
Selamat ulang tahun untuk diriku! Alam semesta telah memberikanku keindahan dan cinta hingga sekarang!
Yumei berdiri di halaman mansion dengan peralatan piknik. Malam ini seharusnya menjadi malam yang bahagia.
Kesalahpahaman dengan Rukia berakhir dengan baik.
"Yumei, duduklah."
"Rukia, terima kasih, hehe."
"Apa bibi dan paman belum datang?." Rukia melihat ke sekelilingnya.
"Umh, sepertinya datang terlambat. Bibi berkata, dia perlu mengambil sesuatu dari altar batu suci."
"Sesuatu?."
"Ya."
Istana sedang berbahagia atas kembalinya Yumei ke mansion. Dengan senang hati mereka menyambut kedatangannya. Seakan tidak ada yang berubah.
Istana megah, halaman luas penuh bunga, pelayan setia dan terutama ... Rukia.
"Mama."
"Rumei, kamu sudah kembali?."
"Ya, bibi Alette berkata aku sudah bisa kembali namun harus pergi lagi nanti saat paman naga menjemput."
"Baguslah jika begitu."
"Mama, dimana kakek dan nenek?."
flinch!
Yumei membeku.
"Sayang, putriku. Kakek dan nenek sedang pergi bersama paman,hm."
"Tanpa mengajakku? Tapi kakek janji akan ajak aku berkeliling planet lain."
Wajah Yumei memucat.
"Sayang, benarkah itu?."
"Ya, kakek telah berjanji."
Rukia sedikit bingung, kapan janji itu dibuat?
__ADS_1
"Ah, sebaiknya kita mulai saja."
"Ups, aku lupa jika ini ulang tahun nenek!."
"Hehehe, jangan cemas. Lihatlah."
"Waaa—, Papa dan Mama menyiapkan ini semua? Sangat cantik."
"Ya, ini hari spesial, bagaimana bisa tidak dirayakan?." Meski Ibu mertua sudah tidak disini lagi.
Rukia sedikit merasa sedih. Yumei hanya menundukkan kepala dan diam begitu saja.
Matanya berembun, air mata tampak akan jatuh dari matanya. Yumei meremas gaunnya hingga erat.
"Mama ...."
Rukia mengenggam tangan Yumei dan menepuknya perlahan.
"Mama, mama, apakah kita akan pergi bersama ke planet lain nanti?."
"Tentu saja, sayang."
"Horeee, janji, ya."
Rukia menatap Yumei yang menunduk, "Iya, papa dan mama berjanji."
Museoulum.
"Ini tidak akan mempengaruhi aku."
Alette menatap langit sambil menghapus air matanya.
Waktu berjalan perlahan.
Semua persiapan telah di selesaikan dengan baik. Malam ini harus menjadi malam penuh memori.
Seluruh kerajaan juga menjadi sunyi.
Secara ajaib....
Mutant juga mundur dan tidak melakukan perlawanan.
Di dalam hati seluruh rakyat tiba-tiba menjadi damai.
Hening, seakan lantunan doa bergema di udara. Memberi rasa bersyukur.
Para binatang juga merasakan ketenangan.
Kedamaian seperti ini, sangat mereka rindukan.
Sangat rindu.
__ADS_1
"Lima menit sebelum acara puncak, apa yakin akan berjalan lancar?." tanya Verden
"Hey, aku sudah banyak mempersiapkan, mana ada yang kurang?."
"Mayne, cek sekali lagi semuanya."
"Alex, kamu juga ikutan mencurigai aku?."
"Sudah cukup. Aku yakin Mayne melakukannya dengan baik."
"Kakak Erin, mereka menganggu aku."
"Baik, baik. Semua sudah bagus. Kamu membuatnya dengan baik."
"Tentu saja harus. Ini adalah hadiah kita untuk Ratu Maelys, kakak dari Alette."
"Well, sepertinya kita datang tepat waktu."
Nick dan Isaac datang dengan membawa lentera juga makanan pesta.
"Kalian juga hampir terlambat, kan."
"Seharusnya tidak."
Tepat pukul 00:00.
Lonceng menara kerajaan berbunyi.
Secara bersamaan di seluruh pelosok benua, lentera berterbangan.
Sangat indah dan menawan.
"Selamat ulang tahun kakak Maelys."
"Selamat ulang tahun, mama."
"Nenek, selamat ulang tahun."
"Selamat ulang tahun, Ratu Maelys ....."
Mereka secara bergantian mengucapkan kata "selamat ulang tahun". Penduduk pun ikut berdoa atas ketenangan di malam ini....
Note:
Sorry, today was little busy hehe
Birthday party~✨💃🎶
Even only me, but that is also fine.
Selamat Ulang tahun, untuk diriku....
__ADS_1