahabatnya itu hanya karena masalah make up


"Ya sudah ayo kita berangkat nanti keburu mulai pestanya."


"Iya iya bentar gue pasang sepatu dulu."


"Apa-apaan coba gaun pakai sepatu tidak cocok sama sekali, nih pakai heels ini" ucap Sofia dengan menyudurkan heels warna putih untuk Hera.


"Lo kan tau kalau gue tidak bisa pakai heels" ucap Hera memelas.


"Huhhh, gue bingung deh sama Lo, dandan tidak bisa pakai heels juga tidak bisa gimana sih" kesel Sofia


"Ya mau gimana lagi, karena gue bukan Lo yang bisa dua-duanya"


"Pakai aja heels itu, kita ke sana pakai mobil tidak jalan kaki, jadi Lo tidak usah khawatir"


"Iya naik mobil, di pestanya gue pasti pakai heels ini, pegel tau"


"Masa iya lo ke pesta tidak pakai alas kaki." Seru Sofia


"Ya sudah ayo kita berangkat" sambung Sofia dengan menarik tangan Hera yang kosong. Tanpa mau mendengar ocehan sahabatnya itu.


Hera melihat kesamping arah jendela yang terpampang jelas cahaya terang yang terpancar dari sang rembulan, mampu membuat malam yang gelap, suram dan sunyi menjadi hidup dan indah.


Sahabat sejati tak akan pernah bisa dinilai dengan jarak dan waktu. Namun dengan makna yang ditinggalkan dalam jiwa. Bila makna itu positif, maka kehadiran sahabat akan selalu meski di kala sedih, susah dan tangis. Layaknya gemerlap bintang yang tetap menemani malam meski sunyi, dan rembulan meski sedang berwujud separuh, gerhana maupun seludang. Meski malam begitu sunyi dan suram, namun rembulan tak meninggalkannya. Seperti itulah sahabat sejati. Begitu yang ada dipikirannya tentang persahabatan mereka berdua.


Tak lama sekitar 30 menit mereka sudah sampai di pesta ulang tahun Mira yang berada di hotel mewah yang ada di kota. Wajar saja kalau Mira mengadakan ulang tahunnya di hotel mewah itu, karena orang tuanya adalah pembisnis sukses yang ada di kota ini.


"Wahh gila mewah banget pestanya" seru sofia dengan menatap Hera


"Iya." Yang dijawab Hera singkat dengan mengangguk.


"Ayo kita masuk, gue tak sabar mau lihat isi dalamnya. Pasti mewah-mewah semua" dengan menarik tangan sahabatnya yang ditahan oleh Hera


"Tunggu, kok aku ngerasa akan ada sesuatu yang terjadi deh, gue jadi merasa ragu masuk" khawatir Hera.


"Hallahhh.. itu cuma perasaan Lo aja, ayo masuk" ucap Sofia tanpa mau mendengarkan ucapan Hera dengan menarik tangannya memasuki pesta.

__ADS_1


Saat mereka berdua masuk hampir semua pasang mata menatap kepada dua orang baru masuk yang sama-sama memakai gaun hitam, tapi banyak pasang mata yang mengarah kepada seorang gadis yang menundukkan kepala dengan tangan digenggam gugup.


"Hera, angkat kepalamu ayo" bisik Sofia dengan senyum yang tidak lepas dari bibirnya.


"Aku malu di lihati banyak orang" cicit Hera.


"Namanya saja pesta pasti banyak lah yang lihat, ayo kita kemeja yang ada di sana." Ucap Sofia yang di angguki Hera.


Mereka berjalan tidak lepas dari pandangan orang yang ada di sana, bahkan orang yang tidak pernah memandang seorang gadis dengan waktu yang lama pun ikut memandangnya. Sampai dimeja yang Sofia tujuk tadi mereka langsung duduk di sana berdua dengan ditemani secangkir wine untuk Sofia sedangkan secangkir jus untuk Hera. Kenapa Hera tidak ikut minum wine? karena Hera tidak pernah sama sekali meminum minuman yang mengandung alkohol. Setelah mereka menghabiskan minuman masing-masing, tiba-tiba datang seorang pria yang menyapa mereka, tidak bukan mereka berdua melainkan menyapa Sofia.


"Halo, Sofia lama tak bertemu" sapanya.


"oh hai.."jawab Sofia dengan berpelukan.


Setelah pertemuan tersebut Hera seperti tidak dianggap di sana, jadi Hera memutuskan untuk pergi ke kamar mandi untuk mencuci tangan.


"Emm. Sofia gue ke kamar mandi dulu yah"


"Iya iya, jangan lama-lama yah.."


"Oke"


Berjalan sendiri mencari dimana kamar mandi berada, yang ternyata berada diujung ruangan sana, yang memiliki lampu remang-remang, yang tidak wajar karena biasanya diarea luar kamar mandi pasti memiliki lampu yang terang, tidak mungkinkan hotel ini bangkrut hanya karena mengganti satu lampu saja. Walaupun bertanya-tanya tetap saja dirinya memberanikan diri untuk masuk karena dirinya ingin mencuci tangan dan menghapus sisa make up diwajahnya.


Belum sempat dirinya masuk ada seorang gadis yang menabraknya dari belakang.


"Ops sorry" ucap dengan rasa bersalah.


"Iya tidak papa" jawab Hera dengan tersenyum


"Kamu ngapain disini?"


"Aku mau ke kamar mandi, kamu juga mau kemana sampai buru-buru."


"Owhh.. itu aku mau pergi dari hotel ini ada sesuatu yang mau diurus, hehehe" jawabnya terkekeh untuk menutupi kebohongannya yang dipanggil oleh Hera.


"kalau gitu, aku masuk dulu ya mbak, mari" ucap Hera dengan tersenyum.


"iya mari" jawabnya dengan tersenyum juga.

__ADS_1


Baru saja berbalik badan, tiba-tiba ada sebuah tangan yang membekap dari belakang dengan lap kain kecil yang sudah diberi obat bius, pandangannya mulai buram lama-lama tak melihat sama sekali lagi, dan seperti yang kalian bayangkan Hera langsung pingsan tanpa tau siapa yang telah membekapnya.


Terimakasih yang sudah membaca, jangan lupa like dan vote ya.. dan komen kalau menurut kalian kurang menarik.


__ADS_2