Hidup Untuk Kamu

Hidup Untuk Kamu
Ch. 53


__ADS_3

"Sekarang giliran kamu menghadapi bencana ini. Putriku dan cucu perempuanku telah aman. Ini ujian kamu sebagai penghuni benua ini, juga rakyatmu yang harus melewati evolusi." Maelys menatap Rukia.


"Bertarung, selama ini aku tidak.pernah ragu untuk mengayunkan pedangku ini."


"Kalau perlu bantuan, katakan saja." Xavier menepuk pundak Rukia.


"Tentu saja aku tidak akan sungkan." Rukia tersenyum kepada Xavier. "Untuk putriku, untuk istri dan kerajaanku. Ming, Yao, bersiaplah bertarung."


"YA."


"Ah, rupanya kamu masih beruntung, hohoho–." Maelys tertawa misterius.


"Keberuntungan kurang ajar." dahi Ryuurei tampak terlihat denyut urat amarah.


"Haiya, kakak ipar. Jangan marah, nanti kamu cepat tua dan keriput." goda Alette.


Keberuntungan?


Kurang ajar?


Persoalan apa ini ??


Rukia dan semua yang hadir disana tampak bingung oleh ucapan ketiganya. Sayangnya mereka tidak mau berkata apa rahasia itu dan hanya tertawa.


"Oh, ayolah. Rahasia apa lagi ini ?." Yao dan Ming mulai menerka dengan tidak sabar.


"Okey, okey. Bantuan kalian adalah Mage Alita dan Knight Sean. Itu jika kamu cukup beruntung untuk bertahan sampai mereka datang."

__ADS_1


"Hah! Sebagai suami dan sebagai lelaki, menunggu bantuan hanya untuk pria lemah."


"Hehehe, kakak ipar. Tanpa suamiku dan aku, bisakah kakak ipar menemukan kakakku? Hm?."


"Ah?." Ryuurei berpikir, "Ehem ... ya, kadang boleh juga bantuan datang."


Pffttt.


Maelys dan Alette tertawa diam-diam melihat wajah Ryuurei memerah malu.


"Terima kasih atas petunjuk ini." Rukia berterima kasih pasa Maelys.


"Eh, tapi kamu harus temukan mereka berdua dulu. Jangan terlalu buru-buru berterima kasih."


"Kakakku benar. Selain harus bertahan dari mutant, kamu juga harus bisa menemukan keduanya."


"Yang mulia. Saya akan mencoba menemukannya."


"Demi yang mulia, rakyat dan kerajaan ini. Saya bersedia."


Yao menepuk pundak Ming dengan helaan nafas berat darinya. Yao ingin menemani tapi mustahil meninggalkan post militer saat komandan pergi.


"Gu Ning, kamu temani dia."


"Ya, Yang mulia Ratu."


"Saya akan kembali secepatnya."

__ADS_1


"Kabar kamu aku tunggu."


"Ya!."


Keduanya pun terbang keluar dari istana. Gu Ning telah menerima kode dari Maelys, dia tidak akan berputar pencarian terlalu jauh.


Sigh.


"Aku hanya bisa memberi kamu dua peringatan. Pertama... Ketika pikiran dunia secara membabi buta mengikuti apa yang disebut kebenaran, ingatlah – semua hal salah, Kedua ... Ketika tindakan dunia diatur oleh moral atau hukum, ingat – semua hal diperbolehkan."


Rukia merenung setelah mendengar ucapan Ryuurei dan bergumam, "Semua hal salah, semua hal diperbolehkan."


Ini bukan hal yang baik, karena tidak ada yang bisa memastikan bahwa dia tidak akan menemui bencana dan berharap untuk diselamatkan oleh orang lain. Tetapi orang-orang di depan mereka melakukan beberapa kegiatan ilegal, dan kemungkinan membunuh seseorang dan membawa mereka pergi adalah nol.


Mungkin karena eksploitasi lawan mereka, atau orang-orang ini adalah target mereka dari awal. Mutant itu tampak sangat jelas dikendalikan. Dari cara mereka bertarung, berkelompok bahkan kemampuan satu tim ke tim mutant yang lain sangat terorganisasi.


Rukia kemudian pergi dari mansionnya dan pergi ke istana utama tempat ayahnya berada. Prajurit telah terbiasa dengan kedatangannya dan dalam situasi ini, raja telah memerintahkan mereka untuk memberi kebebasan penuh pada Pangeran Rukia.


"Yang mulia." Rukia memasuki aula dan segera berlutut dengan satu kaki dihadapan raja.


"Kamu sudah kembali. Bagaimana menantu dan cucuku?."


Saat ini, dia terancam hidup dan mati, dan wajahnya masih pucat, tetapi dia bukan tanpa otak. Begitu pasukan negaranya kalah, kemungkinan terbesarnya adalah kematian.


"Mereka telah aman bersama pendahulu mereka. Ayah mertua membawa mereka ke benua lain."


"Benua lain?." tanya raja yang berkerut kening.

__ADS_1


"Ya. Ratuku telah bertemu orangtua aslinya dan kembali mendapatkan haknya."


"Bagus. Itu hal bagus."


__ADS_2