
Saat ini, Ming dan Gu Long tiba di tanah pengungsian. Tugas mereka menemukan dua orang yang telah di ramalkan Ratu.
"Apa lao Gu yakin akan bertemu dengan mereka jika kita kesini?."
"Xiao Ming, ucapan Ratu tidak mungkin salah. Kami semua saksi hidup ketenaran beliau saat masih di kerajaan lama."
"Kerajaan kuno... seperti apakah itu? Mengapa ditinggalkan?."
"Tidak, tidak. Kerajaan itu masih ada, hanya berbeda dimensi."
"Apa benar ada dimensi lain dari benua ini?."
"Tentu saja ada. Kamu pikir benua ini seluas apa?." Lao Gu memijat keningnya, sedikit kesal dengan ucapan Ming. 'How frustrating, how frustrating.'
"Apa Lao Gu dan yang lain menjelajahi dunia itu?."
"Hey, Little Ming. Bukankah kamu juga paham bahwa kami dari dimensi lain? Kedatangan putri Alette dan suaminya juga dua guardian ke benua ini, juga melewati portal, kan?."
"Jika Lao Gu berkata seperti itu, memang kami melihat portal itu. Tapi bukankah mutant itu juga melakukan hal sama?."
"Bodoh!." Lao Gu melempar potongan roti ke kepala Ming.
"Lao Gu, jangan sia-siakan makanan!."
__ADS_1
"Kalau tidak karena kebodohan kamu, mana mungkin remah roti aku lempar padamu?." Lao Gu tersenyum sinis. "Tidak kamu pahami warna dari portal itu, hah?."
Ming kembali mengingat portal apa saja yang telah dia lihat sejauh ini.
"Ah! Apabila benar apa yang aku pikirkan, bukankah itu sungguh ajaib?."
Rao! Lao Gu naik darah karena ucapan Ming!
"Aaaaa—, baru kali ini aku berbicara dengan orang yang lambat berpikir!."
"Ayolah, Lao Gu. Ceritakan lebih banyak lagi, ya?."
"Don't mind me, don't ask me, do whatever you want!." Lao Gu tampak sangat tidak sabaran melihat senyuman kejahilan Ming dan memutuskan pura-pura mengusirnya pergi.
"Lao Gu, Lao Gu, hey ... ayolah...." Ming tanpa lelah memohon dan bergurau dengan Lao Gu.
"Bah, menjauh dariku."
Hahahahaha—, tawa mereka menghiasi perjalanan panjang mencari bantuan untuk kerajaan mereka.
Disuatu desa yang hampir hancur.
"Alita, apa harus seperti ini?." seorang pria membantu wanita mencuci perlengkapan mereka di tepi sungai.
__ADS_1
"Mau bagaimana? Ramalan itu tepat akan terjadi di kerajaan utara ini, tapi tidak aku tahu yang mana akan terjadi." Alita tampak kecewa.
"Jangan menyerah, aku tahu kamu pasti bisa. Bukankah kemampuan magis kamu paling baik di negara kita?."
"Aku selali merasakan debaran, seolah akan bertemu sesuatu yang akan sangat mengejutkan."
Pria itu berdiri dan berjalan ke arah Alita. Dengan tatapan mata yang lembut dia memeluk Alita, "Alita, aku akan tetap bersamamu."
Alita menyandarkan kepalanya di dada hangat pria itu, "Hm ... kamu harus bersamaku, selamanya."
Jika orang lain mengenali mereka, mungkin akan terkejut. Satu adalah pendeta suci tertinggi dan satu adalah iblis terjahat di dunia. Ketentraman keduanya bagaikan dua sisi yang saling seimbang.
Mungkin ...
Mungkin akan banyak orang akan meminta pendeta suci menjauhi penjahat dengan cara apapun, tapi sekarang ... ditengah kekacauan ini, dia berhasil menculiknya!
Ya. Pria itu menculik pendeta suci dan pergi ke utara untuk mengungsi.
Sungguh luar biasa, bukan?
Meski darah mengalir, pembunuhan berlangsung, iblis satu ini tidak akan pernah melepas kekasihnya, Alita.
Bagai takdir telah mengikat keduanya, Alita pun tidak menghindar saat iblis ini membawanya pergi, hanya kedamaian.
__ADS_1