Hidup Untuk Kamu

Hidup Untuk Kamu
Ch. 128


__ADS_3

"Menjauh dariku ...."


"Hey, aku dan kamu sudah terhubung jiwa. Kamu anak naga, mengapa terlihat membenciku?" jawab naga itu kesal.


"Karena kamu tidak cantik"


"?!" Apaa!?


"Aku ingin sendirian."


"Kamu ... Kamu sungguh ingin aku diam?"


"Hey, anak baru."


Naga itu pun menoleh dan melihat siapa yang berbicara, dalam sekejap saja dia merasakan kakinya gemetar.


"Ya ... Ya ... Aku hanya ... Hanya ...."


"Ck,ck,ck. Baru dengar suara sudah ketakutan? Dan masih berani sombong ingin menjaga Yumei?"


"Ah!"


Karena terkejut dengan apa yang di lihatnya, dia meninggikan suaranya.


"Aku bilang diam!"


Duang!


Sebuah kayu mendarat mulus di kepalanya dan dia tidak berkutik.


"Harimau, Bayangan. Aku ingin melihat kenangan ibu."


"Apa kamu yakin?"


"Umh."


"Baiklah, tapi ini bukan persetujuanku." Bayangan memberikan sebuah kotak.


"Kotak?." Yumei mengerutkan kening dan berkata, "Apakah kamu melakukan kesalahan?"


"Gadis kecil, orang lain mungkin akan bermasalah tapi aku tidak mungkin salah, jika Anda tidak percaya, Anda dapat memeriksanya sendiri sekarang."

__ADS_1


"...." Kotak sihir?


Harimau terkejut, "Apa? Apa yang kamu lakukan?"


Mungkinkah kecurigaan Yumei terhadap ibu mereka telah mencapai titik ini? Sudah menyelidiki mereka secara menyeluruh?


Tidak, seharusnya tidak.


"Saya pikir akan sulit untuk mendapatkannya, tetapi sekarang, mungkin kamu tidak bisa hidup tanpa kakakmu."


Yumei menggelengkan kepalanya dan tersenyum manis: "Tentu saja, saudaraku dan aku adalah saudara kembar."


"Bukankah mereka semua terlihat seperti ibumu. Semakin besar mereka, semakin baik penampilan mereka."


"Bibiku juga sangat cantik, dan pesonanya masih ada. Tidak heran dia bisa membuat pamanku terpesona saat itu."


Harimau tidak tahu bagaimana menulis kata-kata "kecanggihan duniawi" untuk waktu yang lama. Dia hanya bisa menontonnya dengan kosong. 


Tiba-tiba ada bayangan di depannya, dan ketika dia mendongak, dia berhadapan kekosongan.


Perlahan Yumei membuka kotak pemberian Bayangan. Di dalam sana ada satu set perhiasan berwarna laut.


'Bibi pertama sudah menduga kamu akan menanyakan masalah ini. Seharusnya kamu cukup berbahagia namun celah kecil ini pun kamu temukan.'


"Bibi pertama."


'Awalnya, bibi ingin menghancurkan kotak ini. Namun sayangnya kepergian ibumu lebih cepat dari yang aku perkirakan.'



'Mengapa, mengapa kamu harus membuka kotak pandora ini.'


"Karena ibu telah pergi, bibi. Aku ingin tahu kenyataannya."


'Apa kamu yakin?'


"Ya."


Yumei sekali lagi melayang melewati portal, dia bahkan bisa melihat Rukia bertarung penuh darah melawan mutant lalu tibalah dirinya pada portal yanh sangat hitam.


__ADS_1


Yumei mendengar dialog keluarganya.


"Kakak, apa kamu yakin? Saudari kita tidak akan bangun lagi. Pendeta berkata jiwa saudari kita melewati dimensi lain."


(Part ini bagian dari "The Desperate Love" novel)


"Aku yakin saudari kita akan bangun."


Memori itu berpindah ke lain ingatan lagi seperti menonton rekaman film. Yumei dengan teliti mengingat bagian kisah itu.


"Ryuurei, bunuh aku. Demi hidup banyak orang dan juga anak kita."


"Apa kamu sudah gila?!"


"Kalau kamu tidak ingin, maka aku ..."


Alette yang muncul di belakang ibunya tiba-tiba menghujamkan pedang di jantung Maelys.


"Ibu!!" Yumei terkejut dan berusaha meraih tubuh ibunya namun gagal.



Di ruangan itu, Yumei jatuh terduduk lemas dan terkejut. Dua aura mendekatinya dan memcoba menghibur.


'Apa sebaiknya kita hentikan?'


"Tidak, aku masih bisa."


Dengan marah Ryuurei menyerang Alette namun kakak keduanya mendorong dirinya dan membiarkan Ryuurei menusuk dirinya.


"Jangan mati, kami membutuhkan dirimu, adikku."


"Aaaaaaaaa—!!"



Melihat tubuh ibunya dalam pelukan sang ayah dan bibi pertamanya di dekapan pamannya.


Yumei membeku.


__ADS_1


__ADS_2