
Diseluruh negara , berita tentang terungkapnya sebuah misteri kota kuno menyebar dengan cepat bagaikan memiliki sepasang sayap.
wooo~~
Pengawal dari istana datang ke mansion untuk memberi surat pemanggilan untuk Rukia agar segera datang ke istana.
Di kota kerajaan, Raja sedikit gelisah setelah membaca ramalan pendeta agung kerajaan. Di antara keluarga kerajaan tetangga, dan Rukia sebagai pangeran tertua sudah sewajarnya ikut serta dalam kegiatan itu.
Tapi poin sebenarnya adalah orang-orangnya, terutama Yumei.
Di dunia yang begitu kecil, akan relatif mudah untuk meningkatkan kultivasi orang, karena mereka tidak pernah memperoleh seni abadi atau kekuatan gaib. Sampai hari ini, dia juga tahu bahwa raja, yang dia anggap sebagai pemimpin tertinggi.
Kalau saja masa-masa sihir dan kultivasi masih di jalankan , mungkin akan banyak orang mampu jadi manusia abadi.
Pada masa kini, Kerajaan kuno menjadi mitos abadi dimana banyak orang berlomba untuk mencari keabadian.
"Panjang umur yang mulia raja"
"Duduklah , Kali ini aku akan mengandalkanmu lagi. Di dalam keluarga kerajaan ada kemungkinan besar mereka akan menyerang satu sama lain. Keselamatanmu lebih utama, mengerti?"
"Aku mengerti"
"Ini peta kota kuno itu, sebisa mungkin jangan melewati tanah terlarang Khasa. Benua itu kini menjadi benua kematian."
Sebelum pergi, Rukia akhirnya memperingatkan.
"Aku akan membawa pasukanku sendiri. Negara ini masih memerlukanmu"
__ADS_1
"Bagaimana dengan gadis itu?"
"Dia ... akan ikut bersamaku"
Raja menghela nafas.
Putra tertuanya terlalu memegang teguh janjinya namun itu juga kelebihannya sehingga mendapat kepercayaan rakyat begitu besar.
Di mansion.
"Kota kuno?!"
"Marshal , anda baru saja istirahat dari medan perang"
"Ming benar , Marshal. Bagaimana anda bisa ..."
Akhirnya di putuskan keberangkatan akan di lakukan setelah tiga hari.
Malam kedua ...
Rukia sangat marah, ketiganya pun terlibat perang dingin. Rukia tidak menyangka bahwa gadis kecil itu jelas-jelas tahu masalahnya. Dia merasa sedikit lengah membiarkan Yumei tahu situasinya tidak baik.
Rukia menatap mereka dengan matanya dingin karena marah, "Mengapa kamu ingin mengatakan ini kepada Yumei. Itu bukan hal bagus membuatnya khawatir"
"Marshal , situasi kamu memang sedang sangat tidak memungkinkan untuk ekspedisi ke kota kuno"
"Putri Yumei punya kemampuan penyembuh, kenapa tidak mencobanya sekali?"
__ADS_1
"L.U--Y.A.O--!! Kesehatan Yumei tidak memungkinkan hal itu!"
"Tapi anda akan berangkat lagi esok hari"
Rukia mengertakkan gigi dan mencoba menenangkan dirinya dan berkata, "Aku akan pergi , kalian juga pergi , biarkan prajurit kelas dua berada di mansion, yang lain tetap di barak. Sungguh aku tidak mengerti dan tahukah kamu apa yang kamu lakukan?"
" ... " Ketiganya terdiam.
"Aku tahu, Marshal cemas akan putri Yumei. tapi putri juga berhak tahu keadaan Marshal bukan?"
“Apa yang aku lakukan?” Rukia bertanya sambil mengerutkan kening.
"Marshal berkali-kali menggunakan sihir secara besar-besaran. Bahkan hingga nyaris menggunakan pertukaran nyawa sebagai sihir. Apakah putru akan senang dengan itu?"
apa ? !
"Marshal, jika kamu pergi.Dia pasti sedih, kan?"
"Kalau dia tidak ada, aku juga akan mati!" Memikirkannya, Rukia merasa sedikit sedih karenanya, dan matanya merah. Tidak, dia tidak boleh membiarkan itu terjadi, dia harus menemukan cara!
Mereka harus menghargai setiap menit dan setiap detik yang mereka habiskan bersama.
Malam semakin larut, dan ketika mereka memikirkan petualangan esok pagi. Sedikit gugup rupanya.
Rukia sendiri entah kenapa merasa sedikit cemas. Seakan dia akan kehilangan sesuatu yang berharga bila kesana.
__ADS_1